Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 123437 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
06/Wul/p
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Ardie Nugroho
"Uji koagulasi air limbah batubara dilakukan dengan metode jar test. Percobaan dilakukan dengan membandingkan kinerja koagulan pada variasi pH dan dosis. Koagulan yang dipakai adalah FeCl3, Al2(SO4)3, PAC, dan Nalco 8100. Penentuan kondisi optimal dilakukan dengan variasi derajat keasaman pada pH 5, 6, 7, dan 8 dengan memvariasikan dosis pada tiap pH. Parameter yang diuji adalah turbiditas, pH, TSS dan kandungan logam. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa koagulan yang paling efektif dalam menurunkan kandungan kontaminan adalah Nalco 8100. Kondisi optimal dicapai pada pH 8 dan dosis 1 ppm.

Coagulation Test for coal wastewater was conducted with jar test methode. This research was performed by comparing coagulant activity with pH and dosage variation. Coagulant used in this research are FeCl3, Al2(SO4)3, PAC, dan Nalco 8100. Optimum condition was identified by varying acidity on pH of 5, 6, 7, and 8 with dosage variation on each pH. The parameter tested are turbidity, pH, TSS, and disolved metal. Laboratory test result showed that the most effective coagulant to reduce contaminant substances is Nalco 8100. Optimum condition was reached at pH of 8 and 1 ppm."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51834
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"PENGARUH PENAMBAHAN KOAGULAN TERHADAP EFISIENSI PENURUNAN JUMLAH BAKTERI INDIKATOR PENCEMAR DALAM SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH Ignasius D.A. Sutapa Pusat Penelitian Limnologi-LIPI E-mail: ignasdas@yahoo.co.id Diterima redaksi : 12 Juni 2013, disetujui redaksi : 6 November 2013 ABSTRAK Salah satu penentu kualitas air terdapatpada sistem pengolahan air baku menjadi air produksi. Proses pengolahan air bersih terdiri dari beberapa tahap diantaranya koagulasi-flokulasi, sedimentasi dan filtrasi dalam mengurangi jumlah bakteri indikator pencemar. Pada penelitian ini zat yang berperan sebagai koagulan ialah Poly Alumunium Clorida (PAC) pada konsentrasi 25 mg/l.Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juli 2009.Tujuan dari penelitian ini menentukan pengaruh penambahan koagulan terhadap efisiensi penurunan bakteri indicator pencemar dalam system pengolahan air bersih. Dua jenis bakteri yang dipantau adalah Escherichiacolidan Coliform. Berdasarkan uji kualitas air menunjukkan pengaruh yang signifikan dari penambahan PAC terhadap jumlah bakteri indicator pencemar. Jumlah bakteri Coliform air baku sebesar 252 koloni/100 ml turun menjadi 12 koloni/100ml. Sementara jumlah E. coli turun dari sekitar238 koloni/100ml menjadi 8 koloni/100ml. Dari data tersebut diperoleh nilai efisiensi penurunan 95,2 persen untuk Total Coliform dan 96,6 persen E.Coli."
551 LIMNO 20 (1-2) 2013
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Khairuddin
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1991
S34398
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gian Ratulangi Bhumindra
"Limbah padat lumpur IPA Pejompongan I dan II dari proses koagulasi-flokulasi-sedimentasi sampai saat ini dibuang ke sungai Krukut dan memiliki potensi untuk mencemarkan sungai tersebut. Studi pemanfaatan kembali lumpur IPA Pejompongan I dan II sebagai koagulan dilakukan untuk mengurangi residu yang dibuang ke sungai. Dalam penelitian penggunaan kembali lumpur sebagai koagulan yang dilakukan adalah menentukan kondisi terbaik yang dibutuhkan agar lumpur dapat digunakan sebagai koagulan. Metode jartest digunakan untuk mengaetahui kondisi optimum dan efisiensi pemakaian kembali lumpur. Kandungan aluminium merupakan senyawa yang sangat vital dan pemulihan aluminium dilakukan dengan pengeringan dan kalsinasi sampel lumpur terlebih dahulu.
Kondisi optimum untuk sampel lumpur IPA Pejompongan I dan II dengan dosis sebesar 9,01 dan 7,5 mg dengan kecepatan pengadukan cepat 140 dan 100 rpm selama 1 menit, lalu kecepatan pengadukan lambat sebesar 20 rpm selama 15 menit dan sedimentasi selama 60 menit. Efektivitas pemakaian lumpur sebagai koagulan untuk sampel I adalah sebesar 97,73 % dan sampel II sebesar 98,19 %. Hasil pemakaian dapat mencapai baku mutu kekeruhan yang telah ditetapkan pada Permenkes No. 492/menkes/per/iv/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum yaitu 5 NTU sedangkan kekeruhan yang diperoleh adalah sebesar 4 NTU untuk kedua sampel. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian kembali lumpur IPA Pejompongan I dan II sebagai koagulan dapat dilakukan.

Sludge residu from coagulaton-flocculation-sedimentation process of Pejompongan I and II water treatment plant, have been disposed at Krukut river until the present day and the residue may be a threat of pollution to the river. Studies of reusing the sludge residu of Pejompongan I and II water treatment plant as a coagulant may decrease the amount of residu which are disposed at the river. In the study of reusing sludge as a coagulant, the search of the optimum conditions of the sludge is needed to be done by using jar test methode. Aluminium recovery is the vital core of this study, where to recover the remaining aluminium in the sludge residu, dewatering and calcination treatment has to be implemented to the sample.
The optimum condition for the sludge sample from Pejompongan I and II is 9,01 and 7,5 mg dosage of the sample with a fast mixing rate of 140 and 100 rpm for 1 minute and slow mixing rate of 20 rpm for 15 minutes then 60 minutes of sedimentation for settling. Effectivity of sludge reuse as a coagulant for sample I (Pejompongan I) is 97,73 % and sample II (Pejompongan II) IS 97,73 %. The result of the usage of the sample has reached the standard of turbidity which is stated by Permenkes No. 492/menkes/per/iv/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum with the standard of 5 NTU, where as turbidity obtained is equal to 4 NTU for both samples. The reuse of sludge residu from Pejompongan I and II water treatment plant as a coagulant has been proven successful.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S65026
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Marasabessy, Nabila, author
"ABSTRAK
Kelangkaan dan pencemaran air bersih masih menjadi masalah. Daur ulang air dengan melakukan pengolahan tersier efluen IPAL dapat menciptakan keberlanjutan penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, dan pengurangan kebutuhan pengambilan sumber air baku dari badan air. Saat ini, WWTP 2 Jababeka belum memiliki fasilitas pengolahan tersier air limbahnya. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pengolahan karbon aktif bertujuan untuk mengetahui efisiensi unit karbon aktif untuk mengolah efluen WWTP 2 Jababeka dengan mengetahui pengaruh dosis dan waktu kontak optimum karbon aktif, mengetahui efisiensi pengolahan efluen WWTP 2 Jababeka pada skala pilot, dan merencanakan penerapan skala penuh. Penelitian ini menggunakan batch skala laboratorium dan continuous skala pilot dengan parameter pH, COD, BOD, TSS, kekeruhan, dan fecal coliform. Waktu kontak dan dosis optimum berdasarkan uji batch adalah 6,5 menit dan 45 gram/Liter berturut-turut. Pengujian skala pilot menunjukkan persentase penyisihan COD, BOD, kekeruhan, dan fecal coliform sebesar 29 , 28 , 55 , dan 48 berturut-turut. Namun, pengolahan ini belum memenuhi baku mutu air kelas 1 menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 dan air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 Tahun 1990.

ABSTRACT
Scarcity and pollution of clean water are still problem in water supply. Water recycling with tertiary treatment of WWTP effluent can create sustainable water supply, wastewater management, and reduction of the need for raw water sources from water bodies. Currently, WWTP 2 Jababeka does not have tertiary treatment facility yet. Therefore, this research uses activated carbon treatment aiming to estimate activated carbon unit efficiency to treat its effluent with determine the optimum dose and contact time, to estimate removal efficiency, and to design a full scale treatment unit. This research uses laboratory scale batch and pilot scale column with pH, COD, BOD, TSS, turbidity, and fecal coliform as key parameters. The optimum contact time and dose based on the batch test are 6.5 minutes and 45 grams Liter respectively. The pilot scale test shows that the percentages of COD, BOD, turbidity, and fecal coliform removal are 29 , 28 , 55 , and 48 respectively. However, this treatment does not yet meet the standardized clean water of class 1 according to Government Regulation No. 82 2001 and the drinking water according to Minister of Health Regulation No. 416 1990."
2017
S67349
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S48811
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>