Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 130948 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fitra Abriwibawa
"Penggunaan bahan bakar fosil yang tak terbaharukan secara terus menerus akan membawa dunia pada krisis energi. Pengembangan energi terbaharukan mutlak diperlukan sebagai solusi untuk menjawab permasalahan ini. Di Indonesia permasalahan sampah juga telah mencapai tingkat mengkhawatirkan, besarnya timbulan sampah tak diimbangi kemampuan mengolah sehingga telah mengakibatkan bencana seperti banjir dan wabah penyakit. Pengolahan sampah dengan teknologi anaerobik digestion sangat tepat karena mampu menghasilkan biogas sebagai energi terbaharukan dan sekaligus membantu mengatasi permasalahan sampah.
Volume terbentuknya gas dalam proses Dekomposisi fakultatif sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah perubahan variasi komposisi bahan baku dan penambahan bakteri. Penelitian experimental ini bertujuaan untuk mendapatkan identifikasi awal terbentuknya gas pada dekomposisi fakultatiff campuran sampah pekarangan dan sampah dapur.
Didapatkan hasil bahwa Dekomposisi Fakultatif campuran sampah pekarangan dan sampah dapur akan menghasilkan gas. Semakin banyak kandungan sampah pekarangan maka akan semakin sedikit gas yang dihasilkan, sebaliknya semakin banyak kandungan sampah dapur maka akan semakin banyak gas yang dihasilkan. Penambahan bakteri EM4 akan memberikan pengaruh secara langsung terhadap volume gas yang dihasilkan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S50542
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eliza Sinta Theresia
"ABSTRAK
Bioreaktor landfill dapat mempercepat proses dekomposisi sampah dan meminimalkan emisi gas CH4 dan CO2. Pada penelitian ini dimodelkan dua buah bioreaktor, salah satu bioreaktor diberi perlakuan aerasi, sedangkan yang lainnya tanpa perlakuan aerasi. Bioreaktor berisi sampah domestik, dengan presentase 70% organik dan 30% anorganik. Dari 150 hari penelitian, diperoleh bahwa penurunan ketinggian sampah pada bioreaktor aerobik, yaitu 32,17%, sedangkan pada bioreaktor anaerobik adalah 29,17%. Nilai maksimum volume gas CH4 pada bioreaktor aerobik adalah 392,70 mL, sedangkan gas CO2 adalah 238,21 mL. Pada bioreaktor anaerobik, nilai maksimum volume gas CH4 yang diperoleh adalah 54,70 mL, sedangkan gas CO2 adalah 6,72 mL.

ABSTRACT
Bioreactor landfill can accelerate waste decomposition and minimize emission of methane and carbon dioxide. This experiment, was conducted by modelling two bioreactor landfills, either with or without aeration were configurated. Bioreactors filled with domestic waste (70% organic waste, 30% inorganic waste). From 150th day research showed that height of waste in aerobic bioreactor was 32,17%, meanwhile in anaerobic was 29,17%. Maximum methane gas volume that produced in aerobic bioreactor was 392,70 mL, meanwhile maximum carbon dioxide gas volume was 238,21 mL. In anaerobic bioreactor, maximum methane gas volume was 54,70 mL, meanwhile maximum carbon dioxide gas volume was 6,72 mL.
"
2014
S61501
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gary Alfrits Muntu Adam
"Perlakuan aerasi dan resirkulasi air lindi yang diberlakukan pada bioreaktor landfill dapat mempengaruhi kualitas fisik kimia sampah dan air lindi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perubahan sifat fisik-kimia sampah terhadap reduksi volume sampah, penyisihan nilai COD dan BOD5, dan perubahan konsentrasi logam berat antara lain logam Fe, Cd, Cu, Zn, Cr, dan Pb. Penelitian akan berlangsung selama 150 hari dan terbagi menjadi 3 tahap. Terdapat dua bioreaktor yang dioperasikan pada penelitian ini, yaitu bioreaktor aerobik dan anaerobik dengan sampel adalah sampah rumah tangga.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ketinggian sampah turun sebesar 63% untuk reaktor aerob dan 62% untuk reaktor anaerobik. Penyisihan nilai COD sebesar 99% terjadi pada reaktor aerobik dan 98% pada reaktor anaerobik. Perubahan konsentrasi logam berat dipengaruhi oleh perubahan pH air lindi dan perlakuan aerasi. Nilai rata-rata konsentrasi tiap logam berat yang diperoleh pada reaktor aerobik adalah 4,29 mg/L untuk logam Fe; 0,84 mg/L untuk logam Cr (VI); 0,12 mg/L untuk logam Cu; 0,04 mg/L untuk logam Cd; 0,77 mg/L untuk logam Zn; dan 0,11 mg/L untuk logam Pb. Sedangkan konsentrasi maksimum tiap logam pada reaktor anaerobik adalah 8,29 mg/L untuk logam Fe; 0,46 mg/L untuk logam Cr (VI); 0,09 mg/L untuk logam Cu; 0,04 mg/L untuk logam Cd; 0,79 mg/L untuk logam Zn; dan 0,10 mg/L untuk logam Pb. Konsentrasi tiap logam berat mulai stabil terhitung sejak hari ke-77 penelitian.

Aeration mode and leachate recirculation affect waste and leachate characteristics. The objectives of this study were to observe the effect of physic and chemical waste properties on the reduction of waste volume, COD and BOD5 removal, and changes in heavy metals concentration, such as Fe, Cd, Zn, Cr, Cu, and Pb. This research was divided into 3 stages over 150 days. This research was carried out using 2 reactors containing household solid waste, namely aerobic and anaerobic bioreactor.
Results showed that the height of waste for each reactor lift down 62%-63%, the COD percentage removal was 98% - 99%. Changing in concentration of heavy metals is affected by aeration and pH leachate. The average concentration of heavy metal obtained in the aerobic bioreactor was 4,29 mg/L for iron; 0,84 mg/L for chromium hexavalent; 0,12 mg/L for copper; 0,04 mg/L for cadmium; 0,77 mg/L for zinc; and 0,11 mg/L for lead. While the maximum concentration for each metal in the anaerobic reacotr was 8,29 mg/L for iron; 0,46 mg/L for chromium hexavalent; 0,09 mg/L for copper; 0,04 mg/L for cadmium; 0,77 mg/L for zinc; and 0,10 mg/L for lead. The heavy metals concentration were stabilized at day 77."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S57021
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andina Putri Zata Dini
"Timbulan sampah meningkat sejalan dengan perkembangan aktivitas manusia. Hal ini memberikan masalah terhadap kemampuan lahan untuk menampung sampah. Timbulan sampah juga menghasilkan lindi yang mengandung senyawa organik berbahaya, seperti ammonia, nitrat, nitrit. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi lysimeter dan menerapkan sistem pengisian sampah berkala selama tiga minggu, sehingga terdapat tiga lapisan sampah beda umur dalam lysimeter. Resirkulasi lindi diberikan ke dalam reaktor untuk mengetahui efeknya terhadap dekomposisi sampah dan kandungan ammonia, nitrat, nitrit. Akhirnya diketahui kesetimbangan nitrogen yang terjadi di dalam reaktor. Hasil pengamatan selama 150 hari membuktikan bahwa sistem pengisian sampah berlapis dan resirkulasi lindi ke dalam lysimeter akan mempercepat waktu dekomposisi sampah dan menurunkan kandungan ammonia, nitrat, nitrit dalam waktu yang relatif lebih cepat. Metode pengisian sampah 3 lapis membuktikan bahwa lapisan sampah teratas memiliki kandungan nitrogen yang terbesar. Dibuktikan pula bahwa hanya 17% nitogen terlarut dalam lindi, 21% berubah dalam fraksi gas atau cair (uncounted) dan tersisa 60,1% nitrogen yang ada di dalam sampah sebagai residu.

Refuse generation will increase in line with development of human activities. This fact make a problem to land area that is no longer able to accommodate. Refuse generation will produce leachate that contains dangerous organic matter such as ammonia, nitrate, nitrite. This study done with modification reactor and implemented continued waste filling method. This research also implement leachate recirculation through the lysimeter. Leachate recirculation aims to know the effect towards refuse decomposition and concentration of ammonia, nitrate, nitrite in lysimeter. This observation results nitrogen balance in reactor. The result of 150 days observation proved that leachate recirculation make refuse decomposition becomes faster and decrease concentration of ammonia, nitrate, nitrite in short period. With continued filling method proved that 3rd refuse layer has more nitrogen compounds than the other layers. This study also prove that only 17% of nitrogen leaves the system via leachate, 21% transferred either into liquid or gas phase (uncounted), and only 60,1% nitrogen stays in refuse as residual nitrogen.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S57112
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Penggunaan kompor gas sebagai alat untuk memasak di dapur rumah tangga sudah menjadi kebutuhan setiap rumah. Alasan menggunakan kompor gas adalah pembakarannya lebih bensih, mudah, lebih cepat, dan relative murah. Emisi gas buang dari pembakaran gas ini walaupun dalam jmnlah yang sedikit jika terakumulasi di dalam dapur rumah tangga atau jika terlalu sering menghirupnya akan membahayakan kesehatan orang yang berada di dalam dapur. Gas buang ini dapat berupa Sulfur Oksida (SOx) , Karbon Monoksida (CO), Nitrogas Oksida (NOx) dan Hidrokarbon. Sebqai contoh efek dari gas CO serupa dengan pengaruh kekurangan oksigen, dapat menyebabkan kematian. Sebqai studi awal, gas buang diamati konsentrasinya hanya gas KarbonMonoksida (CO). Baku mutu udarambien untuk kandungan CO seeuai Keputusan menteri KLH Nomor KEP-03/MENKLH/1991 sebesar 2260 ug/m3.. Pembakaran gas CNG menggunakan burner bunsen menghasilkan emisi gas buang CO sebesar...
"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S48932
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septiyadi Irawan
"Penelitian ini melakukan identifikasi lapisan shale gas menggunakan Inversi Impedansi Akustik dan Dekomposisi Spektral. Penelitian dilakukan di Lapangan "AP", Cekungan Barito dan formasi target yaitu Formasi Tanjung. Nilai Total Organic Carbon (TOC) ditentukan dengan menggunakan Passey's Number dan data geokimia. Selanjutnya, zona shale gas ditentukan dengan mengorelasikan Log Gamma-ray dengan Log Densitas, Sonic, NPHI, dan Resistivitas pada dua sumur.
Hasil korelasi menunjukkan terdapat zona shale gas pada masing-masing sumur, yaitu dikedalaman 7130-7370 ft (Sumur A-1) dan 3100-3280 ft (Sumur P-1). Zona shale gas Sumur A-1 dan Sumur P-1 memiliki TOC rata-rata 5.4 wt% dan 2.8 wt%. Hasil tersebut didukung oleh hasil inversi impedansi akustik (AI) yang menujukkan nilai impedansi rendah untuk zona shale gas antara 5000-8000 m/s*g/cc (Line A-1), dan 7200-8900 m/s*g/cc (Line P-1).
Selain itu, hasil tersebut juga didukung oleh hasil dekomposisi spektral yang menunjukkan anomali Continuous Wavelet Transform (CWT) tinggi pada frekuensi 18 Hz (untuk Line A-1) dan 20 Hz (untuk Line P-1). Analisis terintegrasi antara data seismik, hasil inversi AI dan CWT menunjukkan terdapat daerah potensial shale gas pada punggungan antilkin di Line A-1 dan Line P-1.

This study identify shale gas layer using acoustic impedance (AI) and spectral decomposition. The object of this study is Field ‘AP’, Barito Basin, and the formation target is Tanjung Formation. Total Organic Carbon (TOC) values was determined using Passey’s Number and geochemical data. Furthermore, shale gas zone was determined by correlating Gamma-ray log with Density, Sonic, NPHI and Resistivity log in two wells.
Correlation result showed there are a shale gas zone in each well, which is at 7130-7370 ft (Well A-1) and 3100-3280 ft (Well P-1). Shale gas zone Well A-1 and P-1 has average TOC of 5.4 wt% and 2.8 wt%. These results are supported by calculation of AI inversion, which showed a low impedance values for shale gas zone between 5000-8000 m/s*gr/cc (Line A-1) and 7200-8900 m/s*gr/cc (Line P-1).
Besides, spectral decomposition also showed high CWT anomaly at 18 Hz (Line A-1) and 20 Hz (Line P-1). Integrated analysis of seismic data, AI, and CWT indicates there are potentials area of shale gas on the anticline ridge on Line A-1 and Line P-1.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S54967
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Margaretha Betsy Rautoy
"Tanah kering (tegalan, kebun campuran, pekarangan) mempunyai potensi untuk pemanfaatan pertanian, mengingat jumlah rumah tangga pertanian yang terlibat dalam usaha tani di pekarangan dan kebun campuran relatif besar (9,3 ,juta rumah tangga). Pekarangan dan kebun campuran di sekitar kota besar pada umumnya diusahakan untuk tanaman hortikultura. Produk dari hortikultura (khususnya sayur-sayuran dan buah-buahan) yang bersifat segar dan tidak tahan lama, banyak dikonsuinsi oleh penduduk kota besar. Agar produk tersebut dapat tiba di tangan konsumen selain keadaan segar, pengusahaannya dilakukan di tempat-tempat yang tidak jauh dan pusat konsentrasi penduduk. Kemudian Sandy (1985:127) mengatakan bahwa arti ekonomi pekarangan di daerah pedesaan sekitar kota besar, ternyata sangat besar. Faktor yang menentukan besar kecilnya pendapatan petani adalah banyaknya produksi dan harga jual komoditi. Di samping itu ,jarak yang memisahkan dari konsumen akhir mempengaruhi harga, kalau jarak dari kota jauh harga akan berkurang sejalan dengan adanya tambahan ongkos transpor (Bishop & Toussant,1979:272,terj.)
Adapun masalah yang akan dibahas yaitu:
- Bagaimana keintensifan usaha pekarangan dan kebun campuran untuk tanaman hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan) di sekitar Tangerang ?
- Faktor-faktor apa yang mempengaruhi derajat keintensifan tersebut?
Hipotesa yang diajukan ialah diperkirakan tingkat keintensifan usaha hortikultura dipengaruhi oleh faktor produksi, harga jual dan ongkos transpor."
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1990
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Azhar Annas
"Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi geoteknik sampah perkotaan Indonesia. Informasi yang dimaksud meliputi berat jenis dan indeks kompresibiltasnya. Pengujian dirancang untuk mengetahui besar pengaruh perbedaan ukuran komponen-komponen sampah dan peristiwa dekomposisi terhadap kompresibilitas sampah perkotaan. Sampah perkotaan artificial dikembangkan agar komposisi sampah perkotaan lebih mudah dikontrol. Metode uji kompresi yang digunakan diadopsi dan dimodifikasi dari metode konsolidasi pada tanah lempung, yaitu dengan metode constant rate of strain.
Analisis data menunjukkan bahwa karakteristik geoteknik sampah perkotaan artifisial yang diuji dipengaruhi oleh ukuran partikel dan lamanya waktu dekomposisi. Pengujian yang dilakukan pada sampel dengan ukuran lebih besar menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai berat unit, indeks kompresi dan rekompresi. Sampel dengan waktu dekomposisi lebih lama menunjukkan kecenderungan peningkatan pada berat unit dan indeks kompresi serta penurunan pada indeks rekompresi.

This project is proposed to determine the geotechnics information of municipal solid waste in Indonesia including its unit weight and compression index. This experiment is designed mainly to observe the effect of particle size and decomposition process on geotechnics properties of Indonesian type municipal solid waste. Artificial Municipal Solid Waste system is developed for much easier control. Constant Rate of Strain method is selected as the compression test which is an adoption and modification of consolidation test on clay.
Analysis on data shows that geotechnics characteristics of Indonesian type solid waste are similar with those reported by other researchers earlier. Calculated geotechnics parameters give observable change with respect to particle size and decomposition process. Result analysis shows that municipal solid wastes with larger particles size tend to have higher unit weight, compression index and recompression index. An increase in unit weight and compression index is also found for municipal solid wastes with longer decomposition time. However, the index of recompression of the samples tends to decrease for longer decomposition time.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
R.21.08.62 Ann p
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Azhar Annas
"Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi geoteknik sampah perkotaan Indonesia. Informasi yang dimaksud meliputi berat jenis dan indeks kompresibiltasnya. Pengujian dirancang untuk mengetahui besar pengaruh perbedaan ukuran komponen-komponen sampah dan peristiwa dekomposisi terhadap kompresibilitas sampah perkotaan. Sampah perkotaan artificial dikembangkan agar komposisi sampah perkotaan lebih mudah dikontrol. Metode uji kompresi yang digunakan diadopsi dan dimodifikasi dari metode konsolidasi pada tanah lempung, yaitu dengan metode constant rate of strain. Analisis data menunjukkan bahwa karakteristik geoteknik sampah perkotaan artifisial yang diuji dipengaruhi oleh ukuran partikel dan lamanya waktu dekomposisi. Pengujian yang dilakukan pada sampel dengan ukuran lebih besar menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai berat unit, indeks kompresi dan rekompresi. Sampel dengan waktu dekomposisi lebih lama menunjukkan kecenderungan peningkatan pada berat unit dan indeks kompresi serta penurunan pada indeks rekompresi.

This project is proposed to determine the geotechnics information of municipal solid waste in Indonesia including its unit weight and compression index. This experiment is designed mainly to observe the effect of particle size and decomposition process on geotechnics properties of Indonesian type municipal solid waste. Artificial Municipal Solid Waste system is developed for much easier control. Constant Rate of Strain method is selected as the compression test which is an adoption and modification of consolidation test on clay. Analysis on data shows that geotechnics characteristics of Indonesian type solid waste are similar with those reported by other researchers earlier. Calculated geotechnics parameters give observable change with respect to particle size and decomposition process. Result analysis shows that municipal solid wastes with larger particles size tend to have higher unit weight, compression index and recompression index. An increase in unit weight and compression index is also found for municipal solid wastes with longer decomposition time. However, the index of recompression of the samples tends to decrease for longer decomposition time."
2008
S50459
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yul H. Bahar
Jakarta: Waca Utama Pramesti, 1986
628.168 YUL t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>