Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23460 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Widdyharto
"Skripsi ini membahas tentang Perancangan sebuah alat transportasi publik berupa sepeda. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah produk jadi alat transportasi publik yang ramah lingkungan, hemat bahan bakar, hemat biaya, sehat, dan menjawab permasalahan kemacetan dan polusi transportasi. Sepeda ini dilengkapi dengan motor bertenaga listrik. Tidak hanya itu saja. Sepeda ini juga dilengkapi pengendali kecepatan otomatis. Dengan membaca kecepatan dari perputaran roda dan membaca berat pengendara lalu Otak dari pengendalian kecepatan otomatis menggunakan mikro kontroller ini memberikan solusi kecepatan yang otomatis dan stabil. Sistem ini mampu mengendalikan kecepatan motor listrik sederhana. Adapun bahan sumber energinya menggunakan battery liquid acid atau sel basah sel Volta atau ramah disebut accu basah. Menggunakan 12 volt 45 Ampere diharapkan cukup untuk untuk memberi pasokan energi untuk 10 jam nonstop. Sistem pengisian utama menggunakan sistem charging power supply dari jala-jala PLN dan sebagai pelengkap di pasang generator kecil pada posisi ban sepeda. Saat sepeda bergerak dengan tenaga manusia motor listrik tidak bergerak dan roda belakang sepeda bergerak. Dan saat motor listrik bergerak pedal sepeda tidak bergerak dan roda belekang bergerak. Dan dilengkapi dengan sistem pengisian tenaga matahari menggunakan solar cell.

This scribs works through about scheme one public transportation tool as bicycle. To the effect of observational it is result one product becomes public transportation tool that environmentally-friendly, penny wise fuel, cost-effective, healthy, and answering about problem stalemated and transportation pollution. Motor provedes with this bicycle gets electric power. Not only it just. This bicycle also furnished auto speed controller. With read speed of wheels rotation and reads rider then Brain weight of auto speed operation utilize micro kontroller this give auto speed solution and stable. Device this have to's analogue port digital internal. Having sizable memory. And another excesses. Its system utilize simple operation method. This system can restrain simple electric motor speed. There is source material even its energy utilizes battery liquid acid or voltaic cell wet cell or court was called by accu wet. Utilize 12 volt 45 Ampere are expected last to give energy supply for lO nonstop's hours. Main inlay system utilize charging power supply's system from jalajala PLN and as auxiliary as at little generator tide on course cycle tyre. While is moving bicycle with electric motor manpower unmovable and bicycle back wheel moves. And while electric motor moves unmovable bicycle pedal and wheeled belekang moves. And proveded with by solar power inlay system utilize cell's diesel fuel."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S29490
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Ansory
"Electrical Impedance Tomography EIT adalah metode pencitraan yang mampu memperkirakan distribusi impedansi listrik di bagian dalam objek. Sistem EIT yang dibuat lebih sederhana dan portabel berbasis Mikrokontroler dan menggunakan 32 elektroda. Dari pasangan elektroda diinjeksikan arus bolak-balik 3 mA dan diukur beda voltase pada pasangan elektroda lain. Data pengukuran voltase dikirim ke MATLAB dan software EIDORS, data tersebut akan direkonstruksi menjadi citra objek dua dimensi. Objek dengan ukuran 4 cm2 atau lebih dapat direkonstruksi oleh sistem EIT dengan noise citra skala normal. Posisi objek dicitrakan cukup akurat dengan pergeseran rata-rata sebesar 0,69 cm namun luas objek belum dapat dicitrakan dengan akurat. Keakurasian citra objek lebih besar ketika letak objek dekat dengan elektroda, ukuran objek besar, dan diinjeksikan arus dengan frekuensi 100KHz dan 200KHz.

Electrical Impedance Tomography EIT is an imaging method that is able to estimate electrical impedance distribution inside of an object. EIT system is developed by using 32 electrodes and microcontroller based. From a pair of electrodes, sinusiodal curent 3mA is injected and diffrence voltage of another pair of electrodes is measured. Voltage measurement datas is sent to MATLAB and EIDORS software, the data is used to reconstruct two dimensions image. An Object size of 4 cm2 or more can be recontructed by EIT system with normal noise. Object position is high accurately reconstructed with mean displacement 0.69 cm but object area cannot be accurately reconstructed. Object rsquo s image more accurate when object rsquo s position closer to electrodes, bigger object rsquo s size, and current injected with frequency 100 KHz and 200KHz."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
T46853
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Marchelino Whiancahya
"Sumber energi listrik, seperti baterai, saat ini sedang banyak dibutuhkan untuk keperluan industri seiring dengan tren industri global menuju elektrifikasi. Pada proses riset dan pengembangannya, baterai perlu diuji terlebih dahulu untuk memastikan kinerja operasionalnya dan menentukan spesifikasinya. Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membangun sistem electronic load yang berfungsi sebagai beban untuk mendisipasi daya dari sebuah sumber energi listrik, seperti baterai untuk keperluan pengujian. Electronic load dirancang menggunakan dua MOSFET IRFP4668 (MOSFET) yang dikonfigurasikan secara paralel. Masing-masing MOSFET mampu mengontrol arus hingga 30A pada beban. MOSFET dihubungkan dengan heatsink dan blower untuk meminimalisasi energi panas yang dihasilkan pada saat mendisipasikan daya agar temperatur MOSFET tetap stabil di bawah 80°C. Mikrokontroler ATMega328 dihubungkan ke PC melalui komunikasi serial dan diprogram dengan BASCOM AVR. Pemrograman ini dilakukan untuk mengatur arus yang diinginkan (arus referensi) dan menghasilkan output berupa sinyal PWM untuk mengontrol gate MOSFET agar arus yang mengalir bernilai konstan. Shunt resistor 100A/75mV digunakan sebagai sensor arus untuk mendeteksi arus yang mengalir dan mengubahnya menjadi sinyal tegangan. Sinyal tegangan yang jatuh pada shunt resistor ini dikuatkan kembali melalui instrument amplifier AD620 agar sinyal tersebut memiliki nilai yang sesuai untuk dijadikan input ke 10-bit ADC mikrokontroler. Sistem membandingkan dan menyesuaikan arus yang mengalir agar memiliki nilai yang sama dan konstan dengan arus referensi. Sistem electronic load yang dirancang mampu menunjukkan kinerja operasional sumber energi listrik dengan parameter seperti tegangan sumber (V), daya yang terdisipasi (W), energi yang terdisipasi (J), temperatur MOSFET (°C), arus yang mengalir pada beban (A), dan arus referensi (A).

Electrical energy sources, such as batteries, are currently in high demand for industrial purposes in line with the global industry trend towards electrification. During the research and development process, batteries need to be tested to ensure their operational performance and specifications. This research aims to design and develop an electronic load system that can be used as a load to dissipate power from an electrical energy source, such as a battery for testing purposes. The electronic load is designed using two IRFP4668 MOSFETs configured in parallel. Each MOSFET can control currents up to 30A under load. Th MOSFETs are connected to a heatsink and blower to minimize the heat energy generated during power dissipation to keep the MOSFET temperature stable below 80°C. An ATMega328 microcontroller is connected to a PC via serial communication and programmed with BASCOM AVR. This programming is done to set the desired current (reference current) and generate PWM signals to control the MOSFET gate to ensure a constant flowing current. A 100A/75mV shunt resistor is used as a current sensor to detect the flowing current and convert it into a voltage signal. The voltage signal across this shunt resistor is then amplified through an AD620 instrumentation amplifier to ensure the signal is suitable for input to the microcontroller's 10-bit ADC. The system compares and adjusts the flowing current to match and maintain a constant value with the reference current. The designed electronic load system is capable of demonstrating the operational performance of the electrical energy source, showing parameters such as voltage (V), consumed power (W), consumed energy (J), MOSFET temperature (°C), current flowing through the load (A), and reference current (A)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marchelino Whiancahya
"Sumber energi listrik, seperti baterai, saat ini sedang banyak dibutuhkan untuk keperluan industri seiring dengan tren industri global menuju elektrifikasi. Pada proses riset dan pengembangannya, baterai perlu diuji terlebih dahulu untuk memastikan kinerja operasionalnya dan menentukan spesifikasinya. Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membangun sistem electronic load yang berfungsi sebagai beban untuk mendisipasi daya dari sebuah sumber energi listrik, seperti baterai untuk keperluan pengujian. Electronic load dirancang menggunakan dua MOSFET IRFP4668 (MOSFET) yang dikonfigurasikan secara paralel. Masing-masing MOSFET mampu mengontrol arus hingga 30A pada beban. MOSFET dihubungkan dengan heatsink dan blower untuk meminimalisasi energi panas yang dihasilkan pada saat mendisipasikan daya agar temperatur MOSFET tetap stabil di bawah 80°C. Mikrokontroler ATMega328 dihubungkan ke PC melalui komunikasi serial dan diprogram dengan BASCOM AVR. Pemrograman ini dilakukan untuk mengatur arus yang diinginkan (arus referensi) dan menghasilkan output berupa sinyal PWM untuk mengontrol gate MOSFET agar arus yang mengalir bernilai konstan. Shunt resistor 100A/75mV digunakan sebagai sensor arus untuk mendeteksi arus yang mengalir dan mengubahnya menjadi sinyal tegangan. Sinyal tegangan yang jatuh pada shunt resistor ini dikuatkan kembali melalui instrument amplifier AD620 agar sinyal tersebut memiliki nilai yang sesuai untuk dijadikan input ke 10-bit ADC mikrokontroler. Sistem membandingkan dan menyesuaikan arus yang mengalir agar memiliki nilai yang sama dan konstan dengan arus referensi. Sistem electronic load yang dirancang mampu menunjukkan kinerja operasional sumber energi listrik dengan parameter seperti tegangan sumber (V), daya yang terdisipasi (W), energi yang terdisipasi (J), temperatur MOSFET (°C), arus yang mengalir pada beban (A), dan arus referensi (A).

Electrical energy sources, such as batteries, are currently in high demand for industrial purposes in line with the global industry trend towards electrification. During the research and development process, batteries need to be tested to ensure their operational performance and specifications. This research aims to design and develop an electronic load system that can be used as a load to dissipate power from an electrical energy source, such as a battery for testing purposes. The electronic load is designed using two IRFP4668 MOSFETs configured in parallel. Each MOSFET can control currents up to 30A under load. Th MOSFETs are connected to a heatsink and blower to minimize the heat energy generated during power dissipation to keep the MOSFET temperature stable below 80°C. An ATMega328 microcontroller is connected to a PC via serial communication and programmed with BASCOM AVR. This programming is done to set the desired current (reference current) and generate PWM signals to control the MOSFET gate to ensure a constant flowing current. A 100A/75mV shunt resistor is used as a current sensor to detect the flowing current and convert it into a voltage signal. The voltage signal across this shunt resistor is then amplified through an AD620 instrumentation amplifier to ensure the signal is suitable for input to the microcontroller's 10-bit ADC. The system compares and adjusts the flowing current to match and maintain a constant value with the reference current. The designed electronic load system is capable of demonstrating the operational performance of the electrical energy source, showing parameters such as voltage (V), consumed power (W), consumed energy (J), MOSFET temperature (°C), current flowing through the load (A), and reference current (A)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
La Ode Husein ZT
"Sistem instrumentasi telah dibuat untuk pengujian material beton konduktif dengan menggunakan metoda empat elektroda. Sistem ini dapat mengukur resistivitas material dari pengaruh variabel tegangan-injeksi dan perubahan temperatur dalam reaktor karakterisasi, serta lamanya durasi proses karakterisasi material. Sistem ini menggunakan sensor arus listrik ACS-172, sensor suhu DS-1820 untuk mengukur suhu material, sensor SHT-11 untuk mengukur suhu dan kelembaban reaktor karakterisasi material, dan sistem DS-1307 RTC (Real -Time Clock) sistem pewaktu dan referensi untuk mengendalikan lamanya pengujian dari material. Sistem instrumentasi memiliki reaktor pemanas untuk sampel materi, serta menggunakan AVR-ATMEGA-128 sebagai pengendali, dan juga memiliki antarmuka komputer yang terhubung dengan NI-LabVIEW berbasis “Resistivity dan Analyzer Meter”. Sistem ini dapat dioperasikan dalam dua pilihan, otomatis dan manual.

Instrumentation System for testing of conductive concrete material using four-electrode method has been built. The system can measure material resistivity under the influence of variable voltage-injection, temperature changing in the characterization reactor, as well as the duration of the material characterization. The system uses an ACS-172 electrical current sensor, a DS-1820 temperature sensor to measure the temperature of the material, a SHT-11 sensor to measure the temperature and humidity of the material characterization reactor, and a DS-1307 RTC (Real-Time Clock) system for timing system and reference for controlling the duration of the material testing. This instrumentation system which has a heating reactor for the material sample, uses AVR-ATMEGA 128 as the controller, and also has an computer interface to connect with NI-LabVIEW based “Resistivity and Conductivity Meter Analyzer”. This system can be operated in dual-mode, that is automatic and manual mode. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S43921
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shepta Dh
"Sistem pengukur efisiensi sel Peltier berbasis mikrokontroler telah selesai dibuat. Sistem ini menggunakan prinsip kerja dari efek Seebeck dan efek Peltier. Dalam hal ini diterapkan teknologi termoelektrik dengan menggunakan bahan semikonduktor yaitu Sel Peltier. Sel Peltier akan bekerja ketika terjadi perbedaan temperatur di antara ujung sel dan menghasilkan arus listrik. Sistem ini menggunakan Heater 120 watt yang berfungsi sebagai sistem pemanas pada sistem, daya pada heater diatur dengan menggunakan PWM. Sistem ini juga menggunakan sistem pendingin yang dijaga konstan. Adanya perbedaan suhu pada sistem akan dibaca oleh sensor temperatur DS1820. Seluruh sistem dihubungkan pada komputer oleh mikrokontroler memalui kabel serial RS232. Semua hasil pengukuran ditampilkan pada LCD text dan monitoring komputer dengan menggunakan software LabVIEW. Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai efisiensi yang terukur merupakan hasil perbandingan antara daya output sel Peltier dan daya input heater.

The Efficiency Measurement System of Peltier Cell Based on Microcontroller has been designed. The system uses Seebeck effect and Peltier effect principles that is implemented by semiconductor-based thermoelectric technology. Peltier cell will work, that is generating electrical current, when the end plates of Peltier cell have a temperature difference. This sistem uses controllable 120W electrical heater that can be set by PWM method. Moreover, this sistem has also uses a cooling system to keep in a fixed temperature. The temperature difference will be read the DS1820 temperature sensor. The entire system is connected to a computer using RS232 communication cable. All measurement results acquaired by the system will be displayed on LCD text and monitoring computer using LabVIEW program. According to the conducted experiment,the measured efficiency which is the ratio of Peltier cell output power and heater input power, depends on the Peltier cell temperature difference."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S45675
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Yusuf Fakhri
"Interferometer Michelson merupakan alat optik yang biasa digunakan untuk mengukur panjang gelombang cahaya dan indeks bias medium. Dalam pengukurannya, kita biasa menjumpai kesulitan dalam menggeser cermin serta mengamati perubahan pola terang gelap. Untuk mengatasinya, dibuatlah suatu sistem penggeser cermin yang dikendalikan mikrokontroller. Pergeseran dengan mikrometer sekrup, yang dikendalikan dengan motor DC, masih menunjukkan pergeseran dengan ketelitian 1μm. Untuk mengatasinya, sistem pergeseran memanfaatkan pemuaian logam untuk menggeser cermin. Penelitian ini menunjukkan dua sistem pergeseran cermin, yaitu model motor DC dan model pemuaian logam, masing-masing model ini akan dibandingkan. Untuk mengamati perubahan pola terang dan gelap digunakan sensor cahaya fotodioda. Model motor DC unggul pada kecepatan pengambilan data, sehingga sistem ini mampu mendeteksi perubahan terang gelap (sebagai jumlah cacahan) sebanyak 10564 dalam satu detik.
Model pemuaian logam menggunakan sensor temperatur (LM35) untuk mengukur temperatur logam yang dipanaskan dan menghitung pemuainnya sebagai pergeseran cermin. Model ini dapat menggeserkan cermin dengan ketelitian alat ukur mencapai 0,085 μm, dimana resolusi ini berasal dari temperatur yang dideteksi LM35. Kedua model ini masih memiliki kelemahan saat benda digunakan pada percobaan interferometer michelson. Model motor DC masih memiliki kelemahan pada bagian mekaniknya, sehingga model ini masih sulit untuk menggeserkan cermin pada kecepatan dibawah 3,35mm/s. Untuk model pemuaian logam, alat masih belum memiliki resolusi yang cukup baik pada satu cacahan perubahan pola terang gelap pusat.

Michelson interferometer is an optical instrument that used to measure wavelengths of light and index of refraction. In the moment of measurement, we always encounter difficulties to move the moveable mirror and observe the changing of the center dark-light patterns. So, the system to move mirror that controlled by microcontroller is created. To move the mirror use micrometer screw, which is controlled by a DC motor, still shows a shift with 1μm of resolution. The movement system is utilizing the metal expansion to move the mirror. This experiment demonstrate two of the movement system, the DC motor model and metal expansion model, each of these models will be compared. To observe the changing patterns of light and dark, photodiode sensor is used. DC motor model excel at the speed of data retrieval, so the system is capable of detecting changes dark-light patterns (as counter) as much as 10564 data in one second.
Metal expansion model is using a temperature sensor (LM35) for measuring the temperatur of heated metal and calculate the expansion as the movement of mirror. This model can move the mirror with instrument resolution reached 0.085 μm, where the resolution is derived from the detected temperature of the LM35. Both of these models have limitations when used in the experiment of Michelson interferometer. DC motor model still has a weakness in the mechanics, so the model is still difficult to move the mirror at speeds below 3.35 mm/s. For metal expansion model, the tool does not yet have good enough resolution at one counter as changing of the center of dark-light patterns.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S46988
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Farhan
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara absorbansi terhadap perubahan temperatur. Pada penelitian ini menggunakan beberapa sampel cairan dengan viskositas yang berbeda dan setiap cairan dikenakan perubahan temperatur yang bertujuan untuk merubah viskositas cairan. Proses pengukuran absorbansi menggunakan metode melewatkan cahaya yang terukur intensitasnya dan dilewatkan pada media sampel yang terukur jaraknya dan mengukur cahaya setelah melewati sampel. Untuk mengetahui intensitas cahaya yang masuk ke dalam media pengujian memanfaatkan beam splitter 50%. Perbandingan logaritmik intensitas cahaya yang masuk ke dalam sample dan intensitas cahaya yang keluar akan menjadi nilai absorbansi. Penelitian ini menggunakan beberapa cairan dengan viskositas awal yang berbeda dan setiap cairan dilakukan perubahan temperatur. Penelitian ini menguji beberapa jenis cairan dengan viskositas awal yang berbeda dan memperhatikan perubahan absorbansi seiring dengan peningkatan temperatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan warna cairan berpengaruh signifikan terhadap nilai absorbansi yang terukur. Penggunaan jenis cairan yang berbeda juga berpengaruh terhadap hasil pengukuran absorbansi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih lanjut mengenai karakteristik optik cairan dalam kaitannya dengan viskositas dan temperatur. Hasil pengujian menghasilkan nilai absorbansi yang berbeda-berbeda berdasarkan sinar laser yang digunakan dan variasi viskositas oli yang digunakan. Pada sinar warna merah peningkatan nilai absorbansi terjadi bervariasi yaitu 0.4, 0.9, dan 0.5. Pada sinar hijau sebesar 0.09, 0.6, dan 0.4. Pada sinar biru sebesar 0.08, 0.8, dan 0.7.

This research aims to examine the relationship between absorbance and temperature changes. The research uses several liquid samples with different viscosities, and each liquid is subjected to temperature changes intended to alter the viscosity of the liquid. The absorbance measurement process involves passing light, whose intensity is measured, through the sample medium with a measured distance and then measuring the light after it passes through the sample. To determine the intensity of light entering the test medium, a 50% beam splitter is utilized. The logarithmic ratio of the light intensity entering the sample to the light intensity exiting the sample will be the absorbance value.This study uses several liquids with different initial viscosities and subjects each liquid to temperature changes. The research tests several types of liquids with different initial viscosities and observes the changes in absorbance as the temperature increases. The results indicate that changes in the color of the liquid significantly affect the measured absorbance values. The use of different types of liquids also influences the absorbance measurement results. These findings are expected to contribute to a further understanding of the optical characteristics of liquids in relation to viscosity and temperature.The testing results show varying absorbance values based on the laser light used and the variations in oil viscosity. For red light, the absorbance increases by 0.4, 0.9, and 0.5. For green light, the increases are 0.09, 0.6, and 0.4. For blue light, the increases are 0.08, 0.8, and 0.7."
Depok: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aliviawan Faiz Akbar
"Sistem penyimpanan energi berbasis baterai ion litium berskala besar semakin banyak digunakan. Penggunaan baterai dalam skala besar memerlukan mekanisme proteksi yang andal untuk mencegah terjadinya thermal runaway yang dipicu oleh perlakuan tidak tepat pada sel baterai. Proteksi pada sel baterai dapat dilakukan dengan memantau dan mengendalikan interaksi antara sel baterai dengan beban. Proteksi pada sel baterai dilakukan dengan menggunakan battery management sytem. Pemanfaatan kapabilitas mikrokontroler bersamaan dengan integrated circuit LTC6802-2 dapat diimplemetasikan untuk menjalankan fungsi dasar battery management system. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan dan pengimplementasian battery management system. Penelitian dilakukan untuk menentukan nilai kesalahan relatif dari sensor tegangan, arus, dan suhu. Dilakukan pengujian untuk mengetahui tingkat keandalan battery management system dalam melakukan proteksi terhadap kondisi overcurrent, overheat, undervoltage, dan overvoltage. Berdasarkan hasil percobaan, didapat nilai rata-rata kesalahan relatif sebesar 0,062% untuk parameter tegangan, 1,488% untuk parameter arus, dan 7,738% untuk parameter suhu.

Large-scale lithium ion battery-based energy storage systems are widely being used. The use of batteries on a large scale requires a reliable protection mechanism to prevent thermal runaway that is triggered by improper treatment of battery cells. Protection of the battery cell can be done by monitoring and controlling the interaction between the battery cell and the load. Protection of the battery cell is done by using a battery management system. Utilization of microcontroller capabilities together with LTC6802-2 integrated circuits can be implemented to carry out the basic functions of the battery management system. In this research, a battery management system is designed and implemented. The study was conducted to determine the relative error value of the voltage, current and temperature sensors. Tests are carried out to determine the level of reliability of the battery management system in protecting against overcurrent, overheat, undervoltage, and overvoltage conditions. Based on the experimental results, the average relative error value of 0,062% for the voltage parameter, 1,488% for the current parameter, and 7,738% for the temperature parameter."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>