Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 96160 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Puska Kessos, 2006
362.19 Kaj
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Feby Febrina Inpresiana
"ABSTRAK
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan stigma
tenaga kesehatan Indonesia, khususnya Jakarta mengenai Ibu HIV yang melaksanakan
pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayinya (PMTCT)
Metode : Seratus tiga tenaga kesehatan yang bekerja di bidang obstetri dan ginekologi pada
RSCM, RS. Fatmawati, RSU Tangerang dan RS Persahabatan terutama yang bekerja di
kamar bersalin, ruang rawat, poliklinik dan ruang operasi yang diambil dari data rumah sakit
dengan cara consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi , dilakukan wawancara
terpimpin . Kuesioner tersebut telah dilakukan validasi pada tiga puluh orang tenaga
kesehatan . Dari jawaban kuesioner tersebut akan menggambarkan data pengetahuan
tentang HIV dan PMTCT, stigma , ketakutan dan diskriminasi tenaga kesehatan , yang
kemudian akan dilakukan analisa bivariat serta multivariat yang terkait dengan stigma tenaga
kesehatan tersebut.
Hasil : Kami mendapatkan tingkat pengetahuan yaitu 89 orang (80,9%) memiliki
pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS. Akan tetapi pengetahuan khusus mengenai
PMTCT responden memiliki pengetahuan yang buruk, hanya 8 orang (7,7%) yang
menjawab benar. Dalam penelitian ini juga didapatkan faktor-faktor yang berhubungan
dengan tingkat pengetahuan yaitu tipe tenaga kesehatan, umur, lama berkerja, serta tingkat
pendidikan. Penelitian kami juga mendapatkan stigma (skor stigma tinggi) pada 65
responden (63,1%). Dilakukan analisis untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi
timbulnya stigma dan didapatkan umur, lama menjadi tenaga kesehatan, lama bekerja di RS
saat ini, tingkat pendidikan serta keikutsertaan pelatihan HIV/AIDS. Kami mendapatkan
skor ketakutan dibagi menjadi ketakutan rendah pada 47 responden (42,7%) dan ketakutan
tinggi pada 63 responden (57,3%). Pada penelitian ini tidak didapatkan responden yang
menyatakan tidak pernah pada 9 buah pertanyaan tentang diskriminasi, sehingga semua
responden dikategorikan sadar melakukan diskriminasi.
Kesimpulan : Pada penelitian ini kami mendapatkan hampir semua responden memiliki stigma
terhadap HIV/AIDS. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya stigma maka
diperlukan pelatihan HIV/AIDS untuk semua tenaga kesehatan yang modulnya disesuaikan
dengan umur, tingkat pendidikan serta jenis tenaga kesehatan yang terlibat.

ABSTRACT
Objective : To capture descriptive of knowledge level and stigma among health care
provider in Indonesia that focused in Jakarta concerning HIV positive mother
who received PMTCT program.
Methode : one hundred and three health care provider who worked at Obstetric and
gynecologic divivion at Fatmawati hospital, Tangerang hospital and
Persahabatan hospital and served in delivery room, ward, outpatient clinic, and
operating theatre consisting doctors, nurses and midwives were interviewed
with quesioner that measure knowledge, fear, stigma and discrimination among
them. Data were analyzed to get factors that related to stigma.
Result : Good level of knowledge was found in 89 providers (80,9%), only 8
providers (7,7%) have good knowledge in PMTCT. High level of stigma was
measured in 65 providers (63,1%). Factors that related to level of knowledge
are type of service provider, age, length of time as provider and level of
education. We found factors that related to stigma are age, length of time as
provider, length of time in current job, level education and trained in
HIV/AIDS.
We get a scared scores were divided into low fear in 47
respondents (42.7%) and fear of height in 63 respondents (57.3%). In this study
found no respondents who claimed never to 9 questions about discrimination,
so that all respondents are categorized conscious discrimination.
Conclusion : we revelead that almost all provider have stigma in HIV.AIDS. Training in
HIV/AIDS is important to reduce stigma and the programs should be adjusted
with age, level of education, and type of service providers."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratrieh Nurmala Dewi
"Data surveilan nasional HIV dan AIDS departemen kesehatan mengindikasikan penularan HIV/AIDS yang terus meningkat. Terdapat 12-19 juta orang rawat untuk terkena HIV. Dalam kampanye pencegahan HIV/AIDS sering diinformasikan tentang penggunaan kondom namun sampai saat ini masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja tentang penggunaan kondom sebagai upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS. Desain yang digunakan deskriptif dengan pendekata cross sectional. Karakteristik responden adalah mahasiswa Universitas Indonesia Depok yang berusia antara 17-24 tahun. Sampel dalam penelitian ini yaitu 96 oresponden dipilih melalui purposis sampling. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh mahasiswa memiliki persepsi yang buruk tentang penggunaan kondom untuk mencegah HIV/AIDS. Peneliti merekomendasikan agar perawat dapat berperan aktif memberikan edukasi kepada remaja mengenai penyakit HIV/AIDS dan kondom. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5606
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ifah Haryanti
"Di seluruh dunia saat ini diperkirakan sebanyak 11,8 juta remaja usia 15-24 tahun hidup dengan HIV/AIDS. Remaja merupakan kelompok usia yang paling berisiko terhadap HIV/AIDS. Di Indonesia, kasus AIDS terus meningkat tiap lahunnya.
Akibat minimnya informasi tentang kesehatan reproduksi. maka remaja merupakan kelompok umur yang rentan untuk menderita penyakit HIV/AIDS.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi terkait penularan HIV/AIDS. Penelitian deskriptif sederhana ini dilakukan pada 96 remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai kesehatan reproduksi terkait penularan HIV/AIDS. Hal ini disebabkan karena sebagian besar remaja aktif mencari informasi mengenai kesehatan reproduksi. Selain itu, kemudahan mengakses informasi melalui berbagai media juga turut mendukung remaja dalam mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi.

Nowadays, for about 11,8 million teenagers up to 15 -24 year live with HIV/AIDS in the world. Instead of adults and children, teenagers have high risk to get it. In Indonesia, HIV/AIDS issues increased each year. Lack of genital hygiene information is the reason why the amount of someone who get on HIV/AIDS increase and the teenagers become object that easy to infect. The aint of this research is to get description about level of teenagers knowledgement about genital hygiene related to transmission of HIV/AIDS. The object of this descriptive research is 96 teenagers. The result shows that teenagers have high level of knowledgement about genital hygiene related to transmission of HIV/AIDS. It is caused by their initiative to out about genital hygiene. Besides that, there are many ways to access the information through media that make the teenagers get the right information about genital hygiene.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5784
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Fardillah
"Stigma terhadap penderita HIV/AIDS juga dilakukan oleh sektor pelayanan kesehatan seperti dokter dan perawat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengarui stigma terhadap stigmatisasi penderita HIV/AIDS pada mahasiswa kesehatan tingkat akhir program reguler di beberapa fakultas di Universitas Indonesia. Peneiitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal pengalaman masa lalu terkait HIV/AIDS saja yang memiliki hubungan terhadap stigmatisasi penderita HIV/AIDS karena nilai p(0,007) < α,(0,05). Sedangkan faktor-faktor intemal dan ekstemai lain (tingkat pengetahuan, niiai kepercayaan/agama, niiai sosial budaya dan faktor lingkungan sekitar) tidak memiliki hubungan dengan stigmatisasi pada responden yang diambil di Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Keperawatan ini.
Dari 77 orang responden yang diteliti didapatkan hasil yaitu sebesar 40 orang (51,9%) responden memiliki stigma negatif dan 34 orang lainnya (48,1%) memiliki stigma positif tingginya stigma negatif pada mahasiswa kesehatan harusnya menjadi perhatian khusus dunia pelayanan kesehatan.

Stigma related people with HIV/AIDS are belonging to the health worker like doctor and nurse. The objective of this research is to know the relationshhn between the factors that contributing the stigma with stigmatize related people with HIV/AIDS in the freshman students of healthy at the last stage regular program in several faculties in University of Indonesia.
The analysis result shows that just internal factor experienced related HIV/AIDS that have relation with stigmatize related people with HIV/AIDS because the p value (0,007) < α (0,05). The other internal and external factors (degree of knowledge, the value of believed the value of social culture, and environment) have not relation with stigmattize people with HIV/AIDS in the subjective of this research that token in the Medical Faculty Dental Medical Faculty, and Nursing Faculty.
This research used a descriptive correlation From 77 samples that have been researched the result shown about 40 people (5.19%) samples have a negative stigma and 34 other people (48, 1 %) have a positive stigma. The high level of stigma negative in the ji-eshrnan students of healthy must be have more intention from the healthy world side.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5723
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Irwan Martua Hidayana
"ABSTRAK
Beberapa studi epidemiologi yang pernah dilakukan di Indonesia memperlihatkan bahwa prevalensi HIV/AIDS rendah dan beberapa PMS, seperti chlamidia, cukup problematik. Dari penelitian ini juga terungkap bahwa beberapa kegiatan surveilans sentinel sedang berjalan yang seringkali tumpang tindih. Pekerja seks di Surabaya misalnya mengeluhkan bahwa mereka dites oleh beberapa tim peneliti yang berbeda.
Dalam meninjau kegiatan-kegiatan HIV/AIDS dan PMS yang ada, ditemukan 2 bidang yang masih lemah yaitu advokasi dan pengembangan kebijakan strategi. Pengembangan penelitian sebaiknya diarahkan untuk memperbaiki 2 bidang penting ini.
Penelitian-penelitian berikut sebaiknya mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif, tetapi bukan merupakan kombinasi antara penelitian epidemiologi dengan penelitian sosial/behavorial karena bisa menimbulkan persoalan. Orang akan cemas atau khawatir karena adanya komponen surveilans dan mungkin tidak akan terbuka dan jujur dalam penelitian behavioral atau perilaku.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kegiatan dan penelitian tentang PMS dan HIV/AIDS. Pertama, masalah etika yang menyangkut kerahasiaan dan anonimitas dalam penelitian, termasuk akuntabilitas dan transparansi. Kedua, aspek gender yang belum nampak kuat dalam berbagai kegiatan PMS dan HIV/AIDS yang ada sekarang. Organisasi-organisasi perempuan banyak yang masih manganggap bidang ini tidak sebagai prioritas. Ketiga, proses partisipatoris yaitu dengan melibatkan kelompok sasaran, misalnya pekerja seks atau waria dan juga LSM, dalam perencanaan program. Keempat, pengembangan jaringan di antara lembaga pemerintah, LSM dan universitas yang bergerak daiam kesehatan reproduksi untuk mengurangi tumpang tindih kegiatan, bahkan konflik. Kelima, pengembangan self-help activities di dalam kelompok sasaran, misalnya kelompok Berdaya di Surabaya atau Bandungwangi di Jakarta."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Inong Febi Fikriyah
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26609
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Ayu Merry Antarina
"Salah satu penyakit/infeksi yang harus dideteksi selama kehamilan adalah infeksi HIV pada ibu karena berpotensi tertular pada bayi yang akan dilahirkannya yaitu sekitar 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil mengenai tes HIV di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Tahun 2012.
Jenis penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan penelitian yang digunakan potong lintang dengan populasi 16.428 ibu hamil. Dalam penelitian ini tekhnik sampling yang digunakan adalah metode accidental sampling sehingga didapat sampel sebanyak 100 ibu hamil. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa perilaku ibu hamil yang melakukan tes HIV sebanyak 15 orang (15%).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh variabel independen (umur, pendidikan, pekerjaan, sikap, pengetahuan, ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan), tampaknya yang ada hubungan atau bermakna secara statistik adalah dukungan petugas kesehatan dengan nilai p = 0,038.

One of the diseases or infections that must be detected during pregnancy is HIV infection in Pregnant Mother, since it potentially infected at birth to the baby to be around 30%. This study aimed to investigate the characteristic, knowledge, attitude and behavior of pregnant mothers regarding HIV Test at East Jakarta District Health Department in 2012.
This research is quantitative cross-sectional research among population of 16.428 pregnant mothers. In this study, the sampling technique used is accidental sampling method in order to get a sample of 100 pregnant mothers. This study found that the behavior of pregnant mother conducting test for HIV as many as 15 people (15%).
The results of this study showed that of all the independent variables (age, education, occupation, attitudes, knowledge, availability of facilities and infrastructure, families support and health workers support), seem likely that health workers support variable, with p value = 0.038 is the only variable that proved statistically significant with the dependent variable.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S45238
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hadi Pratomo
"ABSTRAK
Permasalahan penelitian: HIV/AIDS dan Hepatitis B merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena belum ditemukan obatnya sampai saat ini. Ibu usia subur, khususnya yang berpenghasilan rendah pengunjung Puskesmas semakin rentan terhadap risiko penularan kedua penyakit tersebut. Sampai saat ini belum ada model upaya promotif dan preventif di Puskesmas yang mengintegrasikan pelayanan penyakit hubungan seksual (PHS) ke dalam pelayanan Puskesmas (BP/KIA/KB).
Tujuan penelitian: Mengembangkan model intervensi guna menurunkan risiko infeksi PHS termasuk HIV/AIDS dan Hepatitis B bagi ibu usia reproduksi, ibu hamil dan peserta keluarga berencana yang berpenghasilan rendah melalui keterpaduan program PHS dengan program kesehatan reproduksi di klinik KIA/KB dan BP di Puskesmas daerah pedesaan dan perkotaan.
Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah Kuasi eksperimen, yaitu one group pre dan post test tanpa kelompok kontrol, dimana dilakukan observasi awal, intervensi. dan observasi akhir. Pengumpulan data yang dilakukan pada observasi awal adalah sebagai berikut: a) studi kualitatif, yaitu Wawancara Mendalam terhadap 4 dokter Puskesmas. Diskusi Kelompok Terarah (DKT) bidan/perawat Puskesmas sebanyak 4 kelompok (6-8 orang/kelompok), dan DKT ibu usia reproduksi pengunjung BP/Klinik KIA/KB sebanyak 8 kelompok (6-10 orang/kelompok), b) Observasi pada pelayanan BP/KIA/KB Puskesmas. c) survei PSP (Pengetahuan, Sikap, dan Praktek) terhadap 400 ibu pengunjung BP/Klinik KIA/KB yang dipilih secara acak. d) skrining terhadap 1.200 ibu pengunjung BP/Klinik KIA/KB Puskesmas terutama untuk mengindentifikasi Trichomonas dan Gonorrhoe, juga infeksi PHS lainnya. Lokasi penelitian ini adalah di 4 wilayah Puskemas, yaitu 2 Puskesmas perkotaan (Puskesmas Kec. Ciracas dan Puskesmas Kec. Koja di DKI Jakarta) dan 2 Puskesmas pedesaan (Puskesmas Kec. Pamanukan, Kai). Suhang dan Puskesmas Kec. Pulomerak, Kab. Serang di Jawa Barat).

ABSTRACT
The research problem:
HIV/AIDS and Hepatitis B are becoming two major and critical public health problems. Unfortunately, up to now there is no cure for these two diseases. The low income married women of reproductive age (MWRA) are becoming more and more susceptible to the risk of infection of sexually transmitted diseases (STDs) including HIV/ AIDS. So far, a model of integrating STD services into the existing ambulatory/ mother & child health (MCH)/ family planning (FP) services in the Puskesmas is presently unavailable.
The research objectives:
To develop an intervention model iii reducing the risk of STDs including HIV/AIDS and Hepatitis B infection for low income MWRA through integrating STD services into MCHl/FP services in the Puskesmas both for urban as well as rural areas.
Methodology:
The design of the study is one group pre and post test without a control group (a Quasi-experimental design). A measurement was conducted at the beginning of the study then followed by intervention and evaluation/ measurement after the intervention. Three different measurements were conducted prior to the intervention period namely both qualitative and quantitative study (survey) and STD screening. During the qualitative study, an in-depth interview was conducted for 4 Puskesmas doctors and a series of focus group discussions (FGD) was performed. Four (4) FGDs for midwives and nurses of the Puskesmas and four (4) FGDs for MWRA attending ambulatory, MCH and FP clinic of the Puskesmas. Each FGD consisted of 6 - 10 participants.
A survey of Knowledge, Attitude and Practice (KAP) was conducted among 400 MWRA visiting the four Puskesmas which were randomly selected. In addition, screening for STDs (except syphillis aiid HIV/AIDS) using wet-mount and Grain staining techniques were performed among 1200 MWRA visiting the Puskesmas both in the urban and in the rural areas.
Location of the study were two Puskesmas in the urban areas namely Puskesmas Kec. Koja and Ciracas of the Metropolitan Municipality of Jakarta. For the rural areas Puskesmas Pulomerak (district Serang) and Pamanukan (district Subang) from West Java were selected to participate in this study."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Kantor Menteri Negara Kependudukan / BKKBN, 1995
616.97 PED
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>