Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 45408 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yudi Alamin
"Di dalam khazanah kesusastraan dunia, terutama di Rusia Anton Pavlovich Chekhov dikenal sebagai cerpenis, namun demikian ia lebih dikenal sebagai seorang dramaturg di luar negeri Chekhov telah memberikan warna tersendiri bagi kepengarangan kesusastraan Rusia 19. Kebun Ceri adalah sebuah drama komedi yang merupakan karya terakhir yang pernah ditulis Chekhov; menggambarkan sebuah situasi di mana sedang terjadi suatu perubahan dalam kehidupan sosial yang menyiratkan suatu kebangkitan dari sebuah cita-cita yang telah runtuh.
Skripsi ini bertujuan menganalisis komedi ini melalui unsur tokoh dan penokohan, yang sekaligus menggambarkan sejauh manakah unsur-unsur yang tersirat tentang kondisi sosial yang bersangkutan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ia adalah deskripsi dan analisis. Chekhov secara halus menggambarkan runtunan masalah dari suatu kondisi sosial pada masa berakhirnya zaman semi feodal tuan tanah pemilik perkebunan di Rusia. Adapun karya ini merupakan tonggak batas waktu di mana peralihan sedang terjadi. Chekhov menggambarkan tentang kehidupan yang penuh harapan dan mengucapkan selamat tinggal pada masa yang baru."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
S15050
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Limbong, Banggas
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Shanti Brantakesuma
"ABSTRAK
Dalam pemakaiannya ajektiva tingkat komparatif (bol'she) 'lebih besar/banyak', (men'she) 'lebih kecil/sedikit',(luchshe) 'lebih baik' dan (xuzhe) 'lebih buruk' dapat mengalami perubahan makna dari ajektiva tingkat-komparatif menjadi ajektiva tingkat superlatif. Skripsi ini mempunyai tujuan membuktikan dan memberikan gambaran mengenai pemakaian ajektiva tingkat komparatif tersebut, serta struktur dan fungsinya secara semantik dalam suatu konteks kalimat atau wacana.
Data-data yang digunakan adalah data tertulis, yang dimabil dari buku-buku karya sastra pengarang Rusia A. P. Chekov, sebanyak 7 cerita pendek. Secara semantik ajektiva tingkat komparatif (bol'se),(men'she), (luchshe) dan (xuzhe) mempunyai fungsi untuk membandingkan kualitas benda dan untuk menekankan makna konteks kalimat. Dalam pemakaiannya ditemukan bahwa penambahan prefiks (po-) pada ajektiva tingkat komparatif tersebut menimbulkan bentuk dan makna lain dari ajektiva tingkat komparatif, yaitu nuansa bentuk dan makna ajektiva tingkat komparatif. Serta, jika ajektiva (bol'she), (men'she), (luchshe) dan (xuzhe) berangkaian dengan pronomina (ves') 'semua/seluruh/ segala' dan partikel ingkar (no) 'tidak' akan terjadi perubahan makna tingkat komparatif menjadi makna tingkat superlatif. Perubahan makna tersebut disebabkan oleh pengaruh semantik dari prefiks (po-), pronomina (ves') dan partikel ingkar (ne) dalam konteks kalimat atau wacana. Namun tekanan kata yang terdapat pada frasa ajektival tersebut tidak mempunyai pengaruh apapun tarhadap perubahan makna tersebut.

"
1989
S15099
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lucia Bachrun
"Penulis memilih kesusasteraan sebagai bidang spesialisasi setelah mempelajari bahasa dan kebudayaan Rusia. Dalam mempelajari kesusasteraan, penulis diharuskan membaca banyak karya sastra Rusia. Salah satu diantaranya adalah karya Anton pavlowith Chekov. Penulis sangat tertarik untuk membahas cerpen-cerpen karya Anton Pavlowith Chekov karena di dalamnya mengandung kritik dan humor yang digambarkan dart beberapa masalah kecil pada keadaan sosial yang pernah dilihatnya. Anton Chekov dibahas orang sebagai pengarang drama Rusia yang cukup terkenal disamping para pengarang Ru_sia lainnya seperti Tolstoi, Turgenev, Gancharov, Gogol, Dostoyevsxi, Gorky daa lain-lain. Penulis memilih carpen-cerpen Anton Chekov pada periode 1885-1886 sebagai obyek pembahasan. Periode ini merupakan permulaan ketika Anton Chekov mulai menulis cerpen dan merupakan karya awal dari kepengarangannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1981
S15661
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Subandono
"ABSTRAK
Dalam kesusastraan Rusia, A. P. Chekov dikenal sebagai seorang pengarang yang sangat produktif. Chekov adalah seorang penulis yang cerdas dan berperasaan halus. Ia senantiasa sekutu yang setia dalam perjuangan menentang kebodohan, egoisme dan kepuasan diri pribadi, sehingga dalam karya-karyanya ia mengajak kitas untuk berpikir tentang hidup itu sendiri dan kebanyakan dari karya-karyanya adalah Komedi Manusia . Drama Burung Camar- (Caika) adalah drama keluarga yang sarat dengan konflik batin manusia merupakan salah satu keunggulan Chekov dalam melukiskan keadaan kejiwaan manusia dalam bentuk karya sastra.
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis drama ini dari segi tokoh dan penokohan, yaitu sejauh mana drama ini: menampilkan pertentangan batin seorang manusia dengan dirinya sendiri maupun dengan lingkungan masyarakatnya. Tema drama ini adalah mengenai cinta kasih, sedangkan Burung Camar yang menjadi judul dari drama ini merupakan perlambang dari kebebasan.
Drama Burung Camar (Caika) menarik untuk dibahas karena sarat dengan problema manusia dalam menempatkan eksistensinya; kegagalan manusia dalam bereksistensi dapat mengakibatkan manusia lari dari dunia nyata. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis.

"
1989
S15065
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Pohan, M. Imron
Jakarta: Inter Media, 1986
155.4 POH m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Poppy Rahma Putri
"Optimisme adalah pemikiran yang didasarkan pada ekspektasi positif mengenai hasil yang akan diperoleh di masa mendatang.Ekspektasi positif tersebut dilatarbelakangi oleh tujuan yang telah ditetapkan. Skala kepentingan tujuan tersebut berbanding lurus dengan nilainya dalam motivasi. Dengan kata lain, semakin penting tujuan yang dimiliki maka semakin besar pula nilainya dalam motivasi seseorang. Dalam mencapai tujuan tersebut, seseorang akan menyesuaikan perilaku dan egonya dengan sesuatu yang hendak diraih. Rasa percaya diri, yang merupakan elemen konseptual pada nilai ekspektasimembantu seseorang dalam berupaya mencapai tujuan. Seseorang yang optimis akan mengedepankan ekspektasi mengenai hasil yang baik dan bertahan melawan segala rintangan yang dihadapi. Pemikiran tersebut dapat dilihat pada Candide, yakni tokoh utama dalam dongeng Candide ou L’optimisme karya Voltaire, yang dibahas dalam artikel ini.Hampir di setiap langkah dalam petualangannya ia menemukan permasalahan. Namun, di setiap kesulitan itu pula pertolongan dalam segala bentuk menghampirinya. Kemudahan-kemudahan yang ia peroleh di balik setiap permasalahan tersebut dipengaruhi oleh pemikiran optimisnya.

Optimism is a thought which is based on positive expectation about the result that will be gained in the future. The positive expectation has been established by the fixed purpose. The importance scale of the objective is directly proportional to its value in motivation. In other words, if the purpose which is owned more essential, its value will be greater in motivation. While trying to reach the purpose, people will adjust their behavior and ego to something that is going to be achieved. The confidence which is the second conceptual element in expectancy-value helps people to reach their purpose. The optimist will put forward the expectation about the good result and survive against the obstacles faced. The thought can be seen in Candide, main character in Candide ou L’optimisme, written by Voltaire which is discussed in this article. He often found the problem in each step of his adventure. However, he got the help in any forms after have been attacked by the difficulties. All of those ease that he found behind each of problem have been influenced by his optimism."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Alice Armini
"BAB I PENDAHULUAN
1.1. Drama Klasik di Perancis, dan Konteks Sejarah Abad Ke--17.
Kiasisisme sebagai aliran sastra berkembang di Perancis selama abad ke-17, dan dirumuskan melalui peraturan-peraturan penu1isan yang ketat. Yang berkuasa menentukan peraturan tersebut adalah Academia, Francaise yang didirikan oleh, Richelieu pada tahun 1635 dengan tujuan mengarahkan kehidupan sastra. Sastra harus menggambarkan kebenaran yang dapat diterima oleh masyarakat (Vraisemb1able). Yang dituntut adalah kewajaran dan kebenaran dalam bentuk dan isi (Mieke Bal, 1987:158).
Drama Klasik abad ke-17 juga memiliki kaidah-kaidah yang harus dipatuhi, yang dikenal dengan les trois Unites (tiga kesatuan), yaitu unite d? action (kesatuan lakuan), unite de temps (kesatuan waktu), dan unite de lieu (kesatuan tempat) : cerita yang dipentaskan hanya boleh terjadi dalam satu hari, di satu tempat, dan lakuan harus sederhana, artinva terdiri dari satu alur saja dengan struktur dari paparan sampai selesaian. Selain aturan tersebut dituntut juga adanya kepatuhan akan konvensi moral, sosial dan bahasa (bienseance), yang telah disepakati masyarakat jaman itu.
Perkembangan drama klasik sesuai dengan rejim politik dan situasi social budaya, dibagi tiga periode yang berhubungan dengan tiga zaman yaitu :
1. Masa pemerintahan Ratu Marie de Medicis dengan Perdana Menterinya Kardinal Richelieu, yang mewakili kekuasaan anaknya Louis XIII, yang baru berusia 9 tahun ketika harus naik tahta.
2. Masa Pemerintahan Perwalian berikutnya setelah kematian Louis XIII dan Richelieu pada tahun1643, adalah pemerintahan Anne d' Autriche, ibu Louis XIV, yang pada masa itu masih berusia 5 tahun. masa itu ditandai oleh meletusnya La Fronde, yakni pemberontakan kaum bangsawan dan sekelompok pemuka dalam parlemen Peraneis yang ingin pula berkuasa.
3. Setelah Mazarin wafat pada tahun 1661 Masa pemerintahan Monarki Absolut oleh Louis XIV ini merupakan masa kejayaan klasisisme sebagai paham yang mengagungkan keteraturan tatanan di segala bidang.
Pada akhir masa pemerintahan raja Henri IV kondisi teater dan drama dianggap kurang baik, karena belum mendapat perhatian dan bantuan keuangan dari pemerintah, dan dianggap kurang pantas bagi kaum intelektual dan dipertunjukkan di hadapan Pemuka Istana. Baru pada awal pernerintahan Richelieu, kondisi drama mulai berubah dan membaik. Perhatian Richelieu pada karya seni sangat besar, dia memberi semangat dan sekaligus perlindungan pada pengarang dan pemain drama, juga mendirikan sebuah tempat pertunjukan teater.
Berkat dorongan dari Richelieu, banyak pengarang drama mulai mengarahkan perhatiannya pada peraturan bentuk drama. Pada tahun 1629, para pemain drama Raja (Les Comediens du roi) menetap di Hotel de Bourgogne1. Untuk pertama kali drama menjadi genre sastra yang sangat dihargai dan mulai dipentaskan di hadapan kalangan bangsawan dan kalangan istana; jenis sastra ini mulai menghormati konvensi-konvensi klasik seperti Bienseance, agar para penonton tidak merasa khawatir atau tersinggung pada waktu menyaksikan sebuah adegan drama (Scherer, 1986:426)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta [Bentara Budaya] 1995,
658 Sem m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>