Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 123065 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rainer Arief Troa
"Potensi sumberdaya hidrokarbon terutama minyak dan gas bumi di cekungan busur muka (forearc basin) masih belum banyak yang tersingkap. Kendala utama yang menyebabkan tahapan kegiatan eksplorasi di lokasi cekungan busur muka ini terlihat berjalan lambat adalah karena data dan informasi mengenai sistem hidrokarbon di sana masih sangat sedikit, serta lokasinya yang berada di laut dalam (frontier area). Dalam penelitian ini, berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data seismik dan penerapan metode AVO diketahui terdapat indikasi kehadiran hidrokarbon di dalam Cekungan Busur Muka Lombok. Penentuan model dan estimasi parameter fisis terhadap respon seismik yang digambarkan oleh sintetik seismogram terhadap offset atau sudut datang berdasarkan konsep analisis AVO, dapat memberikan informasi sifat fisik yang mendekati karakteristik batuannya seperti nilai kecepatan gelombang P (Vp), kecepatan gelombang S (Vs), dan densitas (ρ), sehingga nilai Rasio Poisson (σ) yang sangat berati dalam mendeterminasi kandungan fluida dalam batuan dapat dihitung.

Potency of hydrocarbon resources especially oil and gas in forearc basin still not yet been expressed. The resistance causing step activity of exploration in forearc basin walk tardyly is because information and data concerning hydrocarbon system over there still very few, and also the location of residing in deep sea (frontier area). In this research, based on seismic data processing and analysis result and applying of AVO method known that there are indication presence of hydrocarbon in Lombok Forearc Basin. Determination of parameter estimation and model to seismic respon depicted by seismogram synthetics to offset or angle of incidence pursuant to AVO analysis concept, can give information of physical properties closing to the rock characteristic like a P wave velocity (Vp), S wave velocity (Vs), and density (ρ), so that Poisson?s Ratio (σ) which is very mean in determination of fluid in rock can be calculated."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
T21597
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aviandra Prakasa Utama
"Metode analisa dekomposisi spektral adalah salah satu metode seismik interpretasi dengan mengubah sinyal seismik menjadi banyak sinyal dengan frekuensi ? frekuensi tertentu untuk menampilkan struktur dan target reservoar dengan lebih jelas. Metode ini diaplikasikan pada data seismic 3 dimensi dan merupakan metode lanjutan setelah melakukan pengolahan data seismik. Metode ini sangat efektif dalam memberikan informasi geologi bawah permukaan termasuk pemisahan fasies/litologi dan fitur-fitur geologi dari reservoar pada lapangan shaco dengan formasi klinjau yang didominasi sand dan shale. Metoda dekomposisi spektral menghasilkan peta distribusi sand dari reservoar secara jelas, memetakan sand yang tebal maupun tipis, menentukan edge atau ujung dari reservoar, serta boundaries atau batasan dari reservoar.

Spectral decomposition analysis is one of seismic interpretation methods that transforming seismic signal into multiple signals with specific frequency to display the structure and reservoir targets clearly. This method applied to three-dimensional seismic data and is an advanced method after seismic data processing. This method is very effective in providing information including the separation of the subsurface geological facies / lithology and geological features of the reservoir in the shaco field that have klinjau formations and dominated by sand and shale. Spectral decomposition method results a distibution of sands map from the reservoir clearly, mapping the thick and thin sand, determine the edge of the reservoir, as well as the boundaries of the reservoir."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S1203
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Imam Munadi
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1999
S28493
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aliyyus Syani
"Dekomposisi spektral telah diaplikasikan untuk interpretasi data seismik 3D dalam meningkatkan resolusi, meningkatkan visualisasi stratigrafi, memprediksi ketebalan lapisan tipis, mengurangi noise, dan mendeteksi langsung keberadaan hidrokarbon. Beberapa metode yang telah digunakan untuk melakukan dekomposisi spektral amplitudo antara lain: DFT (Discrete Fourier Transform), EMD (Empirical Mode Decomposition), CWT (Continuous Wavelet Transform) dan MPD (Matching Pursuit Decomposition).
Pada kasus ini, Metode Empirical Mode Decomposition digunakan untuk mendekomposisi suatu sinyal utama menjadi beberapa sub-sinyal yang bervariasi, yang memiliki berbagai macam frekuensi. Beberapa sub-sinyal tersebut biasa disebut IMF (Interinsic Mode Function). Kemudian dilakukan Hilbert Transform untuk setiap IMF.
Hasil yang didapatkan dari proses Spectral Decomposition dengan metode Empirical Mode Decomposition menunjukan distribusi channel pada daerah Stratton Texas terlihat cukup baik dan memiliki resolusi yang lebih baik dibandingkan metode konvensional seperti FFT.

Spectral Decomposition has been applied to the interpretation of 3D seismic data to enhance resolution, improved visualization of stratigraphic features, thickness estimation for thin beds, noise suppression, and direct hydrocarbon indication. There are variety of spectral decomposition methods. These include the DFT (Dicrete Fourier Transform), EMD (Empirical Mode Decomposition), CWT (Continuous Wavelet Transform) and MPD (Matching Pursuit Decomposition).
In this study, Empirical Mode Decomposition method is used to decompose a main signal into several sub signal, which has many types of frequencies. Some subsignals are usually called IMF(Interinsic Mode Function). Then do the Hilbert transform to each IMF.
The results of spectral decomposition with EMD method can show channel distribution in Stratton Texas Field more clearly and have better resolution than conventional methods such as FFT.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S43801
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1992
S27989
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria
"Telah dilakukan pengolahan data multicomponent seismic pada komponen radial untuk menganalisis kualitas data yang dihasilkan oleh S-Wave. Data seismik yang digunakan pada penelitian ini adalah data multicomponent seismic pada Zona Transisi yaitu data Ocean Bottom Cable. Pengukuran multicomponent seismic dengan menggunakan tiga komponen (X, Y, Z) dari geophone beserta satu komponen dari hydrophone akan merekam Wavefield seismik lebih lengkap dari pada pengukuran secara konvensional.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hasil pengolahan data multicomponent seismic pada komponen radial yaitu komponen Y pada Geophone. Pengolahan data pada komponen radial dilakukan dari reformat sampai dengan geometri. Untuk mendapatkan penampang seismik dari gelombang S tidak bisa digunakan pengolahan data menggunakan alur kerja secara konvensional. ACP (Asymptotic Conversion Point) adalah salah satu proses pengolahan data gelombang S yang paling penting.
ACP berhasil menentukan nilai Vp/Vs pada data multicomponent seismic ini. Sehingga dapat digunakan untuk melakukan CCP (Commont Conversion Point) Binning. Sehingga menghasilkan data yang lebih bersih dari noise-noise yang menunjukkan adanya berbedaan litologi dibawah permukaan bumi, hal ini ditandai oleh perbedaan kecepatan perambatan gelombang pada waktu yang sama.

We have processed seismic multi-component data especially on radial component to analyze data qualities of FractureS-Wave. In this study, the seismic data are multi-component seismic data on the transition zone. Multi-component seismik measurements using three components (X, Y, and Z) of geophones and hydrophones component, they will record seismik wave field more complete than the conventional measurements.
This study does to analyze the results of multicomponent seismic data processing in the radial component, of the Y component Geophone. The processed on radial component conducted from reformat to geometry. To get a section of the S wave seismic refraction is not use conventional workflow. ACP (Asymptotic Conversion Point) is the most important one of the S- Wave data processing.
ACP succeeded in determined the Vp/Vs value of multicomponent seismic data. So it can be used to perform the CCP (commont Conversion Point) binning. So was produced data was cleaner than noises that were shows different lithology of subsurface, it is characterized by wave velocity different in the layer at the same TWT.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S55020
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Toman
Depok: Universitas Indonesia, 1992
S27987
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanungkalit, Okto H. Pandapotan
"Suatu teknologi modem dalam perencanaan bangunan tahan gempa adalah dengan menggunakan sistem isolasi seismik. Teknologi isolasi seismik ini bekerja dengan cara mengisolasi pengaruh pergerakan tanah akibat gempa bumi sehingga tidak bekerja langsung pada struktur tetapi melalui isolasi seismik dahulu sehlngga struktur cukup direncanakan terhadap beban gempa rencana minimal.
Salah satu model struktur yang dianggap dapat mewakili struktur dalam keadaan yang sebenarnya adalah struktur portal lentur. Pada struktur ini dipasang isolasi seismik secara segmental pada kolom, dimana isolasi seismik ini akan membatasi energi gempa yang bekerja pada struktur melalui fleksibelitas dan disipasi energinya.
Untuk mempelajari perilaku isolasi seismik dalam mereduksi respons struktur portal lentur akibat percepatan gempa bumi, maka akan dilakukan dua bagian simulasi pada suatu portal lentur bertingkat tinggi yang dipasang isolasi seismik secara segmental pada kolom yaitu:
a. Konfigurasi isolasi seismik berubah dengan massa yang tetap, untuk mengetahui efek lokasi isolasi seismik pada respons kinematik struktur (respons lendutan dan respons percepatan) dan respons mekanik struktur (gaya-geser kolom dan momen lentur kolom).
b. Konfigurasi isolasi seismik tetap dengan massa yang berubih, lmtuk mengetahui efek perubahan massa pada respons kinematik struktur (respons lendutan dan respons percepatan) dan respons mekanik struktur (gaya geser kolom dan momen lentur kolom).
Analisa respons dinamik struktur terhadap percepatan gempa bumi dilakukan dengan menggunakan program GTSTRUDL Version 9601 dan dianalisa dengan analisa riwayat waktu (time history analysis) akibat percepatan gempa El Centro 18 Mei 1940 N-S dengan durasi 30 detik dan time increment 0.02 detik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S34703
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1992
S27972
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pria Ardhana
"Struktur dinding penahan tanah yang umumnya dijumpai hanya menahan satu muka atau sisi luar timbunan saja. Namun di samping itu juga terdapat struktur dinding yang menahan kedua muka atau sisi timbunan yang saling bertolak belakang, seperti dijumpai pada abutment flyover atau jembatan. Material struktural dinding penahan tanah dapat menggunakan bahan beton, baja, atau geosintetik (geogrid atau geotekstil). Penggunaan geosintetik sebagai elemen struktural bangunan infrastruktur semakin populer di seluruh dunia karena terbukti memiliki ketahanan yang baik bahkan terhadap gempa dan terutama benefit ekonomisnya, termasuk aplikasinya sebagai dinding penahan tanah. Akhir-akhir ini, konsiderasi terhadap resiko kejadian gempa terhadap bangunan semakin tinggi, seiring dengan dampaknya terhadap kehidupan manusia, terutama mengingat semakin seringnya kejadian gempa. Penelitian ini merupakan studi parametrik melalui pemodelan metode elemen hingga menggunakan program Plaxis terhadap struktur dinding penahan tanah dua muka meliputi dinding perkuatan lapis-lapis geogrid dan dinding kantilever beton di bawah pembebanan gempa dengan variasi akselerasi dan frekuensi gempa serta aspek geometri timbunan. Hasil-hasil analisis yang akan dievaluasi di antaranya adalah tekanan lateral seismik, gaya dorong lateral seismik, koefisien lateral seismik, dan perbedaan fase. Dilakukan juga perbandingan antara output pemodelan dengan hasil metode-metode desain pseudostatik untuk mengevaluasi kinerjanya.

The structure of the retaining wall which is generally found retains only one outside facing of the soil embankment. But besides that there is also a wall structure that retains the two outside facings of the embankment i.e. flyover or bridge abutment structures. Retaining wall structural materials can use concrete, steel or geosynthetic materials (geogrids or geotextiles). The use of geosynthetics as a structural element of infrastructure buildings is increasingly popular throughout the world since the satisfying prove of good resistance even to the great earthquakes and especially its economic benefits, including its application as a retaining wall. Eventually, the consideration of the risk of earthquake events in buildings has been higher, along with its impact on human life, especially the rapid occurence of earthquake events. This study is a parametric analysis through modeling the finite element method using the Plaxis program on back to back retaining wall including the geogrid MSE wall and concrete cantilever wall under earthquake loading with variations of earthquake acceleration, earthquake frequency and geometry aspect of embankment. The analysis results that will be evaluated are lateral seismic pressure, lateral seismic force, lateral seismic coefficient, and phase difference. There is also comparisons between output modeling and the results of pseudostatic design methods to evaluate its performance."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T54168
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>