Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 108289 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aris Firmansyah
"Untuk nengetahui pengaruh Streptococcus B-hemolyticus terhadap notilitas spema, telah dilakukan penelitian secara in vitro dengan mengukur notilitas sperma. Penelitian menggunakan kultur murni S. B-hemolyticus dengan konsentrasi ±04/ ml dan semen dari 30 pasien yang memenuhi syarat. Terdapat 2 kontrol dan 2 perlakuan dalam penelitian, yaitu: semen sebagai kontrol 1, senen ditanbah nediun cair bakteri sebagai kontrol 2, semen ditambah mediun cair bakteri sebagai kontrol 2, semen ditambah metabolit sekunder yang terlarut dalam medium cair bakteri sebagai perlakuan 1 dan semen ditambah biarkan bakteri sebagai perlakuan 2. Parameter penelitian yang diukur adalah kerusakan menbran, viskositas, pH dan aglutinasi. Kesinpulan yang didapat dirumuskan sebagai berikut: (1) S. B-hemolyticus bersama-sama dengan produk metabolit sekundernya dapat nenurunkan notilitas sperma, (2) S- B-hemolyticus bersama-sama dengan Produk metabolit sekundernya dapat mengakibatkan kerusakan membran sperma dan peningkatan viskositas semen, (3) penurunan notilitas sperna diakibatkan oleh kerusakan nenbran dan Peningkatan viskositas semen dan (4) penurunan notilitas sperma tidak disebabkan oleh perubahan pH semen dan aglutinasi sperma."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1991
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Satyabayu Kurniawan
"ABSTRAK
Penyuntikan secara intramuskular dua dosis kombinasi northisteron enanthat (NE) dan testosteron enanthat (TE) dosis tunggal (long-acting), bertujuan untuk menurunkan kesuburan mencit (Kus musculus L.) jantan strain CER tanpa menurunkan libido dan potensi seks. Parameter kesuburan yang diukur adalah jumlah spermatozoa total, persentase spermatozoa motil, dan jumlah fetus. Jumlah korpus luteum, perubahan berat badan, dan perbandingan jenis kelamin fetus merupakan data tambahan.
Mencit kelompok Eksperimen 1 (E1 ) disuntik dengan kombinasi 0,004 mg/0,01 ml NE per gram berat badan (BB) mencit dan 0,005 mg/0,01 ml TE per gram BB mencit, E2 disuntik dengan 0,008 mg/0,01 ml NE per gram BB mencit dan 0,005 mg/0,01 ml TE per gram BB mencit. Kontrol 1 (K1) disuntik dengan kombinasi pelarut NE dan pelarut TE, sedangkan K2 tidak diberi perlakuan apapun.
Hasil uji ANAVA menunjukkan tidak ada pengaruh perlakuan terhadap jumlah spermatozoa total, persentase spermatozoa motil, jumlah fetus, dan perubahan berat badan. Hasil uji Chi-kuadrat menunjukkan tidak ada pengaruh perlakuan terhadap perbandingan jenis kelamin fetus.
Kesimpulan, penyuntikan dua dosis kombinasi northisteron enanthat dan testosteron enanthat dosis tunggal, untuk jangka waktu 45 hari tidak menurunkan kesuburari mencit (Mus musculus L.) strain CBR.
ABSTRACT
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1992
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirait, Sinta Ria
"ABSTRAK
Penentuan akrosom utuh pada spermatozoa morfologi normal hasil swim-up pada pria oligozoospermia pasangan infertil dan fertil dilakukan dengan pewarnaan Pisum sativum agglutinin-fluorescein isothiocyanate (PSA-FITC).
Sebanyak 30 sampel semen pria oligozoospermia pasangan infertil diperoleh dari Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sedangkan 30 sampel semen pria oligozoospermia pasangan fertil diperoleh dari Poliklinik Kebidanan RSCM.
Pada masing-masing sampel dilakukan proses swim-up untuk memperoleh suatu populasi spermatozoa dengan kualitas terbaik. Pada spermatozoa-spermatozoa hasil. swim-up ini diberikan pewarnaan dengan PSA-FITC yang selanjutnya diamati di bawah mikrosokop fluoresen dan ditentukan keadaan akrosomnya.
Dengan uji beda Mann-Whitney terbukti bahwa persentase akrosom utuh dari spermatozoa morfologi normal hasil swim-up pada pria oligozoospermia pasangan infertile berbeda nyata dibandingkan dengan pasangan fertil.
Dalam penelitian ini dilakukan pula analisis persentase morfologi normal spermatozoa sebagai data penunjang. Dengan uji beda Mann-Whitney terbukti bahwa
persentase morfologi normal spermatozoa sebelum swim-up berbeda nyata dibandingkan dengan sesudah swim-up pada pria oligozoospermia pasangan infertil maupun fertil.
Sedangkan persentase morfologi normal spermatozoa pada pria oligozoospermia pasangan infertil berbeda nyata dibandingkan dengan pasangan fertil, sebelum swim-up maupun sesudah swim-up. Dengan uji korelasi jenjang Spearman terbukti terdapat korelasi positif antara jumlah spermatozoa/ml ejakulat dengan persentase morfologi normal spermatozoa dalam ejakulat pria oligozoospermia pasangan infertil. Sedangkan tidak terdapat korelasi positif pada pasangan fertil.
ABSTRACT
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1991
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dinari Kirana Satyani
"ABSTRAK
Motilitas spermatozoa dipengaruhi oleh beberapa faktor,
di antaranya keadaan lingkungan tempat hidupnya. Bakteri
adalah salah satu jenis mikroorganisme pencemar lingkungan
hidup spermatozoa, sehingga menurunkan motilitas spermatozoa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
dua jenis bakteri terhadap motilitas spermatozoa, yaitu
Eschericbia coli dan Proteus mirabilis. Terdapat tiga
perlakuan, yaitu: semen diinokulasi dengan nutrien broth
sebagai kontrol; semen diinokulasi dengan E. coli, dan
semen diinokulasi dengaa P. mirabilis kemudian masing-masing
diinkubasi selajna 30 menit pada suhu kamar.
Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh bakteri yang
diberikan terhadap motilitas spermatozoa setelah diinkubasi
selama 30 menit. Terdapat perbedaan rata-rata motilitas
spermatozoa: antara kontrol dengan yang diinokulasi E. coli',
antara kontrol dengan yang diinokulasi P. mirabilis', dan
antara yang diinokulasi E. coli dengan yang diinokulasi
P. mirabilis. Inokulasi E. coli pada semen mengakibatkan
penurunan motilitas serta timbulnya aglutinasi spermatozoa,
sedangkan inokulasi P. mirabilis hanya mengakibatkan
penurunan motilitas spermatozoa.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1992
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lussia Widjaja
"ABSTRAK
Salah satu petuniuk infertilitas pada pria adalah menurunnya motilitas spermatozoa. Beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa glikosida jantung pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan motilitas spermatozoa hewan secara in vitro.
Glikosida jantung yang digunakan dalam penelitian ini adalah bubuk digoksin yang dilarutkan ke dalam larutan Hanks, dengan konsentrasi 10 M, 10 M, 10-10M. Pengamatan terhadap motilitas spermatozoa dilakukan setelah aktu inkubasi berjalan 20 menit, 40 menit, 60 menit, dan 80 menit. Motilitas spermatozoa ditentukan dengan cara menghitung jumlah seluruh spermatozoa pada 10 lapangan pandang yang terpisah dan dilakukan secara acak.
Pada penelitian ini ingin diketahui konsentrasi terbaik dari ketiga konsentrasi digoksin tersebut yang dapat meningkatkan motilitas spermatozoa manusia secara in vitro dan waktu inkubasi terbaik untuk mempertahankan peningkatan motilitas tersebut.
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa digoksin dengan konsentrasi 10-8 M dan waktu inkubasi 40 menit adalah yang terbaik untuk meningkatkan motilitas spermatozoa manusia secara in vitro.
ABSTRACT
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1991
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evie Kurniawati
"Telah dilakukan penelitian eksperimental untuk meningkatkan kemampuan motilitas spermatozoa manusia golongan astenozospermia dengan pemberian senyawa digoksin in vitro dengan konsentrasi 10 pangkat -6 M, 10 pangkat -8M, dan 10 pangkat -10M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari ketiga konsentrasi digoksin yang digunakan. Sampel semen astenozoospermia sebanyak 6 buah diperoleh dari pria pasangan infertil yang memeriksakan diri ke Laboratorium Biologi FK-UI. Sampel-sampel tersebut dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu kelompok eksperimen1(K1) yaitu semen yang ditambahkan larutan digoksin 10 pangkat -6 M, K2 yaitu semen ditambah larutan digoksin 10 pangkat -8M yaitu semen ditambah larutan digoksin 10"10 M10 pangkat -10M dan kelompok kontrol (K) yaitu semen ditambah larutan Hanks. Sampel yang telah diberi perlakuan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 20, 40 dan 60 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digoksin berpengaruh terhadap persentase motilitas, viabilitas dan hasil uji HOS. Berdasarkan hasil uji statistik parametrik (ANAVA faktorial) dengan taraf nyata 0,05 menunjukkan bahwa hanya digoksin 10 pangkat -8M yang diinkubasi selama 40 menit yang mampu meningkatkan motilitas spermatozoa manusia golongan astenozoospermia secara maksimal.

"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1999
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edesmetiana Sri Hernawati
"ABSTRAK
Motilitas spermatozoa merupakan salah satu faktor penentu untuk keberhasllan terJadinya pembuahan. Telah diketahul bahwa, glikosida Jantung dapat meningkatkan motilitas spermatozoa pada hewan, melalui penghambatannya pada aktlvltas enzim Na+,K+ -ATP-ase yang terdapat pada membran plasma ekor spermatozoa. Dalam penelitian ini, Ianatoslde-C sebagal salah satu senyawa glikosida Jantung diberikan pada spermatozoa manusia. Sampel semen yang digunakan berasal dari 30 pria pasangan infertil yang mempunyal persentase motilitas spermatozoa lebih dari 40% dan Jumlah spermatozoa lebih dari 20 Juta per ml.
Sampel semen diencerkan dalam larutan Hanks sampai didapatkan Jumlah spermatozoa sepuluh Juta per ml. Kemudlan semen tersebut dibagl menjadi empat bagian, dan ke dalam maslng-masing bagian ditambahkan dua mI larutan Hanks tanpa lanatoside-C (sebagal kontrol), dua mI konsentrasi lanatoside-C 1O-9 M, 10-7 M, dan 10-5 M. LaIu masing-masing diinkubasi pada suhu 37oC selama 20, 40, 60, dan 8O menit. Penghitungan persentase motilitas spermatozoa dilakukan dengan menggunakan metoda WHO, yaitu dengan menghitung jumlah spermatozoa baik yang motil maupun imotil pada sepuluh lapangan pandangan yang terplsah dan diIakukan secara acak.
Hasll uji statistik nonparametrik Friedman pada α = 0,01 menunjukkan bahwa, pemberlan larutan lanatoside-c ke dalan semen manusia dapat neningkatkan motilitas spermatozoa pada konsentrasi 10-7 M, sedangkan dengan konsentrasi 10-9 M juga meningkat tetapl tidak berbeda nyata dari kontrol. selain itu dapat menurunkan motilitas spermatozoa pada konsentrasi 10-5M. Motilitas spermatozoa pada konsentrasi 10-7 M dan 10-9 M tersebut dapat dipertahankan sampai 60 menit waktu inkubasi (α =0,05). Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah: Diantara ketiga konsentrasi yang digunakan, motilitas spermatozoa tertinggi terdapat pada semen dengan perlakuan larutan lanatoside-c 10-7 M, yang dapat dipertahankan sampai 60 menit waktu inkubasi. Disarankan: Melakukan penelitian yang sama pada pria pasangan fertil atau pada pria pasangan infertil yang mempunyai spernatozoa yang honogen dalam keutuhan membran."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1990
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Antonina
"Telah dilakukan penelitian laboratorium untuk mengetahui pengaruh
pemberian 13-Metildigoksin secara in vitro terhadap motilitas spermatozoa
manusia golongan astenozoospermia. Sampel semen yang digunakan
berasal dari 30 pria lbasangan ingin anak (PIA) dengan syarat: volume semen
lebih dari 2 ml, jumlah spermatozoa lebih dari 10 juta per ml semen,
persentase spermatozoa yang bergerak maju dan lurus (kategori (a)) clan
spermatozoa bergerak lambat atau sulit maju lurus atau bergerak tidak lurus
(kategoni (b)) antara 40% sampai 50%. Sampel semen tenlebih dahulu dicuöi
dengan menggunakan larutan Hank, kemudian dibagi menjadi empat
.kelompok perlakuan yaltu satu kelompok kontrol yang dibeni 2 ml larutan
Hank tanpa 13-Metildigoksjn clan tiga kelompok perlakuan yang diberi masingmasing
2 ml larutan 13-Metildigoksjn dengan konsentrasi 10-4 , I0, dan
10 10 M, lalu diinkubasj pada suhu 370C selama 20, 40, dan 60 menit.
Perhitungan persentase motilitas spermatozoa menggunakan metode WHO,
dengan menghitung jumlah spermatozoa motil dan immotil pada beberapa
lapangari pandang yang berbeda secara acak dan dilakukän di bawah
rnikroskop medan terang. Hasil uji Tukey (a = 0,05) menunjukkan bahwa
pemberian in vitro f3-Metildigoksin pada konsentrasi 10 clan 10 10 M
meningkatkan motilitas spermatozoa yang dipertahankan sampai waktu
inkubasi 40 menit, sedangkan pada konsentrasi 10 M semakin lama waktu
inkubasi semakin menurunkan motilitas spermatozoa. Motilitas spermatozoa tertinggi diperoleh pada pemberian 3-MetiIdigoksin pada konsentrasi 10' M
pada waktu inkubasi 40 menit."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1999
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>