Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13666 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Gramedia, 1988
613.2 PRE t (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
P. S. Widodo
"ABSTRAK
Penelitian potong lintang dengan sampel tenaga gizi Puskesmas dilakukan di 5 Propinsi: Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat dan Irian Jaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan, pengalaman bekerja, pelatihan, kerja rangkap dan jenis kelamin terhadap pengetahuan program dan aktivitas tenaga gizi Puskesmas.
Sejumlah 285 orang tenaga gizi Puskesmas yang diteliti, hanya 37.2% yang berlatar belakang pendidikan profesi gizi (AKZI/SPAG). Pada uji statistik kai kuadrat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara latar belakang pendidikan dengan pengetahuan program (p=0.05;X2=28.61)dan dengan aktivitas (p=0.05; X2=4.78). Tenaga gizi Puskesmas yang mempunyai latar belakang pendidikan AKZI/SPAG mempunyai pengetahuan program dan aktivitas yang lebih baik . Hubungan yang lama ditunjukkan antara variabel pelatihan dengan pengetahuan program (p=0.05; X2.27.36) dan dengan aktivitas (p=0.05;X2=30.42). Tenaga gizi Puskesmas yang pernah mengikuti pelatihan gizi, mempunyai pengetahuan program dan aktivitas yang lebih baik. terdapat hubungan signifikan antara variabel tugas rangkap dengan pengetahuan pada p=0.05 dan X2=31.30dan dengan aktivitas pada p=0.05 dan X2=9.10.Tenaga gizi Puskesmas yang tidak mempunyai tugas rangkap mempunyai pengetahuan program dan aktivitas lebih baik. Demikian juga ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara pengalaman bekerja dengan pengetahuan program (p =0.05; x2 =22.84), dan dengan aktivitas (p=0.05; X2=53.20). Tenaga gizi Puskesmas yang berpengalaman kerja lama, mempunyai pengetahuan dan aktivitas lebih baik. Sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan pengetahuan program dan aktivitas. Hasi1 uji multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa variabel pendidikan sangat dominan pengaruhnya terhadap pengetahuan program dan aktivitas tenaga gizi Puskesmas.
Disarankan untuk meningkatkan jumlah lulusan AKZI/SPAG dengan menambah jumlah institusi pendidikan, dan memberi kelonggaran tugas belajar bagi pegawai negeri kesehatan untuk mengikuti pendidikan profesi gizi. Pelatihan gizi untuk secara intensif bagi teaaga gizi Puskesmasjuga merupakan alternatif pemecahan masalah jangka pendek agar program gizi Puskesmas berhasil baik.

ABSTRACT
The cross sectional research with samples of nutrition personnel of the Public Health Center was in 5 provinces: East Java, Central Java, West Sumatera, West Nusa Tenggara and Irian Jaya. The purpose of the research is to understand the influence of educational background, work experience, training, and work at two places and sex toward the knowledge of program and activities of Public Health Center nutrition personnel.
Out of the 285 subjects of the Public Health Center nutrition personnel studied, there was only 37.2% which has nutrition profession background (AKZI/SPAG). There is a significant relationship between the educational background the knowledge about the program by using the chi square test (p =0.05; X2=28.61) and with their activities (p=0.05; X2=4.78). The Public Health Center nutrition personnel which have the education background of AKZI/SPAG have a better knowledge about the program and activities. The same relationship indicated between training variable and the program knowledge (p =0.05; X2 =27.36) and the activities (p =0.05; X2=30.42). fl Public Health Center nutrition personnel which have experienced a nutrition training have a knowledge about the program and activities better. There is a significant relationship between the double tasks with the knowledge at p=0.05 and X2=31.30 and with the activities. at p=0.05 and X2=0.10. The Public Health Center nutrition personnel who have no double task have a better knowledge about the program and activities. The same is found that there is a significant relationship between work experience and the program knowledge (p=0.05; X2=22.84), and with the activities (p =0.05; x2=53.20). The Public Health Center nutrition personnel who have a long work experience, have better knowledge and activities. There no significant relationship between the sex and the knowledge of the program and activities. The results of the logistics regression multivariate indicate that the educational variable has a very dominant impact toward the program knowledge and activities of the Public Health Center nutrition personal.
It is suggested to increase the number of the AKZI/SPAG graduates by increasing the number of educational institution, and provide a more flexible study assignment to health public servants to continue the nutrition profession education. The nutrition training intensively for the Public Health Center nutrition a personnel is a solution alternative in the short term in order that the Public Health - Center nutrition personnel is effective.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nikita Dewayani
"Perilaku makan anak sekolah didominasi dengan jajan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang pedoman umum gizi seimbang dengan perilaku anak sekolah dalam pemilihan jajanan sekolah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dan menggunakan teknik Simple Random Sampling.
Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang pedoman umum gizi seimbang dengan perilaku anak sekolah dalam pemilihan jajanan sekolah (p value=0,108). Anak usia sekolah dapat mengatur sendiri pola makannya dan berkurangnya pengawasan langsung oleh orang tua. Hasil penelitian menyarankan pentingnya edukasi pangan jajanan anak sekolah yang sehat dan aman untuk anak sekolah.

Eating behaviour of school-aged children was dominated by street foods. This study aimed to analyze the relationship between mother's knowledge on Pedoman Umum Gizi Seimbang (Balanced Nutritional Guidelines) towards the behaviour of school-aged children in school foods selection. This study used descriptive correlational design and used simple random sampling techniques.
The result showed that there was no significant relationship between mother?s knowledge on Pedoman Umum Gizi Seimbang (Balanced Nutritional Guidelines) towards the behaviour of school-aged children in school foods selection (p value=0,108). School-aged children can regulate their own food choices and have less direct supervision by parents during school. This study suggested the importance of education on healthy and safe school foods for school-aged children.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S46513
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Dwi Kartika
"Label informasi nilai gizi pada produk pangan kemasan dapat digunakan untuk memonitor asupan makanan, sehingga dapat dijadikan alat untuk mencegah kejadian overweight dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor dominan yang berpengaruh pada kebiasaan membaca label informasi nilai gizi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2015 di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia, dengan sampel 186 responden melalui pengisian angket kuesioner dan pengukuran antropometri. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel dan uji regresi logistik ganda model prediksi untuk melihat faktor dominan yang berpengaruh pada kebiasaan membaca label informasi nilai gizi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,4% responden memiliki kebiasaan baik dalam membaca label informasi nilai gizi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara gaya hidup, keterpaparan informasi mengenai label informasi nilai gizi, pengetahuan gizi, tingkat pemahaman label informasi nilai gizi, dan penilaian pentingnya kandungan gizi produk pangan kemasan dengan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan gizi merupakan faktor dominan yang berpengaruh pada kebiasaan membaca label informasi nilai gizi (OR= 17,16). Untuk itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai keuntungan dan cara membaca label informasi nilai gizi untuk mencegah kenaikan prevalensi overweight dan obesitas di kalangan mahasiswa.

Nutrition label can be used to monitor food intake, so that it can be used as a tool to prevent the incidence of overweight and obesity. The Objective of this study is to identify the dominant factor affecting the habit of nutrition label reading among college students. This study was conducted in March-June 2015 in health science faculty in University of Indonesia, with 186 respondents as the subject. Data were collected with self-administered questionnaire and antropometric measurement. Data analysis were performed using chi-square test to determine the relationship between variables and multiple regression prediction model test to determine the dominant factor affecting the habit of nutrition label reading.
This study showed that 42,4% respondent have good habit of reading nutrition label. The chi square analysis showed significant relation between healthy lifestyle, information exposure of nutrition label, understanding of nutrition label, nutrition knowledge and importance of nutritional content of food product. Regression binary logistic analysis also showed that nutrition knowledge as the dominant factor affecting the habit of nutrition label reading (OR= 17,16). These findings suggest that knowledge and understanding of the benefits and how to read nutrition label need to improved in order to prevent the increase of overweight and obesity among college students.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
S60272
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kevin
"Obesitas anak meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir dan terjadi pada negara berkembang seperti Indonesia Pengaruh pengetahuan gizi terhadap asupan remaja masih dalam perdebatan Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri hubungan tingkat pengetahuan gizi dengan asupan energi dan makronutrien Pengambilan data berlangsung pada Februari hingga April 2012 pada salah satu fakultas kedokteran di Jakarta Seluruh mahasiswa berusia 15 18 tahun diikutsertakan dalam penelitian potong lintang ini Pengetahuan gizi diukur melalui kuesioner isian Asupan energi dan makronutrien ditelusuri melalui wawancara gizi dengan panduan kuesioner FFQ Sebanyak 75 subyek ikut serta dalam penelitian dengan 62 di antaranya memiliki tingkat pengetahuan gizi sedang dengan rerata skor 21 00 12 00 27 00 Konsumsi rerata energi karbohidrat protein dan lemak harian responden adalah 2443 60 761 30 ndash 5109 00 kkal 316 10 106 50 ndash 734 20 gram 88 89 37 02 gram dan 82 00 14 80 211 30 gram Proporsi karbohidrat protein dan lemak pada responden adalah 53 97 9 31 13 31 7 67 ndash 22 45 dan 31 95 12 59 ndash 53 47 Laki laki mengonsumsi total energi dan makronutrien yang lebih tinggi tetapi komposisi yang serupa dengan perempuan Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan asupan energi p 0 415 jumlah dan komposisi karbohidrat p 0 715 p 0 323 protein p 0 634 p 0 387 serta lemak p 0 116 p 0 398 Oleh karena itu peningkatan pengetahuan gizi tidak berhubungan dengan asupan energi dan makronutrien yang lebih baik.

Adolescent's obesity increased two times in recent two decades and existed in developing countries like Indonesia Effect of nutrition knowledge on nutrition intake is still debated We investigated the relationship between nutrient knowledge levels and energy and macronutrient intake Data was collected from February to April 2012 at a medical school in Jakarta All students aged 15 to 18 years old enrolled in this cross sectional study Nutrition knowledge was assessed by open ended questions Energy and macronutrient intake was estimated by guidance of FFQ in the interview Among 75 subjects out of 62 students scored lsquo average'in nutrition knowledge with mean of 21 00 12 00 27 00 Mean consumption of energy carbohydrate protein and fat were 2443 60 761 30 ndash 5109 00 kcal 316 10 106 50 ndash 734 20 grams 88 89 37 02 grams and 82 00 14 80 ndash 211 30 grams respectively Proportion of carbohydrate protein and fat in the diet were 53 97 9 31 13 31 7 67 ndash 22 45 and 31 95 12 59 ndash 53 47 Males consumed higher energy and macronutrients intake but had similar diet composition There were no significant correlations between nutrition knowledge levels and energy intake p 0 415 number and composition of carbohydrate p 0 715 p 0 323 protein p 0 634 p 0 387 and fat p 0 116 p 0 398 intake Therefore better nutrition knowledge did not correspond to better energy and macronutrient intake.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wied Harry Apriadji
Jakarta: Penebar Swadaya, 1986
612.3 WIE g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Prita Rahayu S.
"Di Indonesia, banyak yang menderita gizi kurang. Kekurangan zat gizi selain dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan peningkatan angka kesakitan juga dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku untuk mencegah terjadinya gizi kurang, status gizi dan sebaran sosiodemografi mahasiswa FKUI. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 108 sampel mahasiswa FKUI yang diambil secara random. Identitas umum diperoleh dengan meminta sampel penelitian mengisi lembar identitas umum yang berisikan sebaran sosiodemografi (nama, jenis kelamin, usia, asal pulau, pendidikan dan pekerjaan orangtua) serta berat badan dan tinggi badan hasil pengukuran langsung dimana tim peneliti berperan sebagai pengukur. Setelah itu subyek mengisi kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang gizi kurang. Seluruh data yang telah terisi lengkap akan diuji menggunakan SPSS for windows versi 16 untuk diteliti hubungan diantaranya.
Penelitian tentang gizi kurang menunjukkan terdapat hubungan antara sikap terhadap status gizi (p=0,002), terdapat hubungan antara pekerjaan ayah terhadap sikap (p=0,045), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, usia, jenis kelamin, asal pulau, pendidikan ayah, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu terhadap perilaku (p>0,05), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sebaran sosiodemografi terhadap sikap (p>0,05), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku terhadap status gizi (p>0,05). Terdapat hubungan antara sikap tentang gizi kurang terhadap status gizi. Terdapat hubungan antara pekerjaan ayah terhadap sikap responden tentang gizi kurang. Dan tidak terdapat hubungan antara variabel lainnya.

In Indonesia, there have been many cases of people suffering from undernourishment. Nutrient deficiency may result not only in a decrease in body weight and the rise of the number of those suffering from it, but may also result in the lowering of the quality of living and work productivity. This research is aimed at linking students' knowledge, attitude, and behavior to avoid undernourishment, and to obtain the nutritional status and socio-demographic distribution among FMUI students. This research used a cross-sectional survey design with 108 selected samples of FMUI students taken by means of a random sampling method. The general identity was obtained by filling in a questionnaire on the subjects' socio-demographic distribution (name, gender, age, island of origin, parents’ education and parents' occupations), and their body weights and heights measured on the spot by the research team. Then, the subject filled in a questionnaire on their knowledge, attitude and behavior about undernourishment. The completed data whose interrelationship was to be determined was tested using SPSS for Windows version 16.
This research on undernourishment shows the evidence of a link between attitude and nutritional status (p=0.002), between father’s occupation and attitude (p=0.045), no evidence of a link between students' knowledge, attitude, age, gender, island of origin, parents’ education and occupation and their behavior (p>0.05), no evidence of a link between students' knowledge and socio-demographic distribution and their attitude (p>0.05), no evidence of a link between students' knowledge and behavior and their nutritional status (p>0.05). There is evidence of a link between students' attitude toward undernourishment and their nutritional status. There is also evidence of a link between respondents' fathers' occupations and their attitude towards undernourishment. No link is discovered between any of the other variables.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Globalisasi membawa beberapa konsekuensi negatif berupa penyimpangan pola makan yang dapat menyebabkan terjadinya gizi lebih. Gizi seimbang adalah pedoman dalam mengonsumsi makanan untuk mempertahankan gizi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa FK tentang pola makan gizi seimbang serta faktor-faktor yang berhubungan. Metode penelitian adalah deskriptif dengan desain cross-sectional. Data umum (nama, usia, jenis kelamin, asal pulau, pendidikan dan pekerjaan orang tua) dan data teknis (pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa FKUI tentang pola makan gizi seimbang) diperoleh dengan kuisioner. Kemudian dilakukan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut). Analisis data menggunakan uji Chi-square test, kolmogorov-smirnov dan uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata berusia 18-22 tahun, perempuan lebih dominan (63%), mayoritas berasal dari pulau Jawa (71,3%), mayoritas pendidikan orang tua tinggi (66,7%-81,5%) dan mayoritas orang tua bekerja (50,9%-89,8%). Mayoritas pengetahuan baik (81,5%), sikap positif (81,5%) dan perilaku baik (16,7%). Mayoritas mahasiswa memiliki status gizi yang normal (60,2%). Walaupun demikian, masih ditemukan mahasiswa yang memiliki status gizi lebih (36,1%). Dari hasil analisis menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p>0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap dan perilaku subyek tentang pola makan gizi seimbang; antara karakteristik sosio demografi dengan pengetahuan, sikap dan perilaku; dan antara pengetahuan, sikap dan perilaku dengan status gizi. Perlu disosialisasikan kepada mahasiswa tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) dan dibutuhkan rolemodel sehingga dapat mengubah perilaku mahasiswa menjadi lebih baik agar kebutuhan harian mahasiswa dapat terpenuhi.

Globalization brings some negative consequences of eating disorders that lead to excessive nutrition. The balanced nutrition is a guide of food consumption to maintain the optimal nutrition. This research aims to determine the relationship of knowledge, attitudes, and behavior of medical students about nutrition balanced diet and related factors. The method was descriptive with cross-sectional design. General data (name, age, gender, island of origin, parental education and occupation) and technical data (knowledge, attitudes and behaviors about nutrition balanced diet) were obtained by questionnaire, then their weight, height, and abdominal circumference were measured. Datas are analyzed by using Chi-square, Kolmogorov-Smirnov and fisher test. The average age is 18-22 years, women are more dominant (63%), so does the Java island of origin (71.3%), the parental education which is in high category are 66.7%-81.5% and so does parental occupation (50.9% -89.8%). The numbers of students who has good knowledge are 81.5%, positive attitudes are 81.5% and good behavior (16.7%), and has normal nutritional status are 60.2%. However, there is students who has excessive nutritional status (36.1%). After the datas being analyzed by using chi-square, there is no significant relationship between knowledge, attitudes and behavior of the subjects of nutrition balanced diet; socio demographic with their knowledge, attitudes and behaviour; and knowledge, attitudes, and behaviour with nutritional status. It should be disseminated to the students about the General Guidelines for Balanced Nutrition (PUGS) and rolemodel is needed for students, so that the behavioural changes will be better in students and their daily needs can be fulfilled."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sanny Rachmawati Setyaningsih
"Gizi merupakan faktor yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Pada aspek gizi, peran orang tua terutama ibu sangat penting. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage random dan consecutive sampling serta didapatkan sampel sebanyak 112 ibu yang memiliki anak berusia 13-59 bulan di wilayah puskesmas Pancoran Mas.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 75.9% ibu memiliki pengetahuan yang cukup, 57.1% ibu memiliki sikap yang cukup baik, serta 71.4% ibu memiliki perilaku baik dalam pemenuhan gizi balita. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk menyusun strategi dalam mengatasi masalah gizi balita.

Nutrition is important for children’s growth and development. On nutritional aspects, the role of parents, particularly mothers have a main role. This study aim is to identify mother’s nutrition knowledge, attitude, and behavior. Cross-sectional study was used in this study. Participants were selected by multistage random and consecutive sampling technique and 112 mothers who have children aged between 13-59 months included as sample.
The results showed that 75.9% of mothers have moderate knowledge, 57.1% of mothers have moderate attitude, and 71.4% of mothers show good behavior toward nutrition compliance. The results of this research can be used as an idea to develop strategies to address nutritional problems in children aged under five years.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S46410
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>