Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11759 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sroufe, L. Alan
Cambridge, UK: Cambridge University Press, 1996
155.412 SRO e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rosenthal, Norman E.
London: Citadel Press, 2002
152.4 ROS e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Misrawati
"Kesehatan psikologis seorang ibu berdampak positif terhadap ikatan emosional ibu dan janin dalam mencapai peran transisi menjadi seorang ibu. Masalah kesehatan psikologis ibu serta kurangnya dukungan suami merupakan faktor utama terganggunya interaksi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan menghasilkan intervensi keperawatan untuk meningkatkan ikatan emosional orang tua dan janin berbasis mobile health yang berpengaruh terhadap kesehatan psikologis, keharmonisan suami istri serta jalinan kasih orang tua dan janin. Penelitian terdiri dari tiga tahap. Desain penelitian tahap pertama descriptive qualitative dengan 14 partisipan yang terdiri dari ibu hamil dan pasangannya. Tahap kedua, mengembangkan rancangan intervensi menjalin ikatan emosional dengan janin  berbasis mobile health berdasarkan analisis tahap satu dan konsultasi pakar. Tahap ketiga menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. Sebanyak 82 pasang ibu hamil sebagai responden, terdiri dari kelompok berpasangan (26 pasang), kelompok mandiri (27 pasang) dan kelompok kontrol (29 pasang). Kelompok berpasangan: mendapatkan intervensi bersama pasangan, kelompok mandiri: mendapatkan intervensi sendiri tanpa pasangan, kelompok kontrol: melakukan kegiatan sesuai kebiasaan sehari-hari. Hasil penelitian kualitatif ditemukan 3 tema yaitu 1) Keterbatasan pengetahuan dan informasi dalam  menjalin ikatan emosional dengan janin, 2) Memperoleh dukungan internal dan eksternal dalam menjalin ikatan emosional dengan janin dan 3) Menjalin ikatan emosional dengan janin membutuhkan berbagai kebutuhan. Intervensi keperawatan untuk meningkatkan ikatan emosional orangtua dan janin berbasis mobile health berpengaruh menjadi lebih baik kesehatan psikologis ibu dan ayah, keharmonisan suami istri menurut ibu dan ayah, serta jalinan kasih orang tua dan janin dibanding kelompok kontrol. Nilai perbaikan kesehatan psikologis ibu kelompok berpasangan dan mandiri (β = -2.68, p < 0.001 ;I² = -3.03, p < 0.001), keharmonisan suami istri menurut ibu kelompok berpasangan dan mandiri (β = -7.46, p = 0.002 ; I² = -9.11, p = 0.001) dan jalinan kasih orang tua dan janin kelompok berpasangan dan mandiri (I² = 6.77, p = 0.013 ; I² = 9.73, p < 0.001). Nilai perbaikan kesehatan psikologis ayah kelompok berpasangan dan mandiri (I² = -5.80, p < 0.001 ; I² = -3.95, p < 0.001), keharmonisan hubungan suami istri menurut ayah kelompok berpasangan dan mandiri (I² = -7.04, p < 0.001 ; β = -3.74, p = 0.024). Disimpulkan bahwa ibu kelompok mandiri lebih besar nilai perbaikan variabelnya dibanding kelompok berpasangan, sebaliknya pada kelompok ayah. Merekomendasikan intervensi keperawatan MIESRA berbasis mobile health dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan psikologis, keharmonisan suami istri serta jalinan kasih orang tua dan janin di tatanan layanan kesehatan

The psychological health of a mother has a positive impact on the emotional bond of the pregnant mother and her baby in achieving the transitional role of being a mother. Psychological health problems of the mother and the lack of husband's support are the main factors that interfere with the interaction of the mother and baby. This study aimed to create nursing interventions to increase the emotional bond of parents and babies based on mobile health that could affect psychological health, the harmonious relationship of husbands and wives and the love relationship between parents and babies. The research consisted of three stages. The first phase of the research design was descriptive qualitative with 14 participants consisting of pregnant women and their partners. The second stage was to develop an intervention to build an emotional bond with the babies using mobile health application based on stage one analysis and expert consultation. The third stage used a quasi-experimental pre and post-test design with a control group. Eighty two pairs participated as respondents, consisting of the paired group (26 pairs), the independent group (27 pairs) and the control group (29 pairs). The paired group received intervention with their partner, the independent group received intervention alone without a partner, and the control group performed daily activities as usual. The results of the qualitative research found 3 themes, namely 1) Limited knowledge and information in establishing an emotional bond with the babies, 2) Obtaining internal and external support in establishing an emotional bond with the babies and 3) Establishing an emotional bond with the babies requires various needs. Interventions for establishing emotional bonds between parents and babies using mobile health application have an effect on better psychological health of mothers and fathers, harmonious relationship between husband and wife according to mothers and fathers, and the relationship between parents and babies compared to the control group. The value of psychological health improvement for paired and independent mothers (I² = -2.68, p < 0.001 ; = -3.03, p < 0.001), harmonious marital relationship according to paired and independent group mothers (I² = -7.46, p = 0.002 ; = -9.11, p = 0.001) and the relationship between parents and babies in paired and independent groups (I² = 6.77, p = 0.013 ; = 9.73, p < 0.001). The psychological health improvement value of fathers in the paired and independent group (I² = -5.80, p < 0.001 ; = -3.95, p < 0.001) and the harmonious marital relationships according to the fathers of the paired and independent group (I² = -7.04, p < 0.001 ; = -3.74, p = 0.024). It was concluded that the independent group mothers had a higher improvement value for the variable than the paired group, on the contrary in the father group. It is recommended that mobile health-based MIESRA nursing interventions can be used to improve psychological health, marital harmonious relationship and the love of parents and babies in health care settings."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eloisa Nathania
"Empati dan kemampuan mengatur emosi yang baik penting dimiliki anak untuk memiliki kualitas hidup dan hubungan sosial yang baik,. Defisit empati dan masalah emosi pada anak dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan, kualitas hidup, dan hubungan sosial dengan teman serta saudara. Penelitian ini mencari hubungan empati dengan masalah emosi pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan teknik potong lintang dengan sampel sejumlah 384 yang diambil secara acak dari 620 yang didapatkan secara daring dan langsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berbahasa Indonesia untuk menilai empati anak dan kuesioner SDQ untuk menilai masalah emosi anak. Kedua kuesioner tersebut diisi oleh orangtua anak sekolah dasar yang telah setuju untuk mengikuti penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan uji korelasi Rank Spearman pada SPSS Windows versi 20. Berdasarkan hasil analisis, terdapat hubungan yang bermakna antara empati dengan masalah emosi pada laki-laki, perempuan dan seluruh sampel serta terdapat korelasi berbanding terbalik yang bermakna antara empati dan masalah emosi dengan koefisien korelasi. Hubungan bermakna antara empati dan masalah emosi menunjukkan bahwa anak dengan empati tinggi cenderung lebih sering memunyai masalah emosi dibandingkan anak dengan empati yang rendah.

In order to have good quality of life and social relationships, empathy skills and ability to regulate emotion are important for children. Empathy deficits and emotional problems can cause interference child development, quality of life and social relationships with friends and relatives. This study aims to determine whether there is a relationship between empathy skills and emotional problems in primary school children. This was a cross-sectional study with 384 samples taken randomly from 620 existing data. The instrument used in this study is that has been validated in Indonesian version to determine the level of childrens empathy skills and the SDQ to determine the emotional problems in children. Both of the questionnaire filled out by primary student parents who have agreed to participate in this study. Data analysis was performed by Chi-Square test and Rank Spearman correlation test on SPSS for Windows version 20. Based on the analysis results, there was a significant relationship between empathy skills and emotional problem in boys, girls and there was a negative significant correlation between empathy skills and emotional problems. The significan relationship between empathy skills and emotional problems in primary school children showed that children with better empathy skills are tend to have an emotional problems than children with low empathy skills.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Luthfi Setya Hilmawan
"Kebahagiaan atau subjective well-being umumnya dikaitkan dengan emosi positif dan pandangan diri positif dalam kultur individualistik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, tingkat kebahagiaan berdampak pada pengorganisasian konsep emosional positif dan negatif hanya dalam tugas penilaian kondisi diri. Namun, efek kebahagiaan tidak ditemukan pada tugas menilai kondisi sahabat. Sejauh mana temuan ini akan ditemukan dalam masyarakat kolektivistik masih menjadi pertanyaan. Untuk itu, penelitian ini menguji perbedaan pengorganisasian konsep emosional terkait diri dan non-diri di antara orang Indonesia dengan tingkat kebahagiaan dan pandangan diri kultural yang berbeda.
Dua studi affective priming (N = 134) dalam bentuk sequential judgment task (SJT) dilakukan untuk mengukur waktu reaksi ketika peserta menilai kondisi psikologis mereka sendiri (Studi 1) atau kondisi psikologis sahabat (Studi 2) selama dua tahun terakhir.
Studi 1 menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan dan pandangan diri kultural secara signifikan mempengaruhi organisasi konsep emosional. Namun, kedua aspek diri ini tidak secara bersamaan memengaruhi pengorganisasian konsep emosional.
Studi 2 menunjukkan bahwa baik tingkat kebahagiaan atau pandangan diri kultural tidak memengaruhi pengorganisasian konsep emosional tentang sahabat.
Temuan ini menunjukkan universalitas diri-individual (the individual-self), yang unik dan dibentuk oleh self-knowledge, terlepas dari pandangan diri kultural individu. Implikasi teoretis dari temuan penelitian ini akan dibahas dengan menyoroti peran organisasi konsep emosional sebagai strategi adaptif dan perbedaan makna kebahagiaan dan pengalaman emosional negatif dalam masyarakat individualistik dan kolektivistik.

Happiness or subjective well-being is generally associated with positive emotions and a positive self-view in individualistic cultures. A previous study conducted in the United States showed that the effects of happiness on the organization of positive and negative emotional concepts were found only when participants assessed their own conditions. However, the effect of happiness was not found when participants assessed the condition of friends. To what extent these findings would be found in collectivistic societies remains a question. Thus, this thesis examined differences in organization of the representations of self-related and non-self-related emotional concepts among Indonesians with different levels of happiness and cultural self-views.
Two affective priming studies (N = 134) in the form of sequential judgment task (SJT) were conducted to measure reaction times when participants assessed their own psychological condition (Study 1) or the psychological condition of best friends (Study 2) over the past two years.
Study 1 showed that happiness levels and cultural self-views significantly affect the organization of emotional concepts. However, these two aspects of self did not simultaneously affect the organization of emotional concepts.
Study 2 showed that neither happiness level or cultural self-views influence the organization of emotional concepts regarding best friends.
The findings suggest the universality of the individual-self, which is unique and shaped by self-knowledge, regardless of the individual's cultural self-view. The theoretical implications of the findings of this study will be discussed by highlighting the role of emotional concept organization as an adaptive strategy and the differences of the meanings of happiness and negative experiences in individualistic and collectivistic societies.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Strongman, Kenneth T.
Chichester: John Wiley & Sons, 2003
152.4 STR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Flory, Vicky
Finch Publishing, 2005: Sydney, 2005
155.412 4 FLO y
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lambrou, Peter
London: Rider, 2000
613 LAM i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>