Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2900 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Princeton, N.J.: Princeton University Press , 1992
560.178 EOC
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sulistyono
"Lapangan 'HD' merupakan lapangan gas di Cekungan Sunda yang dikembangkan sejak tahun 2006 dan telah membuktikan keberadaan hidrokarbon pada lapisan batupasir Formasi Talang Akar bagian atas. Formasi ini merupakan sedimen sedimen darat yang terendapkan sepanjang aliran sungai purba (paleochannel) berumur Oligosen Atas dan berpotensi sebagai lapisan reservoir yang baik. Aplikasi multi atribut seismik merupakan salah satu teknik yang dipakai dalam mengidentifikasi pola sebaran dan kualitas reservoir sedimen tersebut. Penerapan teknik multi atribut seismik pada Lapangan "HD" menghasilkan 7 atribut kombinasi terbaik yaitu Filter 55/60-65/70, Duadrature Trace, Log (inversion), Filter 35/40-45/50, Derivative, Y-Coordinate, dan Second Derivative dengan koefisien korelasi sebesar 0.612388.
Hasil dari sebaran distributary channel pada 4 lapisan reservoir target diinterpretasikan masuk ke dalam lingkungan pengendapan upper delta plain dimana secara kualitas Lapisan Sand-A mempunyai porositas terbaik 18%, Sand-B sebesar 20%, Sand-C bernilai 28%, dan Sand-D sebesar 24%. Sedangkan dari identifikasi kawasan prospek hidrokarbon, Lapisan Sand-A mempunyai 5 kandidat prospek (A1, A2, A3, A4 dan A5), Lapisan Sand-B terdapat 6 kandidat prospek (B1, B2, B3, B4, B5 dan B6), Lapisan Sand-C mempunyai 5 kandidat prospek (C1, C2, C3, C4 dan C5), serta Lapisan Sand-D terdapat 7 prospek (D1, D2, D3, D4, D5, D6 dan D7). Hasil perhitungan sumberdaya hidrokarbon keempat lapisan reservoir didapatkan original oil inplace Sand-A sebesar 1,63 mmscf, Sand-B sebesar 2,47 mmscf, Sand-C sebesar 0,7 mmscf, dan Sand-D sebesar 7,07 mmscf.

"HD" fields is a gas field in Sunda Basin, it developed since 2006. The hydrocarbon existence in this field is proven at sandstone layers of the Upper Talang Akar Formation. Upper Talang Akar Formation is a terrestrial sediments, which is deposited along the ancient river (paleochannel) of Upper Oligocene age and this formation is potential to be a good reservoir. Multi attribute seismic application is a techniques used to identify the patterns of distribution and reservoir sediments quality. The application of multi attribute seismic techniques in the "HD" field produce 7 best attributes combination, they are Filter 55/60-65/70; Duadrature Trace; log (inversion); Filter 35/40-45/50; Derivative; YCoordinate; and second derivative with correlation coefficient 0.612388.
The result of the distributary channel in the 4 layers reservoir target are interpreted into the upper delta plain deposition environment. Sand-A layer has the best porosity about 18%, Sand-B by 20%, Sand-C around 28%, and Sand-D approximately 24%. Whilst the hydrocarbon prospect identification of the region, Sand-A layer have 5 prospects candidate (A1, A2, A3, A4, and A5), Sand-B layer have 6 prospects candidate (B1, B2, B3, B4, B5, and B6), Sand-C have 5 prospects candidate (C1, C2, C3, C4, and C5), and Sand-D have 7 prospects candidate (D1, D2, D3, D4, D5, D6, and D7). The results of hydrocarbon resources calculation from reservoir layer obtained original oil inplace. Sand-A layer has 1,63 mmscf, Sand-B 2,47 mmscf, Sand-C 0,7 mmscf, and Sand-D 7,07 mmscf.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
T31161
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wildanto Putera Nusantara
"ABSTRACT
Korelasi sumur pada reservoir batugamping seringkali menjadi sangat rumit. Korelasi
menggunakan data log saja dapat mengakibatkan terjadinya korelasi yang salah. Data
biostratigrafi dapat membantu untuk memecahkan masalah tersebut. Batu gamping
formasi Mundu-Selorejo tersusun oleh butir-butiran foraminifera plakntonik, sedikit
klastik dan mineral lempung. Pembagian reservoir dapat dilakukan dengan membagi
zona nano fosilnya, dikenal dengan nama zonasi MSNZ.
Interpretasi zona MSNZ ini sangat sulit dilakukan pada seismik konvensional. Zonasi
MSNZ merupakan peristiwa pengendapan kronografi, dan peristiwa ini dapat
tercermin dalam sifat fisik batuan. Pada studi ini dilakukan interpretasi horizon
MSNZ ini melalui perubahan impedansi akustik pada lapangan Sphenolithus ini.
Horizon MSNZ ini kemudian menjadi input model pengendapan.
Hasil dari korelasi sumur dan interpretasi impedansi akustik adalah sebuah model
yang menunjukan bahwa batugamping bioklastik ini diendapkan secara progradasi di
dasar laut. Endapan progradasi ini disebabkan oleh arus konturit. Hasil dari model ini
menunjukan bahwa perkembangan fasies reservoir baik terbatas hanya berada pada
daerah tinggian pada saat pengendapan.

ABSTRACT
Well correlation in limestone reservoir often become very complicated. Correlation
using log data only, could cause missed correlation. Biostratigraphy data are able to
solve the problems. Mundu-Selorejo Formation limestone was consisting of
foraminifera planktik grain, few clastic grain and clay minerals. Reservoir zonation
was done by dividing the nano fossil zones, known as MSNZ zonation.
The MSNZ interpretation are hard to done in conventional seismic cube. The MSNZ
zonation was a chronographic depositional event, and this event could be shown in
rock physical properties. Within this study the MSNZ horizons is interpreted through
the acoustic impedance changes within Sphenolithus field. These MSNZ horizons
then become an input for depositional model.
The outcome of the correlation and acoustic impedance interpretation is a model that
shown the bioclastic limestone was deposited progrades on the sea bed. The
progradation was caused by contourite current. The result of this model shown that
the development of good reservoir facies was only limited to paleo-bathymetric high
during deposition."
2013
T38676
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hussey, Russell C.
New York: McGraw-Hill, 1947
551.7 HUS h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Facts on file, 1989
591.38 ENC
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fitriyanie Bren
"ABSTRAK
Integrasi data seismik dan log sumur dilakukan pada dataset lapangan Blackfoot
untuk mengidentifikasi penyebaran litologi dan porositas pada zona target
reservoar tipis di lapangan ini. Integrasi dilakukan menggunakan analisa inversi
dan multi-atribut seismik. Dengan inversi seismik, tras seismik dapat diubah
menjadi volume impedansi akustik yang kemudian dikonversikan menjadi
porositas dengan suatu asumsi sedangkan dengan multiatribut seismik, volume
porositas dapat diprediksi dengan transformasi linier dan non-linier antara properti
log sumur dengan serangkaian atribut seismik.
Tiga jenis metoda inversi impedansi akustik diterapkan pada dataset yaitu inversi
rekursif, linear programming sparse-spike (LPSS) dan model-based. Hasil inversi
kemudian dibandingkan satu sama lain melalui parameter cross correlation dan
error log. Hasil dari inversi yang berbeda-beda ini secara konsisten menunjukkan
reservoar dengan impedansi rendah didalam channel pada kedalaman kurang lebih
1060ms pada domain waktu. Inversi berbasiskan model menunjukkan pencitraan
yang lebih baik dan koefisien korelasi yang paling tinggi (99.8%) dibandingkan
kedua jenis inversi lainnya. Karenanya, hasil inversi impedansi akustik modelbased
ini kemudian digunakan sebagai atribut eksternal pada analisa multi-atribut.
Volume pseudo porositas dibuat dari fungsi regresi dari crossplot hubungan
impedansi akustik hasil inversi dengan log porositas yang tersedia pada setiap
sumur.
Analisa multi-atribut digunakan untuk menghasilkan transformasi linier maupun
non-linier antara properti log sumur?dalam hal ini adalah log impedansi akustik,
densitas dan porositas?dengan serangkaian atribut seismik. Untuk model linier,
dipilih transformasi pembobotan linear step-wise regression (SWR) yang
diperoleh dari minimisasi least-square. Untuk mode non-linier probabilistic
neural networks (PNN) di-training menggunakan atribut pilihan dari transformasi
SWR sebagai input. PNN dipilih sebagai network yang akan diterapkan pada
dataset karena umumnya menunjukkan korelasi yang lebih baik dan mempunyai
algoritma matematis yang lebih sederhana.

Abstract
Integration of seismic and well log data of Blackfoot field dataset was conducted
to identify the distribution of lithology and porosity of an interest thin reservoir
zone in this field. The integration has been done using seismic and multiattribute
analyses. With seismic inversion, seismic trace can be changed into acoustic
impedance which represent the physical property of the reservoir layer and then
converted to be a porosity volume. With seismic multiattribute, log property
volumes are predicted using linear or non-linear transformations between log
properties and a set of seismic atrributes.
Three types of seismic inversion have been applied to the dataset i.e. recursive
inversion, linear programming sparse-spike (LPSS) inversion and model-based
inversion. The results then were compared each other through cross correlation
and error log parameters. The difference inversion results show clearly the
reservoir with its related low impedance within a channel at the depth of 1550m or
moreless at 1060ms in time domain. The model-based inversion result shows
smoothed image and the highest correlation coefficient (99.8%) compared to two
other inversions. Therefore, the acoustic impedance of model-based inversion
result was used for external attribute in multiattribute analyses. Pseudo-porosity
volume was produced from regression function of a crossplot between the
acoustic impedance as an inversion result with the original porosity log.
Multiattribute analyses were used to derive a relationship between well log
properties i.e. acoustic impedance, density and porosity logs?and a set of seismic
attributes. The derived relationship can be linear (using step-wise regression
transformation) or non-linear (using probabilistic neural network transformation).
PNN is chosen as a network trained for final dataset because in general it shows
better correlations and simpler matematic algorithms. The reliability of derived
relationship is determined by cross-validation test."
2011
T31945
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Raup, David M.
New York: W.H. Freeman and Co., 1978
560 RAU p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Simpson, George Gaylord
New York: Scientific American Books , 1983
560 SIM f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
New York: McGraw-HIll, 1979
560 ENC
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>