Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 174605 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Danang Setawan
"Setiap mannsia selalu menginginkan lingkungan yang nyaman secara thennaL Karena dengan kondisi yang nyaman akan mendulrung me!abolisme tubuh mannsia untuk beJpikirlberl
Dalam merancang AC mobil diperlukan pengetahuan yang cukup antara lain cara kerja AC mobil dan distribusi sirkulasi udara di dalam kabin mobil tersebut. Pengetahan ini dtlakukan untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk mencapai keadaan kenyamanan thermal di dalam kabin kendataan penumpang (Toyota Kijang Rover) tanpa ducting dan dengan penambaban ducting kebelakang.
Untuk mendapatkan data tersebut penulis melakukan pembuatan prootype system distribusi udara dengan penambaban ducting kebelakang, yaug selanjutnya digunakan sebagai alat uji untuk mengestimasi penyebaran temperatur udara setiap detik dalam kabin penumpang yang akan diuji sebagai param­eter kenyamanan thennal dalam kabin mobil dengan system tanpa ducting dan dengan ducting.
Setelah hasil perhitugan didapatkan dan dibandingkan dengan referensi dari parameter standar kenyananan thermal ISO 7730, terlibat bahwa kabin dengan penambahan ducting dalam waktu tertentu, memiliki tingkat kenyamanan thermal dan kelembaban udara yang lebih baik dari poda kabin tandar."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S37542
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muh. Soleh
"Setiap manusia selalu menginginkan Lingkungan yang nyaman secara thermal. Karena dengan kondisi yang nyaman akan mendukung metabolisme lubuh manusia untuk berpikir/berkonsentrasi agar apa yang dikerjakan bisa maksimaI.l-lal ini terjadi terutama bagi mereka yang berada di dalam ruangan ataupun kabin tertentu yang memerlukan suhu udara tertentu. Dalam merancang AC mobil diperlukan pengetahuan yang cukup antara Iain cara kerja AC mobil dan distribusi sirkulasi udara di dalam kabin mobil tersebut. Pengetahun ini dilakukan untuk mcngetahui waktu yang diperlukan untuk mencapai keadaan kenyamanan thermal di dalam kabin kendaraan penumpang (Toyota Kijang LSX) tanpa ducting (standard) dan dengan penambahan ducting kebelakang (dengan kontrol individu). Untuk mendapatkan data tersebut penulis menggunakan program CFD yaitu Fluent 6.1 .Tujuan mcnggunakan program CFD ini adalah unluk mendapatkan hasil yang Iebih akurat dan cepat. CFD digunakan sebagai alat uji untuk mengestimasi penyebaran temperatur udara setiap detik dalam kabin pcnumpang yang akan diuji sebagai parameter kenyamanan thermal dalam kabin mobil dengan system tanpa dueling dan dengan ducting. Setelah hasil perhitungan didapatkan dan dibandingkan dengan referensi dari parameter standar kenyamanan thermal ISO 7730, terlihat bahwa penambahan ducting kebelakang dengan nosel kemasing-masing penumpang mempercepat penyebaran temperatur udara dingin dan meningkatkan nilai kcnyamanan thermal."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S37793
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S36318
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Bayangan sebgai unsur peneduhan berguna untuk melangsungkan aktivitas manusia di ruang Iuar terutama di daerah iklim tropis, dimana kondisi matahari cukup menyengat dan mengganggu kenyamanan beraktivitas. Ruang Iuar yang dirasakan kurang nyaman di Jakarta yang beriklim tropis basah berupa plaza, karena karakteristiknya yang seringkali dominan dengan perkerasan. Pada kesempatan ini, penulis akan memaparkan tentang bayang-bayang bangunan yang mempengaruhi kenyamanan termal khususnya temperatur, kelembaban dan aktivitas pengguna paza serta faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi aktivitas penggunaan ruang luar. Untuk membahas penerapan pengaruh bayang-bayang bangunan terhadap temperatur, kelembaban dan aktivitas pengguna, penulis memberikan 2 contoh studi kasus plaza di kawasan Sudirman-Thamrin. Pemilihan studi kasus berdasarkan kriteria pembanding dan karakteristik lingkungan plaza yang berbeda, namun keduanya memiliki tipe plaza yang sama dengan jumlah pengguna yang cukup banyak. Pembayangan oleh bangunan dapat menjadi salah satu unsur kenyamanan termal pengguna plaza, namun hal tersebut bukan merupakan suatu tolak ukur yang mutlak. Jadi bayangan kadang-kadang bisa memicu niat ataupun mengarahkan pilihan perilaku manusia untuk melaksanakan aktivitas di ruang Iuar. Manusia akan mengusahakan dirinya agar tidak merasa terganggu oleh radiasi matahari dan merasa nyaman. Namun hal tersebut tergantung pads prioritas kebutuhan yang ada. Rasa nyaman pada manusia di ruang luar terbuka tidak hanya secara termal, namun jugs secara visual, psikologis, dan fisik. Banyak faktor selain bayangan bangunan yang dapat ikut mempengaruhi kenyamanan termal di ruang terbuka seperti pepohonan yang memberi kontribusi bayangan sekaligus memiliki nilai penyerapan panas yang tinggi. Bayangan dapat memberikan kondisi temperatur yang lebih balk (penurunan) daripada kondisi tersinari matahari. Hal ini tergantung presentase bidang yang terbayangi terhadap luasan secara keseluruhan, intensitas radiasi matahari per harinya. Untuk perancangan ruang terbuka yang baik maka tidak hanya terpaku pads satu sudut pandang kenyamanan saja tapi sebisa mungkin memperhatikan banyak faktor. Akhir kata, penulisan skripsi inl bertujuan untuk memberi masukan tentang pentingnya kenyamanan di ruang luar dengan memperhatikan tidak sekedar faktor termal, namun faktor lainnya yang cukup kompleks dalam suatu perancangan plaza. Dalam hal ini antara plaza yang terbangun dan lingkungannya hares dapat saling mendukung dalam keberhasilan desain suatu tempat."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S48549
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Tricahyo
"Setiap manusia selalu menginginkan lingkungan yang nyaman secara thermal. Karena dengan kondisi yang nyaman akan mendukung metabolisme tubuh manusia untuk beraktifitas agar apa yang dikeriakan bisa maksimal. Hal ini terjadi terutama bagi mereka yang berada di dalam ruangan ataupun kabin tertentu yang memerlukan suhu udara tertentu. Dalam merancang AC mobil diperlukan pengetahuan yang cukup antara lain cara kerja AC mobil dan distribusi sirkulasi udara di dalam kabin mobil tersebut. Pengetahun ini dilakukan untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk mencapai keadaan kenyamanan themlal di dalam kabin kendaraan penumpang (Toyota Kijang) tanpa ducting dan dengan penambahan ducting kebelakang dengan nozel individual. Untuk mendapatkan data temebut penulis melakukan pembuatan protorype System distribusi udara dengan penambahan ducting kebelakang dengan kontrol individu yang selanjutnya digunakan sebagai alat uji untuk mengestimasi penyebaran temperatur udara dalam kabin penumpang yang akan diuji sebagai parameter kenyamanan thermal dalam kabin mobil dengan system tanpa ducting dan dengan ducting tambahan. Setelah hasil perhitungan didapatkan dan dibandingkan dengan referensi dari parameter standar kenyamanan themlal ISO 7730, terlihat bahwa kabin dengan penambahan ducting dalam waktu tertentu, memiliki tingkat kenyamauan thermal dan kelembaban udara yang lebih baik dari pada kabin standar"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S37560
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andreas
"Krisis ekonomi yang melanda hampir seluruh bagian dunia membuat setiap orang harus berpikir ulang dalam pengaturan ekonomi masing-masing. Salah satu hal yang bisa dipertimbangkan adalah pemakaian air panas. Bukan dengan cara dihilangkan, namun dengan cara mencari alternatif lain dalam mengahasilkan air panas. Sistem penghasil panas yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah electric water heater. Di satu sisi, sistem ini bekerja efektif karena dapat menghasilkan air panas dengan suhu maksimal sebesar 75°C. Namun di sisi lain sistem ini tidak ekonomis, karena biaya listriknya sangat besar. Alternatif yang dapat diberikan adalah dengan pemakaian Air Conditioning Water Heater. Dibandingkan dengan pemakaian water heater tipe lainnya, air panas yang dihasilkan oleh ACWH bisa dikatakan sebagai - air panas gratis - karena dihasilkan dengan memanfaatkan panas buang AC dan tidak membutuhkan biaya listrik tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis water heater yang paling ekonomis. Penelitian meliputi variasi harga water heater yang ada di pasaran dan biaya listrik yang dibayar.
Dari hasil penelitian, didapatkan tipe water heater yang paling ekonomis adalah ACWH 3?4 PK dengan biaya akumulasi listrik sebesar Rp 5.010.300,- pada tahun pertama hingga Rp 15.003.008,- pada tahun ke-10. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi krisis ekonomi yang melanda hampir seluruh dunia. Selain itu sistem ACWH juga ramah lingkungan dan dapat mengurangi pemanasan global karena tidak mengkonsumsi energi dan memanfaatkan panas buang sebagai sumber energinya.

The global crisis has spread all over the world. People have to fasten their belt. In order to reduce the annual cost, people have to re-think the need of the hot water. People have to find alternative way of producing hot water, instead of using electric heat water. Electric water heater has been is the most favorite. It produces 75°C hot water. But in the other hand, it consumes big amount of electricity which makes it expensive. But there is another more economical way of producing hot water, by using ACWH. It does not need more electricity because it uses waste heat from AC to produces hot water, so it gives people 'free hot water'. The objective is to determine the most economical water heater. The research varies prices of water heaters and the electrical cost of them.
The result shows that the most economical water heater goes to ACWH 3?4 PK, having 5.010.300 idr for electrical cost in first year up to 15.003.008 idr in the 10th year. Hopefully, the research can provide the one solution to face the global economic crisis. One more important thing is that ACWH is environment friendly for bot consuming more electricity.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S50757
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aldo Oktasio Ardian
"Indeks Konsumsi Energi IKE pada sebuah perkantoran digunakan sebagai tolak ukur penentuan tingkat efisiensi energi yang digunakannya. Sistem pendinginan menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam penggunaan energi pada gedung tersebut. Prosedur perhitungan dari IKE tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Besar kWh selama setahun penuh yang telah diambil datanya sebagai sample akan dibagikan dengan total luas ruangan yang menggunakan sistem pendinginan. Nilai IKE ini kemudian akan dijadikan tolak ukur efisiensi gedung tersebut dan akan didapatkan berapa persen energi yang teralihkan kepada sistem pendinginan.

Energy Use Intensity EUI in an office is used as a benchmark to determining the level of energy efficiency used. Cooling system became one of the most influential factors in energy use in the building. The calculation procedure of the IKE will be explained as follows. The amount of kWh for the full year which has been sampled as sample will be distributed with the total area of the room using the cooling system. The value of IKE will then be used as a benchmark of the efficiency of the building and will get how much percent of energy that is transferred to the cooling system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68575
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Dwi Ananto Pramudyo
"ACWH merupakan suatu sistem yang memanfaatkan panas buang dari refrigeran untuk menghasilkan air panas secara instan yang pada aplikasinya sangat cocok digunakan di hunian apartemen. Sistem ACWH yang telah ada sebelumnya masih butuh peningkatan untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaksimalkan performa ACWH menggunakan alat penukar kalor tipe plat dengan ketebalan 30 plat. Tipe plat dipilih karena alat penukar kalor ini memiliki efisiensi tertinggi diantara semua tipe alat penukar kalor. Penelitian ini memvariasikan laju aliran air dan beban pendinginannya.
Sistem ACWH menunjukkan bahwa dengan beban pendinginan sebesar 2600 W dapat menghasilkan air panas bertemperatur 48°C dengan debit 50 l/jam.

ACWH is a heat recovery system that utilizes waste heat from refrigerant to produce hot water simultaneously through of a heat exchanger which is very suitable to be implemented at residence apartments. The existing ACWH system needs to be developed to reach an optimum result.
The objective of this research is to maximize the performance of ACWH using Plate Heat Exchanger which has highest efficiency among all type of heat exchanger. The water flow rate and cooling load are variables to be tested.
The result of ACWH system shows that the system with 2600W of cooling load can produce 50l/hr hot water with 48°C temperature in open loop method.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S50770
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Simangunsong, Ramses
"Kereta sebagai salah sam sanana transportasi darat mendap-at persaingan yang ketat dari sarana tnmsportasi darat lainnya, sehingga perlu mening,kntkan nmtu pelayanaxmymmtuk memperoleh pemakni yang semalcin banyak akanjasaangklltzuz ini.
Salah satu cara untuk meningkaiimn mulu pelayanm adalah dengan memberiimn kenyamanan selama dalam peljalman melalui pengkondisian udam di dalam kereta tersebut Dengan demikian pemakaijasa transportasi ini dapat menilunati pe1jalanam1ya dan sampai di tujuan dengm kondisi fisik yang relatifseg-ar.
Untuk menjaga bemperahn' dan kelembaban udara dari ruangan yang dikondisikan diperlukan mesin pendingin yang terdiri dari kompresor, koudenser, evaporator sorta peralalan koutnol. Bagian-bagian mosin pendingln ini harus dirancang dan dipilih sedemjkian nzpa berdasarkun beban pendinginan total pada temperatur mangan yang dirancang., sehinga dapat memberilam kenyamanan bagi pemakainya.
Saluran udara yang digxmalum untuk meudisiribusikan udau ke dalam ruangau memiliki defleidor di dalam saluran, dengan demildan dimensi kedua bagian ini juga harus dirancang sehingga kecepatan udara dalam saluran dan masuk ke dalam mangan sesuai dengan yang diinginkan.
Sebagai hasil Sldlil' perancangan ini diperoleh jenis kompresor, dimensi kondenser dan evapordor, jenis peralatan kontrol sorta dimensi saluran udara dan deflektor yang sesuai dengan dimensi kenetapenuuupang yang dikondisikan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S36533
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>