Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 119700 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Woro Retno Mastuti
"Kakawin Manuk Abha (KMA) adalah sebuah teks Jawa Kuno yang ditulis pada awal abad ke-20, di Banjar Munduk, Singaraja (Bali). Teks KMA merrupakan teks label, yang menceritakan tingkah laku, watak dan sifat manusia dengan burung-burung sebagai tokohnya. l okoh utamanya adalah burung Cangak dan Manuk Abha. Dikisahkan, Manuk Abha terbang dari sangkar emasnya di pulau Bali menuju ke pulau Jawa mencari kekasihnya, si Ayam Jago. 1)alam perjalanan pencarian itu, is bertemu Cangak yang mengaku Ayam Jago. Ia juga bertemu dengan bermacam-macam burung dengan berbagai karakter, Sebagai sebuah teks Jawa Kuno muda, persajakan KMA masih mengikuti aturan persajakan kakawin. Hal itu menunjukkan bahwa penulis menguasai teknik persajakan kakawin. Penulisnya tidak diketahui. Ajaran moral yang terkandung di dalamnya antara lain. ajaran tentang kesetiaan, kebohongan, persahabatan, keteguhan hati. Berbagai macam burung juga diindetiiikasi dalam KMA. Misalnya, burung Bangau. Beo. Kpudang, Palatuk, Puler, Prejit, Jalak, dan lain-lain."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1993
T37421
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amir Fatah
"Tesis ini meneliti teks dalam naskah Kitab AI-Hikam bahasa Malaya dengan aksara Jawi. Penelitian ini didasarkan atas pertimbangan bahwa naskah tersebut termasuk sebagian dari kekayaan budaya Nusantara peninggalan abad lampau yang hingga kini dilestarikan di Perpustakaan Nasional, Jakarta Di lain pihak, kenyataan menunjukkan bahwa naskah tersebut sekarang sudah tidak dikenal lagi di kalangan masyarakat. Padahal kandungannya penuh dengan nilai-nilai pemikiran tasawuf yang sangat tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan wawasan spiritual masyarakat masa kini. Oleh karena itu, teks dalam naskah ini dapat dipandang layak oleh diteliti lebih jauh dan diperkenalkan secara luas.
Berdasarkan pertimbangan di atas, penelitian ini mempunyai dua tujuan utama; (1) menemukan teks yang kayak untuk disunting serta menyajikan suntingannya, dan (2) mengungkapkan isi yang terkandung di dalamnya Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukkan penggunaan pendekatan yang relevan dengan tujuan masing-masing. Untuk mencapai tujuan pertama digunakan pendekatan kritik teks. Pendekatan ini relevan digunakan untuk meneliti teks yang mengandung variasi bacaan sebagaimana dikemukakan oleh Achadiati Ikram (1983:13). Penerapan pendekatan kritik teks dalarn penelitian ini bertolak dari azumsi Ulrich Karatz (1981:233) bahwa variasi teks merupakan manifestasi dari sistem penulisan sebagai proses penciptaan. Pandangan dasar ini dipandang relevan untuk mencapai tujuan pertama karena semua naskah Kitab Al-Hikam yang diteliti mengandung variasi bacaan. Sedangkan untuk membuat suntingan teks digunakan metode landasan karena salah satu dari naskah-naskah tersebut lebih uaggul daripada lainnya dari segi keutuhan teks, kejelasan tulisan, struktur penyajian, isi, dan bahasa Selain itu, juga digunakan pendekatan struktural untuk mencapai tujuan kedua Pada prinsipnya pendekatan ini memandang bahwa makna karya sastra terdapat pada keterjaminan antar unsur, bukan pada masing-masing unsurnya.
Dengan dua pendekatan di atas, penelitian ini akhirnya berhasil menemukan bahwa naskah D dipandang layak digunakan sebagai dasar edisi teks dan naskah A dan C sebagai pendukung serta menyajikan suntingannya. Sedangkan dari edisi teks diperoleh gambaran mengenai makna kandungannya, yaitu berupa konsep pemikiran tasawufyang dapat dipahami melalui kesatuan dari keempat unsurnya, yaitu akidah, syariat, tarikat, dan makrifat

This thesis researches the text of Kitab AI-Hikam in the Malay manuscripts with Jawi script. The research is based on the considerations that the manuscripts mentioned above are included into the part of the cultural richness of Nusantara inherited from the past centuries. They have been up to now preserved in the National Library, Jakarta. The fact, indicates that these manuscripts has been widely unknown. However, they contain a great deal of valuable thoughts of the Sunni tasawuf which can be utilized to widen the people's spiritual insight Therefore, the text in the mentioned manuscripts can be considered worthfiil to be further researched and to be introduced to the contemporary society.
Based on the considerations above, this research is directed to achieve two major objectives, such as (1) to establish the manuscript which has a right to be termed the best for edition and to present its textual edition as well, and (2) to convey the substance contained in the edited text To achieve the distinguishable objectives, it needs approaches which relevant to each destination. The first objective is approached with the textual criticism. This approach is relevant to be applied to research the text which has a variety of readings as stated by Achadiati lkram (1983:13). The application of the textual criticism in this research is based on the assumption of Ulrich Kratz (1981:233) which considers that the textual variations are the forms of the transmitting system as a creative process. The philosophical basis is considered relevant to achieve the first objective because all the Kitab AI-Hikam manuscripts researched have a number of textual variations. While the basic textual method is used to present the edition of text because one of the manuscripts researched offers the reading which is best for textual wholeness, scriptural clearness, structural presentation, content, and linguistic. Whereas the structural approach is applied to achieve the second objective. Principally this approach considers that the substance of literary work lies on the relation among its elements, not on each of its elements.
Using the two approaches above, this research succeeds in establishing that manuscript D is worth to be used as the basis of the textual edition, whereas the two others, such as manuscripts A and C, are utilized as assistant ones, and also the textual edition is presented. From the analysis of the edited text, this research conveys the substance of the Kitab AI-Mk-am manuscripts. It is on the concept of the Sunni tasawuf thoughts which can be gasped through the integrity of the four elements, such as akidah, syariat, tarikat, and makrifat.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1997
T1761
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Partini Sardjono Pradotokusumo
"ABSTRAK
Dalam khasanah kesusaatraan Jawa (Kuna), jenis sastra kakawin adalah salah satu jenis sastra yang tertua yang berbentuk puisi. Yerhatian pada kakawin ini belum memadai jika dibandingkan dengan basil karya sas;tranya yang ditu_lis dalam bentuk ini. Yang diterbitkan secara kritis atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sangat sedikit dan dalam bahasa a sing (terbatas pada bahasa Belanda dan Inggris) belum banyak."
1984
D1808
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mamlahatun Buduroh
"Merapi-Merbau is a mandala which developed in the Majapahit empire. Teaching of religions and translating of manuscripts was an important activity in this area. Merapi-Merbabu manuscript has been a collection of the National Library of Republic Indonesia and in private collections. Darma Jati is a manuscript from the Merapi-Merbabu scriptoria which form a collection of the National Library of Republic Indonesia.
The research of Darma Jati manuscripts executed of taking inventory and comparing the manuscripts to decide the text edition. There are twenty manuscripts in Darma Jail entitled from different scriptoria. The manuscripts from Merapi-Merbabu No. L 442 is the basis of the text edition and translation using the diplomatic method. Next the text and its script are analyzed.
This research brings to light that the Darma Jati manuscript contains about religious principles, learning and the location of Darma Jati doctrine. The principle of Darma Jati doctrine are yoga, sakti, ruwat and moksa. Besides the scripts of this manuscript shows that buda script was taught in this area. The expose about script in the manuscript can be used as a guideline to read other Merapi-Merbabu manuscripts."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T17385
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizka Farahiya
Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara, 2019
011.31 RIZ a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fahmi Desriyanto
"Kitabu Tariqi Bayani I-Haqqi I-Mubin (KTBHM) adalah sebuah naskah tunggal (codes Unicus). KTBHM ditampilkan dalam bentuk edisi Diplomatik pada pengolahan kritik teks. KTBHM merupakan naskah keagamaan (Islam), berisi sebuah teks yang mengungkapkan permasalahan tasawuf atau mistik dalam Islam. KTBHM adalah sebuah naskah yang mencoba mendudukkan persoalan tasawuf secara proporsional akan penilaian muslim awam terhadap peristiwa yang dialami oleh orang-arang seperti al-Bahlul. KTBHM memperkenalkan dengan apa yang disebut ma`rifatullah. ma'rifatullah adalah mengenai Allah lewat suatu pensaksian akan-Nya dalam suatu dimensi yang bukan empiristik dalam dunia tasawuf. Pengalaman ma`rifatullah, menyingkap tabir rahasia dibalik penciptaan manusia sebagai makhluk serta hubungannya dengan khaliknya, juga rahasia dan maksud dari. insan kamil. Tabir rahasia itu juga menyingkap hubungan antara Allah dan Muhammad. Muhammad yang dimaksud adalah hakikat muhammad atau nur muhammad. Pengalaman ma'rifatullah hanya dapat dialami oleh suatu bentuk laku tarikat. Laku tarikat tersebut dijalankan dengan salah satu cara, yaitu berzikir dengan menggunakan media hati manusia yang maknawi sebagai tempat penghadiran diri dalam dimensi yang bukan empiristik."
Depok: Universitas Indonesia, 1993
S13141
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syaiful Rohman
"Tesis ini membahas naskah Jawa yang berjudul Serat Darmasaloka SD. Teks SD ditulis dalam bahasa dan aksara Jawa. Teks SD berbentuk puisi Jawa, yaitu tembang macapat. Berdasarkan isinya, teks SD termasuk sebagai teks piwulang. Kajian terhadap SD dilakukan secara filologis. Satu naskah, yaitu KS 539b/493 Ha naskah A digunakan sebagai naskah landasan untuk menyusun edisi teks. Edisi teks dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya, isi teks SD dikaji dari strukturnya untuk menunjukkan kekhasannya sebagai teks piwulang. Berdasarkan kajian isinya, teks SD merupakan perpaduan antara unsur budaya Islam dan budaya Jawa. Dalam teks, ada sejumlah tokoh yang bernama Islam, antara lain Siti Maryam, Seh Ngabdullah, dan Abu Bakar. Selain itu, ada pula nama tokoh yang berasal dari budaya Jawa, antara lain Kiai Sangit dan Ki Darmasaloka. Latar cerita dalam teks SD berada di negeri Arab, yaitu Bagedad, Madinah, dan Ngedhah-ngedhah. Meskipun demikian, penggambaran suasana tempat terasa seperti suasana tempat di Jawa. Secara umum alur teks SD dibawakan secara episodik dan linier, yaitu peristiwa disusun berurutan dari awal sampai dengan akhir cerita. Akan tetapi, seringkali jalan cerita ditunda. Penundaan ini dimanfaatkan oleh pengarang untuk memasukkan unsur ajaran atau piwulang. Teks SD mengandung nilai ajaran moral, antara lain ajaran nilai moral untuk perempuan, ajaran tasawuf, ajaran rukun dan hormat, larangan berzina, dan ajaran hukum Islam.

This thesis discusses a classical Javanesse manuscript entitled Serat Darmasaloka SD. This manuscript is written in Javanese languange and script. SD text is a narrative poetry, namely tembang macapat. Based on the content, SD is classified as piwulang. The analysis of SD manuscripts is based on philology theory. One manuscript, KS 539b 493 Ha manuscript A , is used as a basis for preparing the text edition. Text edition equipped with an Indonesian translation. Furthermore, the content of SD text be examined on the text structure to show the uniqueness as piwulang text. Based on the content analysis, text SD is a blend of elements of Islamic culture and Javanese culture. In the text, there are a number of figures that have names with shades of Islam, among others Siti Maryam, Seh Ngabdullah, and Abu Bakar. In addition, there is also the name of the character comes from the Javanese culture, among others Kiai Sangit and Ki Darmasaloka. Background story in the text SD in Arab countries, namely Bagedad, Medina, and Ngedhah ngedhah. Nevertheless, the depiction of the atmosphere of the place feels like the atmosphere of the place in Java. In general, plot of SD text delivered in episodic and linear, the events are arranged sequentially from the beginning until the end of the story. However, often the story was delayed. This delay is used by the authors to incorporate the teachings or piwulang. SD text contains the value of moral teaching, among other are teachings of moral values for women, Sufism, harmonious and respectful teachings, prohibition of adultery, and the teachings of Islamic law."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
T47527
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Winoto
"Ratnawijaya: Suntingan Teks dan Telaah Intertekstual Di bawah bimbingan Ibu Dra. Wah_yati Pradipta, dosen Sastra Bahasa Jawa Kuno di Sastra Jawa FSUI. Kakawin Ratnawijaya dihasilkan setelah era kejayaan kerajaan Majapahit atau kejayaan kesusastraan Jawa Kuno di Jawa Timur, sekitar abad ke-14. Kakawin ini diilhami dari kisah Sunda dan Upasunda yang terdapat dalam kitab Adiparwa, prosa Jawa Kuno dari abad ke-10. Sumber cerita ini dikembangkan dengan pemekaran di sana-sini dalam bentuk puisi Jawa Kuno. Pemekaran ini salah satunya membawa pe_rubahan makna cerita. Penciptaan kakawin ini dipengaruhi oleh kakawin-kakawin lain yang telah mendahuluinya, yakni Arjunawiwaha dan Arjunawijaya. Oleh karena itu telaah inter_tekstual dilakukan untuk menelusuri makna yang dikandung didalamnya. Sebelum telaah dilakukan, kajian filologi menjadi bagian utama skripsi ini. Ada tiga naskah yang berhasil dijaring. Dari ketiganya, naskah 677 Kirtya dijadikan suntingan berda_sarkan metode landasan dan dengan pertimbangan kondisi masih bagus, tradisi pe_nyalinan sangat terpelihara. Dari hasil kajian, kakawin Ratnawijaya mengandung makna bahwa siapa pun yang terbelenggu oleh nafsu panca indriya akan merusak keharmonisan kehidupan dunia."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1992
S11488
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tracy Yoanna
"Penelitian ini ingin melihat kultur yang berada di balik proses produksi pembuatan artikel The Most Powerful Businesswomen in 2001 pada majalah Swasemabada yang mereka terbitkan sebagai edisi khusus di tahun 2002. Penulis ingin melihat bagaimana tarik menarik berbagai kepentingan di dalam media, yaitu antara kepentingan media sebagai organisasi yang mencari keuntungan dan idealisme jurnalis, pada saat mereka menulis mengenai kelompok marjinal yaitu perempuan. Penulis menggunakan kerangka pemikiran cultural production yang membongkar kultur di balik setiap keputusan yang dilakukan pekeija media. Kultur ini yang mempengaruhi setiap keputusan dan kultur ini dihasilkan dari rutinitas media sehari-hari. Sedangkan Shoemaker dan Reese digunakan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses produksi media yang pada akhirnya mempengaruhi isi media. Jika Shoemaker dan Reese berguna untuk melihat hal-hal yang bersifat normatif dalam proses produksi sebuah artikel, maka cultural production adalah alat yang mengupas apa sebenarnya kultur yang bermain di balik proses produksi sebuah artikel yang membahas perempuan. Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir feminis sosialis yang percaya bahwa ketidakadilan penggambaran perempuan yang selalu diletakkan pada sektor domestik merupakan hasil konstruksi sosial. Dengan metode penelitian case study tentunya data didapatkan dengan wawancara, dan observasi. Wawancara dilakukan dengan tiga orang redaktvsr penulis artikel serta seorang redaktur eksekutif dan kepala bidang riset. Hasilnya, terlihat bahwa kognisi sosial jurnalis cukup berpengaruh dalam keputusan penulisan yang mereka lakukan. Informan pertama yang hidup dengan kebudayaan Jawa, terbiasa dengan peran perempuan yang terutama adalah di rumah tangga. Maka pada saat ia menulis tentang perempuan yang aktif berkarir, ia selalu menceritakan bagaimana kehidupan keluarga mereka yang tetap harmonis. Informan kedua, sebagai laki-laki ia melihat bahwa perempuan berkarir adalah hebat karena mereka berhasil di rumah dan di karir. Ia juga terbiasa dengan pembagian tugas di rumah yang dilakukannya bersama istri. Sebagai lak-laki ia hanya mengurusi keuangan serta masalah pendidikan anakanak.. Sedangkan untuk urusan keseharian ia percayakan sepenuhnya pada istri. Maka pada saat ia menulis tentang perempuan ia tetap menekankan bahwa perempuan berkarir harus tetap feminin dan memiliki jiwa keibuan. Sedangkan informan ketiga yang telah memegang konsep kesetaraan gender ternyata harus kalah pada saat berhadapan dengan kepentingan media. Di saat ia menolak untuk menulis sebauh artikel yang menurutnya meletakkan perempuan dalam porsi tak adil, temyata ia harus kalah dengan keputusan rapat sebagai pemegan wewenang di majalah Swasembada. Penelitian ini juga melihat bahwa rapat penentuan isi, yang diikuti para pemegang wewenang dan tidak mengikutsertakan jurnalis temyata menjadi pemegang keputusan terutama sehingga jika ada pembahan atau ketidaksetujuan dari para jurnalis, jurnalis tak bisa berbuat apa-apa dan tetap harus bisa menerima hasil rapat. Dan ideologi yang dipegang para anggota rapat tersebut, yaitu redaktur eksekutif dan kompartemen, adalah bahwa perempuan berkarir yang sukses adalah mereka yang berhasil mencapai posisi puncak pada perusahaan besar dan tetap memiliki keluarga yang harmonis. Maka ideologi inilah yang akhirnya menang dan tertulis pada majalah Swasembada."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
S4359
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fauzan Muslim
"Studi filologis terhadap naskah Arab berjudul Kunhu Ma La Budda Minhu menunjukkan bahwa naskah yang dikoleksi pada tahun 1879, merupakan salah satu naskah yang dirampas pemerintah Belanda dari benteng sebuah Mesjid di Lamjong, Aceh. Naskah ini disalin oleh orang yang bernama Muyhidin Sabri, dari salah satu risalah Ibnu 'Arabi, seorang sufi Spanyol terkenal pada abad ke 12 M. Berdasarkan kajian isi teks, naskah ini mengandung ajaran tasawuf sunni atau tasawuf amali. Artinya tasawuf yang membahas hakikat manusia untuk menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam. Bukan tasawuf falsafi yang mengajarkan konsep wahdatul wujud atau hulul. Kandungan naskah ini mengaitkan ketakwaan terhadap Tuhan yang Mahaesa dengan perbuatan baik terhadap sesama manusia, yang pada intinya menyangkut tiga pokok ajaran Islam, yaitu tauhid, fikih dan akhlak. Ketiga ajaran pokok ini disampaikan dalam bentuk nasihat-nasihat "guru" terhadap "muridnya". Dalam teks naskah ini "murid" dituntut untuk meyakini keesaan Tuhan sesuai dengan ajaran Islam, melakukan zikir, dan berbuat ihsan; dituntut untuk berbuat baik terhadap sesama manusia dalam bentuk memberi pertolongan dan memaafkan kesalahan orang lain; dituntut pula untuk menjalani kehidupan zuhud. Arti zuhud di sini bukan mengabaikan kehidupan dunia, tetapi hidup sederhana. Artinya mencari naskah sekedar cukup untuk kebutuhan sehari-hari dalam rangka menjalankan ibadah kepada Tuhan. Teks naskah ini juga menyatakan bahwa kebahagiaan hakiki tidak dapat diperoleh dengan harta yang melimpah, melainkan dengan ketenangan batin yang dapat dicapai dengan jalan hidup zuhud, berbuat baik pada sesama manusia dan mendekatkan diri kepada Tuhan, menurut syari'at agama Islam. Katenangan batin yang demikian akan mendatangkan kebahagiaan abadi di slam akhirat kelak."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1996
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>