Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21896 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simanjuntak, Mario J.
Depok: Universitas Indonesia, 1993
S23042
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Dewi Fatimah Budiarti
"Skripsi ini menganalisis persyaratan dan prosedur permohonan perubahan status PT. Jasa Medivest dari PT. PMA menjadi PT. PMDN. Untuk mendapatkan persetujuan perubahan status dari PT. PMA menjadi PT. PMDN dari BKPM, PT. Jasa Medivest melakukan segala tindakan yang diperlukan dan diwajibkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dan Peraturan Kepala BKPM No. 12 Tahun 2009 tentang Pedoman dan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal. Setelah diperolehnya persetujuan No. 8/1/PPM/V/PMDN/2011 diamanatkan oleh BKPM PT. Jasa Medivest diwajibkan dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak persetujuan diterbitkan untuk mengalihkan sebagian sahamnya kepada pihak lain atau PT. Jasa Medivest diwajibkan untuk mengeluarkan saham baru untuk diambil bagian oleh pihak lain sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat 5 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
This thesis analyses the requirements and procedures to submit the application for the change of status PT. Jasa Medivest from the foreign direct investment company into domestic direct investment company. For obtaining an approval of the change status of the company from BKPM, PT. Jasa Medivest have met all necessary action and required conditions in the Law No. 40 of 2007 Regarding Limited Liability, the Law No. 25 of 2007 Regarding Investment, and BKPM Regulation No. 12 of 2009 Regarding Guideline and Application Procedure of Investment. After obtaining the BKPM?s approval No. 1/8/ PPM/V/PMDN/2011, BKPM has required PT. Jasa Medivest to transfer part of the shares to another party or PT. Jasa Medivest to issue new shares to other parties within 6 (six) months in accordance with the provision of article 7 paragraph 5 Law No. 40 of 2007."
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S1973
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Universitas Indonesia, 1987
S25536
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Sari M. R.
Depok: Universitas Indonesia, 2004
S24116
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syarifah Yuli Yanthi
"Garansi Bank berdasarkan Surat Edaran Direksi Bank Indonesia No. 23/5/UKU dan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.23/88/Kep/Dir adalah merupakan suatu bentuk jaminan perkembangan dari borghtock (penanggungan utang) yang maksudnya adalah dalam garansi bank berlaku juga ketentuan - ketentuan dalam KUH Perdata yang mengatur masalah penanggungan hutang secara umum, terutama mengenai masalah akibat - akibat hukum yang timbul karena penanggungan hutang, sedangkan mengenai syarat - syarat minimum atau pedoman mengenai pelaksanaan pemberian suatu garansi bank yang lengkap, diatur dalam surat edaran tersebut diatas. Garansi bank merupakan perjanjian accessoir dari perjanjian pokok yang dibuat antara nasabah dengan pemegang garansi bank, dan garansi bank hanya dapat diterbitkan atas dasar Perjanjian Penerbitan Garansi Bank (PPGB) yang dibuat antara bank penerbit dengan pemohon garansi bank (nasabah) berdasarkan kesepakatan bersama Bank sebagai penerbit garansi bank harus meminta kontra jaminan kontra garansi dari pihak yang dijamin sesuai dengan nilai nominal garansi bank yang diterbitkan, agar apabila terjadi pengajuan klaim oleh pemegang garansi bank yang menyebabkan pencairan garansi bank, maka pihak bank masih mempunyai kontra jaminan kontra garansi yang dapat dieksekusi sebagai jaminan apabila pihak yang dijamin lalai dalam bank tersebut. Dalam tulisan ini akan dikemukakan identifikasi masalah dilihat dari segi penerbitan garansi bank dan penyelesaian garansi bank berikut analisa akibat hukuman yang timbul dari masalah tersebut dan jalan keluar penyelesaian masalahnya. Salah satu penyelesaian masalah yang dapat disimpulkan adalah pertama garansi bank sebagai salah satu perjanjian yang salah satu azasnya adalah konsensulisme dan harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk yang telah ditentukan oleh bank penerbit, harus dibuat sejelas mungkin dan serinci mungkin baik dari segi bentuk, isi, maupun penulisannya agar tidak menimbulkan salah penafsiran terhadap masing - masing pihak. Kedua apabila pemegang garansi bank mengajukan klaim atas dasar wanprestasi, maka pihak bank harus menunggu sampai ada persetujuan dari pihak yang dijamin bahwa pihaknya memang melakukan wanprestasi, dan untuk itu pihak bank wajib membayar klaim pembayaran segera setelah ada persetujuan wanprestasi dari pihak yang dijamin."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2000
S20816
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Nurwanti
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T37703
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fernando Billy Wibawa
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2009
S25320
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Marlis Bustami
"ABSTRAK
Tesis ini merupakan laporan penelitian tentang
implementasi Perusahaan Jawatan Rumah Sakit (Perjan RS)
setelah perubahan status yang mulai dilaksanakan selama
kurang lebih satu setengah tahun sejak dinyatakan efektif
pada Januari 2002. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan
informasi bagi masyarakat, pemerintah dan pengelola rumah
sakit pemerintah bahwa pelayanan kesehatan oleh rumah sakit
kepada masyarakat memerlukan jaminan ketersediaan dana yang
tepat dan cepat sehingga rumah sakit dapat memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat pasien. Permasalahan
dalam Tesis ini dilatarbelakangi oleh kebijaksanaan nasional
di bidang Keuangan Negara dan pengaruh dari perubahan
ketatanegaraan mengenai desentralisasi yang antara lain
dicirikan oleh lahirnya Undang-undang No. 20 Tahun 1997
tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (UU PNBP)dan UU No. 22
Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Pengaruh lahirnya UU
PNBP bagi Rumah Sakit Pemerintah (RS) sangat besar, yaitu
penerimaan RS yang semula dapat dikelola langsung dengan
sistem dana swadana, maka sejak era UU PNBP mengharuskan
semua•penerimaan RS tersebut disetor seluruhnya ke Kas Negara
sedangkan untuk keperluan pembiayaan RS dilakukan melalui
sistem APBN. Keadaan demikian kurang kondusif bagi
berjalannya kegiatan operasional RS secara normal, sehingga
Departemen Kesehatan mengusulkan kepada Departemen Keuangan
agar status RS diubah menjadi Perjan, sehingga terlepas dari
ketentuan UU PNBP. Landasan hukum Perjan RS menggunakan UU
yang lama yakni antara lain Indonesische Bedrijvenwet
(Staatsblad Tahun 1927 Nomor 419). Agaknya status Perjan RS
ini tidak akan berjalan lama karena UU tentang Badan Usaha
Milik Negara yang baru tidak mengakomodasikan lagi bentuk
Perjan sebagai salah satu bentuk BUMN dan secara tegas
mencabut UU yang mengatur BUMN sebelumnya. Sehubungan dengan
perkembangan terakhir tersebut adalah penting dilakukan
penyesuaian konsep baru sebagai pengganti bentuk Perjan dalam
pengelolaan RS, umpamanya dengan menggunakan bentuk Badan
Hukum Milik Negara (BHMN) yang telah digunakan juga di
lingkungan Instansi Pendidikan Tinggi dan Instansi Minyak dan Gas Bumi dewasa ini."
2003
T36529
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>