Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 218179 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mega Chairani
"Skripsi ini membahas tentang kiprah muslimah keturunan Asia dalam kehidupan sosial-politik mereka di Amerika Serikat pada era 1990-an. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan gaya bahasa deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kaum muslimah yang selama ini tampak termarginalisasi di mata berbagai kalangan terutama warga masyarakat Amerika Serikat sendiri, ternyata dalam kehidupannya mereka memiliki kiprah yang luar biasa serta sangat patut untuk dicontoh oleh semua perempuan. Mereka terlahir dan tumbuh dalam budaya yang sarat akan tantangan sehingga membentuk karakter mereka yang tampak kuat, independen dan egaliter.

Abstract
This thesis discusses about the role of muslim women of Asian descent in their social and political life in USA in the era 1990s. This research is qualitative with descriptive linguistic style. According to the research, it is concluded that muslim women who seem marginalized to various groups especially American people, actually have amazing role in their life and they are also eligible to be example for all women. They were born and grew up in such challenging culture that they seem so strong, independent and egaliterian in their character."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S12443
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sausan Fajar Alamislami
"Penelitian ini berfokus pada pengalaman ibu rumah tangga Muslim dalam kelompok liqo sebagai jaringan dukungan sosial alternatif berbasis agama, dengan menyoroti bentuk dukungan yang hadir dan dialami, serta melihat dinamika pembentukan dan pemeliharaan modal sosial yang menjembatani dukungan melalui praktik spiritual, kepercayaan, kedekatan emosional, dan rutinitas kelompok. Ibu rumah tangga Muslim menjalani peran ganda yang kompleks sebagai istri, ibu, dan Muslimah, yang tidak hanya menuntut secara fisik tetapi juga emosional. Ketika beban peran ini melebihi kapasitas sumber daya yang dimiliki, risiko stres meningkat dan dapat mengganggu ibu menjalankan perannya. Dengan begitu, kehadiran jaringan dukungan menjadi penting. Salah satu bentuknya adalah kelompok liqo, jaringan dukungan alternatif berbasis agama. Namun, keputusan ibu memilih liqo sebagai jaringan dukungan, meskipun tersedia jaringan lain yang lebih mudah diakses, perlu dikaji lebih dalam. Saya mengkaji hal ini melalui kelompok liqo ibu rumah tangga Muslim yang berbasis di Depok, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam pada murabbi dan tiga anggota kelompok liqo Kamis-Pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan anggota untuk menjadikan liqo sebagai jaringan dukungan sosial didasari atas kebutuhan akan komunitas yang intim, bernilai, dan stabil, serta sebagai ruang untuk menguatkan identitas, berbagi, dan tumbuh bersama dalam bingkai agama dan nilai yang diyakini bersama.

This study focuses on the experiences of Muslim housewives in the liqo group as an alternative religious-based social support network, by highlighting the forms of support that are present and experienced, and looking at the dynamics of the formation and maintenance of social capital that bridge support through spiritual practices, beliefs, emotional closeness, and group routines. Muslim housewives live a complex dual role as wives, mothers, and Muslim women, which are not only physically but also emotionally demanding. When the burden of this role exceeds the capacity of the resources she has, the risk of stress increases and can interfere with the mother in carrying out her role. That way, the presence of a support network is important. One form is the liqo group, a religious-based alternative support network. However, the mother's decision to choose liqo as a support network, even though there are other networks that are more accessible, needs to be studied more deeply. I studied this through a group of Muslim housewives based in Depok, West Java. This research was conducted with an ethnographic approach through participant observation techniques and in-depth interviews with murabbi and three members of the Kamis-Pagi liqo group. The results of the study show that members' decision to make liqo a social support network is based on the need for an intimate, valuable, and stable community, as well as a space to strengthen identity, share, and grow together within the framework of shared religion and values."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bintan Humeira
"Konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan melibatkan dialektika momen internalisasi-eksternalisasi-obyektivasi secara simultan dalam sejarah kehidupannya. Proses ini melibatkan ruang kehidupan perempuan sebagai konteks sosial yang penting, salah satunya adalah ruang online (daring) di media sosial. Dialektika tiga momen konstruksi perempuan muslim kemudian menghasilkan realitas subyektif dan obyektif perempuan muslim dan kemudian mempengaruhi pembentukan perempuan sebagai otoritas keagamaan baru. Riset ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial atas Realitas dan The Mediated Construction of Reality untuk memahami proses dialektika dalam proses konstruksi tersebut. Untuk itu penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi realitas di ruang online (daring) tidak mungkin dipisahkan dari konstruksi awal di ruang offline (luring). Ruang luring yg sejatinya membentuk individu sebelum ruang daring dimasukinya. Dan ketika konstruksi realitas di ruang daring terjadi, maka proses internalisasi-objektivasi-eksternalisasi itu selalu berkelindan dengan hasil konstruksi di ruang luring. Proses konstruksi perempuan secara dominan dipengaruhi oleh suami sebagai significant others, namun ketika perempuan melibatkan diri di media sosial proses konstruksi secara dominan ditentukan oleh follower sebagai pelaku konstruksi. Riset ini juga menunjukkan bahwa praktik keagamaan yang dilakukan perempuan di media sosial justru mendesiminasi pandangan agama konservatif tentang perempuan, alih-alih memunculkan pandangan alternatif. Selain itu, riset ini juga menunjukkan proses konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan di media sosial dibangun melalui afeksi dan sense of attachment berbasis kesamaan gender.

The construction of women as religious authorities involves a dialectic of simultaneous internalization-externalization-objectification moments of their lives. This process involves women's living spaces as important social contexts, one of which is the online space. The dialectic of the three moments of construction produces the subjective and objective reality of muslim women and then influences the formation of women as new religious authorities. This research uses Berger and Luckmann's Theory of Social Construction of Reality and The Mediated Construction of Reality to understand the dialectical process in the construction process. For this reason, this study uses a constructivist paradigm with qualitative case study methods. The results show that the construction of reality in the online space cannot be separated from the initial construction in the offline space. Offline spaces that actually form individuals before they enter online spaces. As the construction of reality in the online space occurs, the internalization-objectivation-externalization process is always intertwined with the construction results in the offline. In addition, this research shows husband as significant others, dominantly influencing the construction process. However, when women are actively involved in social media, the construction process is dominantly influenced by followers as construction actors. This research also shows that religious practices carried out by women on social media actually disseminate conservative religious views about women, instead of giving rise to alternative views. In addition, this research also shows that the construction process of women as religious authorities in social media is built through affection and a sense of attachment based on gender equality.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shafa Adenstia Rabbani
"Skripsi ini bertujuan untuk memahami taktik-taktik yang digunakan oleh muslimah berniqab atau bercadar dalam merespons crowding di ruang publik kota untuk mencapai kenyamanan subjektif. Ruang publik, dalam konteks ini, tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas keseharian, tetapi juga menjadi arena negosiasi. Muslimah berniqab Salafi dipilih sebagai subjek kajian karena komitmennya terhadap prinsip syariah yang ketat dalam menjaga interaksi sosial. Melalui observasi dan wawancara atas gestur, pola pergerakan, dan pemilihan rute, ditemukan bahwa muslimah berniqab mengembangkan berbagai taktik adaptif dalam merespon crowding yang disesuaikan dengan konteks aktivitas (dinamis maupun statis) dan kondisi spasial yang dihadapi. Taktik-taktik tersebut ditujukan untuk mencapai kenyamanan subjektif melalui pengaturan interaksi sosial dengan strategi spasial. Dengan demikian, penelusuran ini menunjukkan keterkaitan antara identitas dan perilaku, serta bagaimana keduanya dinegosiasikan secara spasial dalam konteks menghadapi crowding di ruang publik kota.

This thesis aims to understand the tactics employed by Niqabi women in responding to crowding in urban public spaces to achieve subjective comfort. Public space, in this context, is not merely a site for daily activities but also serves as an arena for negotiation. Salafi niqabi women were chosen as the subject of study due to their devotion to strict sharia principles in managing social interactions. Through observation and interviews focusing on gestures, movement patterns, and route selection, the study finds that niqabi women develop various adaptive tactics in response to crowding, tailored to both the type of activity (dynamic or static) and the spatial conditions encountered. These tactics aim to achieve a sense of subjective comfort by regulating social interations through spatial strategies. Thus, this study highlights the relationship between identity and behavior, and how both are spatially negotiated in the context of encountering crowding in urban public spaces.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Artianti Kuntjorowati Soedjono
"LATAR BELAKANG MASALAH
Kata domestik berasal dari bahasa latin "domus" yang berarti rumah atau sesuatu yang berurusan dengan keluarga. Ideologi kerumahtanggaan "ideology of domesticity" yang muncul dalam abad kesembilanbelas di Amerika erat kaitannya dengan menurunnya jumlah anak yang lahir dalam satu keluarga. Fenomena tersebut diikuti juga dengan perubahan sikap orang tua terhadap masa kanak-kanak dari anak-anak mereka. Anak-anak harus dipelihara dan diasuh dengan baik daripada diharuskan bekerja. Orang tua mulai melihat anak-anak mereka sebagai objek yang bergantung pada pemeliharaan, kasih sayang dan hams dilindungi. Ini menandakan kemunculan kerumahtanggaan keluarga kelas menengah (lihat Tamara K. Harenven, dalam L.S. Luedtke, 1987:247). Ideologi kerumahtanggaan tidak saja menempatkan anak sebagai pusat keluarga, tapi secara bertahap lebih memisahkan peranan ayah dan ibu.
Michael Gordon (1978 : 3 - 4) mengutip pandangan Michael Novak mengenai pentingnya keluarga dalam satu masyarakat sebagai berikut "1. What strengthens the family strengthens society. 2. If things go well with the family, life is worth living, when the family falters, life falls apart." Dilihat dari pernyataan tersebut di atas, maka tampak bahwa masa depan keluarga ditentukan oleh keadaan domestiknya, dan keberhasilan satu keluarga akan merupakan satu kontribusi positif bagi masa depan satu bangsa. Dalam arti lain adalah bahwa keluarga merupakan inti (core) dari satu pembangunan bangsa atau kehidupan politik bangsa tersebut. Mark Lerner seperti dikutip oleh Le Masters dan John De Frain menyatakan dengan tepat "If the American family is sick, then the class system must also be sick, and the whole economy, the democratic idea, the passion for equality, the striving for happiness, ... the point is that the American family is part of the loyality and reflects its virtues as well as weakness" (Lihat Max Lerner, 1987, 1957: 551).
Merujuk pada pandangan Novak yang dikutip oleh Gordon tersebut, maka pembentukan suatu keluarga yang ideal bagi masyarakat tampaknya bukan suatu yang baru bagi para ahli sosiologi atau antropologi. Plato misalnya, melihat masyarakat utopia yang diinginkannya terdiri dari kelas, komunisme..."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arum Puspita Windiantari
"Wilayah Amerika Serikat bagian Selatan pada masa sebelum Perang Saudara dikenal sebagai daerah perkebunan yang sangat luas dengan para budak sebagai pekerjanya dan perindustrian di wilayah ini berkembang sangat lamban. Namun, setelah dua puluh tahun perang berakhir dan perbudakan telah dihapuskan dari seluruh wilayah Amerika Serikat, wilayah Selatan telah berkembang menjadi wilayah yang maju dalam bidang industri, pertanian, politik, pendidikan dan lain sebagainya. Wilayah Selatan pun memasuki suatu masa baru yang penuh dengan perubahan di berbagai bidang kehidupan, yaitu masa New South yang pada awalnya berupa konsep yang dipopulerkan oleh Henry W. Grady pada pertemuan New England Society, New York, tahun 1886. Perkembangan satu bidang kehidupan di Selatan telah memberikan pengaruh kepada bidang lainnya. Kemajuan dalam teknik pertanian di Selatan telah membuat produksi pertanian mengalami peningkatan mencapai dua kali lipat dari masa sebelum perang seperti kapas, tembakau, sayur serta buah-buahan. Peningkatan produksi ini menyebabkan melimpahnya bahan baku utama untuk bidang industri, seperti produksi kapas yang mengalami peningkatan menyebabkan industri tekstil pun berkembang di Selatan. Selain industri tekstil, industri besi dan baja juga berkembang sangat pesat dengan Birmingham, Alabama, sebagai kota penghasil besi terbesar di Selatan yang memberikan ancaman bagi industri besi di wilayah Amerika Serikat bagian Utara. Berkembangnya bidang industri di Selatan telah rnemberikan dampak kepada kota-kota di Selatan, yang tumbuh dan berkembang sangat cepat. Puluhan kota baru muncul dan tumbuh di Selatan seiring dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk di Selatan karena banyaknya pendatang baru untuk mencari peruntungan di Selatan. Dampaknya kemudian juga terjadi dalam bidang perdagangan dengan banyaknya toko-toko yang dibangun di kota-kota yang baru tumbuh tersebut. Sebagai wilayah yang sedang berkembang maka Selatan memerlukan sarana transportasi untuk menunjang kelancaran hubungan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya di Selatan. Oleh karena itu, banyak dibangun lintasan-lintasan kereta api yang menyebabkan pernintaan terhadap besi meningkat sehingga industri besi meningkat di Selatan. Peningkatan dari bidang industri, pertanian, lintasan-lintasan kereta api, kota-_kota baru yang tumbuh telah mengakibatkan perekonomian wilayah Selatan berkembang dengan pesat dibandingkan dengan masa Perang Saudara maupun masa Rekonstruksi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2006
S12128
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farida Fauzia
"Sejarah organisasi feminis bernama National Organization for Women yang berdiri di Amerika Serikat pada tahun 1967. Organisasi ini berdiri ketika Amerika Serikat sedang berada di dalam atmosfir pergerakan sosial menuntut dihapuskannya rasisme. Ternyata pcrgerakan sosial ini mcmicu pula bangkitnya gerakan feminisme. Dalam kebangkitan ini banyak terungkap kondisi diskriminatif yang dialami oleh perempuan di AS. National Organization for Women didirikan oleh orang-orang yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi ini. Isu-isu besar yang diusung oleh organisasi ini amtara lain isu kesetaraan upah, legalisasi aborsi, pengadaan pusat penitipan anak yang diselenggarakan oleh negara dan ratifikasi Equal Rights Amendment. Amandemen ini menuntut kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan di dunia publik. Penulisan dilakukan dengan menelusuri literatur, baik tercetak maupun di layanan internet."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2003
S12345
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lang, Jeffrey
Jakarta: Serambi, 2000
297.574 LAN s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Boston: Little, Brown, 1984
306.097 3 SOC
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Steward, Elbert W
New York: McGraw-Hill, 1972
309.173 SEA t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>