Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 489 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Naskah ini berisi daftar nama tempat dan tokoh yang terdapat dalam naskah Babad Blambangan Natadiningratan (FSUI/SJ.32) dan Babad Tawang Alun (sumber kurahg jelas). Daftar ini disusun oleh Th. Pigeaud pada tahun 1929 di Surakarta. Daftar diambil dari kata-kata yang diberi garis bawah dengan pensil merah dan biru. Naskah ini masih merupakan konsep, tulisan tangan Pigeaud sendiri. Bandingkan dengan FSUI/SJ.30-31 dan 38-40 untuk bahan-bahan onomastikon lainnya."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.41-W 69.14
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini berisi daftar nama tempat maupun tokoh yang terdapat dalam teks Babad Blambangan B, Babad Blambangan C, Babad Blambangan D, Babad Bayu (semuanya diambil dari FSUI/SJ.37); dan Babad Besuki Bandawasa (FSUI/SJ.21). Daftar ini disusun oleh R.M. Suwandi dan Th. Pigeaud pada tahun 1929 di Surakarta. Daftar diambil dari kata-kata yang diberi garis bawah dengan pensil merah dan biru."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.40-W 69.09
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini berisi daftar nama tempat maupun tokoh yang diambil dari naskah Babad Blambangan A jilid I (FSUI/SJ.36). Daftar ini disusun oleh staf Pigeaud (R.M. Suwandi?) pada tahun 1929 di Surakarta. Daftar diambil dari kata-kata yang diberi garis bawah dengan pensil merah dan biru."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.38-W 69.01
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Lanjutan FSUI/SJ.38, yaitu daftar nama tokoh dan tempat dalam Babad Blambangan Purwasastran (Babad Blambangan A jilid II). Lihat deskripsi naskah SJ.38 untuk keterangan selanjutnya."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.39-W 69.02
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Tuti Munawar
Jakarta: Museum Pusat, 1974
899.222 TUT b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah berisi salinan tiga versi Babad Blambangan, dan satu versi Babad Bayu Madura. Penyalinan dilakukan untuk Pigeaud pada tahun 1929, di Surakarta, untuk menunjang penelitiannya tentang wilayah Pasisir Jawa Timuran. Untuk keterangan umum tentang Babad Blambangan, termasuk naskah induk dari salinan ketikan ini, lihat deskripsi naskah FSUI/SJ.36. Rincian keempat bagian naskah ini sebagai berikut: (1) Babad Blambangan, versi macapat II, disalin dari Br 494. Oleh Pigeaud disebutkan Babad Blambangan B (h. 1 -60); (2) Babad Blambangan, versi prosa I, disalin dari KBG 337. Oleh Pigeaud disebutkzn Babad Blambangan C. (h.61-91); (3) Babad Blambangan, versi prosa II, disalin dari Br 453. Oleh Pigeaud disebutkan Babad Blambangan D (h.93-115, salinan ketikan, dan h.l 17-136 tulisan tangan); (4) Babad Bayu Madura, macapat, disalin dari LOr 4090 (h. 141-256). Lihat Brandes 1:136-138 untuk ringkasan, catatan, dan daftar pupuh. Babad Bayu Madura ini menceritakan tentang kerajaan Bayu yang tidak mau tunduk kepada Blambangan, Blambangan menyerang Bayu dibantu oleh Sumenep, Madura dan Kumpeni."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.37-G 22
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Purwasastra
"Naskah ini merupakan salinan dari naskah Babad Blambangan, karangan Purwasastra di Prabalingga pada tahun 1774. Disalin dari Br 448a-c oleh staf Panti Boedaja atau oleh Pigeaud sendiri (?), pada tahun 1928. Naskah salinan tersebut rupanya akan dipakai sebagai sumber data penelitian Pigeaud tentang bahasa dan budaya Jawa Timuran. Sebagian dari hasil penelitiannya tentang kebudayaan dan sejarah Balambangan dapat dilihat dalam karyanya Aanteekeningen betreffende de Javaanschen Oosthoek, (TBG 72 [1932]: 215-313). Naskah asli terdiri atas tiga jilid. Jilid I dimulai dengan cerita penyerbuan prajurit Bali ke Blambangan untuk membunuh patih Tepasana dan Sutajiwa atas perintah Wong Agung Wilis, adik dari Pangeran Patih, raja Blambangan. Cerita diakhiri dengan peperangan antara Blambangan dengan Belanda. Dalam jilid II, Blambangan berhasil ditaklukkan oleh tentara Belanda, hanya Malang yang belum berhasil ditaklukkan sehingga memaksa Gubernur Jenderal meminta bantuan kepada raja Surakarta. Jilid III berisi cerita tentang keinginan Wong Agung Wilis untuk merebut kembali Blambangan dengan dibantu prajurit Bali. Lihat Vreede 1892:119-123 dan Brandes 1893:452-462 untuk ringkasan cerita selengkapnya. Selain Babad Balambangan Purwasastran ini, masih banyak naskah lagi pada koleksi di Indonesia maupun Eropa yang memuat teks prosa atau macapat yang pada tahun 1930an. Dalam penelitian itu, Pigeaud membedakan antara lima versi Babad Balambangan. Pengelompokan di bawah dibuat berdasarkan kategorisasi Pigeaud. Bandingkan dengan disertasi Darusuprato Babad Blambangan (Universitas GadjahMada, 1984) A. Redaksi tembang macapat, karangan Purwasastra, 1774, di Prabalingga. Diwakili oleh KBG 63 (dengan salinannya Br 127 dan LOr 2185) dan Br 448. Teks Br 448 tersebut yang paling lengkap di antara salinan teks Purwasastran ini, terdiri dari 55 pupuh (belum selesai), sedangkan KBG 63 dan turunannya terputus pada pupuh 33. Lihat pula FSUI/SJ.35-36 untuk salinan lainnya. B. Redaksi tembang macapat kedua, diwakili oleh naskah Br 494 (dengan salinannya FSUI/SJ.37, h.1-60). Teks ini hanya merupakan sebuah fragmen saja, berjumlah dua pupuh. C. Redaksi prosa pertama, KBG 337 (dengan salinannya Br 384 dan FSUI/SJ.37, h.61-91). D. Redaksi prosa kedua, Br 453 (beserta salinannya FSUI/SJ.37, h.93-115), Lor 4087, dan LOr 4088. Bandingkan pula naskah PNRI/101b NBR 109, yang berisi saduran/terjemahan dalam bahasa Melayu dari KBG 337. Naskah KBG 337 telah dibuatkan salinan ketik beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia oleh Tuti Munawar tahun 1974. Salah satu salinannya dalam bentuk buku stensilan ini dapat dilihat dalam koleksi Perpustakaan Nasional RI, dengan ciri buku XXXIII, no. 69. E. Redaksi prosa ketiga, oleh Pigeaud disebutkan Babad Blambangan Natadiningratan. Lihat KBG 607 dengan salinannya FSUI/SJ.32. Daftar pupuh: (1) asmarandana; (2) pangkur; (3) dhandhanggula; (4) durma; (5) asmarandana; (6) sinom; (7) dhandhanggula; (8) asmarandana; (9) pangkur; (10) dhandhanggula; (11) sinom; (12) asmarandana; (13) sinom; (14) pangkur; (15) dhandhanggula; (16) asmarandana; (17) pangkur; (18) dhandhanggula; (19) durma; (20) pangkur; (21) asmarandana; (22) dhandhanggula; (23) asmarandana; (24) sinom; (25) asmarandana; (26) durma; (27) dhandhanggula; (28) pangkur; (29) asmarandana; (30) pangkur; (31) sinom; (32) dhandhanggula; (33) asmarandana; (34) pangkur; (35) durma; (36) pangkur; (37) asmarandana; (38) dhandhanggula; (39) durma; (40) pangkur; (41) asmarandana; (42) durma; (43) sinom; (44) kinanthi; (45) pangkur; (46) durma; (47) asmarandana; (48) girisa; (49) durma; (50) dhandhanggula; (51) pangkur; (52) sinom; (53) asmarandana; (54) dhandhanggula; (55) pangkur."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.36-G 21
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ketikan ini berisi daftar kata dialek Jawa Timur (Banyuwangi/Blambangan) berikut padanannya dalam bahasa Jawa 'baku' (dialek Surakarta), dipetik dan disalin dari naskah KBG 607 (bukan KBG 611, seperti tertera pada h.i). Penyalinan dilakukan pada tahun 1929 di Surakarta, atas perintah Pigeaud, dalam rangka mengumpulkan bahan untuk pembuatan kamus. Naskah induk berjudul Babad Balambangan, walaupun sebenarnya bukan 'babad' dalam arti biasa, melainkan merupakan uraian 'ilmiah' tentang sejarah, adat, dan bahasa Banyuwangi, dikarang oleh Bupati K.R.T.A. Natadiningrat. Lihat FSUI/SJ.32 untuk salinan KBG 607 selengkapnya."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.30-W 69.06
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini sama dengan SJ.30, h.1-4. Lihat deskripsi naskah tersebut untuk informasi selanjutnya. Naskah ini tidak dimikrofilm. Teks pada h.5 yang berbunyi 'Serat moegi kondjoek pandjenenganipoen toewan R. Mellema ingkang dadalem ing' tidak berkaitan dengan teks pokok."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.31-A 4.14
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Teks Babad Balambangan ini merupakan suatu tulisan 'ilmiah' tentang sejarah daerah Banyuwangi, yang ditulis oleh R.T.A. Natadiningrat, Bupati Banyuwangi, pada tahun 1914. Teks terdiri atas dua bagian. Menurut catatan Dr. H. Djajadiningrat dalam Notulen 57 (1919): 96-97, bagian pertama merupakan ikhtisar sejarah Balambangan dan Banyuwangi, disusun berdasarkan sumber-sumber Jawa maupun Belanda. Dalam mengarang buku ini Natadiningrat dibantu oleh Tuan T. Ottolander. Teks dimulai dengan cerita Menak Dopak, Raja Balambangan, pada tahun 1234 Jawa (1312 Masehi). Cerita Menak Jingga dan Damarwulan juga termasuk dalam teks ini. Diakhiri dengan uraian tentang beberapa peristiwa penting jaman moderen, serta nama para Bupati Banyuwangi sampai pada penulis sendiri, pada tahun 1915 Masehi. Bagian kedua, yang mungkin lebih penting dan menarik, merupakan catatan etnologis tentang masyarakat Banyuwangi beserta kebiasaan dan adatnya, sampai dengan kekhasan dialeknya. Bagian penutup berupa daftar kata dialek Banyuwangi yang sama sekali berbeda dengan padanannya dalam bahasa Jawa baku maupun bahasa Madura. Naskah ini disalin oleh Th. Pigeaud sendiri dari naskah KBG 607, pada tahun 1927. Penyalinan kemungkinan dilakukan di Surakarta. Anehnya, walaupun naskah babon ditulis dengan huruf Latin, namun di dalam salinannya Pigeaud memakai aksara Jawa. Pada tahun 1929, staf Pigeaud mengadakan penyalinan bagian teks yang ada kaitan dengan dialek dan bahasa (h.23-37). Salinan beraksara Latin tersebut akan dipakai sebagai bahan penyusunan kamus Jawa baru. Lihat FSUI/SJ.30, 31, dan 32 untuk salinannya. Masih berkaitan dengan pembuatan kamus tersebut, pada bagian sebelah kiri terdapat kata-kata beraksara Latin yang merupakan alih aksara dari kata-kata berak-sara Jawa yang digarisbawahi Pigeaud, yaitu untuk nama-nama tempat dan nama-nama tokoh yang terdapat dalam naskah. Nama-nama ini dikumpulkan untuk pembuatan buku onomastikon, yaitu indeks nama tokoh dan tempat yang ditemukan dalam teks-teks Jawa. Sayang sekali bahwa indeks nama itu tidak pernah rampung, dan penelitian Pigeaud banyak yang mubasir karena pendudukan Jepang dan hilangnya arsip Pigeaud."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.32-HA 22
Naskah  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>