"Angka penyalahgunaan NAPZA terutama pada remaja dan dewasa awal terlihat
meningkat tajam. Melihat fenomena di alas maka diperlukan upaya penanggulangan
yaitu rehabilitasi. Sayangaya harapan program ini untuk menjadikau korban
penyalahgunaan NAPZA dapat menjalani kehidupannya lebih optimal kurang
tercapai. Studi kepustakaan menunjukkan bahwa angka kekambuhan NAPZA cukup
tinggi yaitu 43,9 % (Pattinson, 1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-
faktor yang menyebabkan kekambuhan pada korban penyalahgunaan NAPZA adalah
sugesti sebanyak 28,35 %, pengaruh tcman sebanyak 19,40 %, perasaan malu, rasa
bersalah, tidak berguna sebanyak14,92 %, gangguan psikiatrik/ stres sebanyak 10,45
%, kurang dukungan orang tua dan anggota keluarga yang lain masing-masing
sebanyak 8,96 %, sakit fisik dan kurang dukungan teman masing-masing 4,48 %.
Faktor lain yang juga berpeluang menyebabkan kekambuhan/ relapse pada korban
penyalahgunaan NAPZA adalah usia awal penyalahgunaan NAPZA yang rata-rata
adalah remaja, keinginan untuk coba-coba dan ikut-ikutan, prestasi yang menurun,
kecanduan, depresi, dan tidak tuntasnya program rehabilitasi yang sebelumnya diikuti
oleh responden."