Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 100299 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wina Libyawati
"Tantangan industri berupa biaya produksi lebih rendah, pendeknya waktu produksi dengan kualitas produk tinggi, salah satunya dapat dicapai dengan adanya peluang untuk menyatukan DFMA dalam model kompleksitas produk dan proses El-Maraghy, yang memiliki pendekatan yang sama yaitu feature. Penggabungan dilakukan dengan memasukkan parameter DFMA langsung ke dalam model kompleksitas produk dan proses. Tujuan penelitian ini adalah pemaparan metodologi penggabungan dan pengujian metodologi pada contoh kasus produk sand casting. Hasil penelitian menunjukkan metode gabungan mampu mengindekskan komponen otomotif hasil sand casting secara mudah dan parameter DFMA tergambar lebih detail, sehingga memudahkan analisa apabila terjadi perubahan desain produk.

Worldwide industrial challenges are low cost, short time, and high quality, can be achieved by fulfilling an opportunity to merge DFMA in to product and process complexity. Both DFMA and El-Maraghy complexity modeling, are using feature approach. The merger is conducted by inputting DFMA parameter directly in to complexity model. The purpose of this research, are: exposing step by step of merging method, and testing the unification method to index sand casting product. The outputs are: the method can simply index automotive component made by sand casting process, and the DFMA parameter is clearly shown so it can ease product design changes analysis."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T28310
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Alam Tronics
"Tesis ini membahas tentang metode grouting yang ramah lingkungan, salah satunya adalah teknik biogrouting yang memanfaatkan bakteri lokal Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel tanah pasir pantai Karawang. Proses pencampuran ini dibagi atas dua metode pencampuran yaitu: metode Harkes dan metode De Jong. Sampel tanah asli dan sampel tanah hasil pencampuran telah diujikan dengan uji permeabilitas dengan metode constant head dan uji geser langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai parameter kuat geser tanah dan koefisien permeabilitas tanah saat sebelum dan setelah proses pencampuran.
Pada penelitian ini sampel tanah hasil proses pencampuran dengan metode Harkes/ De Jong adalah sampel tanah masih dalam kondisi terkristalisasi, tidak mencapai pada sampel tanah dengan kondisi tersementasi. Pada hasil analisis uji permeabilitas dengan metode constant head untuk tanah asli didapat nilai koefisien permeabilitas tanah asli, kT = 1, 1461 x 10-3 cm/s, sedangkan sampel tanah hasil proses percampuran dengan metoe Harkes/ De Jong analisis permeabilitas terkoreksi suhu untuk tanah asli, k20 = 1,212 x 10-3 cm/s, sedangkan sampel tanah hasil proses pencampuran dengan metode Harkes/ De Jong analisis hasilnya tidak dapat disimpulkan karena cara pengujiannya (persiapan sampel uji) tidak valid.
Dari hasil uji geser langsung pada tanah asli didapat nilai kohesi tanah asli sangat kecil/tidak kohesif (c ≈ 0), sedangkan pada sampel tanah hasil proses pencampuran didapat nilai kohesi tanahnya adalah sedikit kohesif (c ≠ 0), walaupun tidak signifikan. Dari hasil uji geser langsung juga didapat analisis data sudut geser dalam efektif (ø?), dari hasil analisis datanya diperoleh kesimpulan terjadi peningkatan nilai sudut geser dalam efektif (ø?) untuk sampel tanah hasil pencampuran dengan metode Harkes/ De Jong, jika dibandingkan dengan nilai sudut geser dalam efektif (ø?) untuk tanah asli. Kesimpulan dari analisis data hasil uji geser langsung pada sampel tanah sebelum dan setelah proses pencampuran adalah terjadinya peningkatan nilai kohesi, walaupun tidak signifikan dan peningkatan nilai sudut geser dalam efektif akibat dari proses kristalisasi yang belum mencapai proses sementasi, sehingga diperlukan perbaikan pada penelitian penelitian berikutnya.

This thesis discusses the grouting method is environmentally friendly, one of which is a technique that utilizes local bacteria biogrouting of Indonesia. This study used soil samples Karawang beach sand. Mixing process is divided into the two mixing methods, namely: Harkes method and the method of De Jong. The original soil samples and soil samples with the results of mixing process have been tested using constant head permeability test and direct shear test. The purpose of this research is to obtain the value of shear strength parameters of soil and soil permeability coefficient before and after the mixing process.
In this study, the soil sample results of the mixing process with the method Harkes /De Jong is still in the soil samples crystallized condition, did not reach the soil samples with cementation condition. In the analysis, permeability testing with constant head method for the original soil obtained permeability coefficients of the original soil, kT = 1.461 x 10-3 cm/s and temperature corrected of permeability coefficient of the original soil, k20 = 1.212 x 10-3 cm/s, while the soil sample result the mixing process with the method Harkes?/De Jong's analysis of result can not be concluded because of the way test (the test sample preparation) is invalid. From the direct shear test results on the original soil obtained the the original soil cohesion is very small / no cohesive (c ≈ 0), while the soil sample with result the mixing process obtained slightly cohesive soil cohesion (c ≠ 0), although not significant.
From the direct shear test results are also obtained data analysis in the effective angle of internal friction (ø'), from analysis of data obtained a conclusion was increasing the value effective friction angle (ø') for soil samples with the method of mixing result Harkes/De Jong, compared with the value effective friction angle (ø') to the original soil. Conclusions from the analysis of direct shear test data the soil samples before and after the mixing process is the increase in the value cohesion, although not significant, and increasing the value effective internal friction angle resulting from the crystallization process that has not reached the cementation process, so that needed improvements the subsequent studies.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T29729
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Nurdian
"Proses low pressure die casting merupakan salah satu jenis proses casting dimana pada proses ini parameter umum seperti tekanan, kecepatan, temperatur dan waktu diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil produk yang maksimal.
Indeks kompleksitas manufaktur memungkinkan orang dengan berbagai latar belakang untuk secara cepat mengevaluasi alternatif dan risiko sehubungan dengan produk, proses atau operasi. Indeks kompleksitas proses low pressure die casting (␣pcx) adalah indikator dari suatu proses manufaktur yang menggambarkan nilai kerumitan gabungan dari setiap urutan sub proses (pcx). Berdasarkan data riwayat produk, hasil penelitian dan diskusi dengan beberapa ahli diperoleh bahwa parameter utama yang berpengaruh adalah : temperatur, tekanan, kecepatan, die, core, dan material yang digunakan.
Metode yang digunakan adalah metode yang diperkenalkan oleh ElMaraghy dan Urbanic dimana penilaian dilakukan berdasarkan atas jumlah informasi, variasi informasi dan isi informasi. Perhitungan dilakukan terhadap tiga produk cylinder head, hasil perhitungan diperoleh nilai kompleksitas proses masing-masing yaitu 1TR = 6.18, 2TR = 6.01 dan 3SZ = 4.75, selanjutnya dilakukan analisa pengaruh kompleksitas masing-masing sub proses terhadap nilai komplesitas proses keseluruhan.
Hasil analisa menyatakan bahwa nilai kompleksitas sub proses berbanding lurus (linear) terhadap kompleksitas proses keseluruhan. Nilai kompleksitas proses dapat digunakan sebagai pendekatan alternatif untuk mengurangi resiko tingkat kerumitan proses pada tahap proses desain. Sebagai contoh, dengan mengurangi konstruksi die yang awalnya terdiri dari 6 bagian menjadi 5 bagian dan penggunaan jumlah core dari 6 menjadi 5, berdasarkan hasil perhitungan ulang diperoleh indek kompleksitas 1TR dapat turun menjadi 6.09 atau 8.8 %.

The process of low pressure die casting is one of the casting process in which the general process parameters such as pressure, speed, temperature and time are set in such a way as to obtain the maximum product quality.
The manufacturing complexity index allows people with diverse backgrounds to rapidly evaluate alternatives and risks with respect to the product, process or operation tasks. Complexity index of low pressure die casting process (Σpcx) is an indicator of a manufacturing process that describes the value of the combined complexity of any sequence of sub-processes (pcx). Based on the history product data, research and discussions with some experts found that the main parameters process are : temperature, pressure, speed, die, core, and materials.
The method used was introduced by ElMaraghy and Urbanic where the assessment is based on the amount of information, variety of information and the information content. Calculations performed on three different products of cylinder head, the result are 1TR = 6.18, 2TR = 6.01 and 3SZ = 4.75, then the results compared with the sub process complexity (setting, filling, solidification and handling).
The results of the analysis states that the value of complexity is directly proportional (linear) to the the sub process complexity. Process complexity index can be used as an alternative approach for reducing the complexity risk during the design stages. For example by reducing the die construction which originally consisted of six parts into 5 parts and the used of cores from 6 to 5, based on the results obtained by recalculation 1TR complexity index can be reduced from 6.18 to 6:09 or 8.8%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44307
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riky Adhiharto
"Sheet metal forming adalah salah satu klasifikasi dari proses manufaktur yang membentuk sebuah lembaran logam yang bertindak sebagai benda kerja menjadi produk yang diinginkan melalui serangkaian proses cutting bahan (shearing, blanking, punching) dan/atau pembentukan material (bending, drawing, deep drawing, dll).
Indeks kompleksitas proses sheet metal forming (PIproses) merupakan indikator dari suatu proses manufaktur sebuah produk dengan tingkat kerumitan atau kompleksitas tertentu, faktor kesulitan yang terdapat dalam langkah proses sheet metal forming (Σpcx) ditambah dengan kompleksitas produk (CIproduk). Untuk mengetahui dan mengeliminasi parameter bebas dan parameter terikat dilakukan pembobotan dengan metode AHP berdasarkan data kuisioner yang didapat dari ahli, didapatkan ranking terbaik yaitu pcin process, feature : material, geometri material inprocess, geometri dies dan jumlah deformasi dan pcin process, specification : gaya dan aliran material.
Setelah diperoleh model penilaian kompleksitas proses produk press part, dilakukan pengujian terhadap produk yang ada di industri dan produk dengan keseluruhan nilai bobot ?0?, ?0,5? dan ? 1?. Hasil dari pengujian model adalah sebagai berikut: PI (bobot keseluruhan ?0?) = 11,76; PI (bobot keseluruhan ?0,5?) = 14,16; PI (bobot keseluruhan ?1?) = 16,57; PI (blanking panel roof) = 12,47; PI (panel roof) = 34,83; PI (front door) = 36,30; PI (rear door) = 36,69.

Sheet metal forming is one of the classification of manufacturing processes forming a sheet of metal which acts as the workpiece into the desired product through a series of material cutting process (shearing, blanking, punching) and/or the material forming (bending, drawing, deep drawing, etc. ).
Sheet metal forming process complexity index (PIprocess) is an indicator of a manufacturing process of a product with the complexity level or a certain complexity, the complexity factor which found in sheet metal forming process step (Σpcx) added with the product complexity (CIproduct). To find and eliminating free parameters and tied parameters will be performed the weighting by the AHP method based on data obtained from the expert questionnaire, and then obtained the best ranking pcin process, feature : material, inprocess material geometry, dies geometry and amount of deformation and pcin process, specification : force and material flow.
After obtained the complexity of the process of product valuation models press part, and then testing to industry product and the overall value of products with a total weight of "0", "0.5" and "1". Results of testing the model are as follows: PI (total weight of "0") = 11.76; PI (total weight of "0.5") = 14.16; PI (total weight of "1") = 16.57; PI (blanking panel roof) = 12.47; PI (panel roof) = 34.83; PI (front door) = 36.30; PI (rear door) = 36.69.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
T31083
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Nugroho
"Tugas akhir ini membahas masalah perancangan alat bantu untuk proses permesinan dengan metode DFMA (Design for Manufacturing and Assembly). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu desain alat bantu (jig) untuk proses permesinan pada mesin chamfering DR 99 agar dapat di gunakan untuk dua model sepeda motor (tipe GLK dan KEH). Dalam proses penelitian, dilakukan analisa terhadap kebutuhan pelanggan sebagai dasar dalam proses perancangan desain baru. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa hasil rancangan alat bantu yang baru dapat digunakan untuk dua model sepeda motor (tipe GLK dan KEH).

The focus of this study is jig design for machinery process by DFMA (Design for Manufacturing and Assembly) methode. The purpose of this study is to get a jig design for machinery process on DR 99 Chamfering Machine which can used by two models of motorcycle (type : GLK and KEH). Analysis to customer need have done as basic consideration of new design. We get a conclusion that the new design can used by two models of motorcycle (type : GLK and KEH)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S52147
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shabrina Fadhilah
"Isu yang tengah menjadi perbincangan dalam dunia industri adalah bagaimana cara agar dapat menghasilkan produk dengan kualitas bagus, harga yang murah, serta waktu yang digunakan semakin singkat. Teori yang dipaparkan oleh El-Maraghy, model perhitungan kompleksitas manufaktur, dapat digunakan sebagai alat ukur kerumitan suatu produk, proses, maupun operasional yang dapat digunakan pada tahap early stage desain, sehingga dapat dijadikan pendekatan untuk menjawab permasalahan dalam dunia industri. Penelitian ini menitikberatkan pada kompleksitas proses full mold casting, salah satu tipe casting yang menggunakan Evaporative Pattern dengan cetakan sekali pakai, dengan menggunakan metode yang diperkenalkan oleh El-Maraghy dan Urbanic dimana perhitungan dilakukan dengan penilaian berdasarkan atas jumlah elemen informasi, rasio keragaman, dan isi informasi yang berupa pembobotan nilai parameter-parameter yang berpengaruh dalam proses. Perhitungan dilakukan terhadap lima produk dies, tiga produk upper dies trimming panel atap sebagai acuan serta dua produk upper dies trimming panel wheel house untuk memverifikasi model perhitungan. Hasil perhitungan dan analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi indeks kompleksitas biaya yang dipakai dalam proses semakin tinggi. Kedepannya, model perhitung an kompleksitas yang dipaparkan oleh El- Maraghy serta pengembangannya dapat digunakan untuk dijadikan pendekatan perhitungan biaya pada tahapan early stage design.

Currently, the issues being debated in the industrial environment is on" "how to produce products with good quality, low prices, but in a shorter amount of time. In the past years, El-Maraghy has presented a few theories regarding the manufacturing complexity calculation model. This model of calculation can be used as a measuring tool on a complexity of product, process, or even operational. It also can be used in the early stages of the product design, therefore this modelling is usable as an approach to address the problem in the industrial environment in this current days. This thesis focuses on the manufacturing complexity process of full mold casting, the type of casting that uses Evaporative Pattern with disposable mold. The study is using the method introduced by El-Maraghy and Urbanic, where the calculation is done with the assessment based on the number of information element, the ratio of diversity, and the contents information in the form of the weighting value parameters that influence the process. Calculations performed on this study are on five products of dies : three products of trimming dies upper roof panel and two reference products of trimming dies upper wheel house panel to verify the model calculations. The calculation and analysis from this study indicates that the higher the complexity index of the process gets, than the higher will the cost be. Hence, the model's complexity presented by El-Maraghy and the development done in this study, can be used for cost analysis approach on a product, and then to be used in the early stages of the product design."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S53076
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wibawa Purabaya
"Design for Assembly (DFA) membahas produk yang terdiri dari beberapa komponen. Tujuan dari DFA adalah merancang produk multi komponen sehingga proses perakitan akan menjadi lebih mudah dan waktu yang diperlukan semakin singkat. Sebab singkatnya waktu perakitan akan berimbas pada penurunan biaya produksi. Disisi lain ElMaraghy membuat suatu model tentang kompleksitas sistem manufaktur. Menurut ElMaraghy sistem harus menyeimbangkan karakter manusia, kebutuhan, keahlian(skill) juga kemampuan di dalam teknik dan lingkungan bisnis, agar berjalan efektif. Dalam pemodelan tersebut, ElMaraghy menggunakan tiga elemen, yaitu: jumlah informasi (total), keberagaman informasi, dan kandungan informasi (information content). Dalam Pemodelan ini kompleksitas produk dan kompleksitas proses dapat dihitung masing masing. Didalam tesis ini akan akan diperlihatkan bagaimana pengaruh perubahan DFA suatu produk terhadap kompleksitas produk dan prosesnya. Sebagai studi kasus, diambil komponen otomotif, yaitu CENTER PANEL yang merupakan hasil dari Injection Molding.

Design for Assembly (DFA) deals a product which comprises of several elements. The aim of DFA is to design a multi-component product so that the assembly process is easier and the assembly time will be shorter. Because a shorter assembly time will result reducing production cost. On the other side ElMaraghy has proposed a model which representing Manufacturing system Complexity. An effective system wil be achieved if there is a balance human characteristics, needs, skills and capabilities within the technical and business. In that model, El Maraghy used three elements i.e.: total quantity of information, diversity if informations and the informaton content. Also in this model, product complexity and process complexity can be independently calculated In this thesis it will be shown how product complexity as well as process complexity will vary as DFA is varied. As a case study. Automotif component, called CENTER PANEL which is an Injection molded part."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T30535
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Finno Fuadi Saputro
"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep/metoda analisis geomekanika dan kaitannya dengan petrofisika kandungan TOC serta penerapannya dalam rangka mengetahui potensi eksplorasi yang masih ada untuk pengembangan pada lapangan "X", ditemukan pada tahun 1975. Lapangan "X" hingga saat ini masih memproduksikan gas dari reservoar yang bersifat "Tight, gas bearing and shaly sand reservoir".
Pada penelitian ini dilakukan perhitungan sifat mekanika dari data sumur dan log data yang meliputi perhitungan hidrostatik, Overburden Pressure (Sv), Pore Pressure (Pp), Minimum Horizontal Stress (Shmin), Maximum Horizontal Stres (SHmax) dan Rock Strength - Uniaxial Compressive Strength (UCS). Data 2D Post Stack inversi seismik dipergunakan untuk mendapatkan distribusi mekanik dari Rock strength (UCS) dan nilai critical stress pada zona target (fasies batupasir, shaly-sand, serpih dan karbonat). Selanjutnya penelitian menghitung niali estimasi TOC dengan Passey's Method (1990), menggunakan log sonik dan resistivitas serta penentuan nilai Vitrinite Reflectance (Ro) dan Level of Organic Maturity (LOM).
Pada akhirnya, penelitian ini berusaha mencari hubungan antara sifat mekanis dan kandungan TOC pada reservoar. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah meliputi tiga data sumuran (wireline logs), seismik 2D, data reservoar/engineering (Mudlog, RFT, DST, LOT/FIT, pressure tests), laporan sumur dan data geologi regional.
Studi analisis geomekanika pada lapangan "X" dapat ditentukan bahwa nilai critical stress maksimum sekitar 9000 psi untuk proses fracturing zona reservoar, yang bertujuan memperbesar aliran produksi hidrokarbon. Hasil petrofisika kandungan TOC pada ketiga sumur menunjukkan bahwa Formasi Bebulu (Early Miocene) di Kutai Basin berpotensi mengandung sumberdaya, baik conventional dan unconventional hydrocarbon.

This research aims to develop the concept/methods geomechanics analysis and petrophysical relation to the content of TOC also its application in order to determine the exploration potential that still exists for the development of the field "X", discovered in 1975. Field "X" is still producing gas from the reservoir is "Tight, bearing and shaly sand gas reservoir".
The research is to calculate the mechanical properties from the well and log data, which include the calculation of hydrostatic, Overburden Pressure (Sv), Pore Pressure (Pp), the Minimum Horizontal Stress (Shmin), the Maximum Horizontal stress (SHmax) and Uniaxial Compressive Rock Strength-Strength (UCS). 2D Data Post Stack seismic inversion was used to get the mechanical distribution of Rock strength (UCS) and the value of critical stress on the target zone (facies: shaly sandstone, sand, shale and carbonates). Next step is estimate the toc value with Passey 's method (1990), using a sonic and resistivity log and also the determination of Vitrinite Reflectance (Ro) and the level of organic maturity (LOM).
Finally, this research trying to find the relationship between the mechanical properties and the TOC content in reservoir. The data used in this research are three well data (wireline logs), 2D seismic data, reservoar/engineering data (Mudlog, RFT, DST, LOT/FIT, pressure tests), well reports and regional geology data.
Studies of geomechanics analysis in the field "X" can be determined that the maximum value of the critical stress of about 9000 psi reservoir zones for fracturing process, which aims to increase the flow of hydrocarbon production. Petrophysical results of TOC content on all three wells showed that Bebulu Formation (Early Miocene) in the Kutai Basin has the potential to contain resources, both conventional and unconventional hydrocarbons.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
T35574
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fairuz Tsania
"Air adalah senyawa yang tersusun dari unsur hidrogen dan oksigen (H2O) dengan beragam manfaat. Pada aspek pendidikan, perannya adalah sebagai sanitasi, kebutuhan minum, dan proses pembelajaran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berada pada peringkat ke-14 dari 16 fakultas di UI berdasarkan penilaian kategori air menurut Green Metric, yaitu penilaian UI terhadap konsep kerangka lingkungan, ekonomi, dan sosial. Bentuk konservasi air FMIPA UI hanya penghematan air dan pemanfaatan danau sebagai sumur resapan air. Pada penulisan ini, outlet Danau Agathis UI dimanfaatkan sebagai sumber air baku dengan kadar COD dan kekeruhan sebesar 14,4 mg/L dan 15,4 NTU. Maka dari itu, dibuat perancangan instalasi pengolahan air bersih/minum (IPAM) FMIPA UI yang melayani 6624 orang sivitas berdasarkan hasil proyeksi metode aritmatik tahun 2020-2042. IPAM terdiri dari bangunan intake, saluran transmisi, 2 unit Slow Sand Filter (SSF), unit pencuci media pasir filter hidrolik, 1 unit desinfeksi dan reservoir. SSF merupakan unit tinjauan utama pada perancangan dengan melandaskan studi literatur, menggunakan pasir silika dan karbon aktif. Efisiensi penyisihan COD dan kekeruhan pada SSF secara berurutan sebesar 67% dan 97%, serta laju filtrasi 0,25 m/jam. Hasil air olahan sesuai dengan standar Permenkes No. 492 Tahun 2010 dan PP RI No.82 Tahun 2001.

Water is a substance consisting hydrogen and oxygen (H2O) with various benefits for human beings. In educational point of view, water supports sanitation and the needs of drinking and educational laboratory. Faculty of Mathematics and Natural Science (FMIPA UI) ranks 14th out of 16 Faculties in Universitas Indonesia based on Green Metric assessment in terms of water. It is an assessment metrics to measure the concept of framework, economic, and social. The conservation of water done by FMIPA UI only consists of water-saving and utilizing lake as water catchment well. This design elaborate the use of Agathis Lake outlet as a clean water source with COD and turbidity value, subsequently 14,4 mg/L and 15,4 NTU. Therefore, a water treatment plant needs to be installed, so can be beneficial 6624 people based on arithmetic forecasting from year 2020-2042. It consists of intake building, transmission line, 2 units of Slow Sand Filter (SSF), hydraulic media washing, 1 unit of disinfection and reservoir. The SSF will use silica sand and activated carbon as filters. To fit with the safety level boundary of clean water written in Permenkes No. 492 Tahun 2010 and PP RI No.82 Tahun 2001, the target percentage of COD and turbidity removal of the SSF design is subsequently 67% and 97% with filtration rate of 0,25 m/hour."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amalia Adhani
"Floating Storage Offloading (FSO) adalah anjungan terapung yang berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan produksi minyak atau gas alam sebelum didistribusikan dengan kapal tanker. FSO ditambatkan pada mooring tower dengan tujuan menjaga FSO agar stabil dan relatif tetap pada posisinya sehingga aspek operasional FSO dapat tetap berjalan lancar. Mooring tower dipilih sesuai dengan keadaan Laut Jawa yang tergolong relatif dangkal. Tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan desain mooring tower yang mampu menahan beban lingkungan struktur serta beban tarikan vessel FSO. Perangkat lunak Structural Analysis Computer System (SACS) dipergunakan sebagai alat bantu permodelan dan perhitungan.
Analisa statis (in-place analysis) dilakukan pada mode operasional dan ekstrim terhadap tiga tipe struktur dengan perbedaan geometri pada perangkaan diagonal: tipe struktur perangkaan diagonal tunggal (tipe struktur I); tipe struktur perangkaan diagonal X (tipe struktur II); dan tipe struktur perangkaan diagonal V (tipe struktur III), untuk menentukan desain yoke mooring tower paling baik.
Hasil analisa menunjukkan ketiga tipe struktur telah memenuhi kriteria unity check (UC). Berdasarkan criteria UC ini, tipe struktur II cenderung lebih baik dibandingkan tipe struktur lainnya. Namun mempertimbangkan faktor berat, desain tipe struktur I akan digunakan sebagai desain yoke mooring tower karena memilki berat paling ringan diantara ketiganya.

Floating Storage Offloading (FSO) is a floating structure that serves to receive and store oil or natural gas before distributed by shuttle tankers. FSO is moored to a mooring tower to stabilize its position in order to maintain the operational aspect of the FSO. Mooring tower is selected in accordance with the state of Jave Sea which is relatively shallow. The objective of this final paper is to design a yoke mooring tower that able to resist its environmental loading and FSO tension. Structural Analysis Computer System (SACS) is the software used to model and to solve the calculation.
An in-place analysis is conducted on operational and storm conditions on three type of structures with geometrical differences on its diagonal bracing: single diagonal bracing (type I); type X diagonal bracing (type II); and type V diagonal bracing (type III), to choose the best design for a mooring tower structure.
The result shows that each structure type meets the unity check (UC) requirements for in-place analysis. Further analysis presents that structure type II considered as a better structure with regard to UC values. But putting the structure self-weight itselves into consideration, the best structure design to be applied as a mooring tower in the proposed location would be structure type I since this structure is the lightest.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44674
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>