Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 82617 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dhiyaul Falah
"Salah satu teknik yang digunakan pada proses srteaming adalah mode IP multicast. Salah satu keuntungan terbesar dari IP multicast adalah kemampuannya untuk melakukan streaming audio maupun video ke ratusan atau ribuan pengguna. Penggabungan antara teknologi wireless local area network (WLAN) dengan proses streaming menggunakan teknik IP multicast membutuhkan telaah lebih lanjut tentang performa kualitas layanannya.
Pada penulisan skripsi ini akan membahas tentang kualitas layanan streaming multicast pada WLAN apabila terdapat penambahan jumlah node pengguna. Penelitian ini menganalisa kualitas layanan streaming multimedia berupa file video dengan bitrate 409 kbps, 533 kbps, 811 kbps, dan 1113 kbps yang ditransmisikan secara multicast pada WLAN. Kualitas layanan berupa throughput dan packet loss yang diolah menjadi perbandingan hasil untuk satu client mode unicat dan multicast, Faktok skalabilitas pada mode multicast, faktor perubahan bit rate file yang digunakan pada percobaan serta deviasi yang terjadi pada hasil percobaan. Kualitas layanan mode multicast terjelek terjadi ketika menggunakan bit rate file 1113 kbps dengan packet loss sebesar 19,64% - 20,9%. Packet Loss tidak terdapat pada mode unicast dan pada mode multicast mulai dari 0,2% - 20,9 %. Throughput pada mode unicast sebesar 366,78 kbps - 1158,66 kbps dan pada mode multicast sebesar 366,14 kbps-914,57 kbps. Deviasi throughput paling besar terjadi pada mode multicast 4 client sebesar 9,55 %. Deviasi packet loss paling besar terjadi pada mode multicast 3 client sebesar 3,19 %.

One technic used to streaming process is multicast IP mode. The biggest advantage of IP multicast is the ability to stream audio and video file to hundreds or thousands receivers. Technology collaboration between wireless LAN (WLAN) with streaming process using IP multicast technic needs to be researched about the quality of service (QoS) performance.
This paper will analize about the QoS of multicast streaming at WLAN when the node was increased. This paper analyzed QoS of multimedia streaming that is video file formed with bitrate 409 kbps, 533 kbps, 811 kbps and 1113 kbps transmitted over WLAN. The QoS are throughput and packet loss that is processed to be the comparison between 1 client in the unicast mode with the multicast mode, scalability factor in the multicast mode, the bit rate file factor used in the experiment, and the deviation factor of the experiment result. The worst quality of service (QoS) of multicast mode was when using bit rate file 1113 kbps with 19.64 - 20.19 % packet loss. There is no packet loss in the unicast mode. 0,2%-20.9% packet loss in the multicast mode. In the unicast mode has throughput 366.78kbps-1158.66 kbps and 366.14 kbps- 914.57 kbps for multicast mode. The most wide deviation of throughput was in the 4 clients of multicast mode 9.55% and 3.19% was the most wide packet loss deviation that was happened in the 3 clients multicast mode.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40693
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andi Faridz
"Mobile ad hoc network (MANET) terdiri dari sekumpulan wireless mobile host yang membentuk jaringan, dimanapun dan kapanpun, tidak memerlukan infrastruktur dan tanpa memerlukan centralized access network. Setiap node pada MANET akan bertindak sebagai host dan juga sebagai router sehingga setiap node juga harus bersedia untuk meneruskan paket untuk node lainnya. MANET memerlukan suatu algoritma routing untuk mengatur jalur komunikasi antar penguna jaringan. Skripsi ini menggunakan routing Ad hoc On Demand Distance Vector (AODV) yang bersifat reaktif, yang berarti tabel routing diberikan berdasarkan on-demand atau pada saat node sumber memintanya. Dan pada saat node tujuan sudah hilang dari jaringan maka tabel routing akan dihapus.
Dalam skripsi ini dibahas mengenai konsep dan perancangan skalabilitas jaringan yang akan dilakukan dalam pengukuran parameter kualitas layanan pada jaringan mobile ad hoc network untuk aplikasi video streaming. Terdapat tujuh buah konfigurasi yang akan digunakan dalam sebuah jaringan uji (test bed) dengan menggunakan tiga buah format data yang berbeda. Pengukuran parameter kualitas layanan berupa throughput, delay, jitter, dan packet loss.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penambahan node pada MANET mengakibatkan penurunan kualitas layanan video streaming. Perubahan jumlah node ini ditandai dengan proses handover antar node menimbulkan kehilangan paket yang cukup signifikan. Routing ad hoc biasa memiliki kualitas layanan hampir sama baiknya dengan routing aodv. Persentase packet loss multi path streaming lebih besar dibandingkan single path streaming. Format data ASF memiliki kualitas layanan yang lebih baik untuk aplikasi video streaming dibandingkan dengan format data WMV dan AVI."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40668
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Afianto
"Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa dan membandingkan kualitas jaringan IPv4 murni, IPv6 murni dan tunneling 6to4 pada jaringan dengan media wired dan wireless untuk aplikasi video streaming. Dari data yang diperoleh dan dianalisa menunjukan bahwa delay yang terbaik adalah pada kondisi bit rate 256/64 kbps, pada jaringan IPv4, dengan media wireless, dan format file MP4 dengan delay 0,213 detik atau 16,14% lebih rendah dari delay pada streaming file AVI dengan kondisi bit rate 512/128 kbps, jaringan IPv4 dan dengan media wireless yang bernilai 0,254 detik. Pada parameter packet loss secara keseluruhan kedua tipe media (wired dan wireless) memiliki bagian dimana packet loss bernilai 0 namun karena pertimbangkan fleksibilitas koneksi wireless maka yang terbaik adalah packet loss pada bit rate 512/128 kbps, jaringan IPv4 dengan media wireless, serta dengan format file streaming menggunakan format AVI.

This thesis aims to analyze and compare the quality of IPv4, IPv6 and 6to4 tunneling on a network with wired and wireless media for streaming video applications. From the data obtained and analyzed showed that the best delay is the bit rate condition at 256/64 kbps, IPv4 networks, wireless media, MP4 file format that is worth 0.213 seconds or 16.14% lower than the bit rate conditions at 512/128 kbps, IPv4 network and the wireless media that is worth 0.254 seconds. Packet loss on the overall parameters of both types of media (wired and wireless) has a section where the packet loss is worth 0, but due to consider the flexibility of a wireless connection then the best bit rate is 512/128, with a wireless media, IPv4 networks, as well as a streaming file format using AVI format."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51343
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Robby Saleh
"Video Streaming merupakan sebuah aplikasi yang sangat bergantung pada kondisi jaringan, saat ini dapat dilakukan oleh user tidak saja hanya dari komputer PC, tetapi juga dengan perangkat mobile yang lain. Hal ini ditunjang oleh teknologi jaringan wireless sehingga video streaming dapat dilakukan dalam kondisi mobile.
Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan dan pengukuran terhadap parameter-parameter kualitas layanan jaringan dan parameter-parameter data multimedia selama user melakukan streaming Hasil pengukuran akan digunakan untuk menganalisa kinerja jaringan wireless untuk aplikasi video streaming.
Pengukuran dilakukan terhadap aktifitas video streaming menggunakan aplikasi yang dibuat menggunakan Microsoft Visual Basic pada sisi server dan Microsoft Embedded Visual Basic pada sisi client. Pengukuran juga dilakukan terhadap parameter-parameter kualitas layanan menggunakan Program Sniffer Pro 4.5 dan Bandwidth Controller. Kedua pengukuran di atas dilakukan pada indoor dan outdoor. Pengaruh mobilitas user terhadap unjuk kerja streaming juga diuji dalam penelitian ini.
Dari penelitian ini didapatkan bahwa kapasitas bandwidth dari server harus lebih besar dari bit rate file yang akan di stream. Packet loss dan Delay sebagai akibat dari adanya keterbatasan bandwidth sangat mengganggu aktifitas streaming yang sedang berjalan. Mobilitas user selama dalam daerah jangkauan dengan kualitas link lebih besar dari 10% dan kecepatan mobilitas kurang dari 5 km/jam tidak mengganggu proses streaming.

Video Streaming is an application that has strong dependency on the network condition, which now can be accessed by the user not only from a PC, but also can be done from another mobile devices. This purposed is supported by wireless network technology so that video streaming application can be access in mobile condition in this research, the application of video streaming than is accessed from mobile terminal will be designed and some parameters of the network services such as the network quality will be measured. The results will be used to analyze the performance of the video streaming application in wireless network.
The measurement is proposed for video streaming activity using Microsoft Visual Basic at server and Microsoft Embedded Visual Basic at client. The parameter of the service quality is also measured using Snifter Pro 4.5 and Bandwidth Controller. Both of the above measuring is proposed at indoor and outdoor environment. User mobility effect for the performance of streaming is evaluated in this research.
As the result, bandwidth capacity of the system should be greater than bit rate of the streamed file. The packet loss and the delay as the effect of the limited bandwidth disturbed the running streaming activity. From the experiment, the experiment, the link quality is 10% greater when the position of the user is in coverage area and if the velocity of user less than 5 km/hours, if is no effect for the streaming process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14784
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Galih Chandra C.
"ABSTRAK
Pemberian jaminan pengiriman data dengan melakukan implementasi mekanisme error recovery untuk sebuah lingkungan multicast adalah suatu implementasi yang sulit, terutama untuk jaringan multicast berskala besar. Pendekatan paint to point recovery seperti pada TCP tidak dapat memberikan hasil yang baik untuk sebuah lingkungan multicast karena menimbulkan beberapa masalah. Secara umum masalah-masalah pada mekanisme error recovery pada multicast dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu ledakan paket kontrol ACK/NACK (implosion), timbulnya duplikasi retransmisi paket ketika terjadi loss (duplikasi reply), dan terakhir adalah besarnya cakupan wilayah recovery yang dinilai berdasarkan tingkat exposure dan nuisance. Exposure adalah perbandingan antara jumlah receiver yang menerima paket reply dengan jumlah receiver yang membutuhkan paket tersebut, sedangkan nuisance didefinisikan sebagai perbandingan jumlah paket reply yang didapatkan oleh sebuah receiver akibat loss yang terjadi di suatu tempat dengan jumlah total loss yang terjadi.
Dalam tulisan ini akan dikemukakan sebuah konsep mekanisme error recovery ?Optimized Local Repair" dan penerapannya dalam suatu lingkungan multicast. Pada tulisan ini juga akan diperlihatkan bagaimana mekanisme ini mengatasi dua masalah pertama. Sedangkan untuk masalah ketiga, dilakukan simulasi pada topologi binary tree untuk mendapatkan hasil numerik performansi mekanisme terhadap exposure dan nuisance.
Dari hasil simulasi, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa mekanisme ini mampu mengatasi masalah exposure dan nuisance dengan baik. Penambahan jumlah receiver tidak mempengaruhi kemampuan mekanisme ini, bahkan nilai nuisance akan semakin kecil sejalan dengan pertambahan receiver.

"
2000
S39590
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Fauzan Chamim Fasas
"WLAN merupakan suatu jaringan nirkabel yang dimana akses sangat mudah diimplementasikan serta melakukan akses. Perlu adanya Protokol keamanan untukmencegah akses yang tidak diinginkan. Protokol keamanan mengenkripsi paketdata serta melakukan authentication tambahan. Hal tersebut mengakibatkanprotokol keamanan mempengaruhi performance dari suatu jaringan. Testbeddilakukan untuk mengetahui secara kuantitatif dan komprehensif seberapa besarpengaruh protokol keamanan yang ada pada WLAN terhadap performancejaringan. Pengukuran kinerja jaringan yang digunakan yaitu throughput.
Dari hasil tersebut maka dapat ditentukan penggunaan protokol keamanan yang palingoptimal baik dalam segi kinerja jaringan maupun keamanan. Selain itu juga padapenelitian ini juga mencari pengaruh panjang paket serta protokol transportasiterhadap kinerja jaringan WLAN yang menjalankan protokol keamanan.
Hasil menunjukan bahwa penggunaan captive portal merupakan solusi yang terbaikdengan rata-rata pengaruh terhadap kinerja jaringan dibawah 1. Penggunaan WPA2E dapat menjadi solusi lain dengan tingkat keamanan yang tinggi. WPA2E mempengaruhi kinerja WLAN dengan memiliki rata-rata pengaruh terhadap kinerja jaringan sebesar 7.57 untuk TCP dan 6.03 untuk UDP yang memiliki nilai lebihbaik jika dibandingkan dengan protokol keamanan lainnya. Penggunaan WPA dengan enkripsi AES dapat menjadi alternatif jika pada jaringan tidak dapat tersediaRADIUS server.
Penggunaan WPA mempengaruhi kinerja WLAN denganmemiliki rata-rata pengaruh terhadap kinerja WLAN sebesar 5.75 untuk TCP dan7.39 untuk UDP. Pada TCP seluruh panjang paket mempengaruhi kinerja WLANyang menjalankan protokol keamanan dengan rata-rata perbedaan pada masingmasing500, 1000, 1500, dan 2000 bytes masing-masing sebesar 9.27 , 7.01 ,5,96 , 7,94 . Pada UDP hanya panjang paket 500 bytes yang mempengaruhiWLAN jaringan sebesar 24.36. Untuk panjang paket 1000, 1500 dan 2000 tidakterlalu mempengaruhi kinerja WLAN. Pengaruhnya yaitu sebesar masing-masing1.13 , 2.40 , dan 0.47.

WLAN is a wireless network where access is very easy to implement and access.Security protocols are required to prevent unauthorized access. The securityprotocol encrypts the data packets as well as performs additional authentication.This results in the security protocol affecting the performance of a network. Test bed is done to find out quantitatively and comprehensively how much influence ofsecurity protocol that exist on WLAN to network performance. Measurement ofnetwork performance used is throughput.
From these results can be determined theuse of the most optimal security protocols both in terms of network performanceand security. In addition, this study also looks for the effect of packet length andtransport protocol on the performance of WLAN networks running securityprotocols.
The results show that the use of captive portal is the best solution withaverage influence on network performance below 1 . The use of WPA2E can beanother solution with a high level of security. WPA2E affects WLAN performanceby having an average impact on network performance of 7.57 for TCP and 6.03 for UDP which has better value when compared to other security protocols. The useof WPA with AES encryption can be an alternative if on the network can not beavailable RADIUS server.
The use of WPA affects WLAN performance by havingan average effect on WLAN performance of 5.75 for TCP and 7.39 for UDP.In TCP, the entire packet length affects the performance of WLANs runningsecurity protocols with average differences of 500, 1000, 1500, and 2000 bytes eachat 9.27 , 7.01 , 5.96 , 7.94 . At UDP only packet length of 500 bytes thataffects network WLAN of 24.36 . For 1000, 1500 and 2000 packet lengths do notsignificantly affect WLAN performance. Its influence is equal to 1.13 , 2.40 ,and 0.47 respectively.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67295
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Supriyatna
"Perkembangan internet berbasis IP telah meningkat dengan pesat yang menyebabkan berkembangnya teknologi pengiriman media streaming. Streaming memungkinkan menampilkan media tanpa harus menunggu keseluruhan media diterima lengkap terlebih dahulu oleh client. Pada skripsi ini telah dibuat sebuah jaringan kecil yang berbasiskan mobile IPv6. Pembangunan jaringan mobile IPv6 sesuai dengan RFC 3755. Komponen-komponen dari jaringan mobile IPv6 tersebut yaitu Home Agent, Correspondent Node, Mobile Node, Foreign Network, dan Home Network. Tiga buah skenario dilakukan untuk mengetahui performansi aplikasi video streaming. Pengukuran parameter Quality of Service berupa delay, jitter, packet loss dan throughput dilakukan pada saat mobile node tidak berpindah network (pada skenario satu dan dua) maupun pada saat proses handover (pada skenario tiga). Pengukuran dilakukan dengan cara streaming video dari server ke client dengan menggunakan aplikasi VLC, kemudian menangkap paket-paket tersebut dengan menggunakan aplikasi wireshark. Dari hasil percobaan diketahui bahwa Quality of Service pada parameter delay saat proses handover dari home network ke foreign network dan begitu juga sebaliknya sangat rendah sebesar 8,3% jika dibandingkan pada saat mobile node tidak berpindah network. Hal ini disebabkan adanya pemutusan koneksi dengan network yang lama sebelum membangun koneksi dengan network yang baru.

The development of IP-Based Internet has been growing rapidly and impacted the data streaming technology. Streaming allows the user to see the video without any compulsion to wait for the video to be full downloaded on the client side. The aim of this thesis is to implement the mobile IPv6 network and to analyze the performance of the video streaming application that runs through the mobile IPv6 network. A small mobile IPv6 network has been built in this project and the network was configured according to the RFC 3755 IETF standard, this network contains several nodes such as Home Agent, Correspondent node, Mobile node, foreign network, and home network. Application performance was tested through three scenarios. The parameters that used to analyze the Quality of Service are delay, jitter, packet loss, and throughput. At the first and the second scenario the parameters were analyzed when the mobile node was fixed (static) while at the third scenario analysis was conducted when the mobile node was moving (handover). The parameters were measured by running the streaming video from server to client using VLC application, and the packets ran through the network were captured with wireshark. The Result shows that when the mobile node is in the handover process, the delay parameter of the QoS is very low approximately 8,3% compared with the delay when the mobile node is in static condition. This difference is caused by the extra time spent at the turnover process of the network from the previous one to the new network."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51162
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dina Apriasari
"Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kepadatan traffic wireless terhadap performa Kismet WIDS dalam mendeteksi spoofed Access Point (AP) dengan parameter kepadatan traffic di channel yang sama dan berbeda yang dihasilkan dari jumlah spoofed AP dan serangan beacon flood serta performa Kismet WIDS dengan GPS untuk mendeteksi posisi spoofed AP dengan metode warwalking. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, kepadatan traffic wireless di channel wifi yang sama mempengaruhi performa Kismet WIDS dalam mendeteksi spoofed AP. Sedangkan kepadatan traffic wireless di channel wifi yang berbeda tidak mempengaruhi performa Kismet WIDS dalam mendeteksi spoofed AP. Kismet dan GPS tidak dapat mendeteksi letak spoofed AP. Kismet hanya mendeteksi posisi dari sinyal pertama yang terdeteksi dan menggunakan SSID pertama yang terlihat untuk mac address tersebut. Perubahan data pada kepadatan traffic di channel yang sama dari jumlah spoofed AP dan beacon flood, jumlah alert -30,17% dan -36,72%, persentase false negative -7,93% dan -7,46%, response time 42,17% dan 53,09%. Perubahan data pada kepadatan traffic di channel yang berbeda dari jumlah spoofed AP dan beacon flood, jumlah alert - 1,38% dan -7,14%, persentase false negative 12,42% dan 9,62%, response time - 41,56% dan 40,14%.

This thesis aims to determine the effect of wireless traffic density on the performance of Kismet WIDS to detect spoofed Access Point (AP) with traffic density parameters on the same and different channel produced from the number spoofed AP and the beacon flood attack as well as the performance of Kismet WIDS with GPS to detect spoofed AP position with warwalking method. Based on the results of testing and analysis, wireless traffic density on the same wifi channel affects the performance of Kismet WIDS to detect spoofed AP. While the density of wireless traffic on different wifi channels does not affect the performance of Kismet WIDS to detect spoofed AP. Kismet and a GPS can not detect the location of the spoofed AP. Kismet only detect the position of the detected first signal and using the first SSID visible for that the mac address. Data changes on traffic density in the same channel from the number of spoofed AP and beacon flood attack, the number of alerts -30.17% and -36.72%, the percentage of false negative -7.93% and -7.46%, response time 42.17% and 53.09%. Data changes on traffic density in different channel from the number of spoofed AP and beacon flood attack, the number of alerts -1.38% and -7.14%, the percentage of false negative 12.42% and 9.62%, response time -41.56% and 40.14%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55826
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudi Methanoxy
"Skripsi ini menguraikan tentang hasil-hasil dari percobaan dan analisa dari implementasi layanan radio streaming pada Local Community Network dengan perangkat 802.11n. Aplikasi tersebut diterapkan pada sebuah server pada jaringan WLAN. Akes aplikasi oleh beberapa klien dilakukan melalui wireless router dengan teknologi nirkabel dengan standart IEEE 802.11 n versi draft 2.0. Dalam ujicoba yang dilakukan, klien mengakses aplikasi secara mandiri dan secara bersamaan untuk menguji skalabilitas dan QoS dari sistim. Berbagai ujicoba dilakukan untuk mengetahui optimalitas kinerja jaringan dengan parameter throughput, delay, packet loss, perhitungan maksimal user serta parameter pengaturan encoder yang digunakan. Dari hasil ujicoba ditemukan bahwa pada jaringan akses nirkabel berbasis IEEE 802.11n, radio streaming dengan pengaturan encoder 128 kbps, memiliki kualitas streaming yang paling baik dibandingkan dengan pengaturan encoder 24 kbps, 48 kbps, dan 96 kbps. Dari hasil pengamatan didapat pula kesimpulan, semakin besar pengaturan encoder-nya semakin besar throughput yang di dapat. Pada pengamatan delay, didapati kesimpulan radio streaming pada Local Community Network sudah dapat dikategorikan memenuhi QoS yang baik dengan rata - rata delay maksimum sebesar 20ms. Limitasi bandwidth dan user harus dilakukan untuk menjaga kualitas dari empat aplikasi secara optimal. Oleh sebab itu Local Community Network dibatasi penggunanya hanya sampai dengan 50 user, maka per user akan mendapat bandwidth sebesar 750 KBps. Diharapkan pembangunan aplikasi serta konten berbasis web dari Radio Streaming serta IP TV, VOIP, dan Web Conference oleh saya beserta rekan tim skripsi saya yang lain menjadi cikal bakal pergerakan Industri IT di Indonesia yang dimulai dari komunitas-komunitas kecil.

This thesis describes the results of experiments and analysis of the implementation of a streaming radio service in the Local Community Network with 802.11n devices. These applications are implemented on a server in the WLAN network. Accessing applications by several clients is running through a wireless router with a wireless technology standard IEEE 802.11 n draft version 2.0. In the test, clients access the applications independently and simultaneously to test the scalability and QoS of the system. Various tests with several parameters carried out to optimize network performance such as throughput, delay, packet loss, the calculation of the maximum user and the encoder setting parameter. From the results of test found that in the wireless access network based on IEEE 802.11n, streaming radio with 128 kbps encoder settings, have the best streaming quality compared with other encoder settings such as 24 kbps, 48 kbps and 96 kbps. From the same could be observed in conclusion, the greater its encoder settings, greater throughput in the can be. On delay observations, streaming radio on the Local Community Network could have been categorized to meet with a good QoS - average maximum delay of 20ms. Limitation of bandwidth and users must be done to maintain the quality of the four applications optimally. Therefore, the Local Community Network is limited to 50 users with only user, then per user will get a bandwidth of 750 KBps. Implementation of application and web-based content from Radio Streaming, IP TV, VoIP, and Web Conference by my teammates and me is expect to build a movement of the IT industry in Indonesia, which started from small communities."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51160
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lazuardy G.S.
"Teknologi Streaming merupakan jawaban untuk penyebaran data video yang berukuran besar dan bersifat time-sensitive. Dengan teknologi ini data video akan langsung dikirim dan dijalankan oleh pengguna. Pada skripsi ini dilakukan studi literatur untuk mengetahui perkembangan teknologi ini, aplikasi yang dapat dibentuk danjuga tantangan dan permasalahan yang dihadapi. Arsitektur Streaming terdiri atas Metode pengkodean dan transmisi, server software dan player (client software). Metode Streaming menggunakan protokol khusus yaitu Real Time Transport Protocol (RTP) dan Real Time Streaming Protocol (RTSP). Aplikasi Teknologi ini berupa Video On Demand (VoD), Distance Learning, Web Casting, Merchandishing On line dan untuk komunikasi wireless yang menggunakan video. Besamya bandwidth yang tersedia merupakan permasalahan utama dari teknologi streaming. Pengembangan teknologi ini banyak dilakukan pada metode kompresi data video dan format data yang ada. Kompatabilitas antar media player perlu dilakukan agar berbagai macam format data yang dibentuk dapat diakses oleh tiap media player yang ada. Tersedianya teknologi 3G akan memperluas penggunaan streaming dan pengembangan aplikasi-aplikasinya seperti videophone, digital broadcast for handheld, menonton film di handphone, games."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40757
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>