Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 385 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Osho
London: Watkins Publishing, 2004
149.3 OSH w
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Qiao, Yun
"Taoism is a localized religion originating from China. In the early days, there were more Taoist monks than quiet mountains and forests and caverns living in seclusion. Until the Tang Dynasty, the Li dynasty adopted Taoism as the state religion to build temples, gods and Taoist temples. Later, through the development of Taoist architecture, it has spread all over the countrys famous mountains and scenic spots, forming the famous ten caves, 36 small caves, 72 blessed places and other temples and jungles . TAOIST BUILDINGS by Qiao Yun introduces Taishan, Huashan, Wudang, Qingcheng mountains and famous officials such as Baiyun Temple, Yongle Palace, Louguantai, Tianshifu, Qingyangguan, etc. The ingenious art of architecture."
Beijing: China Architecture & Building Press, 2012
e20511193
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Baldick, Julian
London: I.B. Tauris, 1989
297.409 BAL m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bhanja, K.C.
Darjcelany: Oxford, 1948
398.36 BHA m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Haidar Bagir
"ABSTRAK
Minat penulis terhadap persoalan ini sesungguhnya bukan baru
saja terbentuk. Sejak Iebih dari lima tahun yang Ialu, penulis bersama
beberapa rekan telah mendirikan Pusat Pengembangan Tasawuf Positif
llMaN. Sejak pertama kali dicanangkan, pusat ini memang memfokuskan
perhatian pada pengembangan tasawuf-mistisisme Islam-yang di
samping tidak antiaktivitas-duniawi, juga bersifat rasional dan memiliki
apresiasi terhadap sains. Pelekatan kata ?positif" sebagai ajektif bagi kata
?tasawuf" memang dimaksudkan untuk menekankan aspek-aspek tersebut
di atas seraya membedakannya dengan jenis tasawuf yang secara negatif
menyangkai rasionalitas dan sains. Dalam rangka itu, tugas penulisan
disertasi, sebagai persyaratan untuk meraih gelar doktor ini, penulis
anggap sebagai wahana yang tepat untuk mengembangkan minat penulis
itu ke tataran ilmiah yang Iebih tinggi.
Minat penulis juga didorong oleh kenyataan, sejauh pengetahuan
penulis, bahwa selama ini belum ada studi khusus mengenai masalah ini,
khususnya yang terkait dengan (perbandingan antara) pemikiran Mulia
Shadra dan Heidegger yang menjadi fokus disertasi ini. Kalaupun selama
ini sudah ada studi yang membandingkan antara pemikiran Mulia Shadra
dan Heidegger, kesemuanya berfokus pada pembandingan aspek
ontologis kedua filosof. Lebih dari itu, pemikiran Heidegger yang disoroti
pun terbatas pada Heidegger awal. Fokus disertasi ini pada gagasan
Heidegger tentang berpikir (thinking)-yang menandai pemikiran
Heidegger Ianjut-ini kiranya sekaligus dapat mengkaji apa yang disebut-
sebut sebagai ?pembelokan" (tuming)? yang disebut-sebut telah terjadi dalam pemikiran tokoh ini di masa-masa yang Iebih belakangan dalam
hidupnya.
Rumusan Masalah
Disertasi ini secara khusus akan menyoroti persoalan pengalaman mistis
dilihat dari sudut pandang epistemologi Mulia Shadra untuk kemudian
dibandingkan dengan hal yang sama dalam gagasan Heidegger tentang
berpikir (denken).
Seperti akan diungkapkan dalam subbab konsep-konsep dasar di
bawah ini, ada cukup bahan yang menunjukkan betapa pemikiran Mulia
Shadra dan Heidegger, yang terpisah oleh dua budaya yang berbeda dan
masa yang merentang sepanjang lebih dari tiga abad itu, terdapat cukup
butir-butir mendasar yang bisa diperbandingkan. Selain dari ontologi
keduanya yang sama-sama memajukan kajian atas ada (being atau
wujud) sebagai poros filsafat, dalam aspek epistemologi pun tergambar
jelas adanya kesejajaran-kesejajaran mendasar. Yakni, sifatnya yang
bukan saja mentransendensikan pendekatan diskursif-analitis, melainkan
malah mengandalkan pada metode iluminatif, kalau tak malah
sepenuhnya mistis. Facia Mulia Shadra, hal ini mengambil bentuk teorinya
tentang pengetahuan presensial, sedangkan pada Heidegger pada gagasannya tentang berpikir (denken) yang memujikan pemahaman
poetik.
Beberapa pertanyaan kunci yang hendak dijawab dalam penelitian
disertasi ini adalah:
1. Mungkinkah menjelaskan pengalaman mistis, yang biasanya
dianggap tidak terperikan, melalui bahasa dan aturan-aturan berpikir yang
bisa diverifikasi secara publik, khususnya dalam kerangka epistemologi
Mulia Shadra dan gagasan Heidegger tentang berpikir; dan, jika bisa,
seperti apa bentuknya?
2. Adakah kemungkinan bagi alternatif metode perolehan
pengetahuan yang bersifat mistis?
3. Adakah sifat-sifat atau unsur-unsur mistis dalam pemikiran
Heidegger, khususnya yang kemudian?
4. Apa sajakah kesejalanan-kesejalanan dan perbedaan-perbedaan
antara epistemologi mistis Mulla Shadra dan gagasan Heidegger tentang
berpikir?
Tujuan Penelitian
1. Melanjutkan kajian intelektual tentang hakikat pengalaman mistis yang, betapapun juga, dirasakan masih sangat kurang-sekaligus
mengkaji kemungkinan alternatif metode perolehan pengetahuan
(knowledge acquisition) yang bersifat mistis, melalui penelitian atas
epistemologi Mulia Shadra dan gagasan Heidegger tentang berpikir.
2. Menggali Iebih jauh sifat mistis pemikiran Heidegger.
3. Mencari titik-titik kesejalanan dan juga perbedaan antara epistemologi
mistis Mulia Shadra dan gagasan Heidegger tentang berpikir.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Memperkaya upaya-upaya dialog antara pamikiran Barat dan Timur,
khususnya islam.
2. Mendukung upaya pengembangan spiritualisme atau mistisisme
yang menghargai rasionalitas dan, dengan demikian, membantu
mencegah penyalahgunaannya oleh para pseudomistik untuk
membodohi masyarakat yang mengikutinya.
3. Khusus dalam hubungannya dengan kajian atas gagasan Heidegger
tentang berpikir yang bersifat poetik, memperkaya bahan-bahan bagi
analisis Iiterer (kesusastraan) terhadap karya-karya sastra-baik
yang nyata-nyata mengambil bentuk puisi maupun prosa-yang
menggunakan bahasa-bahasa yang benar-benar bersifat poetik-
imajinatif dan nonproposisional, yang menandai banyak di antara
karya-karya sastra modern dan pascamodern."
2004
D650
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wang, Yi
Beijing Shi: China Intercontinental Press, 2011
SIN 704.9482 995 14 WAN c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Simpkins, C. Alexander
Boston: Tuttle Publishing, 2002
299.514 SIM t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Zhu, Zhe
Shanghai: Shanghai ren min chu ban she, 2000
SIN 181.11 ZHU x
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Liu, Wensen
Tai bei shi : Xiongshi Tushu gongsi yinxing, 1989
SIN 704.948 LIU t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Uci Lestari
"ABSTRAK
Tradisi pemujaan roh dan dewa pada masyarakat Cina terwujud dalam beberapa jenis pemujaan, seperti pemujaan terhadap roh orang yang telah meninggal, roh yang menguasai benda-benda, dan roh yang menguasai alam. Kepercayaan masyarakat Cina terhadap pemujaan roh dan dewa dipertegas dengan ajaran Kong Zi (孔子), yaitu Jing Tian Zun Zu (惊天尊祖) yang berarti mengagungkan langit dan menghormati leluhur. Salah satu wujud pemujaan roh dan dewa pada masyarakat Cina di Indonesia dapat dilihat pada aktivitas pemujaan terhadap Delapan Dewa (Ba Xian 八仙) di Klenteng Boen San Bio, Tangerang, Banten yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Delapan Dewa terdiri dari tujuh laki-laki dan satu perempuan. Pemujaan Delapan Dewa yang dilakukan di dalam kelenteng Boen San Bio merupakan pemujaan sebagai tanda penghormatan terhadap shen dan sebagai jembatan untuk mengantarkan doa-doa yang diajukan kepada Tian. Keberadaan Delapan Dewa di Klenteng Boen San Bio, tidak terlepas dari adanya kepercayaan terhadap legenda dan kisah kuno serta ajaran-ajaran yang berkembang dalam kebudayaan Cina itu sendiri. Akan tetapi, meskipun Delapan Dewa telah dipuja oleh masyarakat Cina di Indonesia, kisah Delapan Dewa tidak banyak diketahui secara mendalam oleh masyarakat luas. Oleh karenanya, jurnal ini akan membahas secara mendalam mengenai sosok Delapan Dewa, bentuk pemujaan terhadap Delapan Dewa, legenda dan kisah yang melatarbelakangi terwujudnya pemujaan tersebut, serta ajaran-ajaran yang berpengaruh terhadap pemujaan Delapan Dewa, khususnya yang berlaku di Klenteng Boen San Bio, Tangerang, Banten.

ABSTRACT
The tradition of worshiping spirits and deities in Chinese society is manifested in several types of worship, such as worshiping spirits who have died, spirits that control objects, and spirits that control nature. The Chinese belief in the worship of spirits and wise men is emphasized by the teachings of Kong Zi (孔子Kongzi), namely Jing Tian Zun Zu 惊天尊祖 which means glorifying the heavens and honoring ancestors. One form of worshiping spirits and deities in Chinese people in Indonesia can be seen in the activities of worshiping the Eight Immortals (Ba Xian 八仙) in Boen San Bio Temple, Tangerang, Banten which has been going on for quite a long time. The Eight Immortals contains of seven mans and one woman. The existence of the Eight Immortals in the Boen San Bio Temple, can not be separated from the belief in legends and ancient stories and teachings that has developed in Chinese culture itself. However, even though the Eight Immortals have been worshiped by Chinese people in Indonesia, the story of the Eight Immortals is not widely known to the public at large. Therefore, this journal will discuss about the each figure of the Eight Immortals, a form of worship to the Eight Immortals, legends and stories underlying the realization of the worship, as well as teachings that influence the worship of the Eight Immortals, especially that has been applied in Boen San Bio Temple, Tangerang , Banten."
2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>