Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 91202 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tjatur Apriliawan
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1990
S41873
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elmo Slamet Hillyawan
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1990
S41845
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yennel S. Suzia
"Sebagaimana diketahui bahwa untuk kesejahteraan dan martabat bangsa perlu pembangunan yang terus-menerus, tetapi hal ini dapat pula menyebabkan kerusakan alam yang akhirnya merugikan manusia pula. Oleh karena itu perlu adanya koreksian yang lebih holistik dan interaktif berupa pandangan kedepan yang jauh dari kepentingan sendiri, oleh karenanya kita perlu realistik dan punya kemampuan melihat kenyataan yang sebenarnya dalam kehidupan.
Secara mikro, Gelora Senayan merupakan Kawasan Hijau paru-paru kota, daerah resapan air, tempat hidupnya satwa burung dan elemen lunak dari bangunan kota; sedangkan serara makro, Gelora Senayan merupakan Landmark kebanggaan bangsa dan pusat kegiatan olahraga skala Nasional dan Internasional; namun, Gelora Senayan dengan berbagai alasan berkembang tanpa terkendali.
Konsep awal Gelora Senayan tahun 1958 selain berfungsi sebagai Landmark Kota Jakarta, Ruang Terbuka Hijau di daerah selatan dapat pula dimanfaatkan sebagai tempat upacara Negara, dan merupakan salah satu dari 4 (empat) simpul pengikat lingkar luar Kota Jakarta, yaitu Grogol, Tanjung Priok, Cawang dan Semanggi. Berdasarkan konsep di atas, Gelora Senayan dengan Focal View Stadion Utama dapat dilihat dengan indah dan baik sebagai obyek Monumental dari arah Jembatan Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pintu Delapan dan Jalan Asia Afrika Untuk meliput dan menjaga keamanan segala kegiatan yang dilakukan di ,Gelora Senayan, dibangun dua bangunan penunjang penting yaitu Menara TVRI di seberang Jalan Pintu Delapan dan Komdak Metro Jaya di seberang sudut jalan Jenderal Gatot Subroto; sedang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Jenderal Gatot Subroto dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau kecuali setiap simpul perempatan jalan sebagai pandan.
Jelas sekali disini jika kita lihat konsep awal Gelora Senayan tahun 1958 dirancang dengan memikirkan kota Jakarta secara keseluruhan dengan memakai konsep jaring laba-laba. Seiring dengan perjalanan waktu keadaan pemaafaatan ruang yang ada sudah berubah dari rencana pemanfaatan ruang semula. Hal ini ada yang disebabkan kebutuhan Gelora Senayan itu sendiri untuk melengkapi fasilitas dan pembiayaannya atau kepentingan lain, dan Ruang Terbuka Hijau Lepas yang berada di samping Jembatan Semanggi tempat masyarakat dapat menikmati keindaran obyek Utama Gelora Senayan atau Upacara Kenegaraan itu, sudah berdiri Hotel Hilton lengkap dengan Apartemennya yang menjulang tinggi, sehingga Gelora Senayan yang awalnya didisain secara Kota Jakarta sudah kehilangan maknanya, dan dia sekarang tidak lagi bagian dari Jembatan Semanggi. Kehadiran Kodak Metro Jaya sebagai penunjang keamanan di Plaza yang menghadap Jembatan Semanggi jika berlangsung upacara tidak lagi berfungsi, karena sudah terhalang Apartemen tinggi. Demikian juga disepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalur Hijau disepanjang jalan itu sudah berubah fungsi, dan di areal Gelora Senayan sudah berdiri Ratu Plaza serta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Perubahan ini dikarenakan pada setiap jalur hijau tidak ada penangkal, sehingga demikian mudahnya orang umtuk menguasainya.. Kekhawatiran perkembangan Gelora Senayan tanpa kendali terus berlanjut. Maka pada tahun 1989 Gelora Senayan dibenahi sesuai RBWK Kecamatan Tanah Abang sampai dengan tahun 2005, dengan mempertimbangkan Jaya dukung lingkungan yang ada, di mana lahan terbangun tidak boleh lebih dari 20%. Walaupun keberadaan Gelora Senayan sebagai skala kota Jakarta dengan focal view Stadion Utama sudah kekurangan makna, tetapi setidak-tidaknya sebagai paru-paru kota dan pusat keolahragaan masih tetap jadi tumpuan. Pada redisain ini peruntukan setiap blok sudah jelas sehingga kemungkinan penguasaannya sudah sangat kecil, kecuali kalau dipaksakan.
Studi ini bersifat diskriptif eksploratif yakni, merupakan pemaparan basil studi literatur, survey visual dan konsep pengembangan fungsi Gelora Senayan untuk mencapai standar Iternasional sesuai daya dukung lingkungannya dengan tetap mempertahankan ciri Gelora Senayan sebagai Landmark Kota dan Jalur Hijau paru-paru kota serta daerah resapan air.
Dari hasil studi Redisain Gelora Senayan, keadaannya dianggap masih memenuhi syarat lingkungan, dengan kawasan terbangun kurang dari 20% dan Ruang Terbuka Hijau lebih dari 60%, tetapi tentu hal ini sudah merupakan peringatan karena keadaannya hanya sedikit di atas persyaratan minimum.

Redesigning Gelora Senayan Complex and Its Environmental CapacityFor the welfare and national pride of a nation, there is need for a never-ending development. However, this in turn may harm nature and eventually man as well Therefore, there is need for correction which is more holistic and interactive in the form of farsightedness, away from self-interest. This means that we have to be realistic and possess the ability to see the real life as it is.
From the micro aspect, Gelora Senayan is a green belt, the lungs of the city, an area of water absorption, place here birds and soft elements of city buildings. Whereas, from the macro aspect, Gelora Senayan is a Landmark of pride of a Nation, the center of sports,activities on a National and International scale. However, Gelora Senayan with its various reasons developed uncontrolled.
The initial concept of- Gelora Senayan in 1958 was in addition to its function as a Landmark of Jakarta, the Green Belt in the Southern area can also be utilized as State Ceremonial Functions site and it constitutes as one of the four tie knots of the outer road of Jakarta, namely Grogol, Tanjung Priok, Cawang and Semanggi. Based on such a concept, Gelora Senayan with Stadion Utama fain Stadium as Focal View, its appearance can be seen as beautiful and proper as a Monumental Object from the Semanggi/Clover leaf bridge, General Sudirman Road, Pintu Delapan Road and Asia Afrika Road To cover and guard security of all activities conducted in Gelora Senayan, two important supporting buildings were constructed, namely TVRI Tower across Pintu Delapan Road and Metro Jaya Regional Police Command Head-Quarters across the corner of General Gatot Subroto Road; whereas, alongside General Sudirman Road and General Gatot Subroto Road are kept as open green space except at each inter-section knot which is used as mile stone guidance.
Thus, it is clear that if we see the initial concept of Gelora Senayan in 1958, the site was planned by taking into consideration Jakarta City in its totality by using the spin-web network concept In line with the pace of time, the situation of space utilization available has changed from the initial spatial planning. This is due to the need of Gelora Senayan itself in order to complete the facilities and funding or other interests. The open Green Space next to The Clover Leaf Bridge where people can enjoy the sight of a beautiful object The Main Stadium of Gelora Senayan or State Ceremonies, at present, there emerged the Tilton Hotel complete with its apartments. Thus, Gelora Senayan, which initially was designed as Jakarta City has lost its meanings and became not as a part of The Clover Leaf Bridge anymore. The presence of Metro Jaya Police Head-Quarters as security support at the Plaza facing The Clover Leaf Bridge should a ceremony take place, it does not function anymore as such because High Rise Apartments intervened, hence, hindered such a purpose. The same is true along General Sudirman Road, the green stretch of land along the road has changed function and in the Gelora Senayan area the Ratu Plaza and the Department of Education and Culture buildings has been erected.
This change was brought about because on every green stretch of land there is no deterrent, so that it became easy to lay claim to that land. The anxiety of uncontrolled development of Gelora Senayan continue. Therefore, in 1989, Gelora Senayan underwent rectification in accordance with RBWK of Tomah Abang sub-district up to the year 2005. By considering the supporting capacity and the environment available as well as the observance that the constricted space must not exceed 20%. Although the existence of Gelora Senayan as Jakarta City scale with the focal view the Main Stadium has reduced significance, however, at least, as the lungs of the city and center for sports it will remain to be the savior. In this redesign, the allocation for each block is already clear, so that the possibility of being claimed is very much insignificant, unless it is forced to surrender.
This study is descriptive in nature and constitutes an elaboration of literature study, visual survey of the formational development concept of Gelora Senayan to reach International Standard in accordance with the supporting capacity of its environment by maintaining and defending as ever the nature of Gelora Senayan as the City's Landmark and green belt, the lungs of the city as well as an area for water absorbtion. The results of Redesigning Gelora Senayan study disclosed that, its condition is still regarded as meeting the environmental criteria, with a constructed area which is less than 20% and an open green space of more than 80%. However, this fact should constitute a warning since the situation is only a little above the minimal requirements.
"
Depok: Program Pascasarjana. Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuyun Yudhantara
"Tesis ini tentang pengamanan di Gelora Bung Karno Jakarta Pusat. Perhatian utama tesis ini adalah manajemen keamanan yang dilaksanakan di kawasan Gelora Bung Karno khususnya komplek Gelora Bung Karno, yang dilaksanakan oleh petugas Pos Polisi dan petugas Satuan Pengamanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, serta teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dengan pedoman dan pengamatan terlibat. Penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan etnografi, dimaksudkan untuk dapat melihat dan memahami gejala-gejala yang ada sesuai dengan malcnanya dari sudut pandang yang diberikan dan dipahami oleh petugas Pos Polisi dan petugas Satuan Pengamanan GBK di wilayah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengamanan yang dilaksanakan oleh petugas Pos Polisi dan petugas Satuan Pengamanan Gelora Bung Karno menggunakan pendekatan manajemen yaitu melalui suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Namun pendekatan manajemen ini belum menciptakan pengamanan yang terpadu, sehingga di dalam komplek Gelora Bung Karno masih terdapat gangguan keamanan yang menyebabkan warga masyarakat yang melakukan aktifitasnya merasa kurang nyaman. Upaya yang dilakukan oleh Direksi Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK) untuk memberi pelayanan keamanan kepada warga masyarakat dengan menunjuk Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Penyelamatan (BUJPP) yang baru sebagai mitra kerja. Di dalam melaksanakan kegiatan pengamanan antara lain dengan menertibkan kawasan Parkir Timur sebagai taman paru-paru kota, juga dengan melarang kegiatan pedagang kakilima di Parlor Timur dan penjualan minuman keras. Dengan adanya larangan berjualan di areal. Parkir Timur dapat mengurangi gangguan keamanan, dan dibantu dengan kesadaran warga masyarakat yang berkunjung untuk melaporkan setiap adanya gangguan keamanan. Dalam kegiatan pengamanan, petugas Satuan Pengamanan dan petugas Pos Polisi melakukan hubungan sosial dengan warga masyarakat yang berkunjung, dan juga melakukan tindakan pelayanan keamanan dalam rangka pemenuhan kebutuhan warga masyarakat akan rasa aman, tertib, dan nyaman dalam melakukan aktifitasnya di komplek Gelora Bung Karno.
Implikasi dari tesis ini adalah perlunya perbaikan manajemen yang dilaksanakan dengan mengutamakan profesionalisme, dan adanya suatu keterpaduan dalam melaksanakan kegiatan pengamanan antara petugas Pos Polisi dan petugas Satuan Pengamanan. Selain itu berdasarkan pasal 14 huruf f No. 2 tahun 2002, Polri bertugas melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis terhadap bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Jadi, khususnya Direktorat Bina Mitra Polda Metro Jaya untuk lebih aktif mengadakan pembinaan terhadap Satuan Pengamanan di komplek Gelora Bung Karno."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T14872
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"[Segmentasi merupakan proses mengkotak-kotakan pasar (yang heterogen) ke dalam
kelompok-kelompok potensi konsumen yang memiliki kesamaan kebutuhan dan/atau
kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.
Fokus penelitian ini pada 3 mall yaitu Senayan City, Plaza Senayan dan Plaza
Semanggi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana pola ruang
segmentasi pasar pusat perbelanjaan di kawasan Senayan. Metode penelitian ini
adalah deskriptif dengan analisis pola keruangan. Analisis dibagi berdasarkan waktu
yaitu pada hari kerja dan akhir pekan juga menggunakan analisis buffer yaitu < 5 km,
5 – 10 km, 10 – 15 km dan > 15 km. pendekatan segmentasi yang digunakan yaitu
segmentasi geografis, segmentasi demografi dan segmentasi manfaat. Variabel yang
digunakan yaitu data demografi pengunjung mall, tempat kegiatan terakhir dan alasan
mengunjungi mall. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola ruang segmentasi
yang cenderung sama untuk segmentasi geografis dan demografis. Untuk segmentasi
manfaat, pengunjung yang melakukan kegiatan makan di restoran/foodcourt
cenderung berasal dari wilayah yang berjarak < 5 km. Pengunjung yang melakukan
kegiatan santai seperti menonton film di bioskop cenderung berasal dari wilayah yang
berjarak 10 – 15 km dan wilayah yang berjarak > 15 km. Pengunjung yang
melakukan kegiatan sosial seperti membina hubungan dengan relasi cenderung
memiliki pola yang berbeda di ketiga mall, Segmentation is a process of clasify various market into groups which has potential
customers with similarity needs and / or characters whose has same response in
spending their money. Focus of this research is to 3 malls; Senayan City, Plaza
Senayan and Plaza Semanggi. The aim of this research is to identify how the spatial
pattern of market segmentation of shopping center in Senayan area. The methods is
descriptive with spatial pattern analysis. Analysis divided by time, namely on
weekdays and weekends also use buffer analysis such as <5 km, 5-10 km, 10-15 km
and > 15 km. Segmentation approach are geographic segmentation, demographic
segmentation and benefit segmentation. The variables were demographic data of
visitors, the lastest activity place of visitors and the reason for visiting the mall. The
results showed that the spatial pattern of segmentation has similiarity each others. For
the segmentation of the benefits is dine in restaurants tend to be done by visitors who
came not far from the mall that is from the buffer area of < 5 km. Relaxing activities
such as watching film at cinema usually done by visitors coming from the buffer area
of 10-15 km. While social activities tend to differ among the three malls in the
Senayan area.]"
Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ervina Juwita
"Pada skripsi ini akan dibahas mengenai pengaruh swap perangkat jaringan transmisi ML-E Ericsson ke ML-TN Ericsson yang memiliki kelebihan dari segi efisiensi, ekspansi kapasitas dan kecepatan data, nilai investasi jaringan dan kualitas jaringan. Hal ini dilakukan dengan membandingkan beberapa parameter-parameter seperti pengukuran BER Rate menggunakan BER Test, pengukuran kecepatan upload/download HSDPA dan juga aplikasi monitoring performance yang ada pada perangkat tersebut.Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya nilai error (error = 0) pada perangkat ML-TN dibandingkan dengan ML-E dengan nilai error rata-rata yang muncul SESR 2,81 x 10-7 , BBER 2,64 x10-5, ESR 4,68 x 10-7 . Selain itu kecepatan upload/download HSPDA meningkat hampir dua kali setelah swap yang sebelumnya kecepatan rata - rata download 2.7Mbit/s dan upload 799Kbit/s menjadi rata – rata download 4.6Mbit/s dan upload 2.7Mbit/s .Adapun hasil dari skripsi ini adalah mampu memberikan informasi tentang bagaimana teknologi ML-TN dapat memberikan perbedaan yang sangat signifikan terhadap kualitas layanan telekomunikasi yang membutuhkan alokasi bandwidth yang besar. Selain itu, penggunaan jaringan transmisi baru menggunakan ML-TN juga memberikan keuntungan yang sangat besar bagi vendor telekomunikasi, karena dapat memberikan efisiensi tanpa mengurangi kualitas jaringan itu sendiri.

In this final project will be discussing regarding the swap impact to the transmission network device from ML-E Ericson to ML-TN Ericsson which would created the benefit in efficiency, capacity expansian and data rate, network investment value and also network quality. This is aim to make a comparison on view parameter, such as BER Rate measurement using BER Test, measurement of HSDPA upload/download speed and also monitoring performance aplication on those transmission.This was being proved by no error value (error = 0) in ML-TN transmission compare with ML-E which shown average error value as SESR 2,81 x 10-7 , BBER 2,64 x10-5, ESR 4,68 x 10-7 . Furthermore speed of HSPDA upload/download was increased almost twice after swap, first the average of download was 2.7 Mbit/s and upload was 799 Kbit/s become average of download was download 4.6Mbit/s and upload was 2.7Mbit/s.Meanwhile this project may provide the information regarding how ML-TN technology could create significant difference for telecommunication services quality which needed large bandwidth alocation. Also new transmisson application using ML-TN can create broad benefit to telecommunication vendor because could gain the efficiency without reducing the quality itself. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46324
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutagalung, Franklyn Rapindo Bonata
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S47956
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S47955
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hari Eko Susilo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S41892
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aria Novitasari
"Penggunaan PUGS merupakan cara termudah untuk merencanakan asupan makan atlet remaja guna terpenuhi kebutuhan zat gizinya. Ada dua faktor yang banyak memengaruhi perilaku makan atlet remaja yaitu faktor individu dan lingkungan. Faktor lingkungan yang banyak berpengaruh antara lain orang tua, teman, media massa serta faktor sosial lainnya seperti lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan total sampel 103 responden. Berdasarkan hasil penelitian diketahui separuh responden (50,5%) merupakan kelompok remaja awal (usia 11-16 tahun). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku PUGS yang baik. Teman dan pelatih berpengaruh besar pada perilaku makan responden. Ternyata hampir seluruh responden belum pernah melihat media berisikan pesan PUGS. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pengaruh teman dengan perilaku makan atlet remaja berdasarkan PUGS.

Using PUGS is the easiest way to plan athlete?s food intake in order to met their nutrition intake. There are two factors that influence the eating behavior of youth athletes, individual and environmental factors. Enviromental factors include parents, peer group, mass media and the other social factors such is school environment. This research uses cross sectional design with a total of 103 sample. The results are more than half respondents (50.5%) is early adolescents group (age 11-16 years). Most of the respondents have good knowledge, attitudes and behavior about PUGS. Friends and trainers have a strong related to respondents eating behavior. In fact almost all respondents have never seen media messages containing PUGS. There are significant correlation between knowledge and the influence of friends with adolescent athlete?s eating behavior based on PUGS."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>