Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 86947 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hendra Oktawira
"ABSTRAK
Lovastatin merupakan metabolit sekunder yang dapat dihasilkan oleh kapang dari jenis Aspergillus terreus melalui proses fermentasi. Senyawa ini telah diteliti manfaatnya sebagai obat yang dipakai dalam mengobati penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama yang disebabkan oleh tingglnya kadar koiestero! seseorang dl dalam tubuhnya. Oleh karena semakin banyaknya permlntaan pasar akan obat ini, maka telah diupayakan beberapa teknik untuk mengisolasi dan memurnikannya.
Penelitian dilakukan untuk mengisolasi dan memumikan senyawa lovastatin dari kaldu hasil fermentasi. Optimasi proses isolasi dilakukan pada saat melakukan ekstraksi dan kristalisasi. Untuk itu dilakukan variasi-variasi pada saat melakukannya, seperti variasi jenis pelarut, waktu ekstraksi, pH, perbandingan volume pengekstrak danperbandingan campuran pelarut. Hasil penelitian yang diperoleh pada saat melakukan proses ekstraksi memperlihatkan, bahwa pada saat proses ekstraksi tahap pertama, pengekstrak yang paling baik adalah etil asetat, dengan perbandingan volume pengekstrak 1 ; 1 dan pH pada saat melakukan ekstraksi adalah 3. Proses ekstraksi tahap dua memperlihatkan bahwa dengan semakin lamanya waktu ekstraksi (2 Jam), maka jumlah lovastatin yang dapat terekstrak akan semakin banyak. Untuk proses ekstraksi tahap III pelarut yang dapat mengekstrak lovastatin sekaligus melangsungkan proses laktonisasi adalah butil asetat.
Pada proses ekstraksi tahap I dan III lovastatin dldistribusikan ke dalam fasa organik yang bersifat kurang polar, sedangkan pada proses ekstraksi tahap II lovastatin didistribusikan ke dalam fasa air yang bersifat polar. Hal ini didasarkan pada bentuk lovastatin yang dapat berubah sesuai dengan pH lingkungan. Setelah melalui proses ekstraksi, dilakukan proses kristalisasi pada senyawa lovastatin dengan menggunakan campuran pelarut (aseton - air). Hasil optimal ditunjukkan pada perbandingan aseton-air 1 : 1,5; di mana berat lovastatin pada fasa organik hasil ekstraksi yang pada mulanya 103 mg dengan kemurnian 95,9%, setelah dilakukan proses kristalisasi berat kristal lovastatin yang dihasilkan sebesar 99,2 mg dengan kemurnian 98,3%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riza, Author
"Lovastatin merupakan metabolit sekunder yang dapat dihasilkan oleh kultur jamur Aspergillus terreus dan Monascus rubber. Senyawa Lovastatin telah ditelitl manfaatnya sebagai senyawa penurun kadar LDL-kolesterol dengan cara menginhibisi enzim HMG-CoA reduktase pada sintesis kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa turunan lovastatin melalui reaksi transesterifikasi senyawa lovastatin dengan pentanol menggunakan katalis asam yaitu HCI gas. Reaksi dilakukan pada suhu 138° C selama 36 jam. Hasil reaksi diekstraksi dengan pelarut diklorometana-air. Fasa diklorometana kemudian diidentifikasi dengan metode Kromatografi Lapis Tip is (KL T) menggunakan eluen n-heksana : etil asetat 1 : 1 (v/v). Pemisahan senyawa hasil sintesis dilakukan dengan kromatografi kolom dengan fasa gerak yang sesuai dengan kromatografi lapis tipis yaitu n-heksana: etil asetat (sistem gradien polaritas), sehingga didapatkan fraksi berupa lapisan minyak berwarna kuning.: Fraksi I:I kolom kemudian diidentifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KL T;) menggunakan eluen n-heksana : etil asetat 1 : 1 (v/v). Selanjutnya, fraksi dengan Rt = 0,40, diidentifikasi dengan MS.Dari hasil identifikasi dengan MS, senyawa hasil sintesi$ mempunyai M+ 408, yaitu pentil 3,5-dihidroksi-7-(1'-hidroksi ... 3',8'-dimetilheksahidronaftalen)-heptanoat denQan rendemen sebesar 12,9 %."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Elva Aprilia
"Lovastatin adalah produk metabolit sekunder yang dihasilkan oleh Aspergillus terreus dan mempunyai aktivitas sebagai inhibitor enzim hidroksi metil glutaril koenzim A (HMG-KoA) reduktase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kadar lovastatin yang dihasilkan oleh A. terreus BSC1 isolat lokal dan A. terreus F2 hasil fusi protoplas. Fermentasi dilakukan dengan metode kultur kocok menggunakan media Albert, media Martius, media Martius dengan minyak kedelai dan minyak sawit. Analisis kaldu fermentasi menggunakan KCKT dengan fase gerak asetonitril : asam fosfat 0,1% (65:35 v/v), fase diam supercosil LC-18 dan detektor spektrofotometer UV-Vis pada  235 nm. Konsentrasi lovastatin tertinggi isolat lokal A.terreus BSC1 sebesar 1094,27 ppm diperoleh menggunakan media Martius dengan minyak kedelai, sedangkan konsentrasi lovastatin tertinggi fusan A. terreus F2 sebesar 1003 ppm diperoleh dengan menggunakan media Albert.

Lovastatin is a secondary metabolite produced by Aspergillus terreus. Lovastatin is an inhibitor of hydroxyl methyl glutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase. The objective of this study were to recognize the comparition concentration between lovastatin produced by A. terreus the local isolate and A. terreus produced by protoplast fusion. Shake flask fermentation was carried out a rotary shaker using an Albert medium, a Martius medium, a Martius medium with soybean oil and palm oil. Lovastatin in fermentation broths was determined by HPLC using a Supercosil LC-18 column with an eluen comprising acetonitrile : 0,1% aqueous phosphoric acid (65:35 v/v) with the flow rate was 1,5 mL/min. The absorbtion was measured at a wavelength of 254 nm. The highest lovastatin concentration from isolate local A. terreus BSC1 was 1094,27 ppm using a Martius medium with soybean oil. The highest lovastatin concentration from fusan A. terreus F2 was 1003 ppm using an medium Albert."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S32837
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Esti Mumpuni
"The higher plants are hospes for one or more endophytic microbes.Microbes can make one or more biological compounds that predicted as aconsequence from coevolution or transferred genetic to microbes in themutualism simbiosis to parasitism. Microbes can also produce secondarymetabolites similar with their hospes.Endophytic microbes have been known to be potential as the sourcesof active compound for medicines by growing in Phoma media. In the future,prospectively the active compound for medicines not have to extract from thetree or chemical synthesis. Khamir isolated (Fn) from Cinchona pubsscens,Vahl had been identified as Sporidiobolus salmonlcolor will produce theactive compounds similar to their hospes.This study was aimed to isolate and elusidate the chemical stucture ofcinchona alkaloid from the fermentation product of endophytic microbes InPhoma media. The study has been carried out at Natural ProductLaboratory, Research Centre for Biotechnology, Indonesian Institute ofSciences, Ciblnong, Bogor from March - December 2002.The Isolated the khamir (Fn or Sporidiobolus salmonicolor ) wasIncubated In Phoma media for 14 days. The fermentation culture wasseparated between biomass and supematan and extracted with CHCI3 anddried. Purification carried out by column chromatography (Si02, CHCI3 -CH3OH), and the obtained chinchona alkaloid was identified by HPLC.Determination of chemical structure was based on Ultraviolet-visible (UV-VIS)spectra, Fourier transform Infra red spectrometry (FTIR), Gaschromatography-mass spectrometric (GC-MS) and data Nuclear magneticresonance spectra (^H and ^^C-NMR, DEPT, 'H-^H COSY ; COSY)The Fermentation results that production of cinchona alkaloids optimalat eighth days and yielded cinchona alkaloids 32,81 mg/L."
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T39584
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rusli Muljono
"ABSTRAK
Salah satu cara untuk mengekstraksi DNA Brugia malayi adalah menggunakan kit yang lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan dengan teknik ekstraksi fenol,
Pada 15 ekor cacing dewasa B.malayi hasil pembiakan dalam gerbil dilakukan ekstraksi DNA dengan menggunakan kit dan metode ekstraksi fenol yang lebih rumit. Pada teknik ekstraksi dengan kit ternyata tidak diperoleh DNA, sedangkan pada ekstraksi fenol diperoleh DNA sejumlah 100 µg/ml yang terlihat sebagai pita 322 bp pada elektroforesis.
Disimpulkan bahwa teknik ekstraksi fenol lebih bailk hasilnya dibandingkan dengan kit karena pemakaian fenol yang lebih sering sehingga lebih banyak DNA yang dapat terekstraksi.

ABSTRACT
Comparison Of DNA Extraction Result from Brugia malayi by using Kit and by using Phenol Extraction Method
One of several ways to extract the Brugia malayi DNA is to use a kit which is more simple and take a shorter time compared to the phenol extraction technique.
DNA extraction by using kit and by using phenol extraction method were done on 15 adult worms of B. malayi which had been cultured in gerbil.
No DNA was extracted by using the kit; whereas 100 µg/ml DNA was obtained by using phenol extraction method. The DNA was seen as a 322 bp band on electrophoresis.
It was concluded that the phenol extraction method result was superior to the result of extraction by using kit, because by using phenol more frequently more DNA would be extracted.
"
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2002
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2000
S32221
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Purnami
"Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyav\^
organik yang terdapat dalam spong Hyrtios sp. Isolasi tersebut dilakukan dengan
cara perendaman sampel sponge dalam pelarut metanol. Ekstrak metanol
kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator kemudian
dipartisi dengan menggunakan pelarut n-heksana. Fraksi yang diperoleh
dilakukan ujl bercak menggunakan KLT. Pemlsahan komponen dilakukan
dengan cara kromatografi kolom dengan slllka gel sebagal fasa diam dan
campuran heksana-kloroform dengan gradlen kepolaran yang menlngkat
sebagal fasa geraknya. Komponen-komponen yang telah murni ditentukan
strukturnya dengan menggundkan spektrofotometer FTIR dan GC-MS. Isolat
yang diperoleh diketahul memlllkl gugus fungsl OH, CH3, CH2, karbonil dan yang diperoleh diketahui memiliki gugus fungsi OH, CH3, CH2, karbonil dan
adanya gugus C-O. Isolat tersebut disimpulkan merupakan suatu senyawa
terpen dengan berat molekul 200 dan senyawa asam heksadekanoat dengan
rumus molekul C16H32O2 yang memiliki berat molekul 256."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2001
S32227
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1992
S31900
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dzulfatul Mulki
1989
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>