Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 58916 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: PPFI, 1977
791.409 Ind d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: LIPI, 1974
791.43 LEM m (1);791.43 LEM m (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Firman Hadiansyah
"Adaptasi film ke dalam novel atau sebaliknya seialu menimbulkan perubahan, sebagai akibat dari perbedaan media dan hasil interpretasi penulis dan sutradara. Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan sejumlah persamaan dan perbedaan mendasar yang dihasilkan oleh adaptasi dari film ke dalam novel Biala Tak Berdawai, dilihat dari unsurunsur penceritaan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan strukturalisme yang memfokuskan pada unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam film dan novel Biola Tak Berdawai. Unsur-unsur film dan novel yang dianalisis dan dibandingkan dalam penelitian ini adalah alur penyajian, alur sebab akibat, tokoh dan penokohan, latar ruang dan Tatar waktu.
Hasil analisis film dan novel Biola Tak Berdawai terhadap unsurunsur di atas, menunjukkan persamaan sekaligus perbedaan. Cerita dalam film dan novel pada dasarnya sama tetapi menjadi terkesan berbeda ketika Dewa dijadikan penutur di dalam novel. Tokoh Dewa menjadi serba tahu dan mampu menuturkan dengan fasih mengenai kejadian-kejadian yang ada di sekelilingnya, padahal di dalam film, tokoh Dewa digambarkan sebagai anak yang sangat sulit untuk berkomunikasi dengan prang fain dikarenakan penyakit autis dan cacat ganda. Dengan demikian, tokoh utama di dalam novel tidak hanya Renjani, tetapi juga Dewa. Perbedaan Iainnya terletak pada berupa kemunculan cerita pewayangan di dalam novel, juga terdapat penghilangan, dan penambahan beberapa cerita. Semua perbedaan tersebut menunjukkan adanya perbedaan interpretasi penulis novel atas cerita film Biola Tak Berdawai.
Berbeda dengan unsur alur penyajian, alur sebab akibat antara film dan novel tidak menunjukkan perbedaan. Dad awal hingga akhir cerita, novel adaptasi tetap bersetia terhadap film sebagai cerita pertama. Begitu juga dengan latar ruang dan waktu.

The adaptation of film into novel or vice verse always produces changes as the consequence of the different media and the result of the actor and the director's interpretation. This study aims to present some basic similarities and differences which are produced by the adaptation from film into novel Biola Talc Berdawai, and viewed from the story elements.
The method used is structuralism, focusing on the intrinsic elements in film and novel Biota Tak Berdawai. The film and novel elements which are analyzed and compared in this study are plot, the characters and characterization, and setting.
The result of the analysis of film and novel Biola Tak Berdawai to the mentioned elements presents similarities and differences at the same time. The story in film and novel is basically the same but it imprisons different when Dewa is made as a narrator in the novel. The character of Dewa knows everything and he can utter fluently what happens in his surrounding, whereas in film the character of Dewa is showed as the boy who has difficulty to communicating with other people because he is autistic and has double deformity. So the main character in the novel is not only Renjani but also Dewa. The other difference is on the presence of things pertaining to the wayang story in the novel. All those differences present the difference of the writer's interpretation on the story of Biota Tak Berdawai film.
It is different to plot presence, the cause and effect plot between film and novel does not present the difference. From the beginning until the end of story, adapted novel keep loyal to film as the original story. It also happens to the setting of place and time.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T17618
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Shuri Mariasih Gietty
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
T19802
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ajeng Fitria Adhisresti
"ABSTRAK
Film merupakan sebuah bentuk semi tekstual yang dipengaruhi oleh dan mempengaruhi sastra maupun kritik sastra dan dipandang penting untuk penciptaan makna karena adanya hubungan yang erat dengan budaya, ideologi, dan penonton. Dengan memiliki hubungan erat dengan budaya, film pada umumnya juga mempersembahkan gambar dan cerita yang relevan dan mewakili penggambaran dunia nyata. Penelitian ini membahas bagaimana mobilitas sosial khususnya kaum perempuan Soviet terpotret dalam film Москва Слезам Не Верит (Moskow Tidak Mengenal Sedih) karya Vladimir Menshov. Budaya hidup komunal dan hidup dalam tekanan kelas pekerja mendorong ketiga tokoh perempuan dalam film tersebut untuk mencari kehidupan lebih baik dengan caranya masing-masing. Cara yang ditempuh secara individualis menghasilkan mobilitas sosial yang berbeda pada tiap tokohnya. Permasalahan yang dianalisis adalah bagaimana kaum perempuan Soviet, secara khusus, melakukan mobilitas sosial menuju kelas sosial yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan dua teori, yaitu teori mobilitas sosial, dan teori feminisme Marxist dan sosialis dan sebuah diskursus tentang fotografi. Adapun untuk metode penelitiannya Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial, politik dan budaya yang muncul di tengah masyarakat Soviet berdampak pada kebijakan pemerintah yang pada akhirnya mendorong pergeseran posisi sosial kaum perempuan Soviet

ABSTRACT
Films are semi textual art that commonly represent moving pictures and stories that are relevant and representative to social facts and issues of a community and people within a specific timeframe. This research analyzes how social mobility is portrayed in the film Москва Слезам Не Верит (Moscow Does Not Believe in Tears) by Vladimir Menshov. The pressure living a life that fits into the worker class pushed each of the three women characters in the film to search for a better life in their own respective ways. Each characters own approach to happiness results in different social mobility patterns and creates a different story distinct to each of the character. This research discusses how Soviet women exert their ways to climb the social ladder as portrayed in the film. This research uses the thoery of social mobility and Marxist and socialist feminism and one discourse on photography. This research utilizes qualitative method to describe the stories happen in the film and associate them to certain aspects in the Soviet period. The result of this research shows that social mobility occured in the film is indirectly influenced by the aspects of social, politics and culture that prevailed amongst Soviet people.
"
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Jum`a Khatib Nur Ali
"[ABSTRAK
Disertasi ini membahas representasi imigran oleh Uni Eropa di booklet Festival Film Europe on Screen Indonesia. Data diambil dari lima booklet festival dari tahun 2008 hingga 2011. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana imigran dalam masyarakat multikultur UE direpresentasikan kepada Indonesia dan apakah latar belakang ideologinya. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori sirkuit budaya sebagai kerangka teori dan representasi konstruksionis dengan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola dan ideologi orientalis kepada Indonesia pada data penelitian.;

ABSTRACT
This dissertation discusses immigrant representation by the European Union in Indonesian Europe on screen Film Festival booklets. Data are obtained from five booklets from 2008 until 2011. The goal is to see how immigrants in European Union multicultural society are represented to Indonesia and to discover the ideological background of the representation. This research adopts circuit of culture the grand theory, with constructive representation approach, using semiotic method. Research results arising from data analysis suggest a pattern of orientalist ideology towards Indonesia found on the research data verified.;This dissertation discusses immigrant representation by the European Union in Indonesian Europe on screen Film Festival booklets. Data are obtained from five booklets from 2008 until 2011. The goal is to see how immigrants in European Union multicultural society are represented to Indonesia and to discover the ideological background of the representation. This research adopts circuit of culture the grand theory, with constructive representation approach, using semiotic method. Research results arising from data analysis suggest a pattern of orientalist ideology towards Indonesia found on the research data verified., This dissertation discusses immigrant representation by the European Union in Indonesian Europe on screen Film Festival booklets. Data are obtained from five booklets from 2008 until 2011. The goal is to see how immigrants in European Union multicultural society are represented to Indonesia and to discover the ideological background of the representation. This research adopts circuit of culture the grand theory, with constructive representation approach, using semiotic method. Research results arising from data analysis suggest a pattern of orientalist ideology towards Indonesia found on the research data verified.]"
2015
D1969
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anastasya Margareth
"Artikel ini membahas subjektivitas tokoh Amélie yang terdapat di dalam film Le Fabuleux Destin d'Amélie Poulain karya Jean-Pierre Jeunet. Fokus bahasan adalah perjalanan tokoh Amélie sebagai subjek eksistensialis yang berusaha mencari esensi hidupnya. Penelitian
ini menggunakan metode kajian sinema yang diperdalam dengan konsep subjektivitas dan eksistensialisme Jean-Paul Sartre. Hasil penelitian menunjukkan beberapa peristiwa dan tindakan Amélie yang menjadikannya subjek atas dirinya sendiri, menemukan esensi hidupnya,
dan menentukan pilihan secara bebas dan bertanggung jawab.
This article discusses the subjectivity of Amélie in film Le Fabuleux Destin d`Amélie Poulain, directed by Jean-Pierre Jeunet. The study focused on journey of the character of Amélie as an existentialist subject who is looking for the essence of her life. This study uses the method of cinema studies deepened with the concept of subjectivity and existentialism of Jean-Paul Sartre. This research reveals that some of the events and Amélie's actions made her a subject of herself, she also found the essence of her life, and made free and responsible choices."
2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Krisnadi Yuliawan
"Tesis ini membahas fenomena munculnya kebijakan Uni Eropa di bidang perfilman, dan bagaimana kebijakan itu mempengaruhi kebijakan perfilman di negara-negara anggota Uni EropaHasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kebijakan perfilman Uni Eropa terbentuk karena adanya shared ideas yang dimiliki para pemimpin dan pejabat Uni Eropa, serta pemimpin dan pejabat di negara-negara anggotanya. Shared ideas itu tumbuh karena pemahaman yang sama akan ancaman dan kepentingan yang dihadapi, terutama di bidang perfilman.Berdasarkan studi kasus kebijakan perfilman di negara-negara Jerman, Inggris, Italia dan Perancis, terlihat bahwa kebijakan dan regulasi perfilman di negara-negara itu sangat dipengaruhi oleh kebijakan perfilman Uni Eropa. Namun, kebijakan di level nasional itu, juga mempengaruhi kebijakan di tingkat Uni Eropa.

The Focus of this study is about European Union Film Policy, and how those policy influence film policy in European Union member state.This research showed that the formulation of European Unon Film Policy, is based on shared ideas that slowly develop among European Union leaders and its member states leaders. This shared ideas is came from the same feeling of treat and interest that developed among European leader.Based on case studies of Germany, Britain, Italy and France national film policy, we can see that regulation and film policy in those country is definitely being influenced by European Union Film Policy. But those country policy also influence decision making in European level."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Renaldi Z.S.
"Kemajuan jaman clan tknologi turut mempengaruhi perkembangan arsitektur dalam pencarian konsep-konsep dan bentuk-bentuk yang baru. Kebutuhan manusia yang semaldn meningkat, dan pemikiran-pemikiran baru dapat mengubah berbagai cara pandang terhaclap pembangunan Iingkungan buatan dan bagaimana menyesuaikan din dalam suatu Iingl-cungan tempainya beracla.
Apa yang kita lihat sehari-hari mempunyai dampak yang cukup besar mengenai persepsi akan suaiu hal, temuasuk saat menonton sebuah Elm. Sebagai media perekaman audio visual yang padat teknologi, dan sarat inforrnasi gambar dan narasi, film seakan 'membanjiri' klta dengan berbagai gambaran cilra.
Lalu, bagaimana hubungan arsilektur dan film terbentuk ??. Faktor-falclor apa saja yang terkait dan yang membedakan '?. Eagaimana keberadaan kedua bidang ini dalam pandangan masyarakat '?. Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang berusaha untuk diungkapl-can dalam tulisan ini. Mungkin tidak ada jawal:-an akhir yang pasij, mungkin saja ini semua terlihat seperti mengada-ada. Tetapi proses dalam arsltelctur adalah kegialan terpadu yang ierluju untuk mempengaruhi masa depan daripada menjelaskan perisiiwa-peristiwa yang ielah lampau. Arsileklur tidak memilahkan bagian-baglan, tetapi mencemal-can dan memadukan berbagai macam unsur dalam cara-cara baru dan keadaan-keadaan baru, sehingga hasilnya hanya mengemukakan arah dan tidak selumhnya dapat diramalkan."
2000
S47892
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Septiana Sari
"Arketipe adalah sebuah cetakan, gambaran, atau model ideal dari suatu fenomena dan karakter, seperti peran-peran yang mudah dikenali di dalam seni pertunjukan yakni ibu tiri yang kejam, pahlawan yang berani, dan lain-lain. Masyarakat percaya bahwa sosok ideal pahlawan mencerminkan sifat-sifat superior dalam perangkat oposisi biner. Penelitian ini membahas tentang bagaimana tokoh Ghost Rider dalam film Ghost Rider (2007) mendekonstruksi arketipe dan ideologi dualisme tersebut dengan menggunakan teori arketipe Jung dan teori strukturalisme Greimas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ghost Rider mendekonstruksi sekaligus mengadaptasi arketipe pahlawan.Selain itu, dualisme dari kebaikan-kejahatan dan cahaya-kegelapan juga berhasil digulingkan oleh tokoh Ghost Rider tersebut.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi penelitian selanjutnya yang membahas mengenai elemen-elemen narasi.

Archetype is an ideal print, image, or model of phenomena or characters such as easily-recognized characters in an art performance's cruel step-mother, a brave hero, etc. People believe that an ideal hero mirrors superior criterion in binary opositions. This research focuses on how Ghost Rider in a movie titled Ghost Rider (2007) deconstructs the archetypal hero image as well as the dualism by using theory of Jung's archetype and theory of Greimas' structuralism. The result of the research indicates that Ghost Rider deconstructs as well as adapts the image of an archetypal hero. Besides, the dualism of good-evil and light-darkness are also deconstructed by Ghost Rider. This result is expected to be a reference for further researches on narrative elements."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S499
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>