Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 130155 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jogiyanto H.M.
Yogyakarta: Andi , 1999
004 JOG p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jogiyanto H.M.
Yogyakarta: Andi, 2000
004 JOG p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jogiyanto H.M.
Yogyakarta: Andi, 1995
004 JOG p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jogiyanto H.M.
Yogyakarta: Andi, 1999
001 JOG p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jogiyanto H.M.
Yogyakarta: Andi, 1995
004 JOG p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jogiyanto H.M.
Yogyakarta: Andi, 1989
004 JOG p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Elfrin Erawan
"Kondisi pandemi COVID-19 mendorong infrastruktur teknologi informasi dibangun dengan waktu yang cepat dan dalam sekala besar. Peningkatan pengiriman server secara global meningkat hampir 37% pada kuartal pertama tahun 2020. Hampir 80% server yang ada didominasi oleh linux sebagai sistem operasinya. Ubuntu merupakan salah satu distribusi linux yang banyak digunakan untuk sistem operasi server. Salah satu aspek yang penting dalam sistem operasi server adalah tingkat keamanan dari sistem operasi server tersebut. Keamanan sistem operasi server perlu diperhatikan pasalnya server umumnya berisi data-data penting, oleh karena itu peningkatan keamanan server perlu diperhatikan untuk mencegah data-data penting ini bocor atau berpindah tangan ke pihak yang salah. CIS adalah salah satu badan yang sangat peduli terhadap keamanan di internet, mengeluarkan acuan penguatan keamanan sistem operasi server yang dikenal dengan CIS Benchmark. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan sistem operasi Ubuntu 20.04 dengan menggunakan kontrol penguatan keamanan berdasarkan standar CIS Benchmark versi 1.1.0 dengan metode otomatisasi menggunakan aplikasi Packer. Metode otomatisasi yang dilakukan selain melakukan penguatan juga menghasilkan image mesin virtual yang siap digunakan untuk pengimplementasian sebuah sistem dengan besar file image berukuran 1,8 GB. Selanjutnya untuk validasi penguatan keamanan maka dilakukan audit menggunakan aplikasi CIS-CAT Lite yang menghasilkan nilai skor kesesuaian audit sebanyak 218 kontrol atau 99,54% dari total 219 kontrol yang ada pada CIS Benchmark versi 1.1.0.

The COVID-19 pandemic has driven the rapid and large-scale development of information technology infrastructure. Global server shipments increased by nearly 37% in the first quarter of 2020. Approximately 80% of the existing servers are dominated by Linux as their operating system. Ubuntu is one of the widely used Linux distributions for server operating systems. One crucial aspect of server operating systems is their security level. Security of server OS needs to be considered, as servers typically contain important data. Therefore, improving server security is necessary to prevent the leakage or unauthorized access of this critical data. CIS is an organization that is deeply concerned about internet security and has released security strengthening guidelines for server operating systems known as CIS Benchmark. This research aims to enhance the security of the Ubuntu 20.04 operating system by implementing security hardening controls based on CIS Benchmark version 1.1.0, using the automation method through the Packer application. In addition to the hardening process, the automation method also generates a virtual machine image ready for system implementation, with a file size of 1.8 GB. Furthermore, to validate the security hardening, an audit is conducted using the CIS-CAT Lite application, which produces an audit compliance score of 218 controls or 99.54% out of the total 219 controls in CIS Benchmark version 1.1.0."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muthia Lazuardi
"Perusahaan penyedia teknologi telekomunikasi XYZ memiliki sistem informasi yang dibangun secara in-house, outsource, dan subscription untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Digital Project Management (DPM) merupakan salah satu sistem informasi yang dikembangkan secara in-house. DPM terbagi atas 3 sub-modul, salah satunya adalah Bill of Quantity and Material (BAM). BAM merupakan sistem supply chain management yang mencakup perencanaan sumber daya hingga logistik. Unit BAM mengharapkan bisnisnya untuk terus berkembang, memperluas pangsa pasar, dan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan yang dimilikinya saat ini. Namun dalam mencapai harapan tersebut, unit BAM menghadapi kendala tidak dapat mencapai target waktu pengembangan yang telah ditetapkan. Salah satu penyebab dari kendala ini adalah tidak adanya kolaborasi antar tim pengembang dan tim operasional dalam BAM. Dalam menjawab permasalahan tersebut, dilakukan penelitian untuk menyusun rekomendasi yang dapat membantu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh BAM dengan mengadopsi konsep DevOps. Penelitian ini berjenis applied research serta metode analisis data yang digunakan adalah explanatory sequential mixed-methods. Berdasarkan hasil penelitian, dari 28 konsep adopsi DevOps, 21 konsep dapat diaplikasikan di unit BAM. Rekomendasi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh unit BAM disusun berdasarkan konsep-konsep tersebut. Rekomendasi ini terdiri atas lima kategori, yaitu perubahan pola pikir (mindset change), perubahan proses pengembangan (development process change), peningkatan proses berbagi (sharing enhancement), perubahan keorganisasian (organizational change), serta pembuatan DevOps pipeline. Rancangan DevOps pipeline ini telah melewati proses validasi oleh project manager dan Global ICT DevOps Engineer.

Telecommunication technology provider company XYZ has an information system which was built by in-house, outsourced, or subscription to carry out daily business activities. Digital Project Management (DPM) system is one of the information systems developed in-house. DPM is divided into 3 sub-modules, one of which is the Bill of Quantity and Material (BAM). BAM is a supply chain management system that includes resource planning up to logistics. BAM unit expects its business to grow, expand market share, and maintain the trust of current stakeholders. But in achieving these expectations, BAM unit faces problem of not being able to achieve the development time targets that had been set. One of the causes of this problem is the absence of collaboration between developer teams and operation team in BAM unit. In answering these problems, research was conducted to develop recommendations that can help answer the problems faced by BAM unit by adopting the concept of DevOps. This research is characterized as applied research and the data analysis method is explanatory sequential mixed-methods. Based on the results of the study, from 28 concepts of DevOps adoption, BAM unit can apply 21 concepts. Recommendation to answer the problems faced by BAM unit were built based on these concepts. The recommendation is categorized into 5 categories, which are mindset change, development process change, sharing enhancement, organizational change, and creating a DevOps pipeline. The DevOps pipeline design has passed the validation process by the project manager and the Global ICT DevOps Engineer."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Johan
"Pemrograman berorientasi agen merupakan suatu paradigma baru dalam rekayasa perangkat lunak. Pendekatan ini memodelkan aplikasi sebagai kumpulan agen, yang diantaranya bersifat otonom, proaktif, dan mampu untuk berkomunikasi sehingga mampu membawa konsep dari teori kecerdasan buatan ke dalam bidang sistem terdistribusi. Agen bergerak yang menerapkan konsep pergerakan kode, data dan keadaan antar perangkat jaringan merupakan hasil dari kedua disiplin ilmu tersebut.
Dalam skripsi ini dilakukan pengembangan sebuah aplikasi untuk otomatisasi sistem transportasi monorail berbasis teknologi multi-agen. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan Java Agent DEvelopment Framework (JADE) dan MySQL. JADE merupakan salah satu platform middleware terbuka yang berorientasi pada agen dan dibangun dengan bahasa pemrograman Java. Sedangkan MySQL adalah sebuah sistem manajemen database relasional terbuka. Layanan diwujudkan oleh agen-agen yang saling berkomunikasi dan agen-agen yang bergerak. Agen-agen tersebut masing-masing merepresentasikan pusat akses data (agen server), tempat keluar masuk penumpang (agen stasiun), dan kendaraan (agen kereta). Suatu agen server dan beberapa agen stasiun dapat
didistribusikan pada beberapa komputer dalam suatu jaringan lokal. Sementara agen-agen kereta bergerak antar host tersebut. Semua agen ini tetap terintegrasi dalam suatu sistem intra-platform.
Evaluasi kinerja sistem dilakukan dengan memperhatikan delay pewaktuan, lalu lintas data, penggunaan sistem memori dan waktu CPU. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa delay tidak menjadi suatu isu yang penting, data sebesar 2400 - 22000 byte untuk sebuah komunikasi, konsumsi memori sebesar ±40 MB, dan penggunaan waktu CPU sampai dengan <40% saat sistem idle.

Agent oriented programming is a relatively new software paradigm. This approach models an application as a collection of agents that are characterized by, among other thing, autonomy, proactivity and an ability to communicate, with result that it is able to bring concepts from the theories of artificial intelligence into the mainstream realm of distributed systems. Mobile agents which apply the concept of code, state, and data mobility between networked machines, are results of these two disciplines.
In this work, an application for automation of monorail transportation system is built based on multi-agent technology. This application is developed using Java Agent DEvelopment Framework (JADE) and MySQL. JADE is one of many open source middleware platform that oriented on agent and built with Java language. MySQL is an open source relational database management system. The service is formed by communicating agents and mobile agents. Each agent is representing a main data access center (server agent), the place where passengers enter and exit (station agent) and the vehicle (train agent). A server agent and some station agents can be distributed on several computers in a local network. While the train agents move between these hosts. All the agent are still integrated in a intraplatform system.
Performance evaluation focused on the delay, data traffic, CPU time and system memory usage. Evaluation results show that delay is not an important issue, 2400 - 22000 bytes of data on a communication, memory usage is ±40 MB, and CPU time usage is up to <40% when the system is idle."
2008
S40579
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Longkutoy, John J.
Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 1989
004.1 LON p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>