Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16636 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Suzwameli
Depok: Universitas Indonesia, 2003
S28639
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pandhu Prakoso
"Telah dilakukan studi Pre-Stack Depth Migration (PSDM) pada data lapangan Nirmala yang memiliki struktur kompleks dan variasi kecepatan lateral yang kuat. Ketidakmenerusan reflektor pada zona sesar yang sering terdapat pada data hasil Pre-Stack Time Migration (PSTM) dapat diatasi dengan pembuatan model kecepatan yang akurat. Model kecepatan yang dibuat dengan konsep tomografi menghasilkan model yang mencerminkan keadaan geologi sebenarnya. Selanjutnya model kecepatan yang dihasilkan digunakan untuk melakukan proses Kirchhoff PSDM. Data seismik yang dihasilkan menunjukkan peningkatan kualitas yang cukup siginifikan, mampu mempertegas pola refleksi pada zona sesar dan memberikan resolusi yang lebih koheren dibandingkan dengan data seismik PSTM. Studi ini sangat membantu dalam membuat konsep eksplorasi dan pengembangan suatu daerah, khususnya untuk daerah dengan struktur kompleks.

Analysis on Pre-Satck Depth Migration (PSDM) has been applied to Nirmala field seismic data which has complex structure and strong lateral velocity variation. The unconformity, which is commonly occur in Pre-Stack Time Migration (PSTM) section, can be removed by providing an accurate velocity model. In order to produce proper velocity model, we perform tomography technique. The result of accurate velocity model is then used for Kirchhoff PSDM. The result shows a significant image enhancement, able to assure the reflection pattern at the fault zone and give the more coherence resolution compared with PSTM seismic data. This study is very valuable in building exploration concept and development of the area, especially in a complex structure."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
S28686
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Krismansyah
"Migrasi seismik merupakan salah satu proses akhir dalam processing seismik. Proses migrasi bertujuan untuk meningkatkan resolusi lateral data seismik dengan cara memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya berdasarkan lintasan gelombang. Hal ini disebabkan karena penampang seismik hasil stack belumlah mencerminkan kedudukan yang sebenarnya, karena rekaman normal incident belum tentu tegak lurus terhadap bidang permukaan, terutama untuk bidang reflektor yang miring. Selain itu, migrasi juga dapat menghilangkan pengaruh difraksi gelombang yang muncul akibat pengaruh struktur geologi seperti patahan, sinklin, dan antiklin.
Migrasi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu migrasi dengan menggunakan metode fourier split step dan finite-difference. Kedua metode migrasi yang digunakan tersebut diaplikasikan pada empat macam data seismik sintetik yang telah dibuat melalui pemodelan seismik Data seismik sintetik yang dibuat terdiri dari empat macam model geologi, yaitu model geologi dua perlapisan (sinklin-antiklin), model geologi tiga perlapisan (patahan), dan model geologi empat perlapisan dan satu channel, pada model geologi yang ketiga ini terdapat dua macam model kecepatan, yaitu model yang memiliki kecepatan kontinu dan model yang memiliki kecepatan tidak kontinu. Dilakukan perbandingan antara kedua metode migrasi yang digunakan terhadap data seismik sintetik yang ada.
Hasil migrasi dengan menggunakan metode finite-difference terlihat lebih baik dalam mengatasi variasi kecepatan lateral yang sederhana maupun kompleks dibandingkan dengan metode fourier split step. Tapi, migrasi dengan menggunakan metode fourier split step lebih membutuhkan waktu yang singkat dalam hal proses komputasi dibandingkan metode finite-difference.

Seismic migration is a part of final process in seismic processing. The purpose of migration is to enhance spatial resolution of seismic data. This migration is performed by moving the position of reflector with regards to the real position and reflecting time based on the wave path. The different image between the stacked section and true subsurface position of the event due to the record of normal incidence is not always perpendicular to its reflector, especially a reflector with a certain dip. In addition, migration collapse diffraction effect is shown from the result of geological structure such as fault, sincline and anticline.
The migration algorithm that was used is split step fourier and finite-difference migration. Both migration methods were applied to four types of synthetic seismic data that were produced by seismic modeling. The produced synthetic seismic data consisted of four types of geological modeling which are: double layered geological model (syncline - anticline), triple layered geological model (fault), four layered geology model, and one channel. For the third geological models it was found that there were two types of velocity model, a continual velocity and the other was not. Comparison was then done for the two migration methods used with the existing synthetic seismic data.
The results show that finite-difference migration is better than split step fourier migration in solving and handling variation of a simple and complex lateral velocity. In contrast, split step fourier migration is faster than finite-difference migration in the computation process.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
S29431
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mia Galina
"Di tengah penurunan pertumbuhan pendapatan industri telekomunikasi, operator telekomunikasi harus berusaha meningkatkan revenue usahanya dan menekan cost operational agar mampu bertahan dan bersaing dimasa mendatang. Banyaknya operator telekomunikasi yang mengembangkan bisnis pada market yang sama membuat ruang gerak operator telekomunikasi semakin terbatas. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah menurunnya pendapatan operator telekomunikasi dimana salah satunya diindikasikan karena besarnya biaya regulatory charges yang membebani cost operational operator telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap regulatory charges operator selular yang berlaku saat ini dan hubungannya terhadap pendapatan operator, dengan menggunakan pemodelan sistem dinamik dan statisik.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa regulatory charges bukan penyebab utama terjadinya penurunan pendapatan operator telekomunikasi. Menurunnya pertumbuhan industri telekomunikasi saat ini lebih disebabkan karena keputusan atau kebijakan pertumbuhan investasi jaringan selular dengan tingkat pertumbuhan (growth rate) yang tinggi dimasa lalu, dengan melakukan kegiatan eksploitasi oleh banyak perusahaan telekomunikasi sehingga mengakibatkan pangsa pasar telekomunikasi di Indonesia mencapai saturasi dalam waktu yang singkat.

Along with declining revenue growth in the telecommunications industry, the telecommunication operators must continue in adopting new technologies and utilize its network to accommodate future telecommunication services. Therefore, the operator forced to increase their business revenue and reduce operational cost. As the Indonesian telecommunication industry is crowded with many operators fighting over limited market and resources, indicates that the telecommunication market is heading towards saturation. The main issues raised in this research is the declining in revenues of telecommunications operators, one of which is indicated of the regulatory charges that impacting to operational cost. This research is focusing to analyze current operator regulatory charges and its relation to operator revenues, using the dynamic system modeling approach and statistic.
The result showed that the regulatory charges is not the main cause of declining in revenues of telecommunications operators. A dramatic celular telecommunication investment growth in the past with high exploitation activities, however, has contributed fierce competition of market shares among many mobile operators. As the result, Indonesia's telecommunication market has lost some of its glory and become saturated within a relatively short period of time."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T44671
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mia Galina
"Di tengah penurunan pertumbuhan pendapatan industri telekomunikasi, operator telekomunikasi harus berusaha meningkatkan revenue usahanya dan menekan cost operational agar mampu bertahan dan bersaing dimasa mendatang. Banyaknya operator telekomunikasi yang mengembangkan bisnis pada market yang sama membuat ruang gerak operator telekomunikasi semakin terbatas. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah menurunnya pendapatan operator telekomunikasi dimana salah satunya diindikasikan karena besarnya biaya regulatory charges yang membebani cost operational operator telekomunikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap regulatory charges operator selular yang berlaku saat ini dan hubungannya terhadap pendapatan operator, dengan menggunakan pemodelan sistem dinamik dan statisik. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa regulatory charges bukan penyebab utama terjadinya penurunan pendapatan operator telekomunikasi. Menurunnya pertumbuhan industri telekomunikasi saat ini lebih disebabkan karena keputusan atau kebijakan pertumbuhan investasi jaringan selular dengan tingkat pertumbuhan (growth rate) yang tinggi dimasa lalu, dengan melakukan kegiatan eksploitasi oleh banyak perusahaan telekomunikasi sehingga mengakibatkan pangsa pasar telekomunikasi di Indonesia mencapai saturasi dalam waktu yang singkat.

Along with declining revenue growth in the telecommunications industry, the telecommunication operators must continue in adopting new technologies and utilize its network to accommodate future telecommunication services. Therefore, the operator forced to increase their business revenue and reduce operational cost. As the Indonesian telecommunication industry is crowded with many operators fighting over limited market and resources, indicates that the telecommunication market is heading towards saturation. The main issues raised in this research is the declining in revenues of telecommunications operators, one of which is indicated of the regulatory charges that impacting to operational cost.
This research is focusing to analyze current operator regulatory charges and its relation to operator revenues, using the dynamic system modeling approach and statistic. The result showed that the regulatory charges is not the main cause of declining in revenues of telecommunications operators. A dramatic celular telecommunication investment growth in the past with high exploitation activities, however, has contributed fierce competition of market shares among many mobile operators. As the result, Indonesia's telecommunication market has lost some of its glory and become saturated within a relatively short period of time."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Doria Marselita
"ABSTRAK
Teknologi eSIM dibeberapa negara sudah diimplementasikan pada beberapa perangkat vendor seperti Apple dan Samsung. ITU mengatakan bahwa penyebaran secara luas eSIM dan Remote Provisioning akan menjadi enabler suatu disruption karena kelebihan yang dimiliki teknologi eSIM tersebut. Oleh karena itu Dengan adanya eSIM dikawatirkan akan meningkatkan potensi churn rate yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor adopsi eSIM yang akan berpotensi mempengaruhi peningkatan churn rate. Model yang dibuat dengan mengambil Faktor adopsi dari metode VAM dan penelitian sebelumnya yang menganalisa efek dari kebijakan Mobile number Portability terhadap Intensitas switching pelanggan. Setelah Model dianalisa didapatkan faktor adopsi perceived usefulness of ESIM (PUESIM), perceived fee of eSIM (PFESIM) dan perceived technically of ESIM (PTE) menjelaskan sekitar 55.6% ATTESIM, dan attitude towards ESIM (ATTESIM) dan perceived technically of ESIM (PTESIM) bersama-sama menjelaskan sekitar 55.3% ESIM-induced self-efficacy (ESIMSEF). Model yang diusulkan memprediksi nilai switching intention SINT R2 hanya 41.9% intensi switching yang meyebabkan meningkatkan potensi churn rate pelanggan seluler. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya adalah masih adanya switching barrier orang untuk beralih oleh yang bisa perceived switching cost yang masih tinggi tidak mampu meningkatkan itensi orang untuk beralih

ABSTRACT
ESIM technology in several countries has been implemented on several device vendors such as Apple and Samsung. ITU said that the widespread deployment of eSIM and Remote Provisioning would become an enabler of a disruption due to the advantages possessed by the eSIM technology. Therefore, it is feared that with eSIM will increase the potential for high churn rates. The purpose of this study is to determine the eSIM adoption factors that will potentially affect the increase in churn rate. The model is created by taking the adoption factor from the VAM method and previous research that analyzes the effect of the Mobile number Portability policy on customer switching intensity. After the Model has been analyzed, the adoption of perceived usefulness of ESIM (PUESIM), perceived fee of eSIM (PFESIM) and perceived technic of ESIM (PTEIM) factors explain about 55.6% ATTESIM, and attitude towards ESIM (ATTESIM) and perceived technically of ESIM (PTESIM) together explain about 55.3% ESIM-induced self-efficacy (ESIMSEF). The proposed model predicts the value of SINT R2 switching intention is only 41.9% switching intentions which causes a potential increase in cellular customer churn rate. This is due to several factors including the existence of switching barriers for people to switch by those who can still feel the high switching costs that are not able to increase people's intention to switch.
"
2020
T55313
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Oktyasti Ganda Prihatiwi
"Eksplorasi prospek wilayah hidrokarbon di Indonesia, masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Salah satu wilayah yang menarik untuk dilakukan eksplorasi awal terkait pencarian hidrokarbon adalah wilayah Kepulauan Tanimbar. Berdasarkan sistem petroleum dan posisi tektoniknya, wilayah Kepulauan Tanimbar memiliki zona – zona yang menarik untuk menghasilkan hidrokarbon, sehingga eksplorasi awal terkait kondisi serta struktur geologi bawah permukaan di wilayah Kepulauan Tanimbar perlu dilakukan. Namun, data lapangan di wilayah Kepulauan Tanimbar, khususnya di wilayah Pulau Selaru, masih sangat terbatas dan belum ada data seismik di wilayah daratan Pulau Selaru. Keterbatasan data tersebut dapat diatasi dengan mengintegrasikan metode seismik dan metode gayaberat. Berdasarkan hasil integrasi kedua metode tersebut, diindikasikan terdapat struktur three-way dip closure yang terletak di wilayah daratan Pulau Selaru, yang mana struktur tersebut dapat menjadi jebakan hidrokarbon. Struktur three-way dip closure terlihat pada time structure map di horison Jurassic dan Cretaceous. Selain itu, nilai anomali Bouguer di wilayah daratan Pulau Selaru memiliki anomali yang relatif rendah sehingga berpotensi memiliki sedimen tebal dan dapat berperan sebagai reservoir hidrokarbon. Kemudian, hasil pemodelan gayaberat serta hasil interpretasi seismik menggambarkan adanya zona fold thrust belt di wilayah tersebut yang dapat menjadi jalur migrasi hidrokarbon. Pemodelan gayaberat pada penelitian ini dilakukan dengan metode pemodelan kedepan (forward modeling) dengan mengacu kepada hasil interpretasi seismik. Hasil pemodelan tersebut memiliki nilai error <10%, sehingga hasil integrasi metode seismik dengan metode gayaberat dianggap representatif dan metode gayaberat dapat membantu dalam memodelkan bawah permukaan untuk wilayah yang belum memiliki data seismik.

Exploration of the prospect of hydrocarbon areas in Indonesia is still being carried out to meet energy needs. One of the interesting areas for initial hydrocarbon exploration is the Tanimbar Islands region. Based on its tectonic position and petroleum system, the Tanimbar Islands region has interesting zones to produce hydrocarbon, so that initial exploration of the conditions and subsurface geological structures in the Tanimbar Islands region needs to be carried out. However, field data in the Tanimbar Islands region, especially in the Selaru Island area, is still very limited and there is no seismic data available in the mainland Selaru Island. These data limitations can be overcome by integrating seismic and gravity methods. The results of the integration between seismic and gravity methods, it is indicated that there is a three-way dip closure structure located in the mainland area of Selaru Island, where the structure can be a hydrocarbon trap. The three-way dip closure structure can be seen in the time structure map of Jurassic and Cretaceous horizons. In addition, the Bouguer anomaly value in the mainland area of Selaru Island has relatively low anomaly so that it has the potential to have relatively thick sediment and can be a hydrocarbon reservoir. Then, the results of gravity modeling and seismic interpretation describe the existence of a fold thrust belt zone in the mainland area of Selaru Island which can be a hydrocarbon migration path. Gravity modeling in this study was carried out using the forward modeling method with reference to the results of seismic interpretation. The modeling results have an error value of <10%, so the results of the integration of the seismic method with the gravity method are considered representative and the gravity method can assist in modeling the subsurface for areas that do not have seismic data."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Berkhout, A.J., 1940-
Amsterdam: Elsevier, 1984
551.22 BER s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Berkhout, A.J., 1940-
Amsterdam: Elsevier, 1985
551.22 BER s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jordan, James A.
New York: John Wiley & Sons, 2000
658.023 JOR n
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>