Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18543 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sulistyoweni Widanarko
Fakultas Teknik , 1988
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Rebecca Marshela Cristabel
"Saluran Tarum Barat membentang sepanjang 68,74 kilometer, berawal dari Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat dan berakhir pada Cawang, Jakarta Timur. Saluran Tarum Barat membentang berdampingan dengan kegiatan manusia dan berbagai dominasi kondisi lingkungan. Bagian awal Saluran Tarum Barat dikelilingi oleh kegiatan pertanian, bagian tengah saluran dikelilingi oleh kegiatan industri, dan bagian akhir saluran dikelilingi oleh aktivitas pembangunan infrastruktur. Perbedaan kondisi lingkungan tersebut memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kualitas air Saluran Tarum Barat.
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kualitas air Saluran Tarum Barat berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi yang terdapat pada metode National Sanitation Foundation ndash; Water Quality Index NSF ndash; WQI . Hasil analisa menggunakan metode NSF ndash; WQI menyatakan bahwa ketiga bagian Saluran Tarum Barat memiliki kualitas air yang berada pada kategori sedang medium dengan rentang nilai 55,06 ndash; 67,92.

West Tarum Canal stretched 68.74 kilometers long, started from Klari, Karawang, West Java and ended in Cawang, East Jakarta. The West Tarum Canal runs alongside human activities and various environmental conditions. The initial part of the West Tarum Canal is surrounded by agricultural activities, the central part of the canal is surrounded by industrial activities, and the final part of the canal is surrounded by infrastructure development activities. Those various environmental conditions may give different effects on the water quality of the West Tarum Canal.
The purpose of this research is to know the water quality of West Tarum Canal based on physical, chemical and biological parameters found in National Sanitation Foundation Water Quality Index NSF WQI method. The result of analysis using NSF WQI method on three parts of West Tarum Canal showed that the water quality is classified in medium category with value range of 55,06 67,92.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S69083
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulistyoweni Widanarko
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1988
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Widya Utami
"Air permukaan adalah salah satu sumber air baku untuk air minum, namun sangat rentan terhadap pencemaran. Masalah riset ini adalah tercemarnya air Saluran Tarum Barat (STB) menyebabkan kualitas air STB melebihi baku mutu sehingga menimbulkan tekanan pada proses pengolahan air minum yang akan berdampak pada peningkatan tarif air minum PAM Jaya. Tujuan akhir riset adalah menyusun strategi keberlanjutan pengelolaan kualitas air STB sebagai air baku untuk air minum. Metode riset menggunakan metode gabungan. Metode analisis menggunakan statistik deskriptif, regresi, dan SWOT. Hasil riset ini yaitu kualitas air STB melebihi baku mutu dan memberikan pengaruh terhadap tarif air. Disisi lain, Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) responden terhadap air perpipaan tergolong tinggi. Strategi keberlanjutan pengelolaan kualitas air STB perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan melalui kerja sama dan koordinasi yang kuat. Kesimpulan riset adalah strategi pengelolaan kualitas air STB yang tepat dapat menghindari peningkatan tarif air dan meningkatkan pemenuhan kebutuhan air masyarakat Jakarta.

Surface water is one of the raw water sources for drinking water, but it is vulnerable to pollution. This research problem is that the contamination of West Tarum Canal (WTC)’s water causes its water quality to exceed the quality standard, thus causing pressure on the drinking water treatment process, which will increase PAM Jaya’s water tariffs. The final objective is to formulate the sustainability strategy for Water Quality Management (WQM) of WTC as raw water. This research method is a mixed-method. The analysis method used descriptive-statistics, regression, and SWOT. This research shows that WTC’s water quality exceeds the quality standard and affects water tariffs. Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of respondents for piped water are high. The sustainability strategy for WTC’s WQM needs to be supported by stakeholders through strong cooperation and coordination. The conclusion is the appropriate WTC’s WQM strategy can avoid increasing water tariffs and increasing Jakartans’ water needs fulfillment."
Depok: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"A surveyon water quality was conducted in Cimanuk river in 1999/2000 representing the upstream down to estuary region...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tchobanoglous, George
Reading, Mass: Addison-Wesley, 1985
363.739 4 TCH w
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Vialda Anindita Puteri Sulandri
"Situ Agathis merupakan situ pertama yang menerima aliran air dari saluran DAS Ciliwung menuju wilayah kampus Universitas Indonesia. Keberadaan Situ Agathis dapat memengaruhi kualitas perairan keempat situ lainnya di Universitas Indonesia. Telah dilakukan penelitian mengenai penilaian kualitas air sebagai penyesuaian penggunaan indeks Singscore di Situ Agathis, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada bulan maret 2022. Berdasarkan hasil perhitungan indeks Singscore, Situ Agathis tergolong kedalam perairan buruk dengan total nilai kriteria sebasar 34,35. Hasil penilaian indeks Singscore berhubungan dengan hasil perhitungan parameter fisika-kimia air yakni mengindikasikan perairan tercemar. Selain itu, berdasarkan jenis dan komposisinya, makrozoobenthos yang menempati perairan Situ Agathis memiliki kemampuan toleransi terhadap perairan tercemar. Korelasi antara indeks Singscore, parameter fisika-kimia air dan makrozoobenthos dapat dilihat melalui hasil analisis PCA. Hasil menunjukkan adanya korelasi negatif antara indeks Singscore dengan makrozoobenthos. Hasil nilai korelasi negatif disebabkan oleh beberapa famili yang memiliki nilai toleransi besar dapat hidup berdampingan dengan famili yang memiliki nilai toleransi kecil serta nilai indeks Singscore yang memiliki perbedaan jauh pada masing-masing stasiun yang dapat memengaruhi nilai korelasi. Selain itu, analisis PCA menunjukkan parameter fisika yang mempengaruhi keberadaan makrozoobenthos di Situ Agathis meliputi suhu, kekeruhan, dan oksigen terlarut (DO).

Situ Agathis is the first pond to receive water from the Ciliwung watershed to the University of Indonesia campus area. The existence of Situ Agathis can affect the water quality of the other four lakes at the University of Indonesia. Research has been carried out on the assessment of water quality as an adjustment to the use of the Singscore index at Situ Agathis, University of Indonesia, Depok, West Java in March 2022. Based on the results of the Singscore index calculation, Situ Agathis is classified as bad waters with a total criterion value of 34.35. The results of the Singscore index assessment are related to the results of the calculation of the water physico-chemical parameters, which indicate polluted waters. In addition, based on the type and composition, the macrozoobenthos that inhabit the waters of Situ Agathis can tolerate polluted waters. The correlation between Singscore index, water physico-chemical parameters, and macrozoobenthos can be seen through the results of PCA analysis. The results showed a negative correlation between the Singscore index and macrozoobenthos. The results of the negative correlation value are caused by several families having a large tolerance value that can coexist with families that have a small tolerance value and the significant difference in the Singscore index value at each station which can affect the correlation value. In addition, PCA analysis showed that the physical parameters that affect the presence of macrozoobenthos in Situ Agathis include temperature, turbidity, and dissolved oxygen (DO)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian multidisiplin di Kali Angke. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai ditinjau dari aspek mikrobiologik di beberapa lokasi sepanjang Kali Angke. Lokasi yang diteliti meliputi: Duri Kosambi, Pesing Poglar, Teluk Gong, Pantai Indah Kapuk dan Muara (4 titik). Pemeriksaan dilakukan berdasarkan petunjuk standar Departemen Kesehatan, Republik Indonesia dan hasilnya disimpulkan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Parameter yang digunakan dalam uji mikrobiologi adalah most probable number (MPN) dari total dan fecal coliform, yang dilakukan dalam 2 langkah: uji presumtif dan uji konfirmasi. Uji lengkap dilakukan untuk mengkonfirmasi adanya E.coli dan bakteri lain dalam air. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa mutu air Kali Angke kurang baik dan tidak dianjurkan sebagai air minum. Berdasarkan parameter mikrobiologik, kualitas air sungai ini dikategorikan sebagai kelas 2 yang artinya hanya dapat digunakan untuk rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, mengairi pertanaman dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Most probable number dari total coliform di daerah Pantai Indah Kapuk dan bagian luar daerah Muara lebih rendah dari daerah lainnya. Masyarakat yang tinggal di Pantai Indah Kapuk memiliki tingkat ekonomi yang lebih tinggi, dengan demikian dapat diasumsikan bahwa masyarakat ini memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki kesadaran tentang kebersihan lingkungan yang lebih baik. Selanjutnya, air di daerah paling luar dari Muara memiliki kadar garam yang tinggi sehingga dapat membunuh bakteri-bakteri patogen. Akhir kata, kualitas air di sepanjang Kali Angke adalah air kelas dua yang tidak layak minum kecuali di daerah Pantai Indah Kapuk dan Muara yang layak minum sesudah dididihkan.

Abstract
This research is a part of a multidisciplinary research in the Angke River. The aim of this research is to study the river?s water quality from the microbiological point of view in several locations along the Angke River. The locations under this study included: Duri Kosambi, Pesing Poglar, Teluk Gong, Pantai Indah Kapuk and Estuary (4 points). The examinations were held in term of microbiological aspects, based on the guide published by the Ministry of Health, the Republic of Indonesia and concluded according to Government Regulation. The parameter of microbiological tests was the most probability number (MPN) of total and fecal coliform. The method used was done in 2 steps: presumptive and confirmed test. Completed test was conducted to confirm the presence of E.coli and other bacteria in water. The result showed that the water quality of the Angke River was poor; therefore, it is not recommended to be used as drinking water. It is categorized as the 2nd class quality that means it can only be used for water recreation, veterinary, showering plants and or other purposes that require the same quality of water. The MPN of total coliform at Pantai Indah Kapuk and the outer side of river mouth (estuary area) was lower than other areas. People who live in Pantai Indah Kapuk are having a higher economic level. Therefore, it can be assumed that they are more educated people who have more insight about hygiene. Further, the water at the outer side of river mouth contains a higher salt concentration that can kill pathogenic bacteria. In conclusion, the water quality of the Angke River is categorized as 2nd class quality not recommended to be used as dringking water except the water from Pantai Indah Kapuk and estuary area that can be used as dringking water after boiling."
[Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia], 2008
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tegar Habib
"Cooling Tower merupakan salah satu komponen penting bersama dengan mesin lainnya di suatu industri yang berfungsi untuk menurunkan temperature air. Cooling Tower sistem terbuka menggunakan air sebagai media pertukaran panas. Air yang terus bersirkulasi dapat menyebabkan kerak, korosi, dan lumut karena kualitas air menurun sehingga proses pertukaran panas di cooling tower tidak optimal. Umumnya perawatan cooling tower pada industri menggunakan bahan kimia, namun hal tersebut dianggap belum efektif. Langkah alternatif dalam menjaga kualitas air di cooling tower adalah dengan menggunakan ozon. Flowrate, temperature inlet, dan jumlah ozon terlarut yang diinjeksikan tentu berpengaruh pada cooling tower, terutama kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperature inlet yang divariasikan terhadap kualitas air, efektivitas cooling tower dan penghematan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif. Penilitian ini menggunakan miniatur cooling tower dengan sistem terbuka berukuran (70 x 42,5 x 53) cm. Kualitas air dari cooling tower sistem terbuka ditentukan dengan melakukan pengukuran menggunakan alat uji dan melakukan pemeriksaan laboratorium. Data yang dicatat dari penelitian ini adalah Electric Conductivity, Total Dissolved Solid (TDS), pH, alkalinitas, Ca dan Mg Hardness, Na, dan Cl, serta Range dan Approach. Data tersebut akan digunakan untuk mencari nilai Losses, Practical Ozone Scaling Index (POSI), memprediksi nilai Maximum Cycle dan Maximum Cycle of Concentration, menghitung nilai Blowdown Rate dan Make up Water yang dibutuhkan dan menghitung persentase Efektivitas Cooling Tower. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa temperature inlet 30? merupakan temperature inlet yang paling optimal. Ketika temperature inlet 30?, jumlah volume air blowdown dapat menurun 60,94% dan jumlah kebutuhan make up water dapat menurun 36,76%.

Cooling Tower is an important component along with other machines in an industry that functions to reduce water temperature. Open system cooling towers use water as a heat exchange medium. Water that continues to circulate can cause scale, corrosion, and moss because the quality of the water decreases so that the heat exchange process in the cooling tower is not optimal. Generally, cooling tower maintenance in industry uses chemicals, but this is considered ineffective. An alternative step in maintaining water quality in cooling towers is to use ozone. Flowrate, inlet temperature, and the amount of dissolved ozone injected certainly affect the cooling tower, especially water quality. The purpose of this study was to determine the effect of varied inlet temperature on water quality, cooling tower effectiveness and water savings. The method used in this study is a quantitative experiment. This research uses a miniature cooling tower with an open system measuring (70 x 42.5 x 53) cm. Water quality from an open system cooling tower is determined by measuring using a test kit and conducting laboratory tests. Data recorded from this study are Electric Conductivity, Total Dissolved Solid (TDS), pH, alkalinity, Ca and Mg Hardness, Na and Cl, as well as Range and Approach. The data will be used to find Losses values, Practical Ozone Scaling Index (POSI), predict Maximum Cycle and Maximum Cycle of Concentration values, calculate the required Blowdown Rate and Make up Water values and calculate the percentage of Cooling Tower Effectiveness. The results obtained from this study indicate that the inlet temperature of 30? is the most optimal inlet temperature. When the inlet temperature is 30?, the amount of blowdown water volume can decrease by 60.94% and the amount of make-up water needed can decrease by 36.76%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raditya Pranadi
"DAS Cileungsi Hulu adalah salah satu daerah aliran sungai yang terletak di Provinsi Jawa Barat dengan kondisi perkembangan wilayah yang sangat dinamis. DAS Cileungsi Hulu memiliki karakteristik fisik geologi dan topografi yang beragam dan terjadi perubahan penggunaan tanah yang signifikan. Pengaruh karakteristik fisik DAS dan hubungannya dengan perubahan penggunaan tanah dapat diketahui melalui penggunaan pemodelan hidrologi yang tepat. Penelitian ini menggunakan model SWAT yang dapat memberikan fokus pada simulasi jangka panjang berbasis karakteristik wilayah untuk mengetahui kondisi kualitas air sungai dan prediksi perubahannya sehubungan dengan perubahan penggunaan tanah dengan menggunakan parameter nitrat (NO3). Prediksi dilakukan berdasarkan proyeksi perubahan penggunaan tanah secara temporal tahun 1989-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perubahan kualitas air dengan perubahan penggunaan tanah. Hasil uji kalibrasi dan akurasi model dengan perhitungan Root Mean Square Error (RMSE) dan Normalized Objective Function (NOF) berada pada rentang 0-1 yang artinya model dikatakan baik dan dapat digunakan. Skenario model yang digunakan untuk prediksi adalah peningkatan luas penggunaan tanah permukiman dan industri serta penurunan luas penggunaan tanah pertanian lahan kering, menghasilkan peningkatan konsentrasi nitrat pada air sungai setiap tahunnya.

Cileungsi Hulu Watershed is one of the watershed are located in the province of West Java with the conditions of a very dynamic urban development. Cileungsi Hulu watershed has a physical characteristics of varied geological and topographical with land use changes significantly. The influence of the physical characteristics of the watershed and its relationship with land use changes can be detected through the use of proper hydrologic modeling. This study uses SWAT model that can provide a focus on long-term simulations based on the characteristics of the area to determine the condition of the river water quality and forecast changes in connection with land use changes using the parameters nitrate(NO3). Predictions made based on the projected land use changes temporally years 1989-2014. The results showed that there is a relationship between changes in water quality with land use changes. The results of calibration and accuracy of the calculation model with RMSE and NOF is in the range of 0-1 which means the model is quite good and can be used. Scenario model used for the prediction is increase residential and industrial land use as well as a decrease agricultural land area, resulting in increased concentrations of nitrate in river water annual"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S62712
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>