Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 69590 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eva Nirmala
"ABSTRAK
Pemanfaatan tumbuh-tumbuhan di Indonesia sementara ini hanya pada buah,biji, umbi, daun, kulit dan bunga. Bagian tumbuhan yang lain seperti batang, tangkai, sekam dan jerami umumnya belum dimanfaatkan. Bagian-bagian tumbuhan tersebut merupakan limbah hasil pertanian yang diantaranya banyak mengandung selulosa.
Sekarang ini penggunaan karbon aktif banyak sekali industri-industri baik pangan maupun non pangan untuk memurnikan hasil dari produksinya. Karbon aktif yang ada dipasaran harganya cukup mahal maka salah satu sumber alternatif yang dapat dijadikan karbon aktif adalah tongkol Jagung yang berasal dari limbah pertanian. Hal ini sangat memungkinkan karena dilihat dari bahan yang dikandungnya tongkol jagung banyak mengandung selulosa. Di Indonesia tongkol jagung diperkirakan akan terus meningkat jumlahnya mengingat jagung menempati urutan kedua sebagai makanan pokok setelah beras. Maka diperkirakan jumlah tongkol jagung juga akan terus meningkat.
Pembuatan karbon aktif melalui tiga tahapan yaitu dehidrasi, karbonisasi dan aktivasi. Aktivasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan cara aktivasi kimia. Aktivator yang digunakan adalah ZnCl2 dengan konsentrasi 10%( w/v ).
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah semakin tinggi suhu aktivasi maka daya serap semakin baik dan semakin lama waktu aktivasi juga akan meningkatkan daya serap dari karbon aktif tongkol jagung. Diperoleh hasil yang maksimal dari penelitian ini yaitu dengan suhu 500oC selama 3 jam. Untuk daya serap terhadap l2 adalah 734,45 mg/gr, Metilen Biru sebanyak 1100 ml/gr, logam Pb2+ berkurang sebanyak 18,01%, zat warna merah berkurang sebanyak 14,88%, zat warna hijau berkurang sebesar 9,19%, da minyak kemiri dengan hasil yang tidak berate."
1999
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
His Muhammad Bintang
"Dengan tren perkembangan sumber energi baru terbarukan EBT dan mobil listrik, tuntutan akan piranti penyimpan energi PPE berperforma tinggi tidak dapat dihindari. Peningkatan yang signifikan telah dicapai melalui penelitian mengenai mekanisme penyimpanan energi dan penelitian material baru. Saat ini, PPE dengan kepadatan energi tinggi diwakilkan oleh baterai, dan PPE dengan kepadatan daya tinggi diwakilkan oleh superkapasitor. Namun beberapa aplikasi membutuhkan kepadatan energi dan daya yang tinggi. Solusinya adalah kapasitor ion lithium, yang menggabungkan mekanisme kerja dari baterai dan superkapasitor.
Pada penelitian ini, setengah sel kapasitor ion lithium disusun menggunakan elektroda berbahan karbon aktif yang telah tersedia secara komersial dan karbon aktif yang disintesis dari limbah tongkol jagung. Pengujian BET menunjukkan bahwa proses aktivasi dapat meningkatkan luas permukaan spesifik SSA dari karbon tongkol jagung lima kali lebih tinggi, yaitu mencapai 615,448 m /g. Sementara pengujian elektrokimia menunjukkan bahwa semakin tinggi SSA, maka kapasitas spesifik menjadi lebih besar. Dari tiga elektroda yang berbeda, elektroda berbahan karbon aktif komersial menunjukkan performa yang lebih unggul dengan kapasitas spesifik sebesar 91,85 mAh/g.

Nowadays, the development of renewable energy and electric carsmaking the demand for high performance energy storage devices unavoidable. Significant improvements have been achieved through research on energy storage mechanisms and investigation on new materials. At this time, the high energy density energy storage is represented by batteries, and high power density device is represented by supercapacitors. However, some applications require both of high energy and power density. The solution is combining the mechanism of the battery and the supercapacitor as lithium ion capacitor.
In this study, half cell lithium ion capacitor were assembled using commercially available activated carbon electrodes and activated carbon electrodes synthesized from corncob waste. The BET test shows that the activation process can increase the specific surface area SSA of corncob carbon up to five times higher, reaching 615,448 m g. While electrochemical characterization shows that the higher the SSA, the higher specific capacity achieved. From three different electrodes, commercial activated carbon electrodes show superior performance with a specific capacity of 91.85 mAh g.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fianna Utomo
"Bonggol jagung memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan menjadi bio-oil oleh karena banyaknya limbah pertanian jagung Indonesia. Selain itu, limbah plastik juga berlimpah di Indonesia, terutama plastik polipropilena. Co-pyrolysis antara bonggol jagung-plastik polipropilena memiliki efek sinergetik yang mengubah sebagian fraksi polar dari bio-oil menjadi fraksi non-polar yang mengandung senyawa non-oksigenat sebagai bahan baku untuk sintesis biofuel. Pada percobaan ini, pirolisis dari fraksi non-polar dilakukan untuk memproduksi bio-oil yang memiliki karakteristik yang dekat dengan bensin. Pirolisis dilakukan pada dua tahapan, di mana tahap pertama adalah co-pyrolysis untuk memproduksi fraksi non-polar dan tahap kedua adalah untuk mempirolisis fraksi non-polar tersebut untuk menurunkan viskositasnya menjadi dekat dengan viskositas bensin. Kedua tahap pirolisis akan dilakukan dalam reaktor tabung berpengaduk pada suhu 100 RPM, heating rate 5°C/menit, dan laju alir nitrogen 750 mL/menit pada tekanan gas nitrogen 3 bar. Variasi yang dilakukan berupa suhu akhir pirolisis tahap kedua. Produk bio-oil dikarakterisasi menggunakan H-NMR, GC-MS, LC-MS, FTIR, dan viskometer. Yield dan viskositas bio-oil dari hasil pirolisis tahap kedua bergantung kepada suhu akhir pirolisis, di mana semakin tinggi suhu, yield akan semakin tinggi dan viskositas juga cenderung untuk semakin tinggi. Adapun bio-oil dengan suhu akhir pirolisis tahap kedua 300°C memiliki karakteristik yang paling dekat dengan bensin.

Corncobs biomass has a high potential to be developed into bio oil because of large amount of maize farm waste in Indonesia. In addition, plastic waste is also abundant in Indonesia, especially polypropylene. Co pyrolysis between corncobs and polypropylene has a synergetic effect that transforms some polar fraction of bio oil into non polar fraction containing non oxygenate compounds as precursor for synthesis of biofuel. In the present work, pyrolysis of the non polar fraction of bio oil was led to produce bio oil which had similar characteristics to that of gasoline. The pyrolysis was carried out in two stages, where the first stage was co pyrolysis to produce non polar bio oil and the second stage was pyrolysis of non polar fraction to reduce its viscosity similar to that of gasoline. The first and second stage pyrolysis was carried out in a stirred tank reactor at 100 RPM, heating rate of 5°C min and nitrogen flow rate of 750 mL min under 3 bar nitrogen gas pressure with the second stage pyrolysis final temperature varied. The resulting bio oil product was characterized by FT IR, GC MS, H NMR, viscometer and LC MS. Bio oil viscosity and yield of the second stage pyrolysis heavily depended on its final temperature, in which the higher the temperature, the higher was the viscosity, yet the higher was the bio oil yield. Bio oil with secondary pyrolysis final temperature of 300°C has the most similarities to gasoline characteristics. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Justin Edgar
"Co-pyrolysis antara bonggol jagung dengan plastik polipropilena dilakukan di dalam reaktor tangka berpengaduk menggunakan gas CO2 sebagai gas pembawa karena ketersediaannya yang melimpah dan harganya yang murah. Percobaan dilakukan pada berbagai komposisi bonggol jagung dan plastik polipropilena untuk memperhitungkan pengaruh komposisi pada yield dan kualitas minyak nabati yang dihasilkan. Laju alir gas yang digunakan adalah 750 mL/menit dan laju pemanasan sebesar 5°C/menit hingga suhu mencapai 500°C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield gas non-kondensibel dan char yang dihasilkan lebih banyak, sedangkan yield minyak nabati lebih sedikit dibandingkan saat gas N2 digunakan sebagai gas pembawa. Derajat percabangan molekul pada fraksi non-polar minyak nabati yang dihasilkan terbukti lebih besar dan kandungan aromatiknya lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar komersial. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadhila Ahmad Anindria
"Bonggol jagung merupakan salah satu biomassa yang memiliki jumlah yang berlimpah di Indonesia. Dengan pirolisis, bonggol jagung dapat dikonversi menjadi bio-oil yang mengandung senyawa seperti furan, fenol, dan turunannya yang dapat dimanfaatkan sebagai pengekstraksi aromatik pada minyak pelumas mentah. Banyaknya kandungan aromatik pada pelumas dapat mempengaruhi sifat fisik pelumas yang menyebabkan gesekan pada bagian-bagian mesin yang dilumasi. Objektif penelitian ini adalah memperoleh fraksi furan, fenol, dan turunannya dari pirolisis yang dapat dimanfaatkan sebagai pelarut aromatik pada pelumas yang optimal. Pirolisis dilakukan pada reaktor berpengaduk dengan heating rate 5oC/menit, suhu maksimal 500oC, dan dialirkan gas N2 dengan laju alir 900 mL/menit. Bio-oil hasil pirolisis mengandung berbagai senyawa yang tidak diinginkan, salah satu yang paling dominan adalah asam karboksilat 37, sementara kandungan furan 13 dan fenol 7. Isolasi fraksi furan dan fenol dilakukan dengan penambahan NaOH dan sentrifugasi untuk menghasilkan dua fasa terpisah, yaitu fasa asam karboksilat serta fasa furan dan fenol. Fasa furan dan fenol mengandung furan 13 dan fenol 27 serta tidak ada kandungan asam karboksilat. Ekstraksi aromatik dilakukan dengan menggunakan fasa furan dan fenol dan pelumas mesin yang dicampur dengan p-xylene sebagai senyawa model aromatik pada suhu konstan 40oC selama 60 menit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa semakin besar rasio berat pelarut terhadap pelumas, sisa aromatik yang terdapat pada rafinat semakin sedikit, dan semakin sedikit jumlah aromatik awal pada pelumas, efektivitas melarutkan aromatik semakin besar.

Corncob is one of the biomass which has abundant amount in Indonesia. Through pyrolysis, corncobs can be converted into bio oils containing compounds such as furans phenol, and its derivatives which can be utilized as extractants of aromatics in raw lubricant oil. In high temperature, the aromatic content in engine lubricants can affect physical properties of the lubricants causing wearing on engine parts. The object of this research is to utilize the fraction of furan, phenol, and its derivatives from pyrolysis as an optimum aromatic extractant. Pyrolysis has been done in a stirred tank reactor with a heating rate of 5oC min, a maximum temperature of 500oC and flow rate N2 of 900mL min. Bio oil from pyrolysis contains many undesired compounds, one of which was carboxylic acid as the predominant compounds 37, while furan content was 13 and phenol 7. Isolation of furan and phenol fractions has been achieved by the addition of NaOH and then centrifugation to produce two separated phases the carboxylic acid phase and the furan and phenol phase. Furan and phenol phase contains 13 furan and 27 phenol with no carboxylic acid content. The aromatic extraction was performed using furan and phenol phase and an engine lubricant mixed with p xylene as an aromatic compound model at constant temperature of 40oC for 60 minutes. Experiment result shows that the greater the weight ratio of solvent to lubricant, the lower is the aromatic residual present in the raffinate and the lower the initial aromatic content in lubricant, the greater the effectiveness of aromatic extraction."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Rachman
"Tongkol jagung yang merupakan limbah pertanian digunakan untuk pembuatan karbon aktif. Karbon ini diaktivasi dengan Zinc Chloride untuk mendapat karbon dengan luas permukaan yang besar. Karbon Aktif dikarakterisasi dengan Iodium dan Metilen Biru untuk mengetahui daya adsorpsinya dan diaplikasikan dalam pemisahan etanol dan air. Karakterisasi optimum pada ukuran 300 ?m. Karakterisasi dengan iodium dan metilen biru didapat daya adsorpsi karbon 772,2 mg/g dan 110,3 mg/g. Dengan FTIR gugus hidroksil dan karbonil dominan muncul. Aplikasi pemisahan etanol dan air didapatkan kemurnian etanol sebesar 97,9 % untuk perbandingan padat cair 1:4 waktu kontak 24 jam. Variasi waktu kontak didapat 120 menit kondisi teroptimum dengan kemurnian etanol sebesar 97,2 %.
Corn cob agricultural waste, which is used for making activated carbon. Carbon is activated with Zinc Chloride for carbon with a large surface. Active carbon characterized with Iodium and Methylene Blue to know the adsorption capability and applied in the separation of ethanol and water. Characterization on the optimum size of 300?m gained adsorption capability of iodium and methylene blue 772.2 mg / g and 110.3 mg / g. With FTIR cluster hydroxyl and carbonyl appear dominant. Applications ethanol and water separation obtained purity of 97.9% ethanol for comparison of 1:4 liquid solid contact time within 24 hours. Variations in the contact time obtained 120 minutes as the most optimum condition with ethanol purity of 97.2%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51934
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Liberty Prabowo
"Karbon aktif dibuat dari tongkol jagung melalui karbonisasi dilanjutkan aktivasi menggunakan KOH. Karbon aktif tongkol jagung dikarakterisasi menggunakan metode BET, FTIR, adsorpsi metilen biru dan iodium untuk mengetahui luas permukaan, gugus fungsi serta penyerapan molekul besar dan kecil.
Karbon aktif tongkol jagung diaplikasikan untuk adsorpsi Cu, Pb dan amonia. Adsorpsi paling optimum saat aplikasi dimiliki : karbon aktif tongkol jagung berukuran 0,06 mm dengan persentase penyisihan 52,99 % pada adsorpsi Cu; karbon aktif tongkol jagung berukuran 0,06 mm dengan persentase penyisihan 49,04 % saat adsorpsi Pb; dan karbon aktif tongkol jagung berukuran 0,5 mm dengan kapasitas adsorpsi 2,08 gr/gr saat adsorpsi uap amonia.

Activated carbon made from corn cob through carbonization followed by activation using KOH. Corn cob activated carbon through characterization using BET, FTIR, methilen blue and iodium adsorption method in order to obtain surface area, functional group, and adsorption of big and small molecul.
Corn cob activated carbon used for applied for Cu, Pb and ammonia adsorption. Optimum adsorption when application was obtained by using : corn cob activated carbon which have a measurement of 0,06 mm with elimination percentage 52,99 % at Cu adsorption; corn cob activated carbon which have a measurement of 0,06 mm with elimination percentage 49,04 % at Pb adsorption; dan corn cob activated carbon which have a measurement of 0,5 mm with adsorption capacity 2,08 gr/gr at ammonia adsorption.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52236
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Aini Rahma
"Peningkatan penggunaan akan energi terbarukan yang ramah lingkungan menjadi alasan dalam perkembangan penelitian mengenai sistem penyimpan energi. Kepadatan daya dan energi menjadi salah satu faktor penentu pemilihan jenis sistem penyimpan energi. Kapasitor lithium ion (KLI) menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kekurangan kepadatan daya pada baterai lithium ion (BLI) dan kepadatan energi pada superkapasitor. Nilai kapasitansi sebuah KLI dipengaruhi oleh karakteristik material katoda berupa luas spesifik permukaan, pori, dan kandungan unsur pada karbon aktif.
Penelitian dan pengembangan karbon aktif berbasis biomassa sebagai material elektroda KLI telah menarik banyak perhatian dari para peneliti karena sumber daya biomassa yang melimpah, termasuk limbah tongkol jagung. Urgensi untuk menemukan alternatif karbon yang berbahan murah dan sederhana dapat diperoleh dengan mensintesis limbah tongkol jagung yang berlimpah dan cocok dengan sifat karbon. Penggunaan agen aktivator kimia selama proses aktivasi sangat penting untuk menghasilkan karbon aktif yang diinginkan, termasuk luas permukaan yang tinggi dan daya konduksi listrik yang baik. Di antara berbagai agen kimia, KOH dan ZnCl2 telah banyak digunakan mensintesis karbon aktif.
Pada penelitian ini, karbon aktif berbahan tongkol jagung dengan variasi agen aktivator KOH dan ZnCl2 serta variasi rasio karbon dengan agen aktivator disintesis sebagai material katoda KLI dan dianalisis pengaruhnya terhadap kinerja KLI. Scanning electron microscopy (SEM), energy dispersive x-ray (EDX), Brunauer-Emmett-Teller (BET), serta Raman spectra digunakan untuk mengkarakterisasi karbon aktif.
Hasil pengujian menunjukkan semua sampel memiliki pori berukuran mikro yang merata serta kandungan unsur karbon di atas 80%. Pori dengan ukuran terkecil terlihat pada sampel CACK12 dengan ukuran 0.2 µm. Luas permukaan karbon aktif berbahan tongkol jagung yang didapat baik dari agen aktivator KOH dan ZnCl2 dengan variasi karbon dan agen aktivator 1:3 (CACK13 dan CACZ13) tidak jauh berbeda yaitu: di kisaran nilai 800 m2/g. Kristalit yang terbentuk pada CACK dan CACZ berupa karbon amorf yang padat. Sampel karbon aktif yang dibuat selanjutnya disintesis menjadi katoda KLI dengan LTO sebagai material anodanya. Pengujian elektrokimia dilakukan melalui cyclic-voltammetry (CV) dan charge discharge (CD). Dari hasil pengujian didapat nilai kapasitansi spesifik tertinggi pada KLI-K3 dengan nilai 28,04 F/g dengan energi spesifik112,14 Wh/kg dan daya spesifik 1032.69 W/kg.

The enhancement of renewable energy use which is environmentally friendly is the reason in the development of research on energy storage systems. Power and energy density is one of the determining factors in choosing the type of energy storage system. Lithium ion capacitors (LIC) are an alternative to answer the lack of power density in lithium ion batteries (LIB) and energy density in supercapacitors. The capacitance value of a LIC is influenced by the characteristics of the cathode material such as specific surface area, pore, and elemental content in activated carbon.
The research and development of biomass-based activated carbon as a LIC electrode material has attracted much attention from researchers because of its abundant biomass resources, including corncob waste. The urgency to find carbon alternatives that are cheap and simple can be obtained by synthesizing corn cobs waste that is abundant and suitable with carbon properties. The use of chemical activator agents during the activation process is very important to produce the desired activated carbon, including high surface area and good electrical conductivity. Among various chemical agents, KOH and ZnCl2 have been widely used to synthesize activated carbon.
In this study, activated carbon made from corncob with variations of activator agents KOH and ZnCl2 and variations in the ratio of carbon with activator agents were synthesized as LIC cathode material and analyzed for their effect on LIC performance. Scanning electron microscopy (SEM), energy dispersive x-ray (EDX), Brunauer-Emmett-Teller (BET), and Raman spectra are used to characterize activated carbon.
The test results show all samples have a uniform micro-sized pore and carbon element content above 80%. The surface area of activated carbon made from corn cobs obtained from both KOH and ZnCl2 activator agents with carbon variations and 1: 3 activator agents (CACK13 and CACZ13) is not much different, namely: in the range of 800 m2 / g. The crystallites formed in CACK and CACZ are solid amorphous carbon. The activated carbon samples were then synthesized into KLI cathodes with LTO as the anode material. Electrochemical testing is done through cyclic-voltammetry (CV) and charge discharge (CD). From CV result KLI-K3 has the biggest specific capacitance 28,04 F/g with specific energy 112,14 Wh/kg and specific power 1032.69 W/kg.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T55172
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2000
S29712
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septi Murti
"Pemanfaatan tumbuhan-tumbuhan di Indonesia sementara ini hanya pada buah, biji, umbi, daun, kulit, dan bunga. Bagian tumbuhan yang lain seperti tongkol, batang, tangkai, sekam, dan jerami umumnya belum banyak dimanfaatkan. Bagian-bagian tumbuhan tersebut merupakan limbah hasil pertanian yang diantaranya banyak mengandung selulosa, yang dapat dimanfaatkan sebagai karbon aktif. Karbon aktif yang ada di pasaran harganya cukup mahal. Oleh karena itu, salah satu sumber alternatif yang dapat dijadikan karbon aktif adalah tongkol jagung yang berasal dari limbah pertanian. Hal ini sangat memungkinkan karena dilihat dari bahan yang dikandungnya tongkol jagung banyak mengandung selulosa yaitu sebesar 40 %.
Di Indonesia tongkol jagung diperkirakan akan terus meningkat jumlahnya, mengingat jagung menempati urutan kedua sebagai makanan pokok setelah beras. Karbon aktif yang diperoleh dari tongkol jagung ini, dikarakterisasi dengan menggunakan larutan iod untuk mengetahui penyerapannya terhadap molekulmolekul berdiameter kecil serta larutan metilen biru untuk mengetahui penyerapannya terhadap molekul-molekul berdiameter besar. Selain itu, juga dilakukan karakterisasi BET untuk mengetahui luas permukaan dan ukuran pori karbon aktif, karakterisasi kadar air, dan karakterisasi FT-IR. Aplikasinya dilakukan proses adsorpsi terhadap limbah uap amonia dan limbah cair krom. Pada penelitian ini dilakukan variasi ukuran karbon dan karbon aktif untuk karakterisasi dan aplikasinya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh karakterisasi optimum untuk karbon aktif ukuran 125 _m sebagai berikut : daya serap terhadap iodium 668,06 mg/g; daya serap terhadap metilen biru 71,38 mg/g; kadar air 5,64 %; luas permukaan BET 496,0789 m2/g dan ukuran pori BET 21,0932 _; karakterisasi FT-IR memperlihatkan bahwa masih terkotori oleh gugus fungsi lain dibandingkan dengan karbon aktif Merck. Untuk aplikasinya terhadap limbah uap amonia dan limbah cair krom diperoleh hasil daya serap terhadap limbah uap amonia dan limbah cair krom masing-masing sebagai berikut : 504,52 mg/g dan 6,68 mg/g.

Exploiting of plants in Indonesia this temporary only at fruit, seed, corn, leaf, skin, and interest. Part of other plant like cob, bar, handle, chaff, and hay generally has not many exploited. Parts of the plant is agricultural produce waste between by it many containing cellulose, what can be exploited as activated carbon. The activated carbon in marketing the price enough expensive. Therefore, one of source of alternative which can be made activated carbon is cob coming from agriculture waste. This thing very enables because seen from material contained of cob many containing cellulose that is 40 %.
In cob Indonesia is estimated would continuously increase the numbers, remembers corn to occupy second sequence as staple food after rice. Activated carbon obtained from this cob, characterization by using adsorption of iod to know the adsorption to molecules is having diameter is small and adsorption of blue methylene to know the adsorption to molecules is having diameter big. Besides, also is done BET's characterization to know surface area and pore measure of activated carbon, characterization of water content, and characterization FTIR. The application of adsorption process to ammonia vapour waste and chrome liquid waste. At this research done various measure of carbon and activated carbon for characterization and the its application.
From research result done obtained optimum characterization for measure activated carbon 125 _m as follows : adsorption to iodium 668,06 mg/g; adsorption to blue methylene 71,38 mg/g; water content 5,64 %; BET surface area 496,0789 m2/g and pore measure BET 21,0932 _; characterization FTIR shows that still be defiled by other functional group compared to activated carbon Merck. For the application of its to ammonia vapour waste and chrome liquid waste is obtained result of adsorption to each ammonia vapour waste and chrome liquid waste as follows : 504,52 mg/g and 6,68 mg/g.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S49103
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>