Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 149878 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erwan Hady Ravaie
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1985
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rini Andriani
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26687
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sugiati
"Angka Kematian ibu di Indonesia relatif masih tinggi. Upaya penurunan AKI dinyatakan bahwa semua sektor untuk berperan aktif dalam penurunan AKI dimulai sejak kehamilan, persalinan dan masa nifas melalui tenaga kesehatan yang profesional. Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cimahi Selatan Kabupaten Bandung yang memberikan kontribusi penuninan AKI dengan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebesar 84%. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sudah melebihi target tahun 2000 yaitu 70%.
Penelitian ini dilakukan terhadap ibu-ibu yang melahirkan anak terakhir baik anak lahir hidup maupun mati. Untuk melihat faktor-faktor pada ibu Bersalin yang terdiri dari faktor predisposisi yaitu umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, paritas, pengetahuan dan keyakinan, faktor pemungkin yang terdiri dari jarak tempuh serta biaya pertolongan persalinan dan faktor penguat adalah dukungan suami serta dukungan orang lain yang ada hubungannya dengan pemanfaatan tenaga penolong persalinan.
Metode. Studi ini menggunakan desain kasus kontrol. Kasus adalah ibu yang proses persalinannya memanfaatkan tenaga dukun, sedangkan kontrol adalah ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner pada ibu bersalin yang sudah terpilih sebagai kasus dan kontrol.
Besar sampel penelitian sebanyak 320 responden yang terdiri dari 160 kasus dan 160 kontrol.
Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan untuk analisis multivariat digunakan regresi logistik ganda dengan kekuatan uji 95% dan derajat kemaknaan 5%.
Hasil. Hasil akhir uji multivariat menunjukan : responden yang bekerja lebih memanfaatkan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dengan nilai p value = 0,026, OR 1,696, selang kepercayaan 95% = 0,347 - 0,887; responden yang merasa biaya murah cenderung memanfaatkan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dengan biaya pertolongan persalinan p value = 0,001, OR = 0,089, selang kepercayaan 95% = 0,021-0,387; dan responden dengan keyakinan baik terhadap penolong persalinan p value = 0,002, OR = 2,093, selang kepercayaan = 1,326-3,301.
Kesimpulan. Pekerjaan ibu bersalin, faktor biaya dan keyakinan ibu berhubungan dengan pemanfaatan penolong persalinan.
Saran. Petugas kesehatan khususnya bidan atau dokter yang menolong persalinan hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan melalui pendidikan formal, pelatihan-pelatihan dan seminar, mendorong masyarakat untuk membentuk tabungan bersalin atau dengan cara lain agar kebutuhan biaya pelayanan kesehatan dapat terpenuhi serta meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk berperilaku sehat dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan lebih ditingkatkan.
Daftar bacaan : 36 (1975 - 2002)

Factors on Delivery Mothers related to the Utilization of Birth Attendance Personnel, at the Working Area of South Cimahi Community Health Center, Kabupaten Bandung in 2003The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still relatively high. Several efforts are already worked out, as there is so many sectors have been actively played a role in reducing the number of the MMR, since the period of pregnancy, at the time of delivery, and after delivery period, through the assistant of professional health personnel. The working area of South Cimahi Community Health Center has contributed the effort on reducing the number of MVIR by having the coverage of the birth attendance by health personnel at 84%. This means that the coverage is higher than the target of the year 2000, which is 70%.
This study is carried out among women who have their last delivery within a year (from March 2002 to February 2003), whether the baby is life or dead. Factors observed from respondents are consists of the i) predisposing factors: age, education, occupation, parity, knowledge, and belief; ii) enabling factors: the distance to the delivery service and it's cost; and iii) reinforcing factors: support from the husband and other persons related to the utilization of birth attendance personnel.
Method. The case-control design is used for this study. The case group is mothers who utilize the traditional birth attendant for their delivery prows, and the control group is mothers who utilize the health personnel birth attendant. A structured questionnaire is using for the instrument of the study and the number of sample is comprises 160 mother of the case group and another 160 mothers of the control group.
The study is using the univariate, bivariate, and multivariate analysis. The last analysis is using the double logistic-regression test with 95% power and level of significance at 5%.
Result. The result of the study showed that from multivariate analysis, there are a significant relationship between occupation and the utilization of birth attendance personnel, with its p-value at 0.026, OR: 1.696, and confidence interval (CI) 95% at 0.347 --- 0.887; the respondents who feel that cost of the delivery service is categorized as low cost with p-value at 0.001, OR: 0.089, and its CI 95% at 0.021 - 0.387; and a good beliefs towards birth attendance personnel have p -value at 0.002, OR: 2.093 and have CI 95% at 1.326 - 3.301.
Conclusion. Variables that mostly have influence on the utilization of birth attendance personnel are: mother's occupation, cost of the delivery service, and the beliefs toward birth attendance personnel.
Suggestion. Health personnel, especially for midwives and doctors who assist the delivery, should increase their knowledge and skill through a formal education, trainings and seminars, to encourage the community to establish the "delivery saving" or tabungan bersalin, or other ways, in order to cover the cost of the delivery service, and also increasing the community knowledge to have a healthy behavior and to utilize the maternal health services. Another suggestion is that the coverage of birth attendant by health personnel should be increased to prevent the maternal and child mortality.
References: 36 (1975 - 2002)
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T13029
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Zamida
"Pendahuluan

Pengembangan industri dipandang sebagai hal yang penting dari pembangunan ekonomi suatu negara untuk meningkatkan taraf hidup suatu masyarakat. Dalam proses ini sektor industri diharapkan akan berkembang dan menjadi lebih kuat. Serta menumbuhkan daya saing yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan sektor industri memberikan sumbangan yang jauh lebih berarti pada penerimaan devisa bagi negara yang bersangkutan.

Pada kebanyakan negara berkembang sektor industri pengolahan merupakan sektor yang paling cepat tumbuh dalam perekonomian. Hal ini menyebabkan negara-negara sedang berkembang sangat ingin memajukan sektor industri pengolahan ini.

Dua dasawarsa antara tahun 1966-1985 merupakan kurun waktu pertama industrialisasi yang menunjukkan peningkatan industri yang cepat dan berkelanjutan dalam sejarah Indonesia. Menjelang tahun 1980-an untuk pertama kalinya Indonesia muncul sebagai suatu negara industri yang cukup berarti di antara negara-negara berkembang.

Antara tahun 1973-1984 merupakan tahun-tahun dimana sektor industri pengolahan Indonesia tumbuh hampir dua kali lebih cepat dari pada industri sejenis di Korea dan Singapura, dan lebih dari dua kali laju pertumbuhan industri serupa di India dan Pilipina, sehingga secara keseluruhan Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam negara berpendapatan menengah bawah.

Pada dasawarsa pertama setelah tahun 1966 pertumbuhan sektor industri pengolahan di Indonesia nampak terpusat pada berbagai barang konsumsi dan barang setengah jadi. Ini merupakan salah satu ciri-ciri strategi yang biasa disebut dengan strategi substitusi impor.

Pala Industrialisasi dengan strategi substitusi impor ini biasanya diawali dengan pembangunan industri-industri ringan yang termasuk dalam industri hilir dan kemudian secara bertahap akan mengarah pada pembangunan industri berat yang merupakan industri hulu?
"
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Artiningsih
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1995
S33496
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
JIP 44(2014) (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>