Ditemukan 47301 dokumen yang sesuai dengan query
Astatine Sunardi
"Skripsi ini membahas mengenai perancangan dekoder pada pengkodean suara VSELP. Proses dari pendekodean suara ini dimulai dari ekstraksi 27 parameter yang dikirimkan dari enkoder. Parameter - parameter ini kemudian diproses untuk mendapatkan sinyal sintesis. Namun, sinyal sintesis yang dihasilkan mengalami penurunan nilai SNR (Signal to Noise Ratio), tingkat noise yang tinggi mendekati white noise sehingga sangat sulit untuk menjaganya dibawah nilai ambang batas kemampuan suara yang dapat didengar yang dikarenakan terjadi penurunan laju bit. Untuk itu, diperlukannya filtering pada sinyal sintesis sehingga didapatkan kembali sinyal suara dengan kualitas yang baik. Dalam skripsi ini dilakukan simulasi pendekodean pada teknik pengkodean suara VSELP dengan bahasa pemograman Simulink MATLAB.
Dari hasil simulasi didapatkan sinyal keluaran dekoder mengalami perlambatan dalam pelafalan kata yang disebabkan karena perbedaaan waktu pencuplikan antara sinyal suara asli dengan pencuplikan pada percobaan. Selain itu, proses simulasi membutuhkan waktu yang lama. Untuk mengatasinya algoritma proses decoder harus dipersingkat, kemampuan prosesor yang cepat harus dipergunakan dan menggunakan bahasa pemograman yang tidak dipengaruhi dengan waktu pencuplikan.
This final project discusses about decoder design in VSELP speech coding. The process in decoder starts with the extraction of 27 parameter which is sent by the encoder. Then, these parameters is being processed to get synthesis speech signal However, the synthesis speech has high noise level approaching white noise, which makes it difficult to keep under the audible threshold value due to the decrease of bit rate. Therefore, the synthesis speech signal has to be filtered to obtain good quality synthesis speech signal. In this final project, the simulation is made to simulate the decoding process in VSELP speech coding with Simulink MATLAB programming language. From the simulation, the synthesis speech signal experiencing slowing output in the word pronunciation which caused by the difference sampling time between the real speech signal dan the sampling time used in decoder processing. Furthermore, the simulation process needs long time. To overcome these problem, the decoder process algorithm should be shortened, the ability of the processor which used must be fast and use use programming language that is not influenced with sampling time."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51393
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Universitas Indonesia, 1996
TA211
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
"Remote controlling tools often make our life better and easier.We can control our instruments remotely without any place problem...."
004 CJTK 1:1 (2008)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Arwinto P. Nugroho
"Pada skripsi ini dibuat suatu perangkat lunak simulasi modulator-demodulator VA-Differential Quadrature Phase Shift Keying yang bertujuan untuk mengetahui proses modulasi yang terjadi pada modulator serta unjuk kerja demodulator dalam mendemodulasikan sinyal lU4-DQPSK yang telah dipengaruhi oleh fa-tor pengganggu, yaitu Additive White Gaussian Noise (AWGN) dan fading Rayleigh. Demodulator yang digunakan adalah demodulator deteksi koheren dengan dekoder diferensial. Simulasi ini dibuat dengan bahasa pemrograman Borland Delphi for Windows.
Analisa proses modulasi dan demodulasi dilakukan dengan mengamati bentuk bentuk sinyal yang terjadi pada setiap tahapan proses. Dari uji coba simulasi maka dapat dianalisa karakteristik unjuk kerja demodulator deteksi koheren dengan dekoder diferensial, yaitu berupa laju kesalahan bit atau Bit Error Rate (BER) sebagai fimgsi dari perbandiungan energi tiap bit terhadap kepadatan noise, .EyN,. Selain itu dianalisa jugs perbandingan unjuk kerja demodulator antara kanal yang tidak dipengaruhi fading Rayleigh dengan kanal yang dipengaruhi fading Rayleigh. Dari analisa hasil simulasi tersebut dapat diketahui bahwa fading Rayleigh menyebabkan penurunan unjuk kerja demodulator."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38861
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Wahyu Widodo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S37971
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muhamad Saleh
"Efesiensi media transmisi yang digunakan untuk menyalurkan informasi pembicaraan merupakan hal yang ingin dicapai pihak penyelenggara pertelekomunikasian. Dalam komunikasi digital, Efisiensi tersebut salahsatunya yaitu dengan cara menurunkan laju bit informasi sebenarnya, yang mana dapat dilakukan dengan cara pengkodean suara, salah satunya adalah dengan teknik VSELP (Vector stun excited linear Prediction). Pada dasarnya teknik ini mempunyai pola yang hampir sama dengan CELP(code excited linear Prediction), diantara keduanya termasuk dalam kelas pengkodean Hybrid Hal yang merupakan keunikan VSELP adalah komposisi tabel kode, dimana pengkodean ini memiliki 1 label kode adaptif dan 2 label kode eksitasi. Penurunan laju bit yang terjadi adalah dengan mewakilkan 160 sampel suara tiap bingkainya menjadi 27 parameter yang dialokasikan dalam 160 bit. Pembahasan tentang VSELP berikut ini mengikuti standar yang dipakai 1S-54, yang dikeluarkan oleh TIA (Telecommunication Industry Association) USA."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S38974
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Wowor, Lukas
"Skripsi ini membahas mengenai pemodelan dan simulasi rangkaian enkoder pada teknik pengkodean suara VSELP. VSELP merupakan suatu teknik pengkodean suara atau kompresi pada komunikasi selular yang memberikan tingkat kompresi sebesar delapan kilo bit persekon. Bagian Enkoder VSELP melakukan kompresi dengan metode Linear Prediction Coding dan memodelkan nilai eksitasi dengan kode buku adaptif dan kode buku eksitasi.Bagian Enkoder ini akan disimulasikan dan dibuktikan tingkat kompresi suaranya. Simulasi dilakukan dengan secara offline yang berarti suara direkam terlebih dahulu dan kemudian diproses secara terpisah. Simulasi tersebut akan menghasilkan sebuah bentuk dokumen dari data asli yang akan memberikan tingkat kompresi sebesar delapan kilo bit perdetik.
This final project discusses designing and simulating encoder part of VSELP sound compression. Vector Sum Excitation Linear Prediction is one of the technique of sound compression or sound coding on cellular communication that give compression into eight kilo bit per second. VSELP Encoder compressed sound data with linear prediction coding and model the excitation with adaptive codebook and excitation codebook This Encoder part will be simulated to prove the compression level of it. Simulation done in offline condition whereas the data recorded and processed separately. Simulation will give a new file from the origin data that give the eight kilo bit persecond compression."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51478
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Dede Sutarya
"Disamping memperlihatkan unjuk kerja yang mengesankan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dari pengkodean turbo dan iteratif dekodingnya, salah satu perhatian utama dalam implementasi keduannya adalah kompleksitas. Untuk beberapa aplikasi kompleksitas dekoder iterativ masih menjadi hambatan. Hal tersebut menjadi menarik dan panting untuk mencari kelas dari algoritma dekoding atau metoda yang sederhana yang memungkinkan adanya suatu trade-off antara unjuk kerja dengan kompleksitas dalam range yang cukup lebar. Tesis ini mendiskusikan gagasan untuk menerapkan penghentian iterasi adaptiv pada proses dekoding dengan dekoder iteratif. Penghentian tersebut akan disimulasikan pada dekoder turbo cdma2000 dengan kanal AWGN. Unjuk kerja Turbo Code dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain ukuran frame, interleaver, code rate, algoritma dekoding, iterasi dan sebagainya. Iterasi yang butuhkan oleh dekoder untuk konvergen pada tiap ukuran frame adalah berbeda. Salah satu cara untuk mengurangi kompleksitas adalah menghentikan iterasi ketika satu frame data telah selesai dikoreksi. Ini akan mencegah iterasi berlebihan (over iteration), yang berhubungan dengan sikluslcycle hardware yang terbuang. Karena waktu iterasi yang dibutuhkan untuk dekoding tiaptiap frame informasi bervariasi, make dekoder harus memiliki mekanisme penghentian adaptiv. Dan hasil simulasi diperoleh pengurangan kompleksitas eksekusi algoritma viterbi dan kompleksitas penghitungan path matric dengan selisih HER rata-rata 6.78E-04 untuk ukuran frame 768 bit dan 9.54E-04 untuk ukuran frame 384 bit. Sedangkan pengurangan latency dengan penghentian adaptiv rata-rata 3.63 msec untuk ukuran frame 384 bit dan 7.37 msec untuk ukuran frame 768 bit. Dengan demikian metoda penghentian adaptive iterasi decoder cukup efektiv untuk mengurangi kompleksitas dan jugs latency.
Beside show impressive performance there is things required to paid attention from turbo code and decoding iterative, one main concern in its implementation is their complexity. For some application the full complexity iterative decoder is prohibitively complex. It has been an interesting and important to look for class from decoding algorithm or simple method to allows one to trade off performance with complexity, in a larger range. The thesis discusses an ideas to apply adaptive stopping iteration at decoding process with iterative decoder._The adaptive stopping simulation will implemented at turbo decoder of cdma2000 with AWGN channel. Turbo code performance influenced by many factor, for example frame size, interleaver, code rate, decoding algorithm, iteration etc. Iteration requiring by decoder for the convergent of every frame size is differ. One of the way to reduce complexity is halting iteration when one frame of data have been corrected correctly. This will prevent abundant iteration (over iteration), related to hardware cycle which castaway. Because number of iteration required for the decoding of every information frame vary, hence decoder have to applied adaptive stooping mechanism. Simulation result obtained complexity reduction execute viterbi algorithm and computing complexity of path metric with mean difference BER 6.78E-04 for frame size 768 bit and 9.54E-04 for frame size 384 bit. While latency reduction with adaptive stopping obtained mean 3.63 msec for frame size 384 bit and 7.37 msec for frame 768 bit. Thereby adaptive stopping iteration method was effective to reduce complexity as well as latency."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14957
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Harahap, Rolando Rodotua
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S39040
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dede Sutarya
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
TA3252
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library