Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3797 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dendi Sudiana
Bandung: Remadja Karya, 1986
659.1 DEN k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Vanessa Arsanti
"Diluncurkan pada bulan Mei 2013. CLEAN & CLEAR Active Clear Acne Marks Cleanser merupakan varian produk pertama yang khusus menghilangkan bekas jerawat di pasar skincare Indonesia. Ini dapat menjawab permasalahan kulit wajah remaja Indonesia, bekas jerawat menjadi salah satu masalah yang mengkhawatirkan bagi mereka baik dari segi penampilan maupun psikologis. Namun karena promosi juga penggunaan media yang belum maksimal, CLEAN & CLEAR masih kalah dibandingkan kompetitornya dalam posisi merek di benak konsumen. Karena itu, perlu dilakukan strategi komunikasi yang tepat untuk meraih target khalayak dan meningkatkan kesadaran terhadap CLEAN & CLEAR Active Clear Acne Marks Cleanser.
Serangkaian kampanye yang bertemakan “It‟s All About You” ini mengajak para remaja untuk lebih percaya diri dan tidak iri kepada orang lain yang mempunyai wajah lebih bersih. Tiga tahapan strategi promosi yang dilakukan melihat dari posisi produk pada tahap perkenalan di pasar, serta mempertimbangkan dari segi karakteristik produk berdasarkan FCB Grid. Menyasar kepada konsumen yang belum mencoba menggunakan CLEAN & CLEAR Active Clear Acne Marks Cleanser sebelumnya, tujuan dari kampanye adalah menjadikan CLEAN & CLEAR sebagai preferensi merek bagi targetnya, sehingga penjualan dari varian tersebut akan meningkat sebesar 5%.
Dengan menggunakan media konvensional dan media online, biaya kampanye yang berlangsung selama 6 bulan ini adalah sebesar Rp 6.557.002.000. Evaluasi dan pengawasan juga akan dilakukan untuk mengukur efektivitas dari pelaksanaan kampanye ini.

In May 2013, CLEAN & CLEAR Active Clear Acne Marks Cleanser was launched for the first time as black spot removal product in Indonesia. This product was released to answer the needs of teenagers in having clear and pure skin. That matters not only in teenagers‟ appearance, but also their psychology. CLEAN & CLEAR was left behind in promotion compared to its competitor; it can be seen from consumer perspective on one brand. In order to win the competition, CLEAN & CLEAR Active Clear Acne Marks Cleanser needs a communication strategy that can gather all awareness of market.
Several campaigns themed “It‟s All About You” urges the teenagers to be more confident and optimistic when they see friends with cleaner face skin. There are 3 stages of strategic promotion based on product position on the market, also considering product character regarding to FCB Grid. The objective of this campaign was to gather all new marker attention, which mostly people that had never use CLEAN & CLEAR Active Clear Acne Marks Cleanser before. To be in one‟s mind as a preferred brand, it should be able to increase its sales by 5%.
Using conventional media and online media, cost of this campaign that lasted for 6 months is up to Rp 6.557.002.000. Last but not least, to make sure this campaign effectiveness, there will be evaluation and monitoring procedures.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S54182
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"How far is the difference and the similarity of academicians and practicioners interpretation in difine the advertising creativity's concept and to appreciate the creative quality of Citra Pariwara's winner advertisement works print ad category, from 2003 until 2006. An advertisement work can be categorized for being creative, if it contains the element of novelty, freshness, innovative, original, and can fulfill it's early destination, which is to rise the product's sale or even to solve it's audience's problem."
NIJUDKV
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dunn, S. Watson
Columbia: Dryden, 1978
659.1 DUN a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Daru Linggar Pratikto
"Pengembangan teknologi telah mengubah cara pandang perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka khususnya dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Perubahan pola pikir perusahaan dari hanya mengandalkan media massa sebagai solusi pemecahan komunikasi pemasaran mereka saat ini telah bergeser ke dalam berbagai media komunikasi pemasaran yang memiliki jangkauan luas, berbiaya murah, interaktif, dan lebih mengenai target konsumen. Salah satu saluran yang perkembangannya sangat pesat yaitu media wireless. Diwakili dengan ponsel, dan PDA, penetrasi yang tinggi dari media selular yang kini telah mencapai mencapai 1,6 milyar pengguna di seluruh dunia pada tahun 2004 (Steinbock, 2005), dan di Indonesia telah mencapai 63,7 juta pengguna pada tahun 2006 (Telkom, 2006) memunculkan suatu optimisme lahirnya suatu saluran komunikasi yang potensial. Ditandai dengan kemunculan mobile commerce, saat ini mulai berkembang layanan mobile marketing yaitu pengiriman berbagai layanan komersial yang ditujukan untuk mempromosikan ide, produk, dan jasa ke dalam media selular. Saluran ini muncul karena keunikan, dan keunggulan dari media komunikasi selular dibandingkan dengan media komunikasi pemasaran lainnya yaitu ubiquity, personalization, localization, convenience, dan interactivity. Namun, pengembangan suatu saluran komunikasi pemasaran sangat tergantung terhadap penerimaan pengguna ponsel terhadap berbagai layanan mobile marketing. Untuk itu, diperlukan suatu penelitian yang menjelaskan faktorfaktor yang menjadi penerimaan konsumen terhadap mobile marketing. Dengan menggunakan model penelitian dari Bauer et.al (2005), maka penelitian ini pun dilakukan untuk menguji penerimaan konsumen terhadap mobile marketing di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer terhadap 356 responden, dan kemudian data ini diolah dengan menggunakan analisa regresi, yang disertai analisa faktor, dan analisa demografis. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan software SPSS 15.0. Hasil dari penelitian ini pun menunjukkan bahwa penerimaan konsumen sangat tergantung pada pengetahuan mereka terdahulu dari media komunikasi selular, attitude mereka terhadap iklan, dan faktor utility dari media selular tersebut. Dari ketiga faktor tersebut, faktor utility sangat berperan besar dalam pembentukan penerimaan konsumen dimana dari faktor-faktor yang membentuk utility, nilai entertainment merupakan faktor utama pembentuk utility. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai entertainment merupakan pendorong utama dalam penerimaan media selular sebagai media inovatif untuk komunikasi iklan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rucker, Frank W.
Lowa: The Iowa State Univ. Press, 1960
070.172 RUC t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Morissan, M.A.
Jakarta: Kencana, 2010
659.1 MOR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Morissan, M.A.
"Tentang periklanan dan tentang bagaimana memadukan berbagai instrumen promosi agar menghasilkan efek maksimal bagi penjualan produk."
Jakarta: Ramdina Prakarsa, 2007
659.1 MOR p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Shimp, Terence A.
Jakarta: Erlangga, 2000
659.1 shi p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jefkins, Frank William
Jakarta: Erlangga , 1996
659.1 JEF p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>