Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 25069 dokumen yang sesuai dengan query
cover
W.D. Sukisman
Jakarta: Paramita, 1992
951 SUK s II
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Enny D. Nerakusuma
"Alasan penulis menulis Perang Candu Dalam Sejarah Cina adalah karena ingin mengungkapkan keadaan di Cina pada waktu itu, di mana setelah kekalahannya dalam perang tersebut, Cina dipaksa untuk menandatangani perjanjian-perjanjian yang isinya mengharuskan Cina membayar ganti rugi perang serta membuka pelabunan-pelabuhannya bagi bangsa-bangsa asing. Hal ini tentu saja menggoncangkan pemerintah Manzu yang berkuasa di Cina. Pada saat itu, pemerintah Manzu ju_ga sedang berusaha memadamkan pemberontakan-pemberontakan yang pada umumnya ditimbulkan oleh rakyat yang tidak puas terhadap pemerintahan. Dapat dikatakan pemerintah Manzu ber_juang menghadapi dua masalah yang cukup berat, yaitu di satu pihak terjadinya kekacauan di dalam negeri, di mana rakyat merasa hidup mereka sangat menderita karena adanya beban pa_jak yang semakin berat serta adanya tekanan-tekanan lain o_leh pemerintah Manzu. Semuanya ini mendorong lahirnya pem-berontakan-pemberontakan rakyat, yang terkenal adalah pem_berontakan Taiping. Di lain pihak adanya tekanan-tekanan..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1986
S12881
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Susi Susanti
"Penulisan skripsi ini, selain merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana, diharapkan pula dapat memberi penerangan yang lebih jelas lagi mengenai Sejarah Cina kepada pembaca. Metode yang saya gunakan pada saat mengadakan penelitian mengenai masalah tersebut di atas adalah metode penelitian kepustakaan. Saya merasa penggunaan metode penelitian semacam itu kurang memuaskan, karena data yang saya peroleh dari buku-buku bacaan satu sama lainnya kadang-kadang tidak sama. Hal ini menyulitkan saya dalam memilih buku-buku yang terpercaya, tetapi metode inilah yang terpaksa saya pilih.
Hasil penelitian dari sumber bacaan tersebut diatas, saya rangkaikan menjadi satu karangan yang menguraikan sebuah pemberontakan dalam sejarah cina, yaitu Pemberontakan Boxer. Pemberontakan ini terjadi pada akhir dinasti Qing (1899 - 1900), yang dicetuskan oleh ..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1983
S12993
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
F.X. Sutopo
Yogyakarta: Garasi, 2009
951 SUT c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Iwan Fridolin
Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia , 1998
895.108 IWA c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bell, H.T. Maontague
London: George Routledge & Sons, 1913.
951.058 BEL c;951.058 BEL C (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Molen, Willem van der
"The sometimes precarios position of the Chinese in Indonesia has a long history. The (most probably) nineteenth-century author, Apdul Mutalip, advocated a more balanced view by pointing out some fundamental contributions the Chinese had made to the welfare of the Javanese; he also demonstrates that their presence in Java has a basis in law. Although seems like a poem in Jabanese metre, his Sajarah Cina, written in Javanese, is remarkble not only for its subject matter but also for the way the material is presented, in a rhetoric unknown to exist in Javanese literature by most scholars."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
909 UI-WACANA 18:2 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nyo Ing Cang
"Buku ini berisi cerita mengenai negeri Cina pada jaman dahulu. Dikisahkan bahwa negeri tersebut pecah menjadi tiga (3) kerajaan. Hal tersebut diperkirakan terjadi tahun 200 Masehi."
Magelang: Ding Cun Gwan, [date of publication not identified]
BKL.0746-LL 90
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
Alexandra Sawitri Ekapartiwi
"Kaum Ksim di Cina menjelang akhir Dinasti Qing. Kaum kasim adalah sekelompok atau segolongan laki-laki yang te1ah menjalani 'pengebirian' sebagai bagian dari kodratnya. Kelompok ini muncul dalam jumlah yang cukup besar di negara Cina sejak zaman dinasti Zhou (+1122-256 BC) hingga hancurnya dinastiitu (16144-1912). Pada jaman 1416, pengaruh kaum kasim tidak la_gi sebesar seperti jaman dinasti-dinasti sebelumnya. Penulis mengambil jaman peralihan dari dinasti ke republik, yaitu jaman dinasti Qing ke pemerintahan moderen, dapat mewakili kaum kasim keseluruhan di negeri itu. Pada awalnya kaum kasim merupakan orang-orang hukuman yang dihukum rata, secara perlahan-lahan dengan jalan mengebiri alat vital mereka. Namun hukuman ini tidak membuat mereka segera arti seperti yang diharapkan para penguasa, sehingga bebera_pa penguasa mengambil kebijkasanaan untuk memakai tenaga mereka. Pada jaman dinasti Tang (610--907) pengaruh dan kedudukan mereka semakin berkembang luas, hal ini disebabkan campur tangan per_maisuri atau ibusuri. Dorongan yang terkuat untuk memporkokoh kedudukan mereka datang dari kaisar yang masih kanak-kanak atau kaisar yang tidak bijaksana, dengan menunjuk kaum kasim ini dengan penasehat/menteri, bahkan kadang-kadang mewakili kaisar menemui pejabat--pejabat pemerintah lainnya. Kesempatan seperti ini merupakan peluang besar bagi kaum kasim untuk mengorgani_sir kelampoknya ke dalam satu wadah politik dengan nama Tian Li Jiao (organisasi Jalan Surga). Ambisi politik kaum kasim kadang berhasil, tetapi kebanyakan tenggelam dalam persaingan pribadi. Mereka yang kalah dalam persaingan biasanya dibunuh, begitu te_rus menerus dari satu dinasti ke dinasti lainnya. Gejolak pemberontakan dan runtuhnya satu dinasti dapat dikatakan sebagai akibat adanya kaum kasim ini. Ibusuri Ci Xi, kasim An Dehai dan Li Lianying adalah tiga serangkai pendukung runtuhnya kejayaan dinasti-dinasti di Cina. Ambisi politik dan keporcayaan Ibusuri Ci Xi yang be_sar terhadap dua kasim terdekatnya, tidak lagi dapat memperko_koh pemerintah Qing yang memang telah keropos. Kehancuran moral, pejabat-pejabat banyak yang korupsi, kaisar yang dikendalikan ibusuri, dan kaum kasim yang terlalu banyak ikut campur semakin membawa ke puncak kehancuran. Dinasti Qing hanya tinggal namanya saja"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S12859
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Priyanto Wibowo
"ABSTRAK
Perubahan politik luar negeri Cina, yang terjadi sejak 50an hingga 80an, ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor. Selama ini faktor yang menonjol dan selalu dijadikan acuan banyak kalangan adalah adanya kaitan antara politik dalam negeri yang merupakan cerminan politik luar negerinya. Padahal sebenernya banyak faktor lainnya yang menjadi penentu perubahan kebijakan politik luar negeri Cina. Salah satu hal yang menjadi indikasi kuat adalah faktor internasional yang ikut mempengaruhi politik luar negeri Cina.
Atas dasar hal tersebut diatas, tulisan ini bermaksud mencari kejelasan, apakah memang benar faktor internasional menjadi penentu kebijakan luar negeri Cina, ataukah ada faktor lain yang lebih penting.
Untuk mencari dan menguji kebenaran tersebut, dalam menulis makalah ini digunakan metode penelitian melalui telaah kepustakaan dengan menggunakan bahan primer maupun sekunder. Dengan meneliti dokumen maupun bahan-bahan lainnya, maka diharapkan akan dapat diperoleh asumsi baru mengenai faktor penentu politik luar negeri Cina.
Ternyata setelah melalui telaah yang lebih teliti mengenai sejarah dalam negeri Cina maupun kegiatan Cina di dunia internasional, dapat di ambil kesimpulan bahwa memang faktor domestik dan internasional, dapat diambil kesimpulan bahwa memang faktor domestik dan internasional berperan. Tetapi yang lebih penting lagi ternyata adalah adanya beberapa faktor yang terbentuk oleh pengalaman sejarah yang berasal dari konsep pemikiran. Faktor-faktor penentu tersebut adalah faktor historis, Cina sebagai kekuatan yang tidak puas, ideologi anti imperialisme, teori tiga dunia serta konfliknya dengan Uni Soviet."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>