Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2081 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Parni Hadi
Bandung : Mizan, 1999
070.4 PAR c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Johny Hastiar
"Peraturan perundang-undangan di Indonesia sebagian besar masih merupakan "produk" pemerintah kolonial Belanda yang kemudian "diterjemahkan" ke dalam perundang-undangan Indonesia. Namun dalam perkembangannya, banyak dari peraturan perundang-undangan tersebut yang sampai sekarang masih dipakai akan tetapi tidak pernah dirubah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat Indonesia sekarang. Dan ada juga hal-hal yang dalam praktek sehari-hari sering dipakai namun tidak ada peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Salah satunya adalah pemberian atau pembubuhan cap ibu jari/cap jempol dalam beberapa perbuatan hukum seperti dalam pembuatan akta notariil oleh Notaris maupun pembuatan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah oleh seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah.
Dalam hal ini pokok permasalahanya yaitu apakah pembubuhan cap ibu jarilcap jempol dapat diartikan sama dengan penandatanganan dan sampai sejauh mama pembubuhan cap ibu jarilcap jempol mempunyai akibat hukum dalam pembuatan suatu akta notariil maupun akta Pejabat Pembuat Akta Tanah.
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini meliputi ; tujuan penelitian adalah penelitian hukum yang bersifat normatif, jenis penelitian adalah deskriptif analisis dengan pendekatan juridis normatif, jenis data yang dipakai adalah data primer berupa hukum positif tertulis dan data sekunder tehnik pengumpulan data adalah studi dokumen dan pengamatan terhadap praktek yang ada.
Kesimpulanya adalah pembubuhan cap ibu jari/cap jempol dalam peraturan perundang-undangan yang ada tidak pernah diatur secara tegas namun dalam prakteknya sering diartikan sama dengan penandatanganan. Dan dilihat dari akibat hukum yang ditimbulkannya, maka terlihat bahwa tindakan pembubuhan cap ibu jari/cap jempol dapat diartikan sama dengan tindakan penandatanganan dan hal tersebut dalam prakteknya masih tetap berlaku sampai sekarang, sehingga sudah seharusnya dibuatkan suatu ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang mengaturnya."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T14496
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Rachman
"ABSTRAK
Kebutuhan jumlah energi fosil yang terus meningkat serta dibarengi oleh penurunan drastis sumber daya alam fosil memaksa manusia untuk melakukan penelitian serta pengembangan sumber-sumber energi yang bisa digunakan secara terus menerus dan terbarukan. Selain ketersediaannya, diharapkan juga bahwa sumber energi tersebut ramah (emisi minimum) terhadap lingkungan, mulai dari pembuatan hingga produk buang setelah digunakan. Dalam studi yang dilakukan ini, akan dipelajari pengaruh beda ketinggian kolom terhadap distilat etanol yang dihasilkan. Pengujian dilakukan dengan kolom distilasi tipe batch-bubble cap dengan tinggi total 1.65 meter. Data-data dihasilkan dengan memvariasikan tinggi kolom (inlet) 0 - 0.38 meter dan laju alir bahan bakar ( LPG ) 7.5 ? 15 L/min. Dari hasil simulasi CFDSOF didapat bahwa semakin tinggi kolom distilasi maka kadar distilat yang dihasilkan semakin meningkat dan dapat dilihat juga pergerakan pertukaran massa dari crude terhadap uap. Hasil dari simulasi ini kemudian disandingkan dengan data eksperimen. Dan ternyata terdapat kemiripan trend antara hasil simulasi CFDSOF dengan hasil eksperimen. Pada data eksperimen, hampir seluruh data dari variasi ketinggian menunjukan ada peningkatan kadar distilat (etanol) saat tinggi saluran masuk (inlet) dinaikkan. Oleh karena itu, terdapat hubungan antara beda ketinggian (∆h) dengan kadar distilat karena didalam kolom terjadi penurunan beda tekanan (∆P) dan laju alir uap etanol.

ABSTRACT
The fossil energy necessary will increase within drastic derivation of energy resources were constrain people to do more research and developing the sustainable and the renewable energy. Beside for availability, it wish so friendly for environment (emission less), since production process until exhaust waste after used. In this case, we are studying head difference effect to purity of ethanol produced. The experiment are running by using Distillation Column Batch-Bubble Cap type with 1.65 meters total head. Data produced by varying column head (inlet) from 0 to 0.38 meter and fuel (LPG) flow rates from 7.5 to 15 L/min. From CFDSOF simulation result obtained if distillation column increase will increase the purity ethanol produced too, and we can observe the crude mass transfer movement. There are similar trends between the experiment and CFDSOF simulation result. The experiment data, almost various data of head difference are influence to the purity ethanol since column inlet head is rise. Based on it, there are relationship between head difference with the distillate purity because occurred pressure drop and decrease of vapor flow rate along column.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S792
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Vogel, Ezra F.
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1982
309.1 VOG j
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Irsyad Nur Hidayat
"Berkurangnya sumber energi primer yang berasal dari sumber energi yang tidak terbarukan memaksa manusia untuk sumber energi alternatif. Sumber energi tersebut diantaranya adalah sumber energi yang terbarukan dan bisa menjadi pengganti efektif bagi sumber energi primer yang sekarang banyak dipakai, terutama minyak bumi. Salah satu pemanfaatan energi teerbarukan adalah penggunaan sel bahan bakar sebagai penghasil energi listrik. Terdapat berbagai jenis sel bahan bakar, namun pada dewasa ini banyak dikembangkan sel bahan bakar berbahan bakar etanol.
Dalam penelitian ini, dilakukan permodelan, pembuatan prototipe, pengujian dan simulasi pada satu kolom distilasi sebagai alat utama pengolahan etanol. Tujuannya adalah ingin menghasilkan produk etanol layak menjadi bahan bakar yaitu etanol dengan kadar diatas 95%. Oleh karena itu dilakukan pengujian dan simulasi untuk mempelajari faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi performa suatu kolom distilasi sehingga mencapai hasil yang diinginkan.
Dalam pengujian dilakukan dua kali percobaan dengan memvariasikan feed (umpan masuk) sebesar 20% dan 40% etanol. Pada pengujian di dapatkan data berupa jatuh tekanan sepanjang kolom distilasi, konsentrasi distilat, debit aliran pada feed dan aliran keluar (distilat), dan dari data tersebut akan dievaluasi performa sistem dengan parameter waktu operasi minimum.
Dari pengujian di dapat waktu operasi minimum sebesar 1145 detik untuk feed 20% etanol dengan error -5,2% dibandingkan waktu miniumum teoritis, dan 789 detik untuk feed 40% dengan error 50,73% dari waktu minimum teoritis. Sedangkan dari simulasi didapatkan jatuh tekanan pada kolom sebesar 2 kPa, dan kecepatan pada feed sebesar 15 m/s. Dari penelitian didapatkan konsentrasi distilat sangat bergantung dengan waktu operasi. Semakin lama waktu operasi maka semakin kecil komposisi etanol pada distilat.

Reduced primary energy resources comes from fossil fuels makes man trying to find alternative energy sources. Alternative energy resources must come from renewable energy resources and can be an effective substitute for primary energy sources are now widely used, especially petroleum. One of use renewable energy is utilization fuel cells as a producer of electrical energy. There are various types of fuel cells, but at present the most developed fuel cells are fueled ethanol.
In this research, modeling, prototyping, testing and simulation on a single distillation column as the primary means of ethanol processing. The goal is to produce decent products into fuel ethanol is ethanol with a concentration above 95%. Therefore, testing and simulation to study the factors that influence the performance of a distillation column in order to achieve the desired results.
In this study conducted two experiments by varying the feed (inlet feed) of 20% and 40% ethanol. From the experiment will be obtained data in the form of pressure drop along the distillation column, distillate concentration, feed flow rate and exit flowrate (distillate flowrate), from this data will be evaluated performance of the distillation system with minimum operation time as a parameter.
From examination showed the minimum operating time are 1145 seconds to feed 20% ethanol with error -5.2% compared to the theoretical minimum time, and 789 seconds to feed 40% with 50.73% error from the theoretical minimum time. From this study, a distillate concentration dependent with the operating time. The longer operation time, the smaller the composition of ethanol in the distillate.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50900
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Kusuma Wihastuti
"ABSTRAK
Nama:Dyah Kusuma WihastutiProgram Studi:Magister KenotariatanJudul:Legalitas Surat Kuasa Khusus Dengan Cap Jempol Sebagai Pengganti Tanda Tangan Dalam Gugatan Perkara Di Pengadilan Suatu Kajian Terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 220/G/2011/PHI-Sby Dalam praktek hukum di Indonesia, para praktisi hukum kadangkala tidak mengetahui syarat sahnya cap jempol sebagai pengganti tanda tangan yang dibubuhkan dalam surat kuasa khusus yang dipergunakan dalam gugatan perkara di pengadilan, sehingga masih ada putusan dari lembaga peradilan tersebut yang mempermasalahkan keabsahan cap jempol sebagai pengganti tanda tangan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif yaitu penelitian yang menitikberatkan pada penggunaan data sekunder berupa norma hukum tertulis, dan kemudian disusun dan dituangkan dalam bentuk narasi deskriptif analitis . Notaris berperan dalam melegalisasi surat kuasa bagi seseorang yang ingin mewakilkan kepentingannya dihadapan pengadilan kepada seorang pengacara. Bentuk kuasa yang diberikan dalam gugatan perkara di pengadilan haruslah berupa kuasa khusus. Agar surat kuasa khusus yang digunakan untuk beracara di pengadilan mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna sebagaimana akta otentik, maka surat kuasa khusus tersebut harus memenuhi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 1874 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dan ketentuan yang terdapat dalam Surat Edaran Mahkamah Agung SEMA Nomor 6 Tahun 1994, dimana disebutkan bahwa surat kuasa harus bersifat khusus, yaitu hanya digunakan untuk keperluan tertentu saja, dan harus mencakup pemeriksaan dalam tingkat banding dan kasasi . Jadi selain harus dipenuhinya legalitas cap jempol sebagai pengganti tanda tangan yang dibubuhkan dalam surat kuasa khusus tersebut, harus dipenuhi pula legalitas surat kuasa. Cap jempol memperoleh legalitasnya apabila pembubuhannya dilakukan dihadapan Notaris. Penulis menyarankan agar lembaga-lembaga peradilan yang ada di Indonesia sebelum melaksanakan fungsinya untuk megadili, terlebih dahulu harus meneliti dengan cermat syarat-syarat sahnya dokumen-dokumen pendukung yang akan dipergunakan dalam beracara, sehingga tidak terbuang waktu, tenaga dan biaya dalam melaksanakan proses peradilan. Kata kunci: cap jempol, pengganti tandatangan, surat kuasa khusus

ABSTRACT
Name Dyah Kusuma WihastutiProgram Magister KenotariatanTitle The Legality of Special Power of Attorney Concerning Thumbprint As a Surrogate of Signature In Lawsuit of the Court A Study on the Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 220 G 2011 PHI Sby In Indonesian law practices, legal practitioners sometimes do not know the condition of validity of thumbprint as a surrogate of signature affixed in a special power of attorney that is used in a lawsuit of the court. So, there is a verdict of the judiciary which are contesting the legality of thumbprint as a surrogate of signature. This study uses the juridical normative research that focuses on the usage of secondary data in the form of a written legal norms which are then compiled and put in the form of narrative descriptive . The Notary has an important role in legalizing the power of attorney for someone who wants to represent his her interests before the courts to a lawyer. Form of proxy granted in the lawsuit of the court should be the special power of attorney. In order a special power of attorney that used to act before the court, that special power of attorney shall have the power of perfect proofing as an authentic deed, which must comply with the provisions contained in Article 1874 of the Kitab Undang Undang Hukum Perdata and the provisions contained in the Surat Edaran Mahkamah Agung SEMA Nomor 6 Tahun 1994, which stated that the special power of attorney must be specific, which is used for special purposes only, and should include examination of the appellate and cassation. So, in addition to the fulfillment of legality thumbprint as a surrogate of signature affixed in the special power of attorney, the legality of the special power of attorney also must be met. Thumbprint gained its legality if it is done in front of the Notary. Writer suggesting that the legal institutions which is exist in Indonesia before carrying out their functions to judging, must first scrutinize the terms of the validity of the supporting documents to be used in the proceedings, in order to save time, effort and cost in implementing the judicial process. Keywords thumbprint, surrogate of signature, special power of attorney"
2017
T46963
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vogel, Ezra F.
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1982
330.952 VOG j
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Wijaya, 1944-
"Novel "
Jakarta : Balai Pustaka, 1995
899.232 PUT d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hutagalung, Donna Wilhelmina
"Analisis Situasi
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar. Lebih dari tujuh belas ribu pulau di Indonesia memiliki keindahan panorama dan kekayaan alam yang luar biasa. Selain itu Indonesia juga kaya akan kebudaayaan dan sejarah. Hal ini menjadikan Indonesia berpotensi untuk dijadikan tempat pariwisata. Namun, akses informasi mengenai pariwisata tersebut sangat minim khususnya di radio. Padahal remaja dan orang dewasa muda masih senang mendengarkan radio dan juga senang akan kegiatan pariwisata sehingga membutuhkan informasi tempat-tempat pariwisata dalam negeri. Oleh karena itu, dengan dibuatnya program feature "Jempol" (Jalan-ampe Pol) di radio Gen FM yang merupakan radio anak muda paling terkenal saat ini. Program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan informasi wisata di Indonesia sekaligus dapat memperkenalkan objek-objek wisata dalam negeri kepada kaum remaja dan dewasa.
Manfaat dan Tujuan Pengembangan Prototipe Manfaat bagi khalayak: pendengar mendapatkan informasi yang mendalam tentang objek wisata dalam negeri dan memperbanyak referensi tujuan wisata dalam negeri. Manfaat bagi pengelola: pihak stasiun radio bisa mendapatkan pemasukan dari pengiklan dan sponsor, terkhususnya dari sektorsektor yang bergerak dibidang pengembangan pariwisata .
Tujuan: mendorong pendengar untuk mulai menikmati objek wisata yang ada di Indonesia dibandingkan dengan objek wisata luar negeri dan mengajak pendengar untuk mengetahui dan mencintai kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia baik dari segi alam, budaya, dan sejarah.
Prototipe yang Dikembangkan "Jempol" (Jalan-jalan Ampe Pol), berformat feature, secara spesifik mengangkat tema objek-objek wisata yang ada di Indonesia. Ada 3 jenis wisata yang akan diangkat yaitu: wisata alam, wisata budaya, dan wisata sejarah, di rencanakan akan disiarkan di radio Gen FM setiap hari Senin pukul 19.10 WIB selama 10 menit pada acara Gen 48, dan ditargetkan untuk pendengar Gen FM atau remaja/dewasa awal dengan S.E.S A,B, dan C.
Evaluasi
1. Pre-test akan dilakukan setelah prototipe jadi namun belum disiarkan, dengan metode Focus Group Discussion (FGD) yang terdiri dari 4 kelompok berdasarkan usia dan jenis kelamin. Pembagian jenis kelamin ada 2 yaitu perempuan dan laki-laki, sedangkan pembagian berdasarkan umur yaitu umur 18-24 dan 25-34. Satu kelompok berisi 5 orang. FGD menggunakan instrumen berupa panduan FGD dan dilakukan setelah prototipe selesai dibuat.
2. Evaluasi akan dilakukan setelah program disiarkan; dilakukan baik secara aktif maupun pasif. Metode yang akan digunakan: telephone survey untuk evaluasi produksi dan kualitas program dan evaluasi khalayak.
Anggaran
1. Jumlah total anggaran pembuatan prototipe: Rp 600.000
2. Jumlah total anggaran pembuatan program: Rp 1.704.000
3. Jumlah total biaya produksi selama 13 mingggu: Rp 22.152.000
4. Jumlah total biaya promosi Rp 90.000
5. Jumlah anggaran evaluasi
- Pre-test: Rp 5.340.000
- Post-test: Rp Rp. 2.750.000
6. Jumlah total pendapatan:
- Rp 207.758.000 (sebelum Diskon)
- Rp 115.758.000 (setelah Diskon)

Situation Analysis
Indonesia is a country that has the biggest archipelago in the world. There are more than 17.000 islands in this country with beautiful panorama and lots of natural resources. Additionally, Indonesia is also rich with its national cultures and histories, supposedly it makes Indonesia become so potential in tourism section. Nevertheless, the spread of information about tourism in Indonesia is still very lack, especially in the radio station. Nowadays, many teenagers and adults like listening to the radio and also travelling and of course they need more information about any regional sites in this country. Therefore, by making this feature program, Jempol, in Gen FM radio, which is the most famous radio nowadays, it is expected to teenagers and adults.
The advantages and the Purposes of Prototype Development
The advantages to the listeners: listeners will get in-depth information about tourism in Indonesia. Furthermore, listeners will get more reference about travels Indonesia. The advantages to the radio station: the radio station will gain some benefits from the advertisement and sponsor, especially who are involved in tourism areas.
The aim to listeners: encouraging the listeners to enjoy Indonesian tourism, and to challenge them to know and love the wealth of Indonesian tourism in natural, cultural, and historical sides.
The Developed Prototype
The program is titled "Jempol" (Jalan-jalan Ampe Pol), formatted as feature, specifically raised the Indonesian tourism issues as its main theme, for instance in the wealth of Indonesian tourism in natural, cultural, and historical sides. This program is planned to be broadcasted on radio Gen FM every Monday at 19.10 WIB for 10 minutes on Gen 48 program, and targeted to the listeners in the ages about 18-34 with social economic class A,B, and C.
The Evaluation
1. The Pre- test will be held after the prototipe had been made but not yet be broadcasted, by using Focus Group Discussion method. There are four groups divided by age and gender. By gender: men and women, and by age: 18-24 and 25-34. Each of group consists of five people. The instrument that will be used is the form of FGD guidance, and will be done after the prototype is made.2. The evaluation will be held after the program is aired. It will be done either actively of passively. The method to be used is telephone survey for evaluation of production and quality of program, and also for the audience evaluation.
Budget
1. Total budget of prototypes production: Rp 600.000
2. Total budget of program production process: Rp 1.704.000
3. Total budget of program production process for 13 weeks: Rp 22.152.000
4. Total budget of promotion: Rp 90.000
5. Total budget of evaluation
- Pre-test: Rp 5.340.000
- Post-test: Rp Rp. 2.750.0006.
6. Total budget of income:
- Rp 207.758.000 (before discount)
- Rp 115.758.000 (after discount
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anastasia Asmoro
"ABSTRAK
Background: Community-acquired pneumonia is an acute infection of the lung parenchyma transmitted from the community with a high mortality rate. Predictors of mortality include the Pneumonia Severity Index (PSI) and CURB-65, and the biomarkers procalcitonin and D-dimers. Prealbumin (also known as transthyretin) is a biomarker for protein calorie malnutrition and has shown a positive correlation to negative patient outcomes in several different conditions. This study aims to study how prealbumin can be used as a predictor of mortality in CAP. Method: Articles were identified by searching 4 databases and screened for eligibility; 2 articles were eligible for this study. Assessment was done using the Quality in Prognosis Studies (QUIPS) tools and the Prognosis Critical Appraisal form. Result: The two articles assessed in this study have found that prealbumin is correlated with negative outcomes, particularly mortality. The studies have found that the patients who died had low serum prealbumin levels at admission.
Conclusion: Serum prealbumin concentration is the preferred biomarker for protein calorie malnutrition as it is more sensitive compared to other biomarkers. There is a strong correlation between low serum prealbumin concentration upon admission with negative patient outcomes for patients with CAP. Further studies should include a wider range of subjects, specifically in age, and investigate the role of prealbumin as a predictor of malnutrition or inflammation and how it correlates to negative patient outcomes."
Bandung : Interna Publishing (Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam), 2019
CHEST 6:1 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>