Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 157103 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Henrita Vidhayanti
"Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aerosil sebagai adsorben dalam proses pengeringan jeli teripang. Penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan jeli teripang dengan aerosil sebanyak 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Campuran ini dikeringkan menggunakan metode pengeringan oven dengan suhu 50 ± 1oC sampai didapat serbuk dengan kadar air yang sesuai untuk dapat dicetak menjadi tablet. Massa tablet yang dibuat sebanyak 3 formula, dimana penambahan avicel PH 102 dalam formula yaitu sebanyak 10%, 20%, dan 40%. Evaluasi serbuk kering dan massa tablet meliputi laju alir, sudut istirahat, kompresibilitas dan higroskopisitas.
Hasil penelitian menunjukkan serbuk terpilih yaitu serbuk hasil pengeringan campuran jeli teripang dengan penambahan aerosil 6% menggunakan oven dengan waktu pengeringan selama 6 jam, dan serbuk kering tersebut dapat digunakan sebagai zat aktif dalam pembuatan tablet secara cetak langsung. Massa tablet dengan formulasi serbuk kering : Avicel PH 102 = 80% : 20% merupakan massa tablet terpilih yang dapat digunakan sebagai massa tablet yang dapat dicetak secara cetak langsung.

The objective of this research is to study about the effect of aerosil as adsorbent in the drying process of sea cucumber jelly. This research is doing by mixing the jelly with aerosil, which the concentration of aerosil are 2%, 4%, 6%, 8%, and 10%. These mixtures are dried using microwave drying method in temperature of 50 ± 1oC until the water content of dry powder that is required for tablet compression is obtained. Mass tablet are made in 3 formulas, where the concentration of Avicel PH 102 in different formula are 10%, 20%, and 40%. Evaluation for dry powder and mass tablet include flow rate, angle of repose, compressibility, and hygroscopisity.
The results of this research show that the chosen powder is dry powder resulted by drying the jelly and aerosil 6% using microwave in 6 hours, and the dry powder can be used as active ingredient for compressed tablet by direct compression. Mass tablet with the formulation of dry powder : Avicel PH 102 = 80% : 20% is the chosen mass tablet that can be used as mass tablet for direct compression."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2008
S33054
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Heni Kusumawati
"Penelitian ini menggunakan Hdroxypropylmetilcelullose (HPMC) sebagai adsorben untuk menghasilkan serbuk jeli teripang. Metode pembuatan serbuk menggunakan pengeringan oven pada suhu ± 50oC. Konsentrasi HPMC yang digunakan adalah 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat jeli teripang yang digunakan. Serbuk yang dihasilkan, kemudian diuji higroskopisitas, laju alir, sudut diam dan indeks kompresibilitas. Serbuk ini dipersiapkan untuk pembuatan formula massa tablet. Formula massa tablet dievaluasi seperti uji pada serbuk. Campuran jeli teripang dengan HPMC 5% dan 10% terpilih untuk pembuatan serbuk karena memilki waktu pengeringan yang lebih cepat untuk mencapai kadar air 3-5%. Formula B dan C memenuhi persyaratan pada pembuatan massa tablet.

This research the used Hdroxypropylmetilcelulose (HPMC) as adsorbent to produce Sea Cucumber jelly powder. Microwave drying at ± 50oC was used as method to make powder. The concentration of HPMC were 5%, 10%, 15% and 20% of Sea Cucumber jelly weight. The powder was tested the higroscopisity, compressibility index, flow rate and angle of respon. Those powder was prepared for creating tablet formulation and it was evaluated like test for powder. Combination of Sea Cucumber jelly with of HPMC 5% and 10% were selected to make powder because they have faster drying time to achieve water content 3-5%. The B and C formulation can be used for creating tablet formulation."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2008
S32995
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Madu bentuk cair memiliki beberapa keterbatasan dalam penggunaan,
penyimpanan, dan pendistribusian. Selain itu, rasa serta aroma madu belum
tentu disukai oleh semua orang. Oleh sebab itu perlu dilakukan usaha
diversifikasi yang diharapkan mampu untuk mengatasi keterbatasan madu
bentuk cair. Pada penelitian telah dilakukan pembuatan tablet madu sebagai
produk diversifikasi. Serbuk madu dibuat dengan metode pengeringan oven.
Madu dicampur dengan Avicel® PH 101 dengan perbandingan 5:5, 6:4, dan
7:3, lalu dikeringkan dengan oven pada suhu ±50°C sampai diperoleh kadar
air 3-5%. Pengeringan 5:5 selama satu jam diperoleh kadar air 3,72±0,14%
dan pengeringan 6:4 selama dua jam diperoleh kadar air 3,96±0,14%. Tablet
madu dengan formula serbuk madu perbandingan 5:5 89%, Primojel® 5%,
Aerosil® 1%, talk 5% dan formula serbuk madu perbandingan 6:4 89%,
Primojel® 5%, Aerosil® 1%, talk 5% memenuhi syarat uji keseragaman bobot,
keseragaman ukuran, waktu hancur, kekerasan dan keregasan."
Universitas Indonesia, 2006
S32735
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tantri Ayu Novrita
"Pembentukkan dispersi padat telah banyak digunakan untuk meningkatkan kelarutan dari bahan obat yang sukar larut. Glibenklamida merupakan salah satu obat yang mempunyai sifat praktis tidak larut dalam air. Sehingga mengakibatkan laju disolusi yang rendah dan menurunkan daya absorbsi pada saluran gastrointestinal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan disolusi glibenklamida dari sediaan tablet menggunakan sistem dispersi padat dengan menggunakan pembawa avicel PH 102. Jumlah perbandingan yang digunakan yaitu 1:1, 1:5, 1:10, dan 1:20. Dispersi padat dibuat dengan metode pelarutan. Dispersi padat glibenklamida-avicel dikarakterisasi menggunakan alat Difraksi sinar-X (XRD) dan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan laju disolusi pada perbandingan 1:20 menjadi hampir 10 kali lebih tinggi daripada laju disolusi glibenklamida tunggal. Hasil disolusi tablet glibenklamida dari dispersi padat dan standart pada menit ke 120 masing-masing sebesar 110,88 % dan 98,55 %.
Solid dispersions technique has been widely used in enhancing dissolution rate of poorly water soluble drugs. Glibenclamide is one of the drug that practically insoluble in water which leads to poor dissolution rate and subsequent decrease of its gastrointestinal absorbtion. The purpose of this research is to enhance glibenclamide dissolution rate in tablet prepared by solid dispersion technique using microcrystalline cellulose PH 102 as the carrier in different ratios. The ratios used were 1:1, 1:5, 1:10 and 1:20. Solid dispersions were prepared by solvent method. Glibenclamide-avicel solid dispersion was characterized using X-ray diffractometer (XRD) and differential scanning calorimetry (DSC). Solid dispersion with the drug to carrier ratio of 1:20 showed the highest dissolution rate almost 10 times compared to pure glibenclamide. Dissolution rate showed that tablet consist of solid dispersion is higher than pure glibenclamide tablet with the drugs dissolved percentage in 120 minutes for solid dispersion tablet is 110,88 % and 98,55 % for pure glibenclamide tablet."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2006
S33028
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Wildyanti Puspitasari Kardianto
"Alpukat (Persea americana Mill) berkhasiat sebagai obat hipolipidemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi pengering ekstrak kental daun alpukat dan membuat sediaan kapsul ekstrak daun alpukat. Ekstrak daun alpukat dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% lalu dikeringkan dengan penambahan avicel PH 101 pada berbagai perbandingan (1:0,5; 1:0,75; dan 1:1) serta penambahan aerosil (2,6%; 5,3%; dan 8,3%). Formulasi kapsul ekstrak daun alpukat menggunakan bahan pengisi avicel PH 102 dan amilum pregelatinasi. Evaluasi massa kapsul meliputi sifat alir, indekx kompresibilitas, dan sudut istirahat. Evaluasi dari kapsul ekstrak daun alpukat meliputi keseragaman bobot, waktu hancur, dan higroskopisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan avicel PH 101 pada perbandingan 1;0,5 dan penambahan 8,3% aerosil sudah dapat menjadikan ekstrak kental daun alpukat menjadi serbuk ekstrak kering. Formula kapsul ekstrak dengan pengisi avicel PH 102 menunjukkan hasil evaluasi yang lebih baik dibandingkan dengan pengisi amilum pregelatinasi.

Avocado (Persea americana Mill) has effect as hypolipidemic. The purpose of this study was to optimize the adsorbent of avocado leaf viscous extract and to formulate capsules dosage form of avocado leaf extract. Avocado leaf extract was obtained from maceration used ethanol 70% then powdered with avicel PH 101 (1:0,5; 1:0,75; and 1:1) and added aerosil (2,6%, 5,3%, and 8,3%) . Formulation of its capsule used avicel PH 102, pregelatinized starch as filler. Evaluation of the capsule mass includes flowability, compressibility index, and angle of repose. Evaluation of the capsule dosage form includes uniformity of weight, disintegration time and hygroscopicity. This study has shown that avocado leaf viscous extract being powdered by 1:0,5 avicel PH 101 and addition 8,3% aerosil . Formula using avicel PH 102 as filler is better than pregelatinized starch."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2010
S33176
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Randy Bayu Trisnandi
"Bahan tablet baru yang berasal dari selulosa, yang selanjutnya disebut UNICELL, telah dikembangkan dengan memperlakukan serbuk selulosa bakteri dengan larutan natrium hidroksida 2% yang kemudian dihidolisis dengan larutan asam hidroklorida 2,5 N pada suhu didih selama 10 - 15 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan sifat serbuk dan sifat tablet dari UNICELL dengan Avicel® PH102. Sebagai model bahan obat digunakan parasetamol. UNICELL memiliki struktur yang mirip Avicel® PH102 yang menunjukkan bentuk polimorf dari selulosa I. UNICELL yang dihasilkan terdiri atas serat-serat teragregasi. Derajat kristalinitas (OK) dari UNICELL yang di ukur menggunakan metode x-ray difraktometer adalah 75,00% hingga 76,82%. Avicel® PH1 02, sebagai perbandingan juga menunjukkan struktur teragregasi dengan OK 60,00%. Dibandingkan Avicel® PH102, UNICELL menunjukkan nilai berat jenis bulk, berat jenis mampat, indeks Carr dan rasio Hausner yang lebih besar. Sifat dari tablet parasetamol yang menggunakan UNICELL dibandingkan dengan tablet parasetamol yang menggunakan Avicel® PH102 mirip pada konsentrasi yang sama kecuali untuk waktu hancur dari tablet. Waktu hancur tablet parasetamol menggunakan UNICELL lebih cepat dibandingkan waktu hancur tablet parasetamol yang menggunakan Avicel® PH102 dengan konsentrasi yang sarna. Nilai kekerasan tablet parasetamol dan laju pelarutan parasetamol dari tablet menggunakan UNICELL cenderung menurun dengan menurunnya konsentrasi UNICELL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNICELL dapat digunakan sebagai pengganti Avicel® PH102 pada tablet parasetamol cetak langsung."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2003
S32362
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Mubarokah
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2009
S32750
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Subiyakto
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2002
T40013
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>