Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 145960 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nirna Fitri Yunahar
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26972
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Angga Putri Agustina
"Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, kinerja keuangan, struktur kepemilikan, leverage dan auditor terhadap pengungkapan sukarela. Penelitian ini menggunakan 71 sampel perusahaan dari industri manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengungkapan sukarela perusahaan publik di Indonesia sebesar 0.1873. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya tingkat pengungkapan sukarela di Indonesia. Penelitian ini membuktikan bahwa variabel ukuran perusahaan dan variabel dividen sebagai proksi dari kinerja keuangan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan sukarela secara signifikan. Sedangkan variabel struktur kepemilikan, leverage dan auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Dari penelitian ini disarankan bagi emiten untuk memanfaatkan laporan tahunan sebagai salah satu media pengungkapan berbagai informasi kepada seluruh stakeholder.

The study was conducted to analyze the effect of firm size, financial performance, ownership structure, leverage and auditor of voluntary disclosure. This study uses a sample of 71 firms from manufacturing industries are listed on the Indonesia Stock Exchange. Test results of the analysis show that the average level of voluntary disclosure of public companies in Indonesia by 0.1873. This indicates the low level of voluntary disclosure in Indonesia. This study proves that the variable size and variable dividends as a proxy of financial performance has a positive impact on voluntary disclosure levels significantly. While the variables of ownership structure, leverage and auditor no significant effect on the level of voluntary disclosure. From this study it is advisable for issuers to take advantage of the annual report as one of the media disclosure of information to stakeholders.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rr. Rita Rosiana
"Pengungkapan tanggung jawab sosial diukur dengan indeks inisiatif pelaporan global terbatas pada aspek materi kursus, sedangkan pengungkapan tanggung jawab sosial Islam tidak terbatas pada aspek material saja, tetapi pada aspek spiritual dan moral pelaporan sosial dengan Indeks Islam. Keterbatasan pengungkapan tanggung jawab sosial konvensional mendorong penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengungkapan pelaporan sosial pada bank syariah Islam di Indonesia. Penelitian ini melibatkan bank syariah di Indonesia pada tahun 2010-2012. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten yang berasal dari laporan tahunan atau website perusahaan bursa efek Indonesia pada tahun 2010-2012. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS20.0 dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan yang diukur dengan total aktiva, profitabilitas yang diukur dengan return on asset, leverage yang diukur dengan rasio hutang terhadap ekuitas dan Islamic governance score yang diukur dengan jumlah, cross membership, latar belakang pendidikan, dan reputasi dari dewan pengawas syariah sebagai variabel independen, dan Islamic Social Reporting sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan pelaporan sosial Islam, sedangkan sisanya tidak berpengaruh."
Jakarta: FEB UIN Syarif Hidayatullah, 2015
650 ESENSI 5:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Micky Mintarsyah
"Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk melakukan observasi tentang struktur kepemilikan dan hubungannya dengan tingkat profitabilitas perusahaan di sektor primer dan sekunder. Terdapat 5 (lima) faktor yang dipertimbangkan untuk menjelaskan tingkat profitabilitas yaitu siruktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajemen, struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saharn terbesar, tingkat pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan tingkat leverage. Data yang digunakan sebagai sampel penelitian ini adalah sebanyak 78 (tujuhpuluh delapan) perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 - 2006 untuk seluruh sektor kecuali sektor keuangan. Sampel data penelitian, yang sebelurnnya ditentukan dengan mengguuakan metode purposive sampling, terbagi menjadi 2 (dua) sektor industri yaitu (1) sektor primer yang terdiri dari pertanian, peternakan, dan pertambangan, dan (1) sektor sekunder yang terdiri dari industri dasar dan kimia, aneka industri, industri barang konsurnsi, property dan real estate, infrastruktur, utilitas dan transpartasi, dan perdagangan jasa dan investasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Regresi Berganda (multiple regression method) dengan software SPSS dan eviews untuk pengolahan data.
Hasil penelitian atas struktur kepemilikan terhadap profitabilitas perusahaan di sektor primer dan sekunder adalah sebagai berikut :
a) Pada sektor primer, struktur kepemilikan saham memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat profitabilitas perusahaan dimana kepemilikan saham oleh manajemen perusahaan berpengaruh negatif sedangkan kepemilikan saham oleh lima pemegang saham terbesar memiliki pengaruh yang positif, b) Pada sektor sekunder, lebih khusus lagi perusahaan sekunder dengan skala kecil, struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saham terbesar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tingkat profitabilitas perusahaan. Sedangkan struktur kepemilikan saham oleh manajemen pada sektor sekunder baik pada skala besar maupun kecil, memiliki pengaruh yang negatif terhadap profitabilitas perusahaan akan tetapi tidak signifikan.
Hasil penelitian di atas mengindikasikan bahwa pada perusahaan-perusahaan di sektor primer dan perusahaan sekunder dalam skala kecil, para pemegang saham yang non¬manajemen memiliki kemampuan untuk mengontrol manajemen perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Selain itu, dari hasil penelitian di atas juga dapat diketahui bahwa kepemilikan saham oleh manajemen perusahaan baik pada sektor primer maupun sekunder kemungkinan tidak-lah efektif dalam hal peningkatan profitabilitas perusahaan.
Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perusahaan-perusahaan sekunder dengan skala besar, struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saham terbesar memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Dengan dernikian, masalah keagenan (agency problems) kemungkinan bisa terjadi pada jenis perusahaan tersebut. Sebaliknya, pada perusahaan-perusahaan di sektor primer dan sekunder yang dalam skala kecil, masalah keagenan (agency problems) kemungkinan tidak terjadi. Disamping itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pada sektor primer dapat lebih profitable jika mampu rneningkatkan pertumbuhan penjualannya, akan tetapi hal ini belum tentu terjadi pada perusahaan-perusahaan di sektor sekunder. Sedangkan pada perusahaan-perusahaan di sektor sekunder, tingginya tingkat leverage dapat menurunkan profitabilitas perusahaan dan sebaliknya, besarnya ukuran perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Dari hasil penelitian, di bawah ini adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan oleh para (talon) investor dalam hat pengambilan keputusan investasi atau bagi perusahaan sebagai ukuran peningkatan/ penurunan profitabilitas, sebagai berikut:
a) Pada perusahaan-perusahaan di sektor primer: rasio struktur kepemilikan saham (baik yang dimiliki oleh manajemen perusahaan maupun oleh lima pemegang saham terbesar) dan tingkat pertumbuhan penjualan. b) Pada perusahaan-perusahaan di sektor sekunder, lebih khusus lagi perusahaan sekunder dengan skala kecil : rasio struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saham terbesar dan tingkat leverage.

The main objective of this research is to conduct an observation of ownership structure and its correlation with profitability of firms in the sectors of primary and secondary. There are 5 (five) factors taken into consideration to examine level of profitability, which are percentage of shares owned by the management, percentage of shares owned by the five biggest shareholders, sales growth, the company's size, and level of leverage. Data used as samples for the purpose of this research are pooling data for 78 (seventy-eight) firms listed at the Indonesian Stock Exchange from 2005 to 2006 for all sectors, excluding financial sectors. The samples of data for research, which was previously determined by using the purposive sampling method, has been divided into 2 (two) industrial sectors which are (1) primary sector consisting of agriculture, farmer and mining industries, and (2) secondary sector consisting of basic and chemical substance industry, other various industries, consumer products industry, property and real estate, infrastructure, utility and transportation, and trading services and investment. The method used for this research is Multiple Regression Method with application of software SPSS and reviews for analysis of data.
The result from research on the impact of the ownership structure to level of profitability of firms in sectors primary and secondary is summarized as follows: a) On primary sectors, the shares ownership structure has significant impact to profitability level of firms, in which shares ownership by management of the firm has negative impact and shares ownership by top five biggest shareholders has positive impact. b) On secondary sectors, especially to firms on secondary sector categorized under small scale firm, the structure of ownership by the top five biggest shareholders have positive and significant impact to level of profitability of the firm. On the other hand, structure of shares ownership by management on secondary sectors, either on big or small scale firm, have negative impact to profitability level of firms, however, this impact is not significant.
The above result of research indicates that for small scale furs in the primary and secondary sectors, their non-management shareholders have more capability in controlling management of the firms in running operational activities. In addition, from the result of the research it can be identified that shares ownership by management of firms in primary or secondary sectors may not be effective in increasing level of profitability of firms.
Further, the result of research indicates that for big scale firms in secondary sectors, the structure of shares owership by top five biggest shareholders have insignificant impact on profitability level of firms. Therefore, agency problems may occur on such type of firms. On the other hand, for small scale firms in primary and secondary sectors, the agency problems may not occur.
Furthermore, the result of research also indicates that companies in the primary sectors can have more profitability if it can increase its sales growth, however, this may not have impact on firms in secondary sectors. For firms in the secondary sectors, the high level of leverage may reduce profitability of firms and, on the other hand, the size of a firm may increase profitability of a firm.
Resulting from the research indicates that the following factors will need to be considered by (potential) investors in making investment decision or company's decision as measurement in determining the increase/decrease of profitability: a) On firms in the primary sectors : shares ownership structure (either owned by management of firms or by top five biggest shareholders) and level of sales growth. b) On firms in the secondary sectors, especially small scale secondary firms: structures of shares ownership by top five biggest shareholders and level of leverage."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T 24354
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nuryaman
"ABSTRAK
The background phenomena of this study is the fact that low disclosure practice on the financial reporting. The objectives of the research are to find out empirical evidence of the effect of ownership concentration, firms size, and corporate governance mechanisms on voluntary disclosure. The corporate governance mechanisms of this research are composition of board of commissioner and audit quality. Audit quality were measure by industry specialize audit firm. This study is explanatory research. The samples are on purposive samping method, and in conformity with the following criteria: (a) the annual report ended 31 December 2005; {b) book value of equity is positive. There were 101 manufacturing companies listed in Indonesia Stock ·Exchange. The research hyphotesis were tested using multiple regression analysis. The result of this research show that: (I) ownership concentration has significantly positive influence on voluntary disclosure; (2) firms size has significantly positive influence on voluntary disclosure; (3) composition of board of commissioner has no influence on voluntary disclosure; (4) audit quality, significantly and positively
influenced voluntary disclosure."
[Universitas Widyatama, Bandung;Fakultas Ekonomi UI, Fakultas Ekonomi UI], 2009
J-pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Fitri Karunia Dewi
"Penelitian ini menguji faktor-faktor yang mempengaruhi ISR yaitu leverage, likuiditas dan porsi kepemilikan publik atas saham. Penelitian ini juga menguji ulang pengaruh variabel profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap ISR. ISR (Islamic Social Reporting) merupakan indeks pengungkapan tanggung jawab sosial yang sesuai dengan prinsip syariah. Bagi para pengguna laporan perusahaan yang muslim, pengungkapan tanggung jawab sosial merupakan bentuk pertanggung jawab bagi Allah SWT dan juga digunakan sebagai salah satu sumber informasi yang menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu bahan observasi dalam penelitian ini adalah Jakarta Islamic Indeks, yang merupakan indeks yang menggambarkan saham syariah di Indonesia.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan ISR sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Sedangkan untuk leverage, likuiditas dan juga porsi kepemilikan publik atas saham tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan ISR.

This study aims to examine the factors that affect ISR such as leverage, liquidity, and public ownership shareholders. This study also reexamine influence profitability and firm size to disclosure of ISR. ISR (Islamic Social Reporting) is a social responsibility disclosure index accordance to the sharia principles. For muslim firm report user, The social responsibility disclosure is accountability to Allah SWT and also one of source information which can be taken into consideration to make decision. Therefore, the subject of observation in this study is the Jakarta Islamic Index that describes the share of sharia in Indonesia.
The result proves that profitability and firm size had significant effect to ISR disclosure which consistence with the all research before. While for leverage, likuidity and public ownership shareholder doesn?t have significant effect to ISR disclosure.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ikhwan Muslimin
"Skripsi ini membahas tentang pengaruh struktur kepemilikan keluarga terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan data 29 perusahaan yang tecatat dalam indeks LQ-45 Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan Random Effect Model didapatkan hasil bahwa perusahaan dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi pada ke luarga dimana terdapat perwakilan anggota keluarga dalam peru sahaan memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan yang masih dipimpin oleh pendiri perusahaan ternyata memiliki pengaruh negatif yang terbesar terhadap kilnerja perusahaan jika dibandingkan tipe kepimpinan lainnya. Hasil penelitian ini berlawanan dengan teori keagenan (Jensen & Meckling;1976), yang mengatakan bahwa konsentrasi kepemilikan dapat mengurangi atau menghilangkan masalah dan biaya keagenan pada perusahaan.

This Undergraduate Thesis investigates how family ownership affects the firm performance using data of 29 firm listed at LQ-45 index in Indonesian Stock Exchange (IDX). By using the Random Effect Model on panel data, this study found that, family ownership negatively affects the firm performance. The negative effect of family ownership is prevalent when the CEO is the founder of the firm. These results contradict the agency theory (Jensen and Meckling; 1976) which proposed that ownership concentration could reduce or eliminate the agency cost and agency problem of the firm."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6620
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Renya Riandini
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh struktur kepemilikan, faktor eksternal, faktor internal, dan leverage terhadap nilai perusahaan. Variabel independen dalam peneiitian ini antara lain adalah kepemilikan mamijerial. kepemilikan institusional, tingkat bunga, kendaan pasar modal, pertumbuhan pasar, profitabilitas, pembagian dividen, ulruran perusahaan, dan pangsa pasar relatif. Sedangkan vatiabel dependen dati penelitian ini adalab leverage dan nilai perusahaan. Penelitian ini menemukan adanya pengaruh negatif dari struktur kepemilikan terhadap leverage dan nilai perusahaan. Faktor ekstemal memiliki pengaruh negatif temadap leverage namun betpengaruh positif terbadap Nilai Perusahaan. Faktor internal memiliki pengaruh positif terhadap leverage dan nilai perusahaan.

This research purpose knows the influence of Ownership structure, external factor, internal factor and leverage to firm value. Independent variables in this research are managerial ownership. institutional ownership, interest rate, stock market. market growth, profitability, dividend payout, firm size and market share. Dependent variables in this research are leverage and firm value. The result of this research shows negative effect of ownership structure to leverage and firm value. External factor has a negative effect to leverage but it shows possitive effect to firm value. Internal factor has positive effect to leverage and firm value."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T21018
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Buddi Wibowo
"As an agent of shareholders, manager should maximize shareholders' wealth instead of her own benefit. However, manager may not manage firm's resources efficiently and chase her own interest at shareholders' cost. To minimize this agency problem, shareholder should monitor manager behavior strictly enough. How strictly shareholder monitoring activities influenced by firm's ownership structure. Diffused ownership structure causes low shareholder power to monitor manager and bad financial performance at next stage. Relationship between ownership structures of the firm and financial performance has been tested empirically by many researchers. This paper tow depth investigation for Indonesian case."
2006
MUIN-XXXV-5-Mei2006-13
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Sylvia Veronica Nalurita Purnama
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan struktur kepemilikan, ukuran perusahaan, dan praktek corporate governance terhadap pengelolaan laba dan kekeliruan penilaian pasar. Struktur kepemilikan, ukuran perusahaan, dan praktek corporate governance diduga akan mempengaruhi besaran pengelolaan laba, penilaian pasar atas pengelolaan laba, dan jenis pengelolaan laba (efisien atau oportunis). Selain itu, karena terdapat perbedaan persistensi dari komponen-komponen laba (arus kas operasi, akrual non diskresioner, dan akrual diskresioner) maka pasar seharusnya juga mengantisipasi adanya perbedaan persistensi tersebut dan memperhitungkannya dalam pembentukan harga saham. Jika pasar tidak mampu mengantisipasi hal tersebut maka akan terjadi kekeliruan penilaian pasar. Struktur kepemilikan, ukuran perusahaan, dan praktek corporate governance diduga mempengaruhi kekeliruan penilaian pasar tersebut.
Akrual dapat dibedakan menjadi dua komponen yaitu akrual diskresioner dan akrual non diskresioner. Akrual diskresioner adalah akrual yang berasal dari diskresi manajemen sedangkan akrual non diskresioner adalah akrual yang besarnya tergantung kegiatan operasional perusahaan. Akrual diskresioner dalam penelitian ini digunakan sebagai proxy dari pengelolaan laba.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, uji F, dan Mishkin Test, dan menggunakan data empiris di Bursa Efek Jakarta dengan sampel sebanyak 144 perusahaan untuk periode non krisis (1995-1996, 1999-2002).
Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa ukuran perusahaan dan kepemilikan keluarga adalah variabel yang mempengaruhi pengelolaan laba. Semakin besar ukuran perusahaan semakin kecil pengelolaan labanya, serta pengelolaan laba pada perusahaan dengan kepemilikan keluarga tinggi dan bukan perusahaan konglomerasi lebih tinggi dibandingkan pengelolaan laba pada perusahaan lain.
Kesimpulan mengenai jenis pengelolaan laba yang dilakukan oleh perusahaan masih mixed, walaupun lebih cenderung efisien. Hasil ini tidak konsisten dengan anggapan selama ini bahwa pengelolaan laba di Indonesia adalah oportunis. Faktor yang terbukti secara signifikan mempengaruhi jenis pengelolaan laba adalah kepemilikan keluarga. Pengelolaan laba pada perusahaan dengan kepemilikan keluarga tinggi dan bukan perusahaan konglomerasi lebih efisien dibandingkan pengelolaan laba pada perusahaan lain. Sedangkan variabel kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, dan praktek corporate governance tidak terbukti secara konsisten berpengaruh signifikan terhadap jenis pengelolaan laba.
Pengelolaan laba terbukti dinilai signifikan positif oleh pasar, tetapi hasil ini tidak selalu didukung karena dalam pengujian sensitivitas terdapat hasil pengujian yang menunjukkan bahwa akrual diskresioner tidak berhubungan signifikan dengan imbal hasil saham. Variabel struktur kepemilikan, ukuran perusahaan, dan praktek corporate governance tidak terbukti secara konsisten mempengaruhi penilaian pasar terhadap pengelolaan laba. Tidak signifikannya variabel-variabel tersebut menunjukkan bahwa dalam melakukan penilaian, pasar tidak mempertimbangkan motif dan kesempatan yang berbeda-beda dari perusahaan dalam melakukan pengelolaan laba.
Pengujian persistensi laba menunjukkan adanya perbedaan persistensi dari komponen laba, dimana arus kas operasi lebih persisten dibandingkan akrual diskresioner dan akrual non diskresioner lebih persisten dibandingkan akrual diskresioner. Hasil pengujian Mishkin Test menunjukkan terdapat kekeliruan penilaian pasar pada komponen arus kas dan akrual non diskresioner, tetapi tidak terdapat kekeliruan penilaian pasar untuk akrual diskresioner. Adanya bukti mengenai kekeliruan penilaian pasar atas komponen laba mengindikasikan bahwa pasar modal di Indonesia tergolong tidak efisien dalam bentuk setengah kuat (semi strong form).
Pengujian lebih lanjut untuk melihat apakah kekeliruan penilaian pasar tersebut dipengaruhi oleh kepemilikan keluarga, kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, kuaiitas audit, komisaris independen, dan komite audit, menunjukkan bahwa variabelvariabel tersebut tidak mempengaruhi kekeliruan penilaian pasar atas akrual diskresioner.

ABSTRACT
The purpose of this study is to investigate the affect of ownership structure, firm size, and corporate governance practices on earnings management and market mispricing. We predict that ownership structure, firm size, and corporate governance practices have significant influence on the level of earnings management, the pricing of earnings management, and type of earnings management (efficient or opportunistic). In addition, the stock prices should reflect the differential persistence of earnings components (cash flow from operation, non-discretionary accruals, and discretionary accruals). Market mispricing occurs if market fails to reflect that differential persistence. We expect ownership structure, firm size, and corporate governance practices have significant influence on market mispricing.
Accruals consist of two components: discretionary accruals and non-discretionary accruals. Discretionary accruals are accruals from management discretion, whereas non-discretionary accruals are those accruals, which amount, are depending on company's operational activity. This study use discretionary accruals as a proxy of earnings management.
Multiple regressions, F-test, and Mishkin Test are used to test hypothesis developed in this study. Sample consists of 144 firms listed in Jakarta Stock Exchange over non-crisis period (1995-1996, 1999-2002).
I find that firm size and family ownership have significant influence on level of earnings management. The bigger firm sizes the lesser the earnings management and earnings management on firms with high proportion of family ownership and non business-group is higher than that of other firms.
The evidence regarding type of earnings management is mixed, although it has a tendency to efficient earnings management. This evidence is inconsistent with usual view that an earnings management in Indonesia is opportunistic. Family ownership is found has significant influence on earnings management type. Earnings management on firms with high proportion of family ownership and non business-group is more efficient than that of other firms. There is no consistent evidence that institutional ownership, firm size, and corporate governance practices have that significant influence.
I also found that the market prices earnings management positively, but this evidence is not always supported in sensitivity analysis. Some of sensitivity analysis results show that earnings management does not have significant influence on market return. There is no consistent evidence that ownership structure, firm size, and corporate governance practices have significant influence on market pricing of discretionary accruals. This evidence indicates that market valuation is not considering that firms have different chance and motives of doing earnings management.
Test of differential earnings components persistence shows that cash flow from operation significantly has higher persistence than non-discretionary accruals and discretionary accruals and non-discretionary accruals significantly has higher persistence than discretionary accruals-Mishkin Test shows that market misprices cash flow from operation and non-discretionary accruals, but it correctly prices discretionary accruals. This evidence on market mispricing indicates that Jakarta Stock Exchange is not efficient in semi-strong form.
Further tests are performed to investigate whether market mispricing is influenced by ownership structure, firm size, and corporate governance practices. Those tests show that those variables do not significantly affect market mispricing on discretionary accruals.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
D553
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>