Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 105153 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ernilawati M. Saleh
"Target pencegahan tentang HIV/AIDS mendapatkan tingkat pengetahuan remaja meningkat. Akan tetapi remaja belum sepenuhnya rnelaksanakan apa yang mereka ketahui tentang HIV/AIDS sehingga kasus HIV/AIDS pada remaja setiap tahun terus meningkat (UNAIDS, 2005). Saat ini pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS melalui pendidikan seks yang efektif sangat penting untuk pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS.
Penelitian tentang "Tingkat Pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS di SMK Amaliyah Srengseng Sawah Jakarta Selatan" bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.
Metode yang digunakan adalah deskriptif sederhana, dengan jumlah sampel sebanyak 68 yang diperoleh melalui metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada remaja SMK Amaliyah dengan usia 14-20 tahun siswa yang duduk di kelas I, II dan III. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan metode distribusi frekuensi dengan ukuran presentase atau proporsi.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa remaja SMK Amaliyah sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sedang (63,2%). Sumber informasi paling banyak diperoleh responden mengenai HIV/AIDS dari televisi dibandingkan dari sumber lain."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5305
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Susi Muryani
"Penyakit HIV/AIDS memunculkan persepsi yang beragam. Persepsi tersebut tergantung pada tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa tentang HIV/AIDS, selain itu terpaparnya siswa-siswi dengan lingkungan (keluarga, sekolah, dan teman sebaya) serta berbagai media cetak maupun elektronik juga mempengaruhi pembentukan persepsi.
Penelitian dengan judul "Persepsi siswa terhadap bahaya HIV/AIDS di SMK Amaliyah, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan". Dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai persepsi siswa terhadap bahaya HIV/ AIDS di SMK Amaliyah, Srengseng Swah, Jakarta Selatan.
Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif sederhana. Tekhnik pengambilan sampel simple random sampling dengan jumlah sampel 65 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan prosentase.
Hasil penelitian menunjukan sebagian besar siswa mempunyai persepsi positif (69,4 %), pengetahuan yang baik (56,5 %), lingkungan yang positif (61,3 %), dan terpapar sumber informasi dengan baik (61 ,3 %),"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5295
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Septianauli D.
"Saat ini angka HIV/AIDS tinggi pada remaja. Hal inj mungkin dikarenakan rendahnya pemahaman remaja tentang masalah kesehatan reproduksi dan di Indonesia masih ada anggapan bahwa pendidikan seks itu tabu.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adalcah hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan pendidikan seks yang dipcroleh. Penelitian ini dilakukan di SMU Lab School Jakarta dengan jumlah responden 70 orang yang merupakan siswa di SMU tersebut.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan instrumen kuesioner. Analisis data yang digunakan adaiah distribusi iiekuensi clan Chi-Square untuk menganalisis hubungan antar variabel.
Hasil penelitian ini adlah tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS clengan pendidikan seks yang diperoleh (p value 0,4'?3; oL=0,05). Penelitian ini merekomendasikan dilakukannya penelitian lebih lanjut."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5502
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Devy Ike M.S.
"Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan kasus HIV/AIDS tercepat di Asia. Kasus HIV/AIDS di Indonesia banyak terjadi pada kelompok usia produktif. Remaja merupakan bagian dari kelompok usia produktif yang sangat rentan untuk tertular HIV/AIDS.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap remaja terhadap HIV/AIDS.
Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif korelasi. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel 104 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap HIV/AIDS (p value = 0,1 18; a = 0,05). Perbedaan hasil penelitian ini dengan teori dan penelitian terdahulu disebabkan oleh keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini. Penelitian ini merekomendasikan pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS di kalangan remaja lebih ditingkatkan lagi."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5879
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ifah Haryanti
"Di seluruh dunia saat ini diperkirakan sebanyak 11,8 juta remaja usia 15-24 tahun hidup dengan HIV/AIDS. Remaja merupakan kelompok usia yang paling berisiko terhadap HIV/AIDS. Di Indonesia, kasus AIDS terus meningkat tiap lahunnya.
Akibat minimnya informasi tentang kesehatan reproduksi. maka remaja merupakan kelompok umur yang rentan untuk menderita penyakit HIV/AIDS.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi terkait penularan HIV/AIDS. Penelitian deskriptif sederhana ini dilakukan pada 96 remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai kesehatan reproduksi terkait penularan HIV/AIDS. Hal ini disebabkan karena sebagian besar remaja aktif mencari informasi mengenai kesehatan reproduksi. Selain itu, kemudahan mengakses informasi melalui berbagai media juga turut mendukung remaja dalam mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi.

Nowadays, for about 11,8 million teenagers up to 15 -24 year live with HIV/AIDS in the world. Instead of adults and children, teenagers have high risk to get it. In Indonesia, HIV/AIDS issues increased each year. Lack of genital hygiene information is the reason why the amount of someone who get on HIV/AIDS increase and the teenagers become object that easy to infect. The aint of this research is to get description about level of teenagers knowledgement about genital hygiene related to transmission of HIV/AIDS. The object of this descriptive research is 96 teenagers. The result shows that teenagers have high level of knowledgement about genital hygiene related to transmission of HIV/AIDS. It is caused by their initiative to out about genital hygiene. Besides that, there are many ways to access the information through media that make the teenagers get the right information about genital hygiene.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5784
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Marpaung, Yanthi
"Vagina merupakan organ reproduksi perempuan yang sangat sensitif dan sangat rentan terhadap penyakit sehingga penting bagi remaja untuk menjaga kebersihan area genitalia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional untuk mengidentifikasi karakteristik dan tingkat pengetahuan tentang kebersihan genitalia pada remaja putri SMK Amaliyah Depok. Sampel pada penelitian ini berjumlah 83 orang dengan rentang usia 15-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 62,7% berpengetahuan tinggi. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mencari hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku membersihkan genitalia.

The vagina is the female reproductive organs that very sensitive and susceptible to disease so it is important for female adolescent to keep the genital hygiene. This research is quantitative research using cross sectional design to identify the characteristics and level of knowledge about genitalia hygiene female adolecent in SMK Amaliyah Depok. Samples on this research amounted to 83 people with an age range of 15-18 years. The results showed 62.7% of respondents had high knowledge about genitalia hygiene. Further research is expected to seek a relationship the knowledge level and behavior of genitalia hygiene."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S47448
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Theresia Yanuaria Rainy Tukan
"Remaja merupakan generasi penerus bangsa sehingga dalam kehidupan perlu mendapat informasi dan pendidikan yang layak baik secara ilmu pengetahuan maupun keagamaan. Pengetahuan yang benar dan pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya penyakit menular seksual (PMS) sangat penting untuk kehidupan remaja agar tidak terjebak dalam pola kehidupan yang salah. Di Indonesia masih perlu ditingkatkan lagi informasi tentang penyakit menular seksual, mengingat data tentang penyakit menular seksual yang didapat remaja dari petugas kesehatan 60%, orang tua remaja 65%, dan presentase tertinggi di peroleh remaja dari teman yaitu sebesar 77,3%, data tersebut menunjukkan peran orang tua dan petugas kesehatan masih kurang sehingga remaja lebih cendrung memilih bertanya pada teman. Informasi yang di peroleh dari teman belum tentu sepenuhnya benar dan bisa membawa dampak negatif bagi remaja itu sendiri. Kasus AIDS tertinggi dilaporkan di DKI dan kasus AIDS yang bertahan hidup tertinggi di Papua (122,22/100.000).
Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengetahuan remaja SMAN 30 Jakarta tentang Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS serta Faktor-faktor yang Menpengaruhi Pengetahuan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang (cross sectional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik,laki-laki sebanyak 36,0% dan perempuan sebanyak 63,0%, pendidikan ayah paling banyak adalah tamat SMA 47,2% dan pendidikan ibu paling banyak 50,9% adalah tamat SMA, orang tua tidak pernah memberikan informasi sebesar 62,7%, pernah 59,1%, tenaga kesehatan pernah memberikan informasi sebesar 56,2% dan tidak pernah sebesar 70,6%, teman sebaya pernah memberikan informasi sebesar 56,2% dan tidak pernah memberikan sebesar 66,2%, remaja lebih banyak mendapatkan informasi melalui media cetak dan elektronik sebesar 59,6% sedangkan tidak pernah sebesar 85,7%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, pendidikan ayah, pendidikan ibu dan sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS dikarenakan nilai p value > α.

Teens are the future generation of the nation that in lives they are need to be informed and proper education either science or religion The right knowledge and the provision of information about reproductive health in particular Sexually Transmitted Diseases STDs are very important for teenage life in order not to get stuck in a pattern of life which is wrong In Indonesia still needs to be improved further information about sexually transmitted diseases given the data on sexually transmitted diseases teen obtained 60 of health care workers parents of teenagers 65 and the highest percentage of teens get a friend that is equal to 77 3 the data demonstrate the role of parents and health workers are lacking so that more teens tend to choose ask a friend Information that was obtained from a friend is not necessarily completely true and can have negative impacts on adolescents themselves Highest AIDS cases reported AIDS cases in the city and the highest survival in Papua 122 22 100 000
Research purposes to find out how teens SMAN 30 Jakarta knowledge about STDs and HIV AIDS and Factors Influencing the Knowledge This study uses cross sectional study design cross sectional. The results showed that based on the characteristics as many men as much as 36 0 and 63 0 of women most of father s education is 47 2 graduated from high school and the mother s education is at most 50 9 graduated from high school the parents did not Never give information for 62 7 59 1 never ever health workers provide information for 56 2 and 70 6 never never give information peers at 56 2 and never giving by 66 2 more teenagers getting information through print and electronic media by 59 6 and amounted to 85 7 never The results showed no significant relationship between gender father s education mother s education and the knowledge source informs teens about sexually transmitted diseases and HIV AIDS due to the value of p value
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S52385
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endah Dessirya
"HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global dengan perkembangan penyakit yang luar biasa pesatnya. Remaja adalah salah satu kelompok berisiko terhadap penularan HIV/AIDS yaitu melalui penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, kesalahpahaman dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan stratified random sampling untuk perekmtan sampel dan kuesioner untuk pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan di daerah sub urban di Bekasi dengan jumlah responden 98 remaja. Hasil menunjukkan adanya defisit pengetahuan (48 %), kesalahpahaman (61.2%) dan sikap negatif (53.1%) terhadap HIV/AIDS pada remaja. Setelah dilakukan analisa Kai kuadrat didapatkan p < a (H0 ditolak) yaitu ada hubungan antara pengetahuan dan sikap. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat defisit pengetahuan dan kesalahpahaman serta sikap negatif remaja terhadap HIV/AIDS. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap terhadap HIV/AIDS. Sehingga perlu dilakukan edukasi kesehatan tentang HIV/AIDS pada remaja terutama mengenai cara penularan HIV/AIDS.

HIV/AIDS is one of global health problems with a pertinent increasing of this. Adolescent is one of high risk groups to the transmission of HIV/AIDS The purpose of this study is to know the alodescent's knowledge, missconception and attitude towards HIV/AIDS. The study was a descriptive study using quesionnaire and stratified random sampling in collecting data was utilized The study was located in a sub urban area in Bekasi among 98 adolescents. The result of this study showed the deficit of knowledge (48%), missconception (61.2%) and the negative attitude (53.1%) towards HIV/AIDS in adolescents. Using Chi square tests, it was found that p < a (rejected Ho). lt means that there is a correlation between knowledge and attitude. The conclusion is that there are deficit of knowledge, missconcepttion, and negative attitude towards HIV/AIDS especially in terms of transmission. There is a correlation between knowledge and attitude towards HIV/AIDS. Therefore it is needed to provide a health education about HIV/A IDS especially the transmission in adolescents."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5614
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Berdasarkan statistik kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan sampai dengan Juli 2004, jumlah kumulatif kasus AIDS golongan umur 15-19 tahun adalah 82 orang penderita AIDS dan 34 orang penderita AIDS/IDU (Ditjen PPM & PL Depkes RI, 2004). Stigmatisasi dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang tentang HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan persepsi mengenai stigma pada penderita HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Responden penelitian ini adalah remaja usia 14-18 tahun di SMAN 28 dan 38 Jakarta Selatan sebanyak 246 responden yang diambil dengan teknik stratified sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner dengan 42 pertanyaan tentang pengetahuan HIV/AIDS dan 16 pernyataan tentang persepsi mengenai stigma pada penderita HIV/AIDS. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan persepsi mengenai stigma pada penderita HIV/AIDS ( P value = 0,025"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5532
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Usia remaja berada dalam risiko untuk melakukan hubungan seks pra nikah karena
remaja belum memiliki informasi, pengetahuan yang cukup dalam perkembangan
kesehatan reproduksinya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran
tingkat motivasi orangtua dalam memberikan informasi kesehatan reproduksi pada
remaja. Penelitian diadakan di RW 02 Kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan
dengan 80 responden. Desain penelitian adalah deskripsi sederhana. Instrumen yang
digunakan berupa kuesioner berisi data demografi dan pemyataan gambaran motivasi.
Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan
57,5% responden memiliki motivasi rendah dan 42,5% responden memiliki motivasi
tinggi dalam memberikan informasi kesehatan reproduksi pada remaja. Penelitian ini
merekomendasikan diadakannya kegiatan seperti seminar atau tulisan dimedia massa
untuk meningkatkan motivasi orangtua dalam memberikan informasi kesehatan
reproduksi pada remaja."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5574
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>