Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57074 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nursanti
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2008
S32955
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Harno Nurdin Syah
"Dalam rangka menunjang program pemerintah mengenai penyediaan listrik bagi penduduk yang tidak terjangkau PLN dan mendukung pendirian pabrik sel surya di Indonesia, telah dilakukan penelitian penumbuhan kristal poli CuInSez, Penumbuhan bahan semikonduktor temary compounds AIBmCC"` seperti CuInSe2 dapat dibuat dengan menggunakan tungku sederhana model vertikal dengan temperatur zona tunggal, dimana sebelumya tungku tersebut telah mengalami modifikasi dan kalibrasi. Sebagai hasil dari modifikasi dan kalibrasi tersebut diperoleh suatu tungku vertikal temperatur zona tunggal yang layak digunakan untuk proses penumbuhan kristal poli CulnSe2. Dengan metoda tersebut dapat diperoleh ingot kristal poli CuInSe2 yang cukup bagus.
Karakterisasi orientasi struktur kristal telah dilakukan terhadap ingot kristal poli Cu1nSe, ini, dimana ingot diiris menjadi beberapa buah wafer dengan ketebalan 2 mm dan diameter 13 mm. Dari ingot yang diperoleh dengan panjang 35 mm ini diambil 5 buah wafer untuk kepertuan karakterisasi (2 dari bagian atas, 2 dari bagian tengah dan 1 dari bagian bawah). Kelima buah wafer ini masing-masing dikarakterisasi dengan menggunakan - difraktometer sinar-x yang berada di RATAN - Serpong, dimana setelah dilakukan analisa dan perhitungan hasilnya sesuai dengan referensi yang aria. Berdasarkan data pola difraksi sinar-x, puncak-puncak yang muncul untuk CuInSe2 menunjukkan orientasi dari bidang kristal : (112), (103), (211), (105, 313), (204, 220), (116, 312), (305, 323) dan (316, 332). Sedangkan parameter kisi rata-ratanya adalah : a = b = 5,7822 A° ; c = 11,5928 A° dan c = 2,0049, dimana parameter kisi seperti itu adalah chalcopyrite.

To support the government program about the electric available for the people in the village is not coverage by PLN and to support the built up of solar cells factory in Indonesia, the research about grow of poly crystals CuInSer were to do. To grow materials of ternary compounds semiconductor AIBut2 I such as CuInSe2, can be made using the simple vertical single zone tempereture furnace which has previously been modified and calibrated. As a result of the above modifications and calibration, a single zone temperatur furnace can be obtained. It can then be used to grow the poly crystal CuInSe2 which this method will results a good ingot of poly crystal CuInSe2.
Characterization of the structural orientation has been made for the CulnSe2 ingot of crystal poly by slicing the ingot into five wafers with 2 mm thickness and 13 mm its diameter From the resulting ingot with 35mm in length, was obtained five wafers for the purpose of characterization (2 from the top portion, 2 from the middle and 1 from the bottom). All of these wafers were characterized using x-ray difiractometer located in BATAN - Serpong. It was found from the calculation and analysis that the result was satisfactory. According to the result of x-ray diffraction data patern, the peaks of CuInSez which founded is an orientation of the crystal fields; (112), (103), (211), (105, 313), (204, 220), (116, 312), (305, 323) and (316, 332). And the lattice parameters of CulnSe2 are : a = b = 5,7822 A° ; c = 11,5928 A° and c = 2,0049, which is the lattice parameter like that is chalcopyrite.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Etty Wahjuniati
"Telah dilakukan penumbuhan polikristal A1B111Cv12 untuk senyawa ternary AgInSe2 menggunakan tungku sederhana model vertikal dengan temperatur zona tunggal yang telah dimodifikasi. Sifat-sifat polikristal yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan XRF, XRD dan SEM/EDX masing-masing untuk komposisi, struktur kristal dan struktur mikronya. Difraktogram sinar-X yang dianalisis menggunakaan paket program kristalografi GSAS memperlihatkan bahwaAglnSe2 dengan group ruang 142d merupakan fasa utama dengan parameter kisi a dan c masing-masingnya 6, 1234 A dan 11,7200 A dengan struktur kristal I Center Tetragonal (Chalcopyrite) Selain fasa utama, juga terdapat fasa lain yaitu AglnsSee dengan group ruang P42m dan Se dengan group ruang P3121. Hasil dari XRD ini sesuai dengan data yang didapat dari XRF dan SEM/EDX. Hal ini memberikan arti bahwa tungku sederhana model vertical dengan temperatur zona tunggal yang telah dimodifikasi tersebut bisa digunakan untuk penumbuhan polikristal AgInSe2 akan tetapi untuk mendapatkan fasa tunggal AglnSe2 tungku tersebut perlu lebih disempurnakan.

The growing of polycrystals A1B111C2 vr for ternary compounds of AglnSe2 by using modified simple vertical single zone temperature furnace has been carried out. The properties of obtained polycrystals were then characterized by XRF, XRD and SEM/EDX for composition, crystal structure and microstructure respectively. X-ray diffractogram, which have been analysed by using crystallographic software Q_ackage GSAS, showed that AglnSe2 was the main phase with the space group 142d and lattice parameters a and c of 6, 1234 A and 11 , 7200 6 respectively. The other coexisting phases as AglnsSea with the space group P42m and Se with the space group P3121 , however, were also identified. These phases were in agreement with compositional and microstructural analysis obtained by XRF and SEM/EDX. The results imply that the modified simple vertical single zone temperature furnace can be used to grow polycrystals AglnSe2, yet to obtain single phase of AglnSe2, the furnace needs to be improved.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2001
T39954
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lulu Restiana
"Ibuprofen merupakan obat nonsteroid dan anti inflamasi yang digunakan untuk meredakan rematik.Ibuprofen harus dikonsumsi berulang kali untuk mendapatkan dosis yang sesuai sehingga kemampuan obat menjadi efektif. Konsumsi ibuprofen yang terus menerus ini menyebabkan efek yang merugikan karena dapat, mengiritasi lambung. Sistem pengantaran obat dengan pelepasan terkendali dapat menjadi solusi untuk mengurangi efek yang merugikan dari ibuprofen. Pengantaran obat dengan pelepasan terkendali ini dilakukan dengan proses mikroenkapsulasi obat menggunakan polimer biodegradable yang nontoksik di dalam tubuh. Penelitian ini menggunakan kitosan dan polikaprolakton (PCL) sebagai dinding mikrokapsul ibuprofen.Penelitian ini menggunakan variasi komposisi. Pada penelitian ini, dihasilkan enkapsulasi yang paling terbesar terdapat pada komposisi kitosan/PCL 60:40 dengan persen sebesar 74,36%. Uji disolusi menyatakan bahwa pada pH 1,3 pelepasan ibuprofen lebih kecil dibandingkan pada pH 7,4. Hal ini karena pada pH 1,3, kitosan mengalami swelling. Pengamatan dengan SEM memperlihatkan bahwa pelepasan terjadi karena proses difusi.

Ibuprofen is a nonsteroidal and anti-inflamatory drug (NSAID) for rheumatic disease that must be consumed frequently to get the terapheutic effect. This frequently consumsion cause the bad effect because thedrug can iritate the stomach. Controlled drug delivery system can be the solution to minimalize the bad effect of ibuprofen. The controlled drug delivery system is processed by microencapsulation the drug with the biodegradable and nontoxic polymer. This experiment, use chitosan and polikaprolactone (PCL) as the wall of ibuprofen microcapsules. The variation of this study is the differences of chitosan and PCL composition. The result is the best encapsulasion occurred in chitosan/PCL 60:40 with the exact number 74,36%. The dissolution test tells that in pH 1,3 the released of ibuprofen is significantly less than in pH 7,4 because in the acidic condition chitosan do the swelling. The observation with SEM shows that the released occured because of the diffusion of the drug."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S45648
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Oki Julita Sari
"Bentuk (habit) dan struktur kristal dapat mempengaruhi sifat fisik maupun sifat farmasetik suatu senyawa obat. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan dan karakterisasi kristal parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bentuk kristal parasetamol dari berbagai metode dan pelarut dan mengetahui pengaruh bentuk kristal terhadap sifat fisika kimia dan sifat fungsional kristal tersebut. Sifat fisika kristal dikarakterisasi menggunakan metode scanning electron microscopy, powder X-ray diffractometry dan differential scanning calorimetry. Karakterisasi sifat fungsional meliputi sifat alir serbuk dan profil disolusi. Dari kedua metode dan ketiga pelarut dihasilkan sembilan bentuk serbuk kristal berwarna putih. Secara mikroskopik kristal hasil kristalisasi mempunyai bentuk kristal berupa prisma dan lempeng. Kristal hasil kristalisasi mempunyai nilai indeks kompresibilitas, sudut istirahat dan laju alir yang lebih kecil dibandingkan kristal bahan baku. Kristal hasil kristalisasi mempunyai profil disolusi yang sama dengan kristal bahan baku. Kristal hasil kristalisasi mempunyai struktur kristal dan sifat termal yang sama dengan kristal bahan baku. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa dari kedua metode dan ketiga pelarut telah dihasilkan kristal parasetamol dengan sifat alir yang baik.

The habit and structure of the crystal can affect a physical and pharmaceutical propreties of drug. Several crystal form of paracetamol were prepared and characterized in this study. The aims of this study were to find out a crystal form of paracetamol from various methods of crystallization and solvent, and to investigate the effect of that form on physical and functional properties. Crystals were prepared from ethanolic, methanolic and acetonic solution and obtained from cooling and evaporation method. Scanning electron microscopy, powder X-ray diffractometry and differential scanning calorimetry were used to characterize the physical properties of crystal. Powder flow and dissolution study were used to investigate the functional properties of crystal. There are nine white crystalline powders that produced from two crystallization method and three solvent in this study. Microscopically, the crystals have prismatic and plate habit. The compressibility index, reposed angle and powder flow rate of the crystals are smaller than a raw material crystal. The crystals and the raw material crystal have similar dissolution profile, crystal structure and termal properties. The conclusion is that almost crystalline powders that are produced in this experiment perform high flowability property."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2008
S32960
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
M. Zainul Asrori
"Telah dilakukan pengamatan terhadap perubahan konduktivitas listrik akibat pemanasan pada Polianilin ( PANT ) yang diperoleh dari hasil polimerisasi Anilin dengan doping asam kuat H2SO4. HO, HCIO4 dan inisiator Amonium Peroksidisulfat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konduktivitas listrik PANT tergantung pada suhu dan lamanya pemanasan. Pada PANT dengan doping H2SO4 konduktivitas mulai turun drastis pada suhu 200 °C dan pada PAM dengan doping HCI konduktivitas listrik mulai turun pada suhu 120 °C. Sedangkan PANT yang diberi doping HCIO4 konduktivitas listriknya cukup stabil sampai suhu 150 °C. Penurunan konduktivitas listrik ini berkaitan dengan semakin meningkatnya fasa amoif pada PANT setelah dipanasakan. Analisis selanjutnya memperlihatkan korelasi yang konsisten antara turunnya konduktivitas listrik dengan meningkatnya fasa amoif dan lepasnya anion pada PAM yang bersangkutan."
Depok: Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Arslan
"ABSTRAK
Telah dilakukan suatu studi pembuatan partikular komposit AlMgSil/SiC atau Al(6061)/SiC dan partikular komposit Al/SiC atau Al(1100)/SiC dengan menggunakan metode metalurgi serbuk dan proses solid-state sintering, dengan cara menambahkan serbuk silikon karbida (SiC) mulai dari 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% berat kedalam serbuk alumunium magnesium silikon (AlMgSil) atau paduan A1(6061) dan serbuk alumunium murni atau paduan Al(1100). Dengan pemberian tekanan 300 kg/cm' dan 400 kg/cm' pada alat pres, disinter pada temperatur 590°C yang ditahan pada temperatur tersebut selama 1 jam dan dituakan pada temperatur penuaan/aging 170°C selama 12 jam. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa partikular komposit AlMgSi IISiC atau A1(6061)1SiC memiliki densitas yang lebih rendah dengan tingkat kekerasan yang lebih tinggi dihandingkan dengan partikular komposit AI/SiC atau A1(1100)ISiC memiliki densitas yang lebih tinggi dan tingkat kekerasan lebih rendah. Penelitian ini dilakukan di PPSM BATAN Serpong dan di Lab. Keramik P3FT-LIPI Serpong.

ABSTRACT
A Study On The Synthesis And Charachterisation Of Al(6061)/Sic Particulate Composite
A Study on the synthesis of AlMgSil/SiC or Al(6061)/SiC particulate composite and Al/SiC or Al(1 100)ISiC particulate composite has been carried out with addition 0%, 5%, 10%, 15% and 20% weight of SiC to AI(6061) powder and to Al(1100) powder. Powder metallurgy technique is used with solid-state sintering process. The pressing pressure for making these composite are 300 kg/cm' and 400 kg/cm', sintering temperature at 590°C which is holded along 1 hour and age at temperature 170 °C along 12 hour. The result of this research is that the Al(6061)/SiC particulate composite has lower density and higher hardness grade compare to Al(1100)ISiC which has higher density and lower hardness grade. This research carry out in FPSM-RATAN and Ceramic Lab. of P3FT-LIPI Serpong."
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indrawati
"Karet alam merupakan produk ekspor yang sangat penting dan Indonesia merupakan negara kedua terbesar penghasil karet alam setelah Thailand. Karet alam termasuk contoh polimer alam, yang dihasilkan dari tanaman Hevea brasiliensis. Karet alam adalah senyawaan hidrokarbon hasil penggumpalan lateks alam yang merupakan makromolekul poliisoprena (C5H8)n yang bergabung secara ikatan kepala ke ekor {head to tail). Pada penelitian ini dilakukan radiasi ultrasonik pada sampel lateks kebun (LK) dan lateks pekat (LP) selama 1, 2, 3 dan 4 jam, lalu dikarakterisasi berat molekul (BM), kadar nitrogen, kadar gel dan gugus fungsi. Hasil yang diperoleh didapat penurunan kadar nitrogen pada sampel lateks kebun dan lateks pekat begitupula pada uji BM terjadi penurunan namun pada sample LK dan LP yang dilarutkan dalam toluena 0,5% dan 1,0% namun karena distribusi BM karet sangat besar jadi penurunan BM ini masuk dalam range distribusi BM sehingga tidak terjadi penurunan BM pada karet yang diradiasi ultrasonik, kadar gel mengalami penurunan pada LK waktu radiasi sampai 2 jam dan pada LP terjadi kenaikan kadar gel, uji FTIR terjadi perubahan pada gugus nitrogen pada LK, sedangkan gugus yang lain tidak terjadi perubahan bila dibandingkan dengan kontrol setelah radiasi ultrasonik."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1998
S29988
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haipan Salam
"Epoxy-organo clay nanocomposite materials are constructed from a polymer as a matrix and an organoclay as filler. Epoxy-organo clay nanocomposites have been synthesized using various curing agents. The aim of this research was to study the influence of the curing agent and the organoclay contents to the structure and mechanical properties of nanocomposites materials. Epoxy-organo clay nanocomposites were synthesized using cycloaliphatic amine as a curing agent and a montmorillonite organoclay (MMT) as filler through an in situ polymerization method. XRD and TEM technique provide more detail information to understand the structure that relates to the mechanical properties of the materials. Tensile test, compressive test and hardness test were conducted based on ASTM and JIS standards. The fracture surfaces after tensile tests were analyzed using SEM. The nanocomposite properties were compared to glass-fiber composites which were synthesized using wet-laminating method.
It was found that the curing agent is influence to the nanocomposites structure which was shown by the change of d-spacing before and after the addition of the agent curing. XRD and TEM techniques showed that both intercalated and exfoliated structure have been formed. TEM image also exhibited that the number of intercalated structure was higher when the organoclay content was higher. It can be said that TEM techniques provides a better understanding of the nanocomposites structure and the number intercalated structure increase as the organoclay increases.
The organoclay contain also influences to mechanical properties of nanocomposite materials. The addition of 10.5 wt.% organoclay improved the tensile modulus by 185% but and decreased tensile strength by 186% and 49%, and these values are lower of 36% and 90% compared to glass fiber composites. These decreases in the strength may be attributed to the fact that agglomerate and void was formed. From compression test, the addition of 3.1 wt.% organoclay demonstrated a 102% increase in compression strength and a 93% increase in load maximum compare to epoxy resin. But, that compression strength value lower of 11% compared to glass fiber composites. For the maximum load, the addition of 3.1 wt.% organoclay improved 246% compared to glass fiber composites. Addition of 7.3 wt.% organoclay demonstrated an increase of modulus of the epoxy resin by 93% and 2% compare to glass fiber composites. Meanwhile, the addition of 10.5% organoclay cause decreasing in yield compression up to 31%, but this higher value equal to 406% from is glass fiber composites. While that, result of hardness test do not show the make-up of value meaning in comparison with epoxy matrix."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T21011
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>