Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 133495 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Pada skripsi ini dilakukan rancang bangun suatu pesintesa frekuensi dengan pengendali komputer. Pesintesa frekuensi ini mempunyai jangkauan frekuensi dari 4 MHz sampai dengan 21 MHz. Realisasinya didasarkan pada prinsip kerja PLL yang menjamin kestabilan sistem ini. Komputer digunakan sebagai alat bantu dalam menentukan konstanta pembagi terprogram. Selain untuk menentukan frekuensi keluaran secara cepat, juga untuk mengatasi keterbatasan pembagi terprogram jika diinginkan suatu spasi kanal yang kecil dengan jangkauan frekuensi keluaran yang lebar. Antar muka komputer dirancang dengan memanfaatkan LSI 8255A sebagi peralatan I/O paralel. Uji coba sistem dilakukan dengan mengamati frekuensi dan spektrum keluarannya, dan analisa sistem dilakukan. berdasarkan pada hasil uji coba. Dari hasil perhitunsan dipProleh harga koefisien korelasi r = 1, yang memperli`atkan kelinieran alat ini, Kestabilan alat ini ditunjukkan dengan harga ketidakpastian relatif sebesar 6,4 . 10- 7 untuk frekuensi keluaran rata-rata 4.000.174 HZ, dan keakuratan alat ditunjukkan dengan kesalahan relatif sebesar 0,00456% untuk frekuensi keluaran 21 MHz. Hasil pengamatan spektrum keluaran memperlihatkan bahwa sinyal keluaran merupakan gelombang persegi. Frekuensi keluaran. 21 MHz mempunyai 4 frekuensi sisi dan frekuensi keluaran. 4 MHz mempunyai 2 frekuensi sisi."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38733
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azka Rianto Tedja Ningrat
"Perkembangan industri global menuntut para pelaku yang berada di dalamnya untuk terus berinovasi. Namun dalam penerapan inovasi yang ada saat ini, metode estimasi masih harus melewati tahap detail desain. Sehingga penerapan inovasi membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Inovasi yang dilakukan tentu akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kerumitan dari produk yang dibuat. Hal ini mendorong diperlukannya suatu metode untuk dapat mengestimasi tingkat kerumitan dari suatu produk, sehingga para produsen dapat memperkirakan biaya yang dibutuhkan dalam membuat suatu produk berdasarkan tingkat kerumitan dari produk tersebut. El Maraghy dan Urbanic mengemukakan bahwa suatu produk manufaktur memiliki nilai kompleksitas yang merepresentasikan tingkat kerumitan dari suatu produk. Perhitungan kompleksitas tidak terlepas dari bentuk geometri produk, namun variasi geometri yang tak terbatas dari setiap produk tidak memungkinkan untuk dilakukannya perhitungan nilai kompleksitas. Jong Yun Jung (2002) selanjutnya mengklasifikasikan bentuk dasar dari suatu produk dengan mencakup variasi geometri yang ada menjadi beberapa fitur. Menurut El Maraghy, proses permesinan secara umum terdiri dari tiga proses utama, yaitu set up, operation dan non operation. Masing-masing memiliki nilai kompleksitas yang disebut kompleksitas proses (El Maraghy & Urbanic, 2003). Proses operation dan non-operation dilakukan sesuai dengan jenis mesin yang digunakan. Keduanya semakin dipermudah dengan adanya mesin Computerized Numerical Control (CNC). Namun untuk setiap fitur yang akan dibuat, memerlukan proses set up yang berbeda. Sehingga diperlukan perhitungan kompleksitas set up untuk setiap fitur. Oleh karena itu, diperlukan penelitian khusus mengenai proses set up. Pada penelitian ini akan dihitung nilai kompleksitas masing-masing fitur yang dikemukakan oleh Jong Yun Jung, khususnya prismatic dan slab feature. Kedua fitur tersebut dibentuk melalui proses milling. Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan nilai kompleksitas dari masing-masing subproses yang dilakukan dalam melakukan proses set up.

The development of global industry demands all of the part of industry to keep innovating. However, the methods that currently exist makes the application of innovation must developed through detail design. It requires a long time analysis and great cost. The innovation will give a direct effect to the level of product complexity that manufactured. That brings out the need for a method to estimate the complexity of a product, so all of manufacturing producer can estimate the cost of manufacturing product based on the complexity of the product itself. El Maraghy and Urbanic explain that every manufacturing product have a value of complexity that represents the level of product complexity. The calculation of complexity cannot be separated from the geometry of a product, however, the variation of product geometry is infinite, it makes the calculation cannot be done. Furthermore, Jong Yun Jung (2002) classifies this geometry into some features that contains the variation of geometry. According to El Maraghy, machining consists of three main process, set up, operation and non operation. All of these process have a complexity value called process complexity (El Maraghy & Urbanic, 2003). Operation and non operation process is depend on the type of the machine. The time for those two process is shorten by the use of CNC machine. However, for every feature that manufactured, needs a different set up process.Therefore, special study about set up is required. In this research, the complexity of features that classified by Jong Yun Jung is calculated, especially prismatic and slab feature. Both features is manufacturd with milling process. The calculation is done by summing the complexity value of the subprocesses in set up process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S62874
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
TA2949
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wahid Hartiyoko
"Kebutuhan manusia akan suatu alat pendukung kesehatan atau pencegah penyakit semakin meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi. Banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah ataupun mengatasi suatu penyakit yang disebabkan oleh hewan, diantaranyanya adalah nyamuk. Pada penelitian ini akan dirancang alat pendeteksi dan pengusir hewan dengan menggunakan sensor yaitu sensor ultrasonik yang dilengkapi dengan rangkaian osilator. Sensor ultrasonik ini mampu menangkap sinyal dengan frekuensi 40 kHz. Jangkauan frekuensi tersebut mampu mendeteksi adanya pergerakan nyamuk yang rata-rata rentang frekuensi pendengaran lebih kecil dari 40 kHz. Alat ini tersusun dari rangkaian penguat, filter dan osilator LC Tipe Colpitts. Rangkaian osilator adalah suatu rangkaian elektronik yang dapat menghasilkan osilasi tanpa diberikan sinyal secara eksternal. Sinyal tersebut timbul karena adanya noise pada setiap komponen yang digunakan. Osilasi tersebut timbul juga karena adanya rangkaian resonator yang menyebabkan sinyal tersebut beresonansi dan amplifier yang menguatkan sinyal tersebut sehingga tidak teredam. Osilator yang digunakan adalah jenis LC dimana rangkaian penyusun resonatornya yaitu induktor dan kapasitor. Dengan mengubah nilai kapasitansi pada resonatornya, maka frekuensi osilasinya akan berubah. Perubahan frekuensi terhadap perubahan nilai komponen kapasitor tersebut akan dijadikan sebagai karakteristik sensor kapasitif Osilator yang digunakan yaitu tipe Colpitts. Dari hasil penelitian, didapat bahwa nyamuk dapat dideteksi pada rentang frekuensi 470,3 Hz dan diusir pada frekuensi sinyal yang dibangkitkan mulai dari 26 kHz.

Human need for a tool to support health or prevention of this disease increases with technological development. Efforts are made to prevent or treat diseases caused by animals, such as the mosquitoes. In this study will be designed detectors and animal repellent by using ultrasonic sensors that are equipped with an oscillator circuit. This ultrasonic sensor is capable of capturing the signal with a frequency of 40 kHz. The frequency range can detect any movement of mosquitoes frequency range of the average hearing loss less than 40 kHz. This device consists of a series of amplifiers, filters and oscillators Colpitts LC type. Oscillator circuit is an electronic circuit that can produce oscillations without external signal is provided. The signal arises because the noise on each component used. These oscillations arise because the series resonator that resonates and causes a signal amplifier that amplifies the signal so it is not damped. Oscillator used is the type of LC in which a series of constituents its resonator are inductors and capacitors. By changing the capacitance value in the resonator, then the oscillation frequency will change. Frequency of changes of changes in component values of capacitors will be used as a characteristic of the oscillator used capacitive sensors Colpitts type. From the study, found that mosquitoes can be detected in the frequency range of 470,3 Hz and expelled at the signal frequency was raised from 26 kHz."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42876
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Suwarto
"Penelitian ini mengajukan rancang bangun antena slot microstrip multiband pada frekuensi 924 MHz, 1800 MHz, 2450 MHz dan 5800 MHz untuk Aplikasi RFID dan komunikasi pita lebar. Antena dirancang menggunakan perangkat lunak berbasis Finite Integration Technique (FIT), dengan teknik pencatuan saluran mikrostrip 50 Ω. Antena dibuat pada substrate FR4 dengan ukuran 95 x 85 x 1.6 mm3. Pada perancangan ini antena dibentuk dari slot persegi panjang dikombinasikan dengan strip bentuk U dan L pada sebuah patch persegi panjang agar dapat menghasilkan empat pita frekuensi. Prototipe antena ini telah difabrikasi untuk dilakukan validasi melalui pengukuran.
Hasil pengukuran menunjukkan karakteristik multiband pada pita frekuensi 924 MHz, 1800 MHz, 2450 MHz dan 5800 MHz. Pada standar bandwidth di S11 = -10 dB, antena menghasilkan bandwidth antara 923 s.d. 925 MHz pada frekuensi resonansi 924 MHz, antara 1700 s.d. 1900 MHz pada frekuensi resonansi 1800 MHz, antara 2400 s.d 2485 MHz pada frekuensi resonansi 2450 Mhz dan antara 5725 s.d 5875 MHz pada frekuensi resonansi 5800 Mhz. Hasil pengukuran antena menunjukkan karakteristik pola radiasi menyerupai hasil simulasi pada empat pita frekuensi yang diajukan pada perancangan antena ini.

This research proposes design of multiband microstrip slot antenna at the frequency of 924 MHz, 1800 MHz, 2450 MHz and 5800 MHz aiming at RFID applications and broadband communications. The antenna is designed by using a commercial software based on the Finite Integration Tecnique (FIT), with 50 Ω microstrip line feeding technique. The antenna is designed on FR4 substrate with the size of 95 x 85 x 1.6 mm3. In this design, the slot antenna is formed by rectangular slots combined with U and L shape strip combination on a rectangular patch in order to obtain four frequency bands. The prototype antenna has been fabricated for basic validation by conducting measurement.
The measurement results show that the multiband characteristics occur at the frequency bands 924 MHz, 1800 MHz, 2450 MHz and 5800 MHz. As for the standard -10 dB impedance bandwidth, the antenna provides bandwidth between 923 to 925 MHz at 924 MHz resonant frequency, between 1700 to 1900 MHz at 1800 MHz resonant frequency, between 2400 to 2485 MHz at 2450 MHz resonant frequency and between 5725 up to 5875 MHz at 5800 MHz resonant frequency. The measurement results show that the antenna radiation patterns agree with the simulation results at each frequency band as it has been proposed.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44357
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ferdias Ramadoni
"Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor baik yang mendukung maupun menghambat pendokumentasian keperawatan berbasis komputer di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi perangkat keras komputer yang tersedia dan program pelatihan komputer yang dilaksanakan di RSUPN Cipto Mangunkusumo masih menjadi faktor penghambat, sedangkan kondisi perangkat lunak komputer yang tersedia di RSUPN Cipto Mangunkusumo sudah menjadi faktor yang mendukung pendokumentasian keperawatan berbasis komputer di instansi tersebut.Faktor- faktor lain seperti usia dan larna kerja sebagai perawat juga terbukti memiliki hubungan yang bermakna terhadap pendokumentasian keperawatan berbasis komputer di RSUPN Cipto Mangunkusumo.

This research was held to identify the supporting and inhibiting factors of computerized nursing documentation that used by RSUPN Cipto Mangunkusumo. This is a quantitative research with correlative descriptive design. The result of this research show us, the condition of hardware and computer training program that held by RSUPN Cipto Mangunkusumo still inhibit the usage of computerized nursing documentation, but the condition of their computer software has support the usage of computerized nursing documentation there. Also another factors such as age and work experience were proved affecting the usage of computerized nursing documentation at RSUPN Cipto Mangunkusumo."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5842
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Edy Marfatah K.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1993
S38645
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rudi Saputra
"Radio Frequency Identification (RFID) merupakan teknologi pendeteksian otomatis dengan menggunakan gelombang radio sebagai media transmisinya. Salah satu aplikasi RFID sebagai pendeteksian barang pada gudang bersama dimana dibutuhkan pendeteksian barang yang datang dari berbagai negara dengan frekuensi RFID tag yang berbeda-beda agar dapat dibaca oleh RFID reader. Salah satu solusinya adalah menggunakan antena multiband yang dapat menangkap sinyal dengan frekuensi yang berbeda-beda, kemudian sinyal tersebut dipisahkan oleh power divider agar dapat diterima oleh RFID reader yang sesuai, sebelum mencapai RFID reader sinyal disaring terlebih dahulu dengan filter berdasarkan frekuensi RFID reader yang dituju.
Pada skripsi ini akan dirancang dua buah filter sebagai bagian dari system RFID multiband, yang bekerja pada frekuensi UHF yang biasa digunakan di Indonesia, yaitu 433 MHz dan 923 MHz. Filter dibuat dalam bentuk mikrostrip dengan model hairpin menggunakan lima buah resonator kemudian ditambahkan via ground hole agar dimensi filter menjadi lebih kecil dan bandwidth-nya menjadi lebih sempit.
Hasil pengukuran filter yang telah difabrikasi menunjukkan filter pertama bekerja pada frekuensi 430,5 - 434,5 MHz dengan fractional bandwidth 0,86 % dan filter kedua bekerja pada frekuensi 920,3-927,8 MHz dengan fractional bandwidth 0,81 %.

Radio Frequency Identification (RFID) is an automatic detection technology which uses a radio wave as its trasmission media. One of the applications of RFID is detecting goods from sharing warehouse. The detection of goods that come from many countries with different RFID tag frequency is needed in order to read the information with RFID reader. One of the solution for this detection proccess is to use multiband antenna to detect signal from many different frequencies and then divide the received signal with power divider in order to be received by RFID reader. Before the signal reaches the RFID reader, it will be filtered based on its RFID reader frequency.
In this final projects, two filters are proposed as part of RFID multiband system which operate on the UHF working frequency. The commonly used UHF working frequencies for RFID in Indonesia are 433 MHz and 923 MHz. The filters are made in the form of microstrip hairpin model and used five resonators. Via ground holes are added to the designed filters so that the overall dimension of the filters will be smaller and the bandwidth will be narrower.
Measurement result of the fabricated filters show the first filter is working on 430,5 - 434,5 MHz with fractional bandwidth 0,86 % and the second filter is working on 920,3-927,8 MHz with the fractional bandwidth 0,81 %.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S929
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"This research entiled "The Subjective Quality of Sipus V3 sofware and its Information Output as a Support for Decision Making" was motivated by several problems happening during two years in the application of the sofware...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Susilo Ady Saputro
"Dalam skripsi ini high gain dualband quadrature down conversion mixer dirancang dan disimulasikan menggunakan perangkat lunak Advance Design System (ADS). Pada sistem transceiver, mixer berfungsi sebagai pentranslasi frekuensi dari frekuensi sinyal baseband ke frekuensi sinyal pembawa, maupun sebaliknya. Dalam perancangan mixer, permasalahan yang sering muncul adalah keberadaan frekuensi image yang dapat menghasilkan keluaran yang tidak diinginkan. Quadrature mixer adalah salah satu solusinya. Perancangan mixer yang dilakukan ditujukan untuk bekerja pada frekuensi 900 dan 2300 MHz.
Pada perancangan mixer ini digunakan topologi Gilbert cell dengan konfigurasi common emitter pada transconductance untuk memperoleh conversion gain yang tinggi. Selain itu, quadrature coupler digunakan untuk menekan frekuensi image pada frekuensi keluarannya.
Hasil simulasi pada frekuensi 900 dan 2300 MHz didapatkan masing-masing nilai return loss -18,2 dB dan -19,8 dB, coversion gain 36 dB dan 26 dB, noise figure DSB 17,69 dB dan 22,33dB, noise figure SSB 18,69 dB dan 31,80 dB, serta IIP3 19,99 dBm dan 3,52 dBm, dan isolasi antar terminal sebesar < -300 dB. Mixer yang dirancang mengonsumsi daya sebesar 39,8 mW. Setelah dilakukan pengukuran, terjadi pergeseran frekuensi kerja pada frekuensi 900 dan 2300 MHz masing-masing sebesar 113 MHz dan 475 MHz, isolasi antar terminal < -30 dB.

In this bachelor thesis, high gain dualband quadrature down conversion mixer is designed and simulated using Advanced Design System (ADS) software. In a transceiver system, mixer serves as frequency translator of the baseband signal frequency to the carrier signal frequency, or vice versa. In the mixer design, the problem that often appear is the existence of image frequency that can produce unwanted output. Quadrature mixer is one of the solution.
The design of the mixer was intended to work at frequency of 900 and 2300 MHz. The mixer design used Gilbert cell topology with common emitter configuration on the transconductance to obtain high conversion gain. Furthermore, quadrature coupler is used to suppress the image frequency at the output.
The mixer simulation result at frequency of 900 MHz and 2300 MHz respectively shows return loss -18,2 dB and -19,8 dB, coversion gain 36 dB and 26 dB, noise figure DSB 17,69 dB and 22,33dB, noise figure SSB 18,69 dB and 31,80 dB, IIP3 19,99 dBm and 3,52 dBm, and port isolation for both frequencies < -300 dB. The mixer consume power of 39,8 mW. After the measurement, there are operating frequency shifting in the 900 and 2300 MHz respectively 113 MHz and 475 MHz, isolation between terminals <-30 dB."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46790
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>