Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 60734 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sumbayak, Erma Mexcorry
"Penelitian ini dilakukan untuk inengetahui pang.aruh tartrazin yang diberikan secara oral terhadap gejala klinis yang timbulj morfologi Haiti, dan gambaran mikroskopis hati mencit befina galur Swiss' Derived Pemberian tartrazin dosis tnnggal,.secara oral dilakukan terhadap 24 ekor mencit dalam empat kelompok perlakuan, .yaitu: 0,00, 8,75, 10,75, dan 12,75 gram tartrazin/kg berat badan dengan pelarut akuabidestilata Setelah perlakuan, gejala-gejala klinis yang timbul: diamati. Mencit dikorbankan pada hari ketiga setelah perlakuan. Morfologi hati diamati, kemudian dibuat ■ preparat histologis hati. Pada pengamatan, gejalagejala klinis yang timbul pada kelompok perlakuan" berupa: feses dan urine berwarna jingga, penuxunan be rat badan pada hari pertama setelah perlakuan, dan terjadi diare., Pada pemeriksaan morfologi hati tidak tampak adanya perubahan bentuk dan warna pada semua . kelompok dosis. Jenis-jenis kerusakan hati berupa: dilatasi dan pembendungan di vena sentralis, pada selsel hati terjadi lisis dan peflemakan. Hasil uji ' Kruska 1 - W al 1 is (jC - 0,05) terhadap rata-rata diameter' vena sentralis tidak berbeda nyata. Hasil uj i Friedman 0,01) terhadap jumlah (%) kerusakan vena sentralis dan sel-sel hati terdapat perbedaan sangat nyata."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ekasari Hendra
"Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian tartrazin dosis tunggal secara oral terhadap sistem tulang keras fetus mencit galur Swiss Derived. Pemberian tartrazin secara oral dilakukan pada hari kehamilan ke-7 terhadap 24 ekor induk dalam empat kelompok perlakuan, yaitu: 0,0000, 3,1875, 4,2500, dan 6,3750 gram tartrazin/kg berat badan dengan pelarut akuabidestilata. Induk dikorbankan pada hari kehamilan ke-18, kondisi intrauterin dicatat, lalu fetus diwarnai dengan Alizarin Red S. Pengamatan sis tem tulang keras fetus mencit dilakukan dengan membandingkan fetus perlakuan dan kontrol. Hasil Uji Jonckheere-Terpstra (50= 0,05) menunjukkan jumlah fetus yang diresorpsi dan persentase kematian pascaimplantasi cenderung meningkat sejalan dengan kenaikan dosis. Hasil Uji ANAVA menunjukkan tidak ada hubungan antara kegagalan implantasi dan berat rata-rata fetus tiap induk dengan peningkatan dosis.
Hasil Uji Kruskal-Wallis («0 = 0,05) terhadap: (1) Perubahan waktu penulangan pada bagian cranium, c,v. cervicales dan thoracales,sternebrrae, dan costae tidak berbeda nyata. (2) Variasi sistem tulang keras pada bagian a.v. cervicales, sternebrae, dan costae tidak berbeda nyata; (3) Malformasi sistem tulang keras pada bagian c-v, cervicales dan thoracale, sternebrae, dan costae tidak berbeda nyata."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siringoringo, Tiurma Yulianita
"Penelitian ml dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit atau lamtoro terhadap gejala klinik yang timbul clan gambaran histologi hati mencit (Mus musculus L.) galur Swiss Derived. Pemberian ekstrak dawn lamtoro dilakukan secara oral terhadap 24 ekor mencit dalam empat kelompok perlakuan, yaitu: 0%, 20%, 40%, clan 60% selama 36 han.Gejala-gejala klinik yang timbul diamati setiap han. Mencit dikorbankan pada han ke-37 setelah perlakuan, kemudian dilakukan pembuatan preparat histologi hati.
Pada pengamatan, tidak ditemukan adanya gejala-gejala klinik clan semua mencit percobaan mengalami kenaikan berat badan setiap minggu. Hasil uji ANAVA ((x = 0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pembenan ekstrak daun lamtoro terhadap rata-rata diameter vena sentralis antara keempat kelompok perlakuan. Pada kelompok penlakuan dengan pembenian 20% ekstrak daun lamtoro, memperlihatkan keadaan gambaran histologi hati yang serupa dengan kontrol. Pemberian ékstrak dawn lamtoro sebesar 40% dan 60% menyebabkan kerusakan pada jaringan hati mencit.
Jenis-jenis kerusakan berupa: perluasan clan pembendunganvena sentralis, penlemakan, piknosis, intl menjadi keniput, dan nekrosis yang berlanjut dengan peradangan pada daerah-daerah tertentu jaringan hati."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Sudur
"ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian ekstrak daun lamtoro (Leucaena leucocephala) secara oral terhadap spermatogenesis mencit (Mus musculus) jantan galur Swiss Derived. Dalam penelitian ini mencit dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok I yang dicekok 0% ekstrak daun lamtoro, kelompok II yang dicekok 20% ekstrak daun lamtoro, Kelompok III yang dicekok 40% ekstrak daun lamtoro, dan kelompok IV yang dicekok 60% ekstrak daun lamtoro. Pencekokan dilakukan selama 36 hari. Sehari setelah pencekokan selesai, semua mencit pada keempat kelompok penlakuan dikorbankan, selanjutnya dilakukan pembuatan sayatan testis dengan metode parafin. Berdasarkan hasil analisis statistik, diketahui adanya penghambatan spermatogenesis mencit. Penghambatan tersebut berupa penurunan jumlah sel spermatogonia A dan sel spermatosit pakhiten secara sangat nyata (a = 0,01), serta penurunan berat testis secara nyata (a = 0,05). Sedang jumlah sel spermatogonia B, diameter tubulus seminiferus, dan berat badan tidak menunjukkan adanya perbedaan antara keempat kelompok perlakuan. Penghambatan spermatogenesis mulai terlihat pada pemberian dosis 40% dan 60% ekstrak daun lamtoro."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Thadeus, Maria Selvester
"Ruang Lingkup dan Cara Penelitian: DaIam kehidupan sehari-hari penggunaan minyak jelantah berasal dari restoran makanan cepat saji dan hotel, umum digunakan oleh pedagang gorengan. Pemanasan minyak goreng berulang kali menyebabkan oksidasi dan polimerisasi asam lemak yang dikandungnya. Oksidasi Iemak ini akan menghasilkan senyawa peroksida yang merupakan radikal bebas yang akan menyebabkan kerusakan membran sel. Vitamin C dan vitamin E telah diketahui merupakan antioksidan yang berperan dalam melindungi sel terhadap daya destruktif radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek pemberian vitamin C dan vitamin E pada kerusakan. hati, jantung dan aorta yang ditimbulkan akibat pemberian minyak jelantah dengan angka peroksida 125-130 meq/kg, dengan dosis 10 ul/g BB selama 12 minggu pada mencit jantan (Mus musculus L) galur Swiss derived Lima kelompok masing-masing terdiri dari 8 ekor mencit dengan diet standar, yaitu kelompok kontrol (K), kelompok perlakuan dengan minyak jelantah (MJ), kelompok perlakuan dengan minyak jelantah dan suplemen vitamin C 2.5 mg/hr (MJC); kelompok perlakuan dengan suplemen vitamin E 0.1 mg/hr (MJE); kelompok perlakuan dengan suplemen kombinasi vitamin C dan vitamin E (MJCE). Pada minggu ke-13 dilakukan eutanasia dan dilakukan pembedahan untuk melihat perubahan histopatologik hati, jantung dan aorta dengan pulasan HE dan pulasan elastika Verhaeff?s.
Hasil dan kesimpulan: Ditemukan perubahan gambaran histopatologik berupa bendungan hati, peningkatan apoptosis, perlemakan, penipisan miokardium dan `hilangnya gelombang tunika elastika aorta. Bendungan hati ditemukan pada semua kelompok, terrnasuk kelompok konrol walaupun derajatnya lebih ringan (Kruskal Wallis, p=0.048). Pelebaran vena sentralis ditemukan pada kelompok perlakuan, walaupun tidak berbeda bermakna. Perlemakan ditemukan pada seluruh kelompok perlakuan dengan derajat yang lebih berat terutama pada kelompok MJE dan MJCE. (Kruskal Wallis, p=0.001), menunjukkan vitamin E tidak memberikan daya proteksi pada hati. Peningkatan derajat apoptosis sel hati terutama di zona 1 menunjukkan berbeda bermakna (Kruskal Wallis, p=0.006). Ditemukan penipisan miokardium yang berbeda bermakna pada seluruh kelompok perlakuan dengan atau tanpa suplemen (Anova,P=0.000) Ditemukan pula korelasi terbalik antara penipisan miokardium dengan pelebaran diameter ventrikel yang berbeda bermakna (Pearson, r = - 0.437). Kelainan dinding aorta berupa ketidak-teraturan putusnya gelombang tunika elastika ditemukan berbeda makna (Kruskal Wallis, p=0..000) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan baik yang mendapat suplemen maupun tidak, dengan derajat yang lebih berat terutama pada kelompok MJC dan MJCE, menunjukkan vitamin C tidak memberikan proteksi pada aorta.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pencekokan minyak jelantah mengakibatkan perlemakan hati, peningkatan derajat apoptosis zona 1, penipisan miokardium dan hilangnya gelombang sampai putusnya tunika elastika aorta Pemberian vitamin C, vitamin E dan kombinasi keduanya tidak dapat memperbaiki kerusakan akibat pemberian minyak jelantah secara menyeluruh. Daya proteksi vitamin C lebih baik pada jaringan hati dan vitamin E lebih baik pada jantung dan aorta.

Scope of study and method:
In everyday life, re-use cooking oil from hotel or fast food restaurants was commonly used by deep-fried food vendors on the street. Heating of cooking oil caused oxidation and polymerization of its lipid component. This process resulted in lipid peroxide, free radical which produced cell membrane damage. Vitamin C and vitamin E have been known as anti-oxidant that protects cells from free radical destruction. This study was carried to observe the effect of vitamin C and vitamin E or its combination supplementation for 12 weeks on liver, myocardium and aorta from damaging effect of re-use cooking oil intake of 10 ul/g BW with peroxide number 125-130 mEg/kg, in male M musculus strain Swiss-derived. Five groups of 8 mice with standard diet were studied_ control, treated with re-use cooking oil only (MI}, treated with re-use cooking oil with 2.5 mg/day vitamin C supplementation (MJC), treated with re-use cooking oil with 0.1 mg/day vitamin E supplementation (MJE) and treated with combination vitamin C and vitamin E (MICE), in week 13, the mice were sacrificed and histopathological changes in liver, heart and aorta were studied using HE and elastic Verhoeff's staining.
Result and Conclusion
Histopathological changes of venous congestion, increase of apoptotic rate and steatosis were found in liver. Thinning of myocardium, ventricle dilatation, and disruption of elastic fibers of aorta were found. Liver veins congestion were found in all group although in control it was milder (Kruskal Wallis, p=0.048). Central veins dilatation was found in all groups (Ml, MJC, MIE and MJCE) although it was not significantly different. Steatosis were found in all groups, which were more severe in groups MJE and MJCE (Kruskal Wallis, p=0.001), showing that vitamin E did not give protection to liver. There was significant increase of apoptotic rate in zone 3 in all (Kruskal Wallis, p=0.006). Significant thinning of Myocardial was also found in all groups wit or without therapy (Anova, p= 0.011). Significant inverse correlation was found in heart myocardial thinning and ventricle dilatation (Pearson, r==-0,437). Elastic fibers degradation and break-down were found in control and MJ (Kruskal Wallis, pA31.000). In the other groups (MJC, MJE and MICE) degradation of aorta elastic fibers were also found.
From this study, it is concluded that intake of re-use cooking oil contributed to steatosis and increase of zone 3 apoptosis rate in of the liver, and caused thinning of heart myocardium with ventricle dilatation, and degradation of aorta elastic fibers. Vitamin C, vitamin E supplementation or its combination could not protect liver, myocardium or aorta from damaging effect(s) of re-use cooking oil intake.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuldevi Mukhtar
"telah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak alkohol buah paria terhadap implantasi mencit galur Swiss Derived: Tiga puluh ekor mencit betina , dewasa dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol terdiri dari kelompok tanpa perlakuan, kontrol dengan pembe rian oral akuabidestilata, dan kontrol dengan Carboxy Methyl Celullose (CMC) 1%. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok pemberian dosis 250, 500, dan 750 m.g ekstrak alkohol buah paria/kg b.b./hari. Setelah perlakuan diberikan selama 30 hari semua mencit betina dikawinkan dengan, mencit jantan fertil. Pada kehamilan hari ke-18 semua mencit betina dikorbankan, kondisi intrauterin dicatat, dan fetus diamati morfologinya. Uji ANAVA terhadap berat ' rata-rata■ovarium dan jumlah korpus luteum tidak berbeda nyata pada a = 0,05. Uji Kruskal-Wallis (a = 0,05) terha dap jumlah fetus hidup, fetus ma'ti, resorpsi fetus, dan berat badan rata-rata fetus tidak berbeda nyata. Dari uji Lhi-Sguare (a = 0,05) diketahui perbandingan jenis kelamin fetus antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tidak' berbeda nyata."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1994
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rr. Dian Savitri
"ABSTRAK
Untuk mengetahui pengaruh etanol terhadap beberapa parameter fertilitas hewan jantan, telah dilakukan suatu penelitian eksperimental dengan menggunakan etanol 40%, 50%, dan 60% yang diberikan satu kali secara oral dengan dosis 9 cc/kg berat badan terhadap menoit (Mus musculus L.) jantan galur Swiss Derived. Setelah satu sikius spermatogenesis (36 han) dan 9 hari masa kawin dengan mencit betina normal, parameter fertilitas yang diamati adalah berat dan persentase berat testis dan vesika seminalis, jumiah spermatozoa total, persentase spermatozoa total, dan perubahan berat badan mencit jantan. Parameter fertilitas yang diperoleh dari hasil perkawinan mencit jantan perlakuan dengan mencit betina adalah jumlah fetus yang hidup dan mati, berat rata-rata fetus yang hidup, serta perbandingan antara fetus jantan dan fetus betina. Setelah semua data dianalisis pada taraf nyata a 0,05, dapat disimpulkan bahwa etano! 40%, 50%, dan 60% yang diberikan hanya satu kali untuk jangka waktu satu siklus spermatogenesis (36 han) dan 9 han masa kawin tidak mempengaruhi semua parameter fertilitas tersebut."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yesi Wulandari
"Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak etil asetat Enhalus acoroides (L.f.) Royle dosis 5 mg/kg bb, 10 mg/kg bb, 20 mg/kg bb, 40 mg/kg bb, dan 80 mg/kg bb, terhadap ketebalan epitel vagina Mus musculus L. (mencit) betina galur DDY yang diovariektomi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Reproduksi dan Perkembangan, Departemen Biologi FMIPA-UI. Tigapuluh dua ekor M. musculus betina galur DDY yang telah diovariektomi dibagi menjadi 8 kelompok, yaitu 5 kelompok perlakuan (KP) yaitu KP1, KP2, KP3, KP4, dan KP5 dengan dosis masing-masing 5 mg/kg bb, 10 mg/kg bb, 20 mg/kg bb, 40 mg/kg bb, dan 80 mg/kg bb per hari, kelompok kontrol negatif (KK-) (olive oil), kelompok kontrol positif (KK+) (etinil estradiol), dan kelompok pembanding (KPb) (tidak diovariektomi dan diberi olive oil). Pemberian ekstrak dilakukan secara oral selama 8 hari berturut-turut. Rerata ketebalan epitel vagina pada hari ke-9 untuk KP1, KP2, KP3, KP4, KP5, KK-, KK+, dan KPb masing-masing sebesar (73,90  24,15) m, (49,81  6,84) m, (122,78  23,20) m, (137,66  27,61) m, (96,09  6,93) m, (46,66  8,86) m, (114,47  23,75) m, dan (98,41  37,57) m. Berdasarkan uji Anava dan LSD ( = 0,05) menunjukkan bahwa ekstrak E. acoroides memiliki efek estrogenik terhadap ketebalan epitel vagina M. musculus betina yang diovariektomi, yaitu pada dosis 20 mg/kg bb, 40 mg/kg bb, dan 80 mg/kg bb. Berdasarkan rerata ketebalan epitel vagina, dosis 40 mg/kg bb merupakan dosis optimum."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S31578
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vinda Ratna Setyaningsih
"Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian infus simplisia rosella (Hibiscus sabdariffa L.) secara oral terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY di Laboratorium Biologi Reproduksi dan Perkembangan Departemen Biologi FMIPA UI pada bulan Juni 2010--Maret 2011. Mencit dikelompokkan menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol normal (KK1) diberi akuades selama 14 hari berturut-turut.
Kelompok kontrol perlakuan (KK2) diberi akuades secara oral selama 14 hari berturut-turut, serta induksi etanol (dosis 2,8 g/kg bb) pada hari ke 8--14 secara intraperitoneal (i.p). Kelompok perlakuan (KP1, KP2, dan KP3) diberi infus simplisia H. sabdariffa L. secara oral dengan dosis 1,5%; 3%; dan 6% selama 14 hari berturut-turut serta induksi etanol pada hari ke 8--14 secara i.p.
Hasil uji anava 1-faktor (P < 0,05) menunjukkan bahwa pemberian infus simplisia H. sabdariffa L. dapat meningkatkan motilitas dan menurunkan abnormalitas spermatozoa pada semua kelompok perlakuan. Peningkatan motilitas dan penurunan abnormalitas spermatozoa terbaik dicapai oleh kelompok perlakuan dosis 3% dengan nilai mendekati kelompok kontrol normal.

The research on the influence of crude roselle (Hibiscus sabdariffa L.) infusion orally on the quality of spermatozoa DDY strain male mice (Mus musculus L.) was conducted in the Laboratory of Reproductive and Developmental Biology, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences University of Indonesia on June 2010-March 2011. Mice were divided into 5 groups. The normal control group (KK1) was given distilled water for 14 consecutive days.
The treatment control group (KK2) were given distilled water orally for 14 consecutive days and induced ethanol (dose 2.8 g/kg bw) on day 8-14 by intraperitoneal (i.p). The treatment groups (KP1, KP2, and KP3) were given a crude H. sabdariffa L. infusion orally with doses of 1.5%, 3% and 6% for 14 consecutive days and induced ethanol on day 8-14 by i.p.
The results of one-way anova (P < 0.05) showed that crude H. sabdariffa L. infusion significantly increases spermatozoa motility and decreases abnormalities in all treatment groups. The best enhancement of increased motility and decreased abnormalities of spermatozoa was achieved by treatment group with dose of 3% H. sabdariffa L., with a value approaching the normal control group.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S1760
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sumitro Sunityoso
"Telah dilakukan penelitian laboratorium untuk melihat pengaruh pencekokan ekstrak daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap gejala klinik dan perubahan histologi organ hati dan ginjal mencit (Mus musculus L). Masing-masing kelompok mencit dicekoki pelet yang telah dicampur dengan ekstrak daun lamtoro pada dosis : 0 % (kontrol), 20 %, 40 % dan 60 % b/b setiap hari.
Pengamatan harian menunjukkan tidak ditemukan adanya gejala klinik pada semua mencit kontrol dan yang diberi perlakuan ekstrak daun lamtoro. Semua mencit mengalami kenaikan berat badan yang hampir sama selama masa percobaan.
Hasil uji ANAVA (a = 0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pencekokan ekstrak daun lamtoro terhadap rata-rata diameter vena sentralis organ hati dan rata-rata kerusakan glomerulus organ ginjal antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dosis 20% dan 40%, akan tetapi ada perbedaan nyata antara kelompok kontrol dengan kelompok periakuan dosis 60%.
Pengamatan mikroskopik terhadap organ hati dan ginjal mencit dilakukan pada hari ke 36 setelah perlakuan. Pemberian ekstrak daun lamtoro dengan dosis 20 % pada mencit memperlihatkan gambaran histologi organ hati dan ginjal yang tidak berbeda dengan kontrol. Sedangkan pada dosis 40 % mulai tampak kerusakan ringan, dan dengan dosis 60 % kerusakan yang terjadi semakin meningkat yaitu pada organ hati kerusakan berupa perluasan vena sentralis dan vena porta, perlemakan, piknosis serta nekrosis. Kemudian berlanjut dengan peradangan di daerah vena porta. Sedangkan organ ginjal menampakkan kerusakan berupa penyusutan glomerulus dan pelebaran jarak antara kedua dinding kapsula Bowman. Kerusekan organ hati dan ginjal tampak jelas meningkat seiring dengan kenaikan dosis ekstrak daun lamtoro yang diberikan."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1996
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>