Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 119012 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sitanggang, Dermanto Saurtua
"Persepsi dan sikap perawat tidak hanya mempengaruhi interaksi dengan klien tetapi juga memengaruhi pilihan intervensi perawat tersebut saat merespon kebutuhan dan masalah yang teridentifikasi dari klien. Persepsi seseorang tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah pengetahuan yang dimiliki orang tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan persepsi perawat mengenai perawatan klien menarik diri dan bagaimana kekuatan hubungan tersebut. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan analisis hasil menggunakan uji chi square dan korelasi rank Spearman. Sampel berjumlah 65 orang dari 186 perawat yang bertugas di ruang rawat inap psikiatri RS Dr. H. Mazoeki Mandi (RSMM) Bogor, dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan perawat di ruang rawat inap psikiatrik RSMM Bogor mengenai perawatan klien menarik dini mayoritas (47,7%) dengan tingkat pengetahuan sedang. Sedangkan persepsi perawat RSMM mengenai perawatan klien menarik diri sebagian besar positif, yaitu 58,5 %. Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan persepsi perawat mengenai perawatan klien menarik diri di RSMM Bogor (p value= 0,021). Hubungan tersebut bersifat positif dan cukup erat (r rank Spearman=0,520 dengan p value=0,000). Artinya makin tinggi pengetahuan seseorang perawat, makin positif persepsi perawat tersebut terhadap perawatan klien menarik diri."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5554
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Desyanti Eka Ernawati
"ABSTRAK
Perawatan diri pada masa postpartum penting dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi nifas yang menyebabkan kematian ibu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perawatan diri yang dilakukan ibu postpartum primipara normal di rumah dengan desain deskriptif sederhana. Hasil riset menunjukkan perawatan diri yang banyak dilakukan antara lain; personal hygiene, perawatan perineum, perawatan payudara, mobilisasi dini, BAK teratur, dan cukup cairan setiap hari. Perawatan diri yang sedikit dilakukan adalah senam nifas, istirahat dan tidur, asupan energi dan protein, dan memiliki pantangan makan. Dukungan sosial pada ibu postpartum terbanyak diperoleh dari ibu kandung. Pelayanan keperawatan hendaknya meningkatkan edukasi tentang perawatan diri selama nifas di rumah.

ABSTRACT
Postpartum self-care is necessarily performed to prevent complications during postpartum that causes maternal mortality in Indonesia. This study aims to describe self-care performance of normal primiparous postpartum mothers at home with simple descriptive design. The result indicated that the mostly done self-care were personal hygiene, perineal care, breast care, early mobilization, regular urination, and plenty of fluids intake every day. Meanwhile, the less performed self care were puerperal gymnastic, rest and sleep, adequate intake of energy and protein, and having abstinence. Most social support obtained from mother. Nursing care providers should increase education about self-care during childbirth.
"
2012
S44076
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Syahreni
"Keluarga merupakan unit yang paling dekat dengan klien gangguan jiwa. Sesuai dengan fungsinya yaitu fungsi perawatan, keluarga merupakan perawat utama bagi klien gangguan jiwa selama dirumah. Kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan kemampuan keluarga ini akan berdampak pada proses adaptasi klien gangguan jiwa di lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor resiko dengan kemampuan keluarga merawat klien gangguan jiwa di rumah.
Penelitian ini dilakukan di RSUPN-Cipto Mangunkusumo dengan jenis penelitian studi deskriptif. Penelitian dilakukan terhadap 20 keluarga yang sedang mengunjungi anggota lgeluarganya yang dirawat dengan gangguan jiwa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data demogafi, faktor-faktor resiko, dan kemampuan keluarga. Pada data demografi didapatkan jenis kelamin terbanyak pada laki-laki (65%) sedangkan usia terbanyak 40 tahun (75%), tingkat pendidikan terbanyak SMA (65%), dan hubungan keluarga yang terbanyak adalalah saudara kandung (45%). Pada Faktor risiko di dapatkan skore tertinggi adalah keterlibatan keluarga dalam perawatan (100%). Pada kemampuan keluarga didapatkan skore teringgi adalah kemampuan menciptakan lingkungan yang sehat (30%).
Data di analisis dengan distribusi frekuensi menggunakan sentral tendensi kemudian dilanjutkan dengan uji statistik non parametrik Fisher Exact test untuk menguji hubungan antara faktor-faktor risiko dan kemampuan keluarga merawat klien gangguan jiwa di rumah yang muncul dari penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara support system dengan kemampuan keluarga menciptakan lingkungan keluarga yang sehat bagi klien gangguan jiwa selama dirawat di rumah. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelayanan keperawatan dapat lebih meningkatkan kemampuan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi klien sehingga adaptasi klien gangguan jiwa di rumah dapat lebih optimal."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5193
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lenarika
"Persepsi yang berikembang di masyarakat tentang individu yang mengalami gangguan jiwa kurang baik. Peneliti tertarik melakukan penelitian kepada remaja karena berkembangnya pola pikir dari usia anak ke dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja terhadap individu yang mengalarni gangguan jiwa di RW 09 Kelurahan Cijantung.
Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif median. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 26 remaja (52%) berpersepsi positif dan 24 remaja (48%) berpersepsi negatif.
Kesimpulan penelitian ini sebagian besar rernaja berpersepsi positif terhadap individu yang mengalami gangguan jiwa. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi lebih dalam lagi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi remaja terhadap individu yang mengalami gangguan jiwa."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5587
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Keliat, Budi Anna
Jakarta: EGC, 1992
616.890 231 KEL g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mohd. Syukri
"Pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat harus terus dikembangkan mengingat saat ini masih terbatasnya jumlah perawat jiwa yang dapat memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan membentuk kader kesehatan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengalaman kader kesehatan jiwa dalam menjalankan perannya. Desain yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Jumlah partisipan penelitian sebanyak 8 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema: dampak peran kader kesehatan jiwa dalam pencapaian aktualisasi diri, tugas kkj dalam pencapaian derajat keswa masyarakat, peningkatan persepsi diri yang positif, kendala pencapaian derajat keswa masyarakat, motivasi pencapaian derajat keswa masyarakat, dan dukungan pencapaian derajat keswa masyarakat yang diharapkan. Direkomendasikan untuk meningkatkan pemberdayaan kader kesehatan jiwa dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa pada masyarakat.

Community-based health services should continue to be developed considering the still limited number of nurses to meet the needs will mental health services for the community. Empowering communities to do one is to form a social of mental health worker. The purpose of this study was to describe the experience of social mental health workers in carrying out its role. The design used is descriptive qualitative. The number of study participants as many as 8 people were taken using purposive sampling technique. The results identified six themes: the benefits of the role of social mental health workers, cadres assessment activities, increased positive self perceptions, challenging social mental health workers, cadres motivation to perform their role, expectation and support to social mental health worker. The recommend to enhance the understanding and skills of mental health cadres in providing mental health services to the community as a refresher cadres, as well as other training related to mental health care."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
T33186
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ellya Qolina
"Kusta merupakan penyakit menular yang bersifat menahun (kronis) disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang pertama-tama menyerang susunan saraf tepi dan selanjutnya kulit, selaput lendir, mulut dan saluran napas bagian atas, mata kemudian organ-organ lainnya kecuali susunan saraf pusat (Depkes RI, 1989). Efek yang dialami oleh klien dengan kusta karena adanya perubahan bentuk baik kulit, maupun bentuk-bentuk organ tubuh tertentu (mata, mulut, hidung, tangan/kaki) akan terjadi perubahan yang mendasar terhadap asumsi dasar kehidupan sehari-hari tentang kemiripan (simuliary), rasa suka, perubahan harga diri, kecemasan, isolasi yang akan mempengaruhi interaksi sosial."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5173
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mustikasari
"Disertasi ini membahas tentang Model Adaptasi Psikologis Keperawatan Jiwa bagi Perawat Survivor yang Mengalami Post Traumatic Stress Syndrome (PTSS) Pasca Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakanoperational research, yang terdiri dari 3 tahap: 1) tahap I: identifikasi masalah melalui wawancara mendalam; 2) tahap 2: pengembangan model merupakan hasil integrasi tahap I, studi literatur dan seminar pakar; dan 3) tahap 3: validasi model yaitu ujicoba model.
Hasil penelitian didapatkan: 1)tahap I terdapat 5 tema; 2) tahap II dihasilkan model adaptasi psikologis keperawatan jiwa bagi perawat survivor, alat uji model yaitu modul penanganan PTSS dan instrumen pengukuran kemampuan perawat survivor; dan 3) tahap III terdapat peningkatan kemampuan perawat survivor yang meliputi analisis kesadaran diri, komunikasi, mekanisme koping, dan motivasi intrinsik setelah mendapatkan intervensi penanganan PTSS.
Rekomendasi: 1) modul ini dapat digunakan bagi perawat survivor baik yang mengalami PTSS maupun tidak serta dapat digunakan untuk menolong diri sendiri dan orang lain; 2) model adaptasi psikologis Keperawatan Jiwa bagi perawat survivor bisa digunakan untuk dasar pengembangan teori Keperawatan aspek budaya dan spiritual; 3) model dan modul perlu dijadikan acuan bagi organisasi profesi perawat guna penyusunan standar dan position statement perlindungan perawat kepada pemerintah; 4) modul ini bisa digunakan lembaga swadaya masyarakat, asosiasi, institusi pelayanan kesehatan dan organisasi lainnya untuk melakukan pelatihan, workshop, seminar dan lainnya; dan 5) penelitian lanjut dengan metodologi kualitatif (aspek budaya dan spiritual) dan kuantitatif (quasi experimental pre-post test with control group).

This dissertation was concerned about the Psychiatric Nursing Psychological Adaptation Model for Nurse Survivor Experiencing Post Traumatic Stress Syndrome After Earthquake in Tasikmalaya District. This study utilized the operational research consisted of 3 (three) phases: 1) first phase: identification of problems through in-depth interview; second phase:development of model based on integration of base line data generated from the first phase of this research, literature study and the expert seminar; and third phase: validation of model by trying out the model.
The results ofthe first phase of this study revealed 5 themes; second phase was found the psychiatric nursing psychological adaptation model for nurse survivor, tried out instrument of model, module for the use of tried outmodel in handling PTSS and instrument used to measure the capacity of nurse survivor, and; third phase has shown the improvement of nurse survivor capability covering the self-awareness analysis, communication or interaction, coping mechanisms, and intrinsic motivation after receiving the PTSS treatment intervention.
Recommendations: 1) This module could be used for either nursesurvivor having experience on PTSS or not having experience on PTSS, as well as for helping themselves and others, 2)the psychiatric nursing psychological adaptation model for nurse survivor could be utilized as the basis for nursing theory development focusing on cultural and spiritual aspect; 3) model and module need to be developed as a reference for nursing professional association to establish the standards; 4) this module can be used by non-governmental organizations, associations, health care institutions and other organizations for training, workshops, seminars and other and; 5) further qualitative research on cultural and spiritual aspects and quantitative methodologies (quasi experimental pre-post test with control group) were recommended.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
D1512
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Towsend, Mary C.
Jakarta : EGC , 1998
616.890 231 TOW b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Depkes , 2000
616.890 2 IND k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>