Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 67671 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Optimasi aliran daya merupakan masalah yang penting dalam merencanakan operasi
pembangkit yang efisien dalam sistem pasar listrik yang kompertitif. Dimulai dengan
melakukan perbandingan metode perhitungan aliran daya optimal anrara metode Newton dan Linear Programming (LP) kami mendapatkan bahwa metode LP lebih sesuai
digunakan dalam analisa aliran daya optimal pada sistem pasar bebas yang menuntut
proses perhitungan harga pasar dengan cepat. Kemudian dengan menggunakan metode
LP untuk menganalisis aliran daya optimal pada sistem tenaga Iistrik IEEE 30 bus dapat
disimpulkan bahwa tipe pembangkit dengan biaya bahan bakar murah dan kapasitas besar dapat memberikan keuntungan yang maksimal pada perusahaan pembangkit.
"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S39737
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cesar Ichtiarso
"Jaringan listrik aliran atas (LAA) merupakan suatu sistem jaringan listrik DC dengan tegangan 1500 VDC pada KRL yang terdiri dari gardu listrik dan jaringan listrik aliran atas (catenary) yang digunakan untuk menyalurkan daya listrik dari sumber ke Kereta Rel Listrik (KRL). Saat ini kapasitas daya gardu listrik KRL jalur lintas tengah berkisar antara 4000 kW ? 6000 kW dengan kondisi normal. Namun dengan pertambahan permintaan pasar atau pertambahan jumlah armada Kereta Rel Listrik (KRL) akibat bertambahnya jumlah penumpang dari tahun ke tahun, maka kapasitas daya gardu yang ada tidak lagi mencukupi. Untuk saat ini, selisih perbandingan antara kondisi eksisting kapasitas daya dengan kondisi kapasitas daya real time sekitar 3,82 %, dimana nantinya akan diproyeksikan kedepannya menjadi 19,4 % dari kondisi sekarang ini. Sedangkan untuk 5 tahun kedepan, dengan perkiraan jumlah penumpang KRL mencapai > 8 juta penumpang, maka kebutuhan kapasitas daya listrik akan semakin meningkat mencapai ± 23 % dari kapasitas yang ada sekarang ini. Oleh karena dilatarbelakangi permasalahan diatas, pada skripsi ini akan dilakukan evaluasi peningkatan mengenai kapasitas daya gardu listrik aliran atas jalur lintas tengah untuk suplai daya pada Kereta Rel Listrik (KRL) wilayah Jabodetabek supaya dapat meningkatkan efisiensi dan kestabilan sistem daya listrik pada Kereta Rel Listrik (KRL).

Electricity network flow over (LAA) is a network of DC electrical system with voltage 1500 VDC at KRL consisting of electrical substations and power grids upstream (catenary) which is used to distribute electrical power from the source to the Electric train (KRL). The current capacity of electric power substation KRL traffic lane middle range between 4000 kW - 6000 kW at normal conditions. However, with increasing market demand or increase the amount of Electric train fleet (KRL) due to increasing number of passengers from year to year, the capacity of the existing power substation no longer sufficient. For now, the difference between the ratio of the power capacity of the existing condition with the condition of the real time power capacity of about 3.82 %, which will be projected in the future to 19.4 % of the current conditions. As for the next 5 years, with estimates of the number of passengers KRL reached > 8 million passengers, the need for electric power capacity will increase to ± 23 % of the existing capacity. Therefore, the above background problems, in this thesis will be evaluated regarding the increase in capacity over the flow of electric power substation central traffic route for the power supply Electric train (KRL) Jabodetabek area in order to improve the efficiency and stability of the electric power system on Electric train (KRL).
"
Depok: Universitas Indonesia, 2015
S58958
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Felixman Tefaoli Ndruru
"Pada penulisan tugas akhir ini membahas mengenai pengujian transformator dan bagaimana pengaruh suhu saat transformator diuji dan untuk mengetahui beberapa spesifikasi dan karakteristik dari inti trafo tersebut. PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) sebagai jaringan dan wadah untuk melakukan pengujian di beberapa alat listrik sebagai persyaratan awal suatu alat dipakai dalam sistem tenaga listrik yang dipakai oleh PLN. Pengujian yang dilakukan di PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) ialah pengujian tanpa beban dan pengujian berbeban. Fokus dari penelitian kali ini ialah untuk menunjukkan korelasi antara temperatur dengan besar resistansi pada belitan. Akan dipaparkan proses pengukuran yang dilakukan serta beberapa standar yang dipersiapkan sesuai dengan standar yang dipakai oleh Laboratorium Hubung Singkat Puslitbang. Disertai juga dalam bentuk grafik dalam pembuktian korelasi dalam bentuk grafik. Dipaparkan pula besar energi panas yang dilepaskan saat pengujian berbeban. Dengan besar energi panas yang dihasilkan selama pengujian akan ditemukan besar kenaikan temperatur yang terjadi.
At this study, it discusses about some of test on power transoformerhow the effects of the and for acknowledge several specifications and characteristics of the transformer core. PLN Research and Development Center (Research) as the container for testing the network and perform testing in some electrical appliance as an initial requirement of a tool used in the electric power system used by PLN. Tests conducted at PLN Research and Development Center (Research) is the noload testing and load testing. The focus of the present study was to demonstrate the correlation between the temperature with a resistance winding. It will be present the measurement process with some standards that are prepared in accordance with the standards used by the Laboratory Center for Short-circuit. Accompanied also in graphic form in proving the correlation in graphic form. It?s also present the heat energy released when load-loass test with a large rise in temperature occurs."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S62311
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Panjaitan, Nicolas Arjuna
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tegangan dan efisiensi produksi mesin drilling sorghum dalam rangka mendukung sistem ramah lingkungan. Sorghum, sebagai tanaman pangan yang tahan kekeringan, memiliki potensi besar dalam pertanian berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan eksperimental untuk mengukur daya tegangan mesin drilling pada berbagai kecepatan dan kedalaman pengeboran. Selain itu, efisiensi produksi dievaluasi dengan membandingkan output mesin terhadap konsumsi energi dan waktu operasional. Hasil menunjukkan bahwa optimalisasi parameter mesin dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi pertanian yang lebih berkelanjutan dan mendukung penerapan praktik pertanian ramah lingkungan. Penelitian ini juga ikut serta membandingkannya dengan mesin bor konvensional dalam konteks sistem ramah lingkungan. Sorghum, sebagai tanaman pangan yang tahan kekeringan, memiliki potensi besar dalam pertanian berkelanjutan. Mesin drilling sorghum dirancang dengan teknologi yang lebih efisien, menghasilkan daya tegangan yang lebih rendah dan meningkatkan produktivitas. Studi ini menggunakan pendekatan eksperimental untuk mengukur performa mesin pada berbagai kecepatan dan kedalaman pengeboran, serta mengevaluasi efisiensi produksi melalui analisis konsumsi energi dan waktu operasional. Hasil menunjukkan bahwa mesin drilling sorghum tidak hanya mengoptimalkan output dengan konsumsi energi yang lebih rendah, tetapi juga mengurangi jejak karbon dibandingkan dengan mesin bor konvensional. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan dan mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

This study aims to analyse the tension force and production efficiency of a sorghum drilling machine to support eco-friendly systems. Sorghum, as a drought-resistant food crop, has significant potential in sustainable agriculture. The research employs an experimental approach to measure the tension force of the drilling machine at various speeds and drilling depths. Additionally, production efficiency is evaluated by comparing the machine's output to energy consumption and operational time. The results indicate that optimizing the machine parameters can enhance efficiency and reduce environmental impact. This finding is expected to contribute to the development of more sustainable agricultural technologies and support the implementation of eco-friendly farming practices. Furthermore, this research includes a comparison with conventional drilling machines in the context of eco-friendly systems. The sorghum drilling machine is designed with more efficient technology, resulting in lower tension force and increased productivity. The study measures the machine's performance across different speeds and drilling depths, while also assessing production efficiency through energy consumption and operational time analysis. The findings show that the sorghum drilling machine not only optimizes output with lower energy consumption but also reduces the carbon footprint compared to conventional drilling machines. These results make a significant contribution to the advancement of sustainable agricultural technology and support more eco-friendly farming practices. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
David Adam Alrosyid
"Mobil listrik berkembang pesat di Indonesia dan pengisian daya mobil listrik selama waktu beban puncak dapat menambah beban pada jaringan. Salah satu solusinya adalah dengan menggeser waktu pengisian ke waktu di luar beban puncak. Menaruh stasiun pengisian di gedung perkantoran dan memenuhi kebutuhan pengisian daya selama jam kerja kantor dengan harga yang lebih rendah dari grid dapat menarik pemilik kendaraan listrik untuk melakukan pengisian batrai kendaraan listrik di luar waktu beban puncak. Studi ini bertujuan menganalisa keuntungan bagi lingkungan dengan melakukan pengisian mobil listrik menggunakan solar photovoltaic (PV). Menggunakan grid sebagai perbandingan dengan pengisian dengan PV didapatkan bahwa biaya pengisian dengan PV 40% lebih rendah dari jaringan listrik dan jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak biayanya 70% lebih rendah. Dan dengan pendekatan bottom-up menggunakan metode  fuel-based  total emisi CO2 per orang (TEPp) yang dihasilkan 90% lebih rendah jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak jika dibandingkan dengan kendaraan listrik yang diisi menggunakan PV.

Electric car is growing rapidly in Indonesia and charging electric vehicle (EV) during grid peak hours can give additional burden to the grid. One of the solutions is by shifting charging time to off-peak hours. Putting charging station in office building and fulfill charging demand during office hour at lower price than standard grid can attract owner to charge their EV at off-peaks hours. This study is to analysis the environmental benefit of charging EV using solar photovoltaic (PV). Using the standard grid charging as comparison to solar PV charging station is found that solar PV charging is 40% cheaper and more than 70% cheaper if compared to gasoline vehicle. Also, with bottom-up approach using fuel-based method the result of total CO2 emission per person (TEPp) can be more than 90% lower compared to gasoline vehicle while EV is charged by solar PV. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutabarat, Ramot Mangihut
"Gangguan breakdown dan kerusakan pada transformator daya dapat menyebabkan terganggunya ketersediaan listrik pada jaringan dan kerugian finansial bagi perusahaan. Kondisi fisik dari transformator daya tidak dapat dinyatakan sebagai bahan evaluasi yang didasarkan pada inspeksi visual. Parameter operasi dan pengukuran elektrikal tiap komponen peralatan dapat menunjukkan hasil yang berbeda sehingga harus dilakukan beberapa pengujian untuk melihat kondisi transformator secara menyeluruh. Transformator daya PLTU unit 4 pada Unit Pembangkit Muara Karang telah melebihi useful life dari yang telah direkomendasikan. Kenaikan temperatur operasi transformator daya saat beroperasi akan berdampak pada degradasi dari komponen peralatan itu sendiri. Untuk itu perlu dilakukan pendekatan sistematis dengan menganalisa parameter peralatan transformator sebagai dasar rekomendasi yang kuat untuk melakukan perbaikan peralatan maupun dalam perencanaan aset peralatan oleh perusahaan pembangkit listrik. Parameter kondisi dan prioritas peralatan transformator diidentifikasi dan dianalisa untuk memperoleh weighting factor dengan menggunakan metode PHA. Dengan metode Proses Hirarki Analitik (PHA) dan bantuan responden ahli, akan diperoleh nilai weighting factor dari tiap elemen peralatan utama dengan urutan prioritasnya. Nilai weighting factor yang diperoleh menjadi kriteria penilaian kondisi transformator yang mengacu pada HAP (Hydropower Advancement Project) untuk memperoleh nilai Condition Indicator (CI). Pada akhirnya transformator daya sudah dalam kondisi fair yang perlu evaluasi lebih lanjut untuk dilakukan perbaikan atau investasi.

Operation interuption in the power transformer can cause distruption to the availability of electricity in the electic power network system and financial losses for the company. The physical condition of the power transformer cannot be stated as an evaluation material based on visual inspection. Operating parameters and electrical measurements of each component of the equipment can show different results so that must be done several tests to see the overall condition of the transformer. The power plant transformer unit 5 at Muara Karang Generation Unit has exceeded the recommended useful life. The increase in operating temperature of the power transformer when operating will have an impact on the degradation of the equipment components themselves. For this reason, it is necessary to take a systematic approach by analyzing the parameters of transformer equipment as a basis recommendations for repairing equipment and in planning equipment assets by power generation companies. The condition and priority parameters of transformer equipment are identified and analyzed to obtain the weighting factor using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. With the AHP method with expert respondents, the weighting factor value of each main equipment element will be obtained in order of priority. The weighting factor value is the criterion for evaluating the condition of the transformer which refers to the HAP (Hydropower Advancement Project) to obtain the Condition Indicator (CI). Eventually, the power transformer is already in a fair condition which needs further evaluation for repairs or investment."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunus
"ABSTRAK
Dengan pernubuhan beban yang terus meningkat di kota-kota besar seperti
Jakarta, gardu induk pada jaringan distribusi mempunyai peranan yang penting sekali
dalnm melayani kebutuhan energi listrik. Peranan itu pentjng karena suatu saat perlu
dilakukan pengembangan kapasitas daya dari gardu induk tersebut untuk mencapai
tingkat keandalan sistem yang baik. Persoalan yang sering dihadapi dalam
perencanaan pengembangan gardu induk adalah penentuan kapasitas tambahan yang
diperlukan untuk pertambahan beban, penentuan besarnya rating trafo daya untuk
melayani beban awal, penentuan saat diperlukannya kapasitas trafo daya yang tepat
dan penentuan umur trafo yan diperkirakan. Sehingga pengembangan gardu induk
tersebut tidak mengurangi keandalan sistem. Oleh karena itu sistem pembebanan
ekonomis trafo daya dapat digunakan untuk melayani beban dan pertumbuhan beban
di gardu induk tersebut.
Beban puncak maksimum yang ekonomis dari suatu irafo daya adalah batas
pembebanan yang memberikan biaya investasi dan biaya rugi-rugi yang paling rendah
dalam memenuhi kebutuhan beban Kebijaksanaan pembebanan tersebut tergannmg
pada faktor-faktor : karakteristik trafo, karakteristik beban, dan pola pengembangan
gardu induk yang akan dilakukan.
Dari beberapa pilihan cara pengembangan dan besarnya biaya yang
dibutuhkan, dapat cara pengembangan gardu induk yang paling
menguntungkan ditinjau dari segi pembebanan ekonomis, umur trafo daya dan segi
pembiayaan

"
1996
S38789
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulasno
Semarang: Satya Wacana, 1993
621.31 Sul a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Kemal Prasya
"Permasalahan dinamo kinematika adalah masalah mengenai apakah aliran yang diberikan dapat menjaga medan magnet tidak meluruh menuju nol saat waktu menuju tidak hingga. Bachtiar, Ivers dan James (BIJ, 2006) mencoba melakukan planarisasi pada aliran Pekeris Accad Skholler (PAS, 1973) yang sudah diketahui dapat menghasilkan proses dinamo. Planarisasi adalah proses untuk membuat sebuah aliran menjadi sejajar dengan sebuah bidang planar. Pada aliran hasil planarisasi dari aliran PAS ternyata terdapat koefisien poloidal yang melanggar kondisi rigid boundary. Bachtiar dan Prabowo (BP, 2011) kemudian mencoba melakukan modifikasi pada aliran hasil planarisasi PAS tersebut. Modifikasi yang dilakukan oleh Bachtiar dan Prabowo ternyata menyebabkan aliran menjadi tidak planar. Pada skripsi ini akan dilakukan modifikasi yang berbeda dari modifikasi BP pada aliran PAS yang diplanarisasi sehingga aliran hasil modifikasi yang baru tetap planar dan memenuhi kondisi rigid boundary. Akan dilakukan investigasi numerik terhadap aliran hasil modifikasi ini apakah dapat menghasilkan proses dinamo atau tidak. Investigasi numerik akan dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman FORTRAN.

Kinematic dynamo problem is a problem whether the given flow is able to maintain magnetic field so that it does not decay as time goes or not. Bachtiar,Ivers, and James (BIJ, 2006) tried to planarize Pekeris Accad Skholler (PAS,1973) flow that is known can produce a dynamo process. Planarization is a process to make a flow become parallel with a plane. BIJ then found that in a planarized PAS flow there’s a poloidal coefficient that does not satisfy rigid boundary condition. Bachtiar and Prabowo (BP, 2011) then tried to modify the planarized PAS flow. Modification that Bachtiar and Prabowo did turned out to bring the modified flow not a planar flow. In this work, a different modification from BP modification on planarized PAS flow will be done so that the new modified flow will still be planar and satisfy the rigid boundary condition.Numerical investigation on this modified flow will be done to show whether this modified flow will produce a dynamo process or not. Numerical investigation will be done by using FORTRAN as programming language."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S46301
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budiarso
"
ABSTRAK
Salah satu cara yang dapat digunakan dalam melalwkan konservasi energi di industri adalah dengan penerapan sistem kogenerasi. Kogenerasi adalah suatu sistem yang dapat memproduksi energi listrik dan pangs secara serentak atau bersamaan dari satu pembangkit yang sama.
Dengan kogenerasi panas buang dari suatu pembanglat dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uap untuk proses industri. Dengan demikian efisiensi penggunaan bahan bakar secara keseluruhan dapat ditingkatkan, yang berarti biaya untuk pemakaian energi dapat dikurangi dan biaya produksi menjadi lebih rendah.
Dalam mendesain sistem kogenerasi ada beberapa analisis yang perlu dilakukan, yaitu analisis teknis yang meliputi pengumpulan dan analisis data kebutuhan listrik dan uapnya sehingga sistem kogenerasi yang akan didesain dapat memenuhi kebutuhan kedua energi tersebut pernUihan jerus siklus serta penggerak mula yang akan digunakan. Sedangkan analisis ekonomis digunakan untuk menilai sejauh mana proyek tersebut layak untuk dilaksanakan dan seberapa besar potensi penghematan biaya yang dapat dilakukan.
"
1997
S39423
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>