Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 106434 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ari Kristiawan
"Pengkondisian termal dan humidity pada ruang produksi industri rokok merupakan hal yang sangat penting, tujuannya adalah untuk menghindari kutu tembakau dan mikroorganisme lainnya yang dapat merusak produk, serta untuk mengkondisikan mesin produksi rokok yang merupakan jenis mesin berkecepatan tinggi dan memiliki tingkat kepresisian yang tinggi juga.
Pada pengerjaan skripsi kali ini analisa yang dilakukan adalah simulasi numeric dengan menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics) yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik distribusi termal yang terjadi pada ruang produksi rokok putih berdasarkan air inlet, air outlet, heat source.

Thermal conditioning and humidity on the space industrial production of cigarettes is extremely important, the aim is to avoid cigarette beetles and other micro-organisms that may damage the product, as well as to condition a cigarette production machine which is a type of high speed machine and has a high level of accuracy as well.
At this time the workmanship thesis is the analysis carried out numerical simulations using CFD (Computational Fluid Dynamics), which aims to investigate the characteristics of thermal distribution that occur in the production room of white smoke on the water inlet, water outlet, the heat source.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50930
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Chairil Chaidir Ayuba
"Pabrik es mini yang bisa di bawa kemana saja merupakan salah satu solusi untuk ketersediaan es bagi nelayan di daerah-daerah terpencil. Yang sangat diperlukan oleh nelayan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesegaran ikan dengan pembekuan. Sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.
Proses pembuatan mini ice plant ini berdasarkan desain yang telah ada, yang di bahas pada penelitian sebelumnya. Perealisasian desain yang ada ini untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan desain yang telah dibuat. Sehingga dapat diperbaiki desain yang telah ada untuk mengoptimalkan desain dari mini ice plant. Pembuatan komponen-komponen pada ruang produksi yang diperlukan seperti peti kemas, rel, crane, bak produksi, cetakan es, penyangga cetakan es, dip tank dan tilitng. Lalu penganalisaan kembali kekuatan dari komponen-komponen tersebut yang terkena beban pada saat produksi.
Desain yang telah dibuat cukup baik dengan mnggunakan satu peti kemas 20 ft, yang membagi menjadi dua buah ruang yaitu ruang produksi dan ruang mesin. Dapat memproduksi sebesar 1.5 ton es dalam satu kali siklus produksi. Kelemahan terbesar adalah kurangnya ruang untuk tilting yang menganggu saat proses produksi es. Komponen-komponen lain masih cukup aman dalam menahan beban saat produksi.

Portable mini ice plant is one solution of ice availability for fisherman in remote area. Which needed by fisherman to increase the quality of fish freshness by freezing. So there's an added value.
This fabrication process of mini ice plant based on existing design, which already studied on previous research. Design realization from existing design is to know weakness of design. With the result can be fixed and optimized the design of mini ice plant. Fabrication of needed components of production room as container, rail, crane, production tank, ice can, ice can support, dip tank, and tilting. Then reanalyze the strength of components which loaded when production process.
Previous design already good enough which use 1 container 20 ft, which separate into two rooms that is production room and machine room. It can produce 1.5 ton of ice for one cycle production. Biggest weakness was the lack of space for tilting which disturbing the production process. Others components still safe enough to adequate the load when production process.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50731
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Joppy Teja Sentana
"[Banyak studi empiris terdahulu yang menyajikan hasil penelitian mengenai dampak kenaikan harga rokok akibat kenaikan tarif cukai terhadap konsumsi rokok dan pendapatan pajak pemerintah. Namun, hanya sedikit dari studi tersebut yang meneliti dampak pengurangan tarif cukai terhadap konsumsi rokok dan pendapatan pajak pemerintah. Dengan menggunakan data Pemesanan Pita Cukai dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan metode Difference in Difference,
penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan pemerintah, yaitu pengurangan tarif cukai rokok untuk perusahaan skala kecil yang memproduksi rokok buatan tangan, Pemerintah mengklaim bahwa kebijakan yang mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2010 tersebut disahkan dalam rangka menjawab isu terkait ketenaga kerjaan sebagaimana tertuang dalam Road Map Industri Tembakau. Namun, hasil empiris
penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan produksi rokok, meskipun tanda koefisiennya sudah sesuai dengan prediksi dan klaim pemerintah.;Prior economic studies provided empirical results regarding the impacts of cigarette price increase owing to excise tax increase on cigarette consumption and tax revenues. However, few papers have ever investigated the effects of excise tax cut on those two outcomes. By using data from Excise Banderole Order from Ministry
of Finance of Republic of Indonesia and Difference in Difference (DID) method, this study aims at examining the government’s tax-reduction policy for small-sized hand-made cigarette companies. The government claims that the policy, which came into force on July 1st, 2010, was enacted in order to address labor issue as outlined in the Road Map of Tobacco Industry. However, the empirical result shows
that the policy does not have significant effect in increasing cigarette production, though the coefficients’ signs are as expected and confirm the government’s claim, Prior economic studies provided empirical results regarding the impacts of cigarette
price increase owing to excise tax increase on cigarette consumption and tax
revenues. However, few papers have ever investigated the effects of excise tax cut
on those two outcomes. By using data from Excise Banderole Order from Ministry
of Finance of Republic of Indonesia and Difference in Difference (DID) method,
this study aims at examining the government’s tax-reduction policy for small-sized
hand-made cigarette companies. The government claims that the policy, which
came into force on July 1st, 2010, was enacted in order to address labor issue as
outlined in the Road Map of Tobacco Industry. However, the empirical result shows
that the policy does not have significant effect in increasing cigarette production,
though the coefficients’ signs are as expected and confirm the government’s claim]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T44703
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Piesca Salsabila
"Nilai produksi dari rokok putih di Indonesia selama tahun 2006 hingga 2010 memiliki trend yang negatif sebesar -11,82%. Sebaliknya, faktor-faktor input - seperti tenaga kerja dan bahan baku- yang digunakan memiliki trend yang positif. Ketika faktor-faktor input meningkat sedangkan outputnya menurun, maka perlu dicari faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penurunan output melalui Total Faktor Produktivitas.
Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat membantu industri rokok putih dalam menentukan kombinasi faktor-faktor input, melalui elastisitas input terhadap produksinya dan determinan yang dapat mempengaruhi produktivitas industri rokok putih di Indonesia.
Hasil penelitian ini memperlihatkan Kapital, Tenaga Kerja & Bahan Baku signifikan mempengaruhi output Industri Rokok Putih di Indonesia. Sedangkan tarif bea masuk impor, produktivitas tenaga kerja, ineffisiensi dan konsentrasi industri seluruhnya signifikan mempengaruhi Pertumbuhan Total Faktor Produktivitas nya.

The production value of white cigarettes in Indonesia during 2006 and 2010 had a negative trend of -11.82%. On the contrary, the input factors used -such as labor and raw materials- had a positive trend. When input factors used increases and the output decreases, it is necessary to look for other factors that can affect a decrease in output through the Total Factor Productivity.
Hence, the objectives of this study is to help the white cigarettes industry in determining a combination of factors input, through the input?s elasticity of production and determinants that can affect the productivity of white cigarette industry in Indonesia.
This study shows Capital, Labor & Raw Material significantly affect output in white cigarette industry. While import tariffs, labor productivity, inefficiency and concentration significantly affect its Total Factor Productivity Growth."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S61738
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Victor Florencia Ferdinand Joseph
"Latar Belakang. Merokok merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner yang paling dapat dimodifikasi. Di Indonesia, 88% konsumsi rokok adalah kretek. Sejauh ini belum ada studi mengenai rokok kretek terhadap fungsi ventrikel kanan. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh akut rokok kretek dengan rokok putih terhadap fungsi ventrikel kanan menggunakan ekokardiografi pada partisipan usia muda yang sehat.
Metode. Uji eksperimental cross over dilakukan di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Pusat Jantung Nasional Harapan Kita pada Maret - April 2013. Lima puluh partisipan diikutsertakan dan diminta untuk tidak merokok minimal 2 jam sebelum penelitian. Pemeriksaan ekokardiografi dilakukan sebelum merokok, segera dan satu jam setelah merokok. Partisipan datang kembali keesokan harinya untuk merokok jenis rokok lain.
Hasil. Nilai E/A menurun segera sesudah merokok rokok putih dan rokok kretek kemudian naik mendekati normal satu jam setelah merokok. Nilai DT memanjang segera sesudah merokok dan kembali mendekati normal sejam sesudahnya. Dilakukan pengujian secara statistik dengan membandingkan pengaruh rokok kretek dan rokok putih segera dan satu jam sesudah merokok terhadap fungsi ventrikel kanan dan tidak diperoleh nilai yang bermakna secara signifikan.
Kesimpulan. Kedua jenis rokok menyebabkan perubahan akut pada parameter fungsi ventrikel kanan. Penggunaan rokok kretek dibandingkan rokok putih tidak menyebabkan perubahan fungsi diastolik yang lebih bermakna pada fungsi ventrikel kanan.

Background. Smoking is one of the most modifiable risk factor in coronary heart disease. In Indonesia, 88% of cigararette smoked is clove cigarette. To the best of our knowledge, there were no studies published regarding this issue on right ventricular diastolic function. This study is to describe the acute effects of clove cigarette smoking on right ventricular function in young healthy participants and comparing the effects caused by clove cigararette to white cigarette.
Methods. This is an experimental study carried out in Department of Cardiology and Vascular Medicine Universitas Indonesia/ National Cardiavascular Center Harapan Kita in March - April 2013. Fifty participants were asked not to smoke for at least 2 hours prior to study. Echocardiography study was performed to each participants before, right after and 60 minutes after smoking. Participants were then asked to come back on the next day to perform the same procedure with another kind of cigarette.
Result. After smoking, there was a decreased E/A from baseline and increase 60 minutes after smoking. Deceleration time was longer right after smoking and got short 60 minutes after smoking, in white and clove cigarette smoking. Statistic calculation was made with comparing the clove with white cigarette to right ventricular function, right and one hour after smoking and found there is no significant value was found.
Conclusion. Clove and conventional cigarette smoking both have acute effects on right ventricular diastolic function where clove cigarette have no more significant diastolic function change of right ventricular compare to the white one.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Willy Wijayaputra
"Dalam situasi yang semakin kompleks, kemajuan teknologi yang makin cepat dimana kondisi juga selalu berubah, dibutuhkan metode-metode baru untuk menjaga perusahaan tetap berada di depan pesaing-pesaingnya.  Salah satu strategi yang paling umum dan semakin banyak digunakan perusahaan adalah dengan menerapkan sistem outsourcing. Dalam arti harafiah, outsourcing merupakan pemanfaatan sumber daya eksternal. Hal ini terjadi ketika eksekusi tugas, fungsi dan proses yang biasanya dilakukan oleh perusahaan itu sendiri dialihkan ke pihak eksternal perusahaan. Outsourcing membantu perusahaan berkonsentrasi pada tugas dan tujuan strategisnya. Meningkatnya penerapan sistem outsourcing dalam pelaksanaan produksi memyebabkan semakin pentingnya penerapan strategi dan pengambilan keputusan yang tepat dan efektif terhadap perusahaan-perusahaan outsource tersebut. Salah satu hal yang penting adalah melakukan optimasi produksi dan pola distribusi terhadap perusahaan-perusahaan outsource yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan produksi dan pola distribusi adalah Mixed Integer Linier Programming. Dengan menggunakan metode ini perusahaan dapat membuat keputusan dalam menentukan alokasi produksi, baik di internal perusahaan maupun di perusahaan outsource serta mempunyai alternatif pola distribusi yang lebih optimal.

In the more complex situation, advanced progress in technology and where the condition always changing, it takes new methods to keep company stay front of the competitors. One of the most common strategy and increasingly being used by companies is applying outsourcing system. Literally, outsourcing is the utilization of external resources. This happened when the execution, function and process that usually accomplished by the company itself was diverted to the external resources. The outsourcing system help the company to concentrate on its strategic tasks and objectives. The increasing application of outsourcing system in the production systems led to the growing importance of the appropriate and effective strategy implementation and decision makings for the outsource companies. One important thing is to do the optimization of production and distribution of the outsourcing companies that are adjusted to the needs of the companies. One of the method used to optimize production and distribution is Mixed Integer Linier Programming. By using the method, the company could make decision determining allocation of production, both in internal company and in the outsourcing companies, and have the alternative of a more optimal distribution patterns."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T51764
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasibuan, Faizal Harits
"Suatu sistem tenaga listrik tidak akan terlepas dari adanya gangguan baik yang bersifat internal ataupun eksternal. Gangguan tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kualitas daya sistem. Permasalahan utama dalam kualitas daya listrik pada sistem distribusi, khususnya perindustrian ialah terjadinya lendutan tegangan. Lendutan Tegangan juga dapat disebabkan adanya pengasutan motor yang berkapasitas besar dalam suatu sistem menyebabkan terjadinya masalah-masalah tertentu pada sistem distribusi tersebut. Kegagalan atau kinerja peralatan yang tidak seharusnya hingga terhentinya kegiatan produksi merupakan beberapa akibat dari Lendutan Tegangan. Sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar dari sisi ekomomi. Dengan menggunakan PWM-Switched Autotransformator hal tersebut dapat ditanggulangi dengan rentang kompensasi 1.02 -1.03 pu.

An electric power system can?t be separated from the disturbances both internal and external. The disturbances will certainly affect the quality of the power system. The main problem in the power quality in distribution systems , particularly industrial systems is the voltage sag . Voltage Sag also can caused by large motor starting on the distribution power system. Voltage Sag can cause certain problems in the distribution system. Failure or performance of equipment, up to the cessation of production activities are some of the consequences of the Voltage Sag that can resulting in huge losses. By using the PWM - Switched autotransformer, it can be overcome with range of compensation 1.02 ? 1.03 pu."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
S59301
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eni Mulyatiningsih
"ABSTRAK
Sintesis gas (syngas) dapat diproduksi melalui proses CO2 reformation of methane. Pemecahan molekul CO2 memerlukan tekanan dan suhu tinggi, sehingga akan memakan biaya yang besar. Dengan memanfaatkan reaktor plasma non-termal berjenis dielectric barrier discharge (DBD), reduksi biaya dapat dilakukan karena proses pemecahan molekul CO2 dilakukan pada kondisi normal. Pemodelan reaktor ini pun diperlukan untuk mendapat model yang mampu menggambarkan kondisi reaktor plasma jenis DBD, sehingga menurunkan risiko kegagalan scale-up. Program yang digunakan untuk pemodelan adalah Computational Fluid Dynamic (CFD), yaitu COMSOL Multiphysics. Perhitungan dilakukan dengan mengombinasi data kinetika eksperimen dan peristiwa perpindahan sehingga didapat suatu model reaktor. Model disimulasi dengan variasi tegangan atau voltase, suhu dan rasio umpan masuk untuk melihat pengaruhnya terhadap konversi dan produksi gas-gas yang dihasilkan. Konversi CH4 dan CO2 terbesar adalah 63% dan 20% yang dicapai pada rasio umpan CH4/CO2 = 0,5. Pada rasio umpan 0,5 juga dihasilkan rasio syngas terbesar, yaitu H2/CO = 2. Konversi yang dihasilkan tidak mengalami perubahan yang signifikan dengan naiknya suhu awal di dalam reaktor. Sedangkan produksi syngas baik H2 dan CO menurun dengan meningkatnya suhu.

ABSTRACT
Syngas can be produced using CO2 reforming of methane. Dissociation of molecule CO2 has to be done under high pressure and temperature condition. Therefore its process requires a lot of money. Using plasma non-thermal reactor or dielectric barrier discharge (DBD) can reduce cost requirement, because CO2 dissociation can be done under normal condition. Hence, modeling of plasma reactor is needed to get valid model in order to reduce risk of scale up failure. We use Computational Fluid Dynamic (CFD) program or COMSOL Multiphysics for modeling the reactor. Calculation is done using combination of kinetic experiments data and transfer phenomena to get a reactor model. Model will be simulated under voltage, tempperature, and feed ratio variation to analyze the effect to conversion, and syngas production. Highest conversion of CH4 and CO2 reach maximum at CH4/CO2=0.5 with 63% and 20% respectively. Syngas rasio also reach maximum at 0.5 feed ratio with H2/CO=2. There is no significant effect of temperature variazion to conversion. However, increasing temperature lead to low syngas production."
2016
S64068
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Saufa Yardha
"Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap program televisi anak bermuatan edukasi, yaitu program “Jalan Sesama”. Penelitian berfokus pada analisis dinamika yang dihadapi “Jalan Sesama” dalam proses produksi dengan sistem co-production dan distribusi program melalui industri penyiaran televisi. Proses penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data berupa wawancara serta dokumentasi rekaman arsip. Hasil penelitian menemukan gambaran proses dinamika yang di dalamnya terdapat sejumlah permasalahan yang dihadapi oleh program “Jalan Sesama”. Permasalahan itu ditemukan dalam tahap praproduksi, produksi, pascaproduksi, dan distribusi program. Permasalahan dalam tahap praproduksi adalah kesulitan merumuskan konsep tentang nilai-nilai yang merepresentasikan Indonesia. Permasalahan dalam tahap produksi adalah tantangan untuk dapat merumuskan ide cerita bermuatan edukasi dengan tetap menjaga aspek yang menghibur dan menyenangkan bagi anak. Permasalahan dalam tahap pascaproduksi adalah memastikan bahwa program yang diproduksi memiliki dampak positif bagi anak serta memenuhi kriteria karya audiovisual yang berkualitas. Selanjutnya, penelitian ini menemukan permasalahan
utama yang cukup signifikan dalam tahap distribusi program. Permasalahan yang dihadapi adalah kondisi media penyiaran televisi di Indonesia yang masih sangat berorientasi komersial. Sementara “Jalan Sesama” adalah program edukasi yang bersifat non-profit oriented dan tidak menyetujui adanya penayangan iklan. Permasalahan lainnya timbul karena peran lembaga penyiaran publik yang tidak dapat diharapkan oleh adanya kebijakan tertentu
yang tidak wajar dalam biaya tayang program. Permasalahan yang ada semakin rumit ketika peran pihak regulator dan regulasi yang mengatur bidang penyiaran televisi di Indonesia saat ini, belum memadai untuk mendukung keberlanjutan program televisi anak bermuatan edukasi seperti “Jalan Sesama”.

This research is a case study about children educational content television program which is “Jalan Sesama” program. This research focused on the analysis of the dynamic in the production process by co-production system and the program distribution through the television broadcasting industry. This research conduct by qualitative approach and collecting data method by the depth interview and archives documentation recording. This research find a picture of dynamic process in “Jalan Sesama” production which contain several problems. The problems are include the pra-production, production, postproduction, and distribution process. The problem in preproduction program is the difficulties to formulate the concept about any values that representing Indonesia. The problem in production process is how to formulating the educational story idea with constantly keep the fun and pleasure aspect for children. The problem in postproduction process is to ensure that the program which has been produced give positive impact for children and fill the criteria of qualified audiovisual creation. The another problem that more significant find in the process of program distribution. The problem is the condition of television broadcasting industry landscape that commercial oriented. While “Jalan Sesama” is the educational program that has non-profit oriented and do not agree with the commercial advertising. The role of public television station also cannot be hoped, because there is a certain policy that not proper for the airing program cost. The challenge become more complex when the role of regulator and regulation who is regulate the television broadcasting sector do not have serious action to support the continuity of children educational television program as “Jalan Sesama"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
S66885
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pangaribuan, Hiras Nomensen
"Penelitian ini menganalisis perilaku perusahaan dalam melakukan forestalling dalam berbagai kondisi struktur tarif cukai spesifik multitier di Indonesia. Hal tersebut dilakukan perusahaan sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan tarif cukai dan Harga Jual Eceran yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan waktu pengumuman, penyederhanaan tier dan batas produksi juga memberikan insentif dan disinsentif bagi perusahaan untuk melakukan forestalling. Untuk melihat pengaruh perubahan struktur tarif tersebut digunakan data CK-1 pemesanan pita cukai yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai DJBC , Kementerian Keuangan, sejak tahun 2009 sampai 2017. Hasil empiris menunjukkan bahwa kebijakan tarif cukai mendorong perusahaan untuk melakukan forestalling. Sementara kebijakan harga jual eceran, waktu pengumuman yang lebih lama serta selisih antara total produksi dan batas produksi menahan perusahaan untuk melakukan forestalling. Kebijakan simplifikasi dan peningkatan batas produksi mampu meredam derajat forestalling yang tinggi.
This research analyzes tobacco industry behavior in forestalling in various condition of specific tariff structure of multitier in Indonesia. Forestalling developed by the firm as a anticipation of changes in excise tariffs and minimum retail price set by the government. The announcement time policy, tier simplification and production limits also provide incentives and disincentives for firm to do forestalling. To analyze the effect of change of tariff structure, CK 1 data ordering of excise band obtained from Directorate General of Customs and Excise DJBC , Ministry of Finance, from 2009 until 2017. Empirical result indicates that excise tariff policy encourages firm increase degree of forestalling . While the minimum retail price policy, longer announcement time as well as the difference between total production and production limits hold companies to forestalling. The policy of simplification and increased production limits can reduce the high degree of forestalling. "
2018
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>