Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 40385 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Hotmauly Media Rika
"Globalisasi, inovasi serta kemajuan teknologi informasi pada sektor perbankan di Indonesia berkembang sangat cepat selama 10 tahun terakhir. Di tengah persaingan, bank dituntut menghasilkan kinerja yang baik dan sesuai aturan otoritas untuk menjaga stabilitasnya. Hal ini disebabkan sektor perbankan menguasai 77% asset sektor keuangan. Penelitian ini menganalisis pengaruh kinerja bank terhadap stabilitas dan perilaku pengambilan risiko dengan melihat pengaruh struktur kepemilikan terkonsentrasi pada 31 bank dengan total asset paling besar di Indonesia. Dengan menggunakan metode two-step estimator generalized method of moment untuk mengatasi masalah endogenitas, penelitian ini menemukan bahwa kinerja bank berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas bank dan berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku pengambilan risiko. Struktur kepemilikan terkonsentasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan kinerja dan stabilitas bank, serta berpengaruh negatif dan signifikan pada perilaku pengambilan risiko.

Globalization, innovation and advances in information technology in the banking sector in Indonesia have grown very rapidly in the last 10 years. In the midst of competition, banks are required to produce good performance and comply with the regulations of the authorities to maintain their stability. This is because the banking sector controls 77% of financial sector assets. This study tests the effect of bank performance on stability and risk-taking behavior by analyzes the effect of ownership structure of 31 commercial banks with the largest total assets in Indonesia. By using the two-step generalized method of moment as an estimator method to solve the endogeneity problem, this study found that bank performance has a positive and significant effect on bank stability and has a significant negative effect on risk-taking behavior. Concentrated ownership structure also has a positive and significant effect on the relationship between bank performance and stability, and has a negative and significant effect on risk-taking behavior."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Artharia Purbi Widyaningrum
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal bank
terhadap presentase penyaluran kredit UMKM Bank Umum Konvensional di Indonesia
periode 2009-2013. Dalam penelitian ini, faktor internal bank dilihat dari aspek Capital
Adequacy Ratio (CAR), Size, Loan Loss Provision to Total Loans (PROV) dan Net
Interest Margin (NIM) serta faktor eksternal bank yang dilihat dari BI Rate dan GDP.
Pengujian dengan metode Fixed Effect Model (FEM) Hasil penelitian menunjukkan
bahwaa CAR, Loan Loss Provision to Total Loans, NIM dan GDP memiliki pengaruh
terhadap presentase penyaluran kredit UMKM.
ABSTRACT
This research is aimed to analyze the effect of internal and external commercial bank
factors toward presentation of small and medium enterprise lending distribution in
Indonesia, in period 2009-2013. This research use internal bank factors (Capital
Adequacy Ratio (CAR), Size, Loan Loss Provision to Total Loans (PROV) and Net
Interest Margin (NIM), and external bank factors (BI Rate and GDP) as dependent
variables and use fixed effect method. The result is CAR, Loan Loss Provision to Total
Loans, NIM and GDP have significant effect toward Presentation of Small and
Medium Enterprise Lending Distribution in Indonesia."
2014
S58861
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pangaribuan, Nelli Marta BR.
"Return On Asset dan Net Interest Margin di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain. Kondisi tersebut menjadi satu hal yang menarik untuk dibahas mengenai faktor yang apa mempengaruhi tingginya ROA dan NIM di perbankan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan variabel firm level dan variabel makroekonomi dalam menentukan ROA dan NIM bank umum di Indonesia selama periode 2003-2012. Dengan menggunakan 83 sampel penelitian, diperoleh bahwa variabel firm level yang diwakili oleh ROA dan NIM periode sebelumya, penyaluran kredit (loan), biaya operasional, dan leverage berpengaruh terhadap ROA dan NIM. Ditemukan juga bahwa variabel makroekonomi yang diwakili oleh inflasi, PDB per kapita, dan rasio market capitalization to GDP juga berpengaruh terhadap ROA dan NIM bank umum di Indonesia pada periode 2003-2012.

Return on Assets and Net Interest Margin in Indonesia is very high compared to other countries. The condition becomes an interesting thing to discuss about what factors affect the high ROA and NIM in Indonesian banks. This study aims to analyzed how the role of firm-level variables and macroeconomic variables in determining ROA and NIM commercial banks in Indonesia during the period 2003-2012. Using 83 samples, acquired that firm-level variables are represented by ROA and NIM in the past period, loan, operational costs, and leverage effect on ROA and NIM. It was also found that macroeconomic variables are represented by inflation, GDP per capita, and the ratio of market capitalization to GDP also affect the ROA and NIM of commercial banks in Indonesia in the period 2003-2012."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S55737
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gafoor, A.L.M. Abdul
Netherlands: apptec, 1995
332.1 GAF i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Adies Septia
"Bank Umum Syariah menjadi kontributor terbesar dalam mendukung keuangan syariah dengan total aset pada tahun 2020 sebesar 397,07 trilliun yang menggambarkan perkembangan kinerja Bank Umum Syariah dalam menghadapi pandemic COVID-19 terlihat baik. Namun, tidak bisa dipungkiri perbankan syariah pun ikut terdampak karena adanya pandemic COVID-19 ini dimana terjadi nya penurunan penyaluran dan pengembalian pembiayaan dan Bank Umum Konvensional pun ikut terdampak karena adanya pandemic COVID-19 dilihat dari terjadi Penelitian ini membahas pengaruh COVID-19, Inflasi, dan Pembiayaan Bagi Hasil terhadap profitabilitas Bank Umum (studi kasus : Bank Umum Syariah di Indonesia dan Bank Umum Konvensional di Indonesia) dengan rentang waktu tahun 2016-2021 melalui data panel. Pada penelitian ini Random Effect Model yang digunakan untuk melihat hasil estimasi. Hasil estimasi penelitian ini menunjukan bahwa pandemic COVID-19 berdampak negatif terhadap kinerja bank yang diukur melalui ROA, ROE, dan NIM baik Bank Umum Syariah maupun Bank Umum Konvensional dibuktikan dengan adanya pertumbuhan ROA,ROE,NIM yang menurun ketika tahun 2020-2021. Kemudian, inflasi berpengaruh signifkan negatif terhadap Bank Umum Syariah yang diukur melalui ROE, namun tidak terdampak apabila diukur ROA dan NIM serta dibandingkan dengan Bank Umum Konvensional yang tidak terdampak oleh inflasi baik diukur ROA,ROE,dan NIM.

Islamic Commercial Banks are the largest contributor to supporting Islamic finance with total assets in 2020 amounting to 397.07 trillion which illustrates the development of Islamic Commercial Bank performance in dealing with the COVID-19 Pandemic looks good. However, it cannot be denied that Islamic banking has also been affected due to the COVID-19 Pandemic where there has been a decrease in distribution and return of financing and Conventional Commercial Banks have also been affected due to the COVID-19 pandemic as seen from the occurrence This study discusses the effect of COVID-19, Inflation, and Profit-Sharing Financing on Commercial Bank profitability (case study: Islamic Commercial Banks in Indonesia and Conventional Commercial Banks in Indonesia) with a time span of 2016-2021 through panel data. In this study, the Random Effect Model was used to see the estimation results. The estimation results of this study indicate that the COVID-19 pandemic has a negative impact on bank performance as measured by ROA, ROE, and NIM for both Islamic Commercial Banks and Conventional Commercial Banks as evidenced by the growth of ROA, ROE, NIM which decreases in 2020-2021. then, inflation has a negative significant effect on Islamic Commercial Banks as measured by ROE, but is not affected when measured by ROA and NIM and compared to Conventional Commercial Banks which are not affected by inflation as measured by ROA, ROE, and NIM."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siagian, Nadine Kezia
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak merger dan akuisisi (M&A) terhadap kinerja keuangan bank pengakuisisi dalam transaksi yang terjadi di Asia, dengan fokus pada profitabilitas, likuiditas, leverage, dan kesejahteraan pemegang saham. Analisis mencakup 30 transaksi M&A yang melibatkan bank pengakuisisi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, Taiwan, dan Korea Selatan selama periode 2014–2020. Indikator keuangan yang dianalisis meliputi Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), Capital Expenditure to Total Assets (CETA), Investment to Total Assets (ITA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt-to-Equity Ratio (DER), Non-Performing Loans (NPL), Total Loans to Total Deposits (TLOTD), Earnings per Share (EPS), Market Price per Share (MPS), dan Dividends per Share (DPS). Penelitian ini menggunakan dataset pre- dan post-M&A yang disesuaikan serta analisis paired t-test untuk membandingkan kinerja keuangan sebelum dan sesudah M&A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata terdapat perubahan pada indikator kinerja keuangan seperti profitabilitas, likuiditas, leverage, dan kesejahteraan pemegang saham setelah transaksi M&A oleh bank pengakuisisi di Asia. Perubahan tersebut mencakup peningkatan maupun penurunan, yang menunjukkan dampak yang beragam di seluruh sampel. Namun, perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik, yang menunjukkan bahwa meskipun M&A dapat memengaruhi kinerja bank, dampaknya tidak cukup kuat untuk dikonfirmasi pada tingkat signifikansi konvensional. Hal ini menyoroti kompleksitas integrasi pasca-merger dan beragamnya lingkungan pasar di negara-negara Asia.

This study aims to examine the impact of mergers and acquisitions (M&A) on the financial performance of acquiring banks in transactions that occurred in Asia, focusing on profitability, liquidity, leverage, and shareholder wealth. The analysis covers 30 selected M&A transactions involving acquiring banks across Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, the Philippines, Vietnam, India, Taiwan, and South Korea during the period 2014–2020. Financial indicators analyzed include Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), Capital Expenditure to Total Assets (CETA), Investment to Total Assets (ITA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt-to-Equity Ratio (DER), Non-Performing Loans (NPL), Total Loans to Total Deposits (TLOTD), Earnings per Share (EPS), Market Price per Share (MPS), and Dividends per Share (DPS). The research uses a matched pre- and post-M&A dataset and paired t-test analysis to compare financial performance between the periods before and after the M&A. The study finds that, on average, there is a change in financial performance indicators such as profitability, liquidity, leverage, and shareholder wealth following M&A transactions by acquiring banks in Asia. These changes include both positive and negative shifts, indicating a mixed impact across the sample. However, the changes are not statistically significant, suggesting that while M&A may influence bank performance, the effect is not strong enough to be confirmed at conventional significance levels. This highlights the complexities of post-merger integration and the varied market environments across Asian countries."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puti Larisha Dyra Nataya
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap risiko bank komersial yang terdaftar di negara ASEAN-6 periode 2010-2019. Data dalam penelitian ini didapat dari Thomson Reuters Refinitv Eikon, Worldbank Database, dan Heritage Foundation. Pengujian dilakukan pada 81 bank terdaftar di negara ASEAN-6 selama 10 tahun dengan total 810 observasi yang diperoleh dari teknik probability sampling. Hasil penelitian dengan data panel balance dan metode system GMM menemukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara diversifikasi pendapatan terhadap risiko bank. Selain itu, tidak ditemukan adanya pengaruh pendapatan non-bunga terhadap risiko. Penelitian ini menunjukan bahwa karena tidak adanya pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap risiko, bank dapat melakukan diversifikasi sebagai pendapatan alternatif mereka.

This study aims to analyze the effect of income diversification on the risk of commercial banks registered in ASEAN-6 countries for the 2010-2019 period. The data in this study were obtained from Thomson Reuters Refinitv Eikon, the Worldbank Database, and the Heritage Foundation. The test was conducted on 81 registered banks in ASEAN-6 countries for 10 years with a total of 810 observations obtained from probability sampling technique. The results of the study using panel balance data and the GMM system method found that there was no significant effect between income diversification and bank risk. In addition, there is no effect of non-interest income on risk. This study shows that as there is no effect of income diversification on risk, banks can diversify as the alternative to get additional income."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Fadila
"Penelitian ini membahas pengaruh capital ratio terhadap business lending pada Bank Umum Konvensional yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015 dengan menggunakan metode unbalanced panel. Penelitian dilakukan pada keseluruhan bank, bank berukuran kecil, bank berukuran besar, berkapitalisasi tinggi, dan berkapitalisasi rendah guna mengetahui apakah terdapat pengaruh capital ratio terhadap business lending pada bank secara keseluruhan, maupun bank dengan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh rasio modal, baik menggunakan CAR ataupun Tier 1 pada bank high, low, big high,small high, dan small low berhubungan negatif signifikan terhadap perubahan kredit bisnis perbankan Indonesia periode 2011-Q1 hingga 2015-Q4, kecuali pada bank berkapitalisasi big low tidak berpengaruh signifikan karena terdapat faktor lain yang lebih berpengaruh, yaitu liquidity. Pengaruh negatif signifikan sesuai dengan yang terjadi di Indonesia yaitu adanya kebijakan BI CountercyclicalBuffer terkait peningkatan cadangan modal bank dengan menekan pertumbuhan kredit guna mengantisipasi timbulnya dan/atau meningkatnya risiko sistemik yang berasal dari pertumbuhan kredit yang berlebihan.

This study discusses the effect of capital ratio on business of lending on commercial bank listed on the IndonesiaStock Exchange period 2011 2015 using the unbalanced panel. The results showed the effect of capital ratios, usingeither CAR or Tier 1 bank high, low, big high, small high, and small low negatively related significantly to changesin business lending of Indonesia Banking period 2011 Q1 to 2015 Q4, except in the big low capitalization has nosignificant effect because there are other more influential factors, namely liquidity. Significant negative influenceaccording to what happened in Indonesia, namely the existence of policies Countercyclical Buffer BI relatedincrease in banks 39 reserve requirement by suppressing the growth of credit in order to anticipate the onset and orincreased systemic risk emanating from excessive credit growth."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anindita Yasmin Azzahra
"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh diversifikasi pembiayaan sektoral terhadap stabilitas bank serta peran konsentrasi pasar sebagai variabel moderasi pada bank syariah dan bank konvensional di Indonesia. Dengan mereplikasi model Šeho et al. (2024) pada konteks Indonesia dan menggunakan data panel unbalanced dari 91 bank (78 bank konvensional dan 13 bank syariah) periode 2017–2024, penelitian ini mengestimasi model menggunakan System Generalized Method of Moments (SYS-GMM) untuk mengatasi potensi endogenitas pada data panel dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bank konvensional, diversifikasi pembiayaan sektoral berdampak positif signifikan terhadap stabilitas bank yang diukur dengan skor-z, mengindikasikan bahwa perluasan portofolio ke berbagai sektor secara efektif dapat memperkecil risiko pembiayaan. Hasil ini mendukung teori Modern Portfolio Theory (Markowitz). Sebaliknya, pada bank syariah, diversifikasi pembiayaan sektoral tidak berpengaruh signifikan terhadap stabilitas. Selanjutnya, konsentrasi pasar ditemukan memperlemah pengaruh diversifikasi terhadap stabilitas pada bank konvensional, sedangkan pada bank syariah efek moderasi konsentrasi pasar tidak signifikan. Analisis juga menunjukkan bahwa hubungan nonlinier antara diversifikasi dan stabilitas tidak terkonfirmasi secara empiris pada kedua jenis bank. Penelitian ini menunjukkan bahwa bank konvensional perlu memperkuat diversifikasi pembiayaan sektoral secara hati-hati, bank syariah fokus pada tata kelola dan kepatuhan syariah, serta regulator terus meningkatkan pengawasan dan adaptasi regulasi untuk menjaga stabilitas perbankan.

This study aims to evaluate the effect of sectoral financing diversification on bank stability and the role of market concentration as a moderating variable in Islamic banks and conventional banks in Indonesia. By replicating the model of Šeho et al. (2024) in the Indonesian context and using unbalanced panel data from 91 banks (78 conventional banks and 13 Islamic banks) for the period 2017–2024, this study estimates the model using the System Generalized Method of Moments (SYS-GMM) to overcome potential endogeneity in dynamic panel data. The results show that in conventional banks, sectoral financing diversification has a significant positive impact on bank stability as measured by the z-score, indicating that portfolio expansion to various sectors can effectively reduce financing risk. These results support the Modern Portfolio Theory (Markowitz). In contrast, in Islamic banks, sectoral financing diversification does not have a significant effect on stability. Furthermore, market concentration is found to weaken the effect of diversification on stability in conventional banks, while in Islamic banks the moderating effect of market concentration is not significant. The analysis also shows that the nonlinear relationship between diversification and stability is not empirically confirmed in both types of banks. This study suggests that conventional banks need to carefully strengthen sectoral financing diversification, Islamic banks focus on governance and sharia compliance, and regulators continue to improve supervision and regulatory adaptation to maintain banking stability."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>