Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 197702 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Mayastuti Kusumasari
"Pemeriksaan golongan darah ABO terhadap sampel saliva dapat dilakukan pada individu sekretorik, yaitu individu yang mampu mensekresikan antigen-antigen golongan darahnya ke dalam berbagai cairan tubuh termasuk saliva. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan golongan darah menggunakan saliva, diantaranya faktor temperatur dan durasi waktu penyimpanan. Tujuan penelitian : Membandingkan hasil pemeriksaan golongan darah terhadap sampel saliva segera dengan sampel saliva yang disimpan selama 1 jam pada temperatur 7°C. Metode : Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan golongan darah dengan teknik absorpsi-inhibisi menggunakan 20 sampel saliva dari 10 orang individu sekretorik bergolongan darah A, B, atau AB yang dilakukan pada periode waktu Oktober hingga November 2007. Hasil penelitian : Pemeriksaan golongan darah dengan sampel saliva segera menunjukkan kesesuaian 100%, sedangkan pada pemeriksaan sampel saliva yang disimpan selama 1 jam pada temperatur 7°C kesesuaiannya hanya 60%. Kesimpulan : Pemeriksaan golongan darah menggunakan saliva segera menunjukkan hasil yang tepat. Namun terjadi penurunan ketepatan pada hasil pemeriksaan setelah penyimpanan sampel selama 1 jam dengan temperatur 7°C.

ABO blood group can be determined from secretoric individual, who has the ability to secrete A, B, or O antigen to the body fluids including saliva. However, there are factors affecting the result of blood group examination using saliva including temperature and time duration of sample storage. Objective : To compare the result of blood group examination from immediate saliva samples with saliva stored at 7°C for 1 hour. Method : Twenty saliva samples from 10 secretoric individuals with A, B, or AB blood group were examined using absorption inhibition technique from October until November 2007. Result : Blood group examination results using immediate saliva samples were 100% correct. On the other hand, the results from saliva samples stored for 1 hour at 7°C were 60% correct. Conclusion : Blood group examination using immediate saliva samples showed the most accurate results. After 1 hour, delayed saliva sample examinations at cool temperature (7°C) showed a decrease accuracy in blood group examination results."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Thia Astisia
"Pemeriksaan golongan darah ABO terhadap sampel saliva dapat dilakukan pada individu sekretorik, yaitu individu yang mampu mensekresikan antigen-antigen golongan darahnya ke dalam berbagai cairan tubuh seperti pada saliva. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan golongan darah menggunakan saliva, diantaranya faktor temperatur dan durasi waktu penyimpanan.
Tujuan penelitian : Membandingkan antara hasil pemeriksaan golongan darah terhadap sampel saliva segera dengan saliva yang disimpan selama 1 jam pada temperatur 15°C.
Metode : Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan golongan darah dengan teknik absorpsi-inhibisi menggunakan 20 sampel saliva dari 10 orang individu sekretorik bergolongan darah A, B, atau AB yang dilakukan pada periode waktu Oktober hingga November 2007.
Hasil penelitian : Pemeriksaan golongan darah pada sampel saliva segera menunjukkan kesesuaian 100% sedangkan pada pemeriksaan sampel saliva yang disimpan selama 1 jam pada temperatur 15°C kesesuaiannya hanya 80%.
Kesimpulan : Pemeriksaan golongan darah menggunakan saliva segera menunjukkan hasil yang tepat. Namun terjadi penurunan ketepatan pada hasil pemeriksaan setelah penyimpanan sampel selama 1 jam dengan temperatur 15°C.

ABO blood group can be determined from secretor individual, who has the ability to secrete A, B, or O antigen to the body fluid including saliva. However, there are factors affecting the result of blood group examination using saliva including temperature and time duration of sample storage.
Objective : To compare the result of blood group examination from immediate saliva samples with saliva stored at 15°C for 1 hour.
Method : Twenty saliva samples from 10 secretoric individuals with A, B, or AB blood group were examined using absorption inhibition technique from October until November 2007.
Result : Blood group examination results using immediate saliva samples were 100% correct. On the other hand, the results from saliva samples stored for 1 hour at 15°C were 80% correct.
Conclusion : Saliva samples should be tested immediately in order to get the most accurate results. After 1 hour, delayed saliva sample examinations at 15°C showed a decrease accuracy in blood group examination results.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Devina Yastani
"Background: Recently, honey has been widely used as a sweetener. Along with the people's awareness to control the intake of calorie, the consumption of lowcalorie sweetener is increasing as well. How much these sweeteners contribute to caries process, however, are still unknown.
Objective: To compare the changes of viscosity, pH, and buffering capacity of saliva after consuming water containing honey and low calorie sweetener.
Method: Each research subject aged 20-22 years old was asked to consume 150 ml water that contained 17 grams of honey or 2,5 grams of low-calorie sweetener in different day, and waited for 10 minutes before conducting the viscosity, pH, and buffering capacity of saliva?s test.
Results: The data was analyzed by Wilcoxon test with 0,05 level of significance. The results obtained were the significant decreases in values of viscosity and buffering capacity of saliva before and after consuming water containing honey and water containing low-calorie sweetener, significant decrease in pH value before and after consuming water containing honey, no significant decrease in pH value before and after consuming water containing low-calorie sweetener. In addition, there were no significant differences in values of viscosity, pH, and buffering capacity between the groups consuming water containing honey and low-calorie sweetener.
Conclusion: There were significant differences in viscosity and buffering capacity of saliva before and after onsuming water containing honey and water containing low-calorie sweetener. Meanwhile, there was significant difference for the pH value before and after consuming water containing honey, while there was no significant difference for the pH value before and after consuming water containing low-calorie sweetener. However, there were no significant differences in viscosity, pH, and buffering capacity of saliva after consuming water containing honey and water containing low-calorie sweetener."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Fisiologi saliva: sebuah ringkasan. Kondisi fisiologi saliva mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Perubahan yang terjadi pada usia, kondisi lingkungan, kehidupan dan pola makan mempengaruhi ada atau tidaknya gangguan fungsi saliva. Saliva berperan dalam menentukan pola pertumbuhan dan kesehatan gigi di dalam rongga mulut. Saliva merupakan cairan unik yang berfungsi dalam mekanisme pertahanan utama mikroorganisme yang ada di dalam rongga mulut. Penelitian tentang fisiologi saliva, selama ini sepertinya dipisahkan pendidikan profesi kedokteran dan kedokteran gigi. Oleh karena itu, diperlukan pengertian yang lebih baik dari tentang saliva secara
menyeluruh dalam kondisi sehat dan sakit. Saat ini telah banyak penelitian yang dilakukan untuk menggunakan saliva untuk mencari penanda diagnosis suatu penyakit. Analisis saliva juga diharapkan dapat memberikan gambaran tentang status kepenyakitan dan membantu untuk pencegahan, monitoring dan perawatan. Telaah singkat ini dibuat untuk memberikan pengertian tentang fisiologi saliva untuk menambah wawasan baru tentang fisiologi saliva dan aplikasinya dalam bidang kedokteran dan kedokteran gigi.

Physiology of saliva evolves in supporting many important activities in human life. Changes in age, environmental and living condition as well as eating habit would influence salivary function. Saliva palys a role in determining the development pattern and oral health. Saliva has a unique function in the defense mechanism to microorganism in the oral environment. Research focuses on the salivary physiology is limited and seems to be separated from medical and dental professional education. Better and deeper comprehensive understanding of saliva in health
and disease is needed. Nowadays, many studies have used saliva to find diagnosis markers for specific diseases. Salivary analysis is intended to give descriptive information on disease status for prevention, monitoring and treatment purposes. This brief review aimed to give understanding on salivary physiology in order to add new views of its application in the field of medicine and dentistry."
Department of Physiology, All India Institute Of Medical Sciences, Bhopal, Madhya Pradesh, India, 2014
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Hastin Dian Anggraeni
"ABSTRAK
Menemukan suatu metode pengukuran objektif mengenai rasa sakit pada anak merupakan tantangan bagi dokter gigi anak selama melakukan perawatan. Wong Baker Faces Pain Scale adalah instrumen pengukur rasa sakit metode self report yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Alfa amilase saliva adalah biomarker dalam saliva yang dipengaruhi oleh sistem saraf simpatis dalam eksresi nya. Prosedur anestesi lokal injeksi dapat menimbulkan rasa sakit pada anak. Rasa sakit menstimulasi sistem saraf simpatis akibat adanya stimulus noksius pada reseptor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan kadar alfa amilase saliva dengan skor Wong Baker Faces Pain Scale pada anak saat mendapatkan anestesi lokal injeksi selama prosedur ekstraksi gigi sulung. Kadar alfa amilase saliva diukur dengan menggunakan portable device Nipro Cocoro meter, yang teruji memiliki nilai pengukuran mendekati analisis laboratoris. Kadar Alfa amilase saliva pertama diukur sesaat setelah injeksi anestesi lokal, dilanjutkan dengan pengukuran kedua pada waktu 10 menit setelah injeksi. Anak diminta menunjukkan rasa sakit yang dirasakan pada saat injeksi anestesi lokal dengan menggunakan instrumen Wong Baker Faces Pain Scale. Analisis data menggunakan uji Spearman. Nilai alfa amilase saliva ditemukan berkorelasi positif dengan skor Wong Baker Faces Pain Scale p le;0,05 dengan koefisien korelasi r=0.445 . Penelitian ini menunjukkan bahwa alfa amilase saliva berkorelasi dengan rasa sakit pada saat pemberian anestesi lokal injeksi sehingga diharapkan alfa amilase saliva dapat digunakan sebagai biomarker akan rasa sakit.ABSTRACT
Finding an objective measurement of pain is a challenge for pediatric dentist. Wong Baker Faces Pain Scale is commonly used instrument to assess pain intensity in children. Salivary alpha amylase is biomarker in saliva which secreted by stimulation of sympathetic nervous system. Local anesthesia injection procedure stimulate pain in children. The aim of this study was to analyze the correlation between Wong Baker Faces Pain Scale and Salivary Alpha Amylase level during primary tooth extraction procedure with local anesthetic injection in children aged 6 12 years. From all children, saliva was collected with a disposable saliva strip, shortly after local anesthetic injection and at 10 minutes after injection. Level of salivary alpha amylase then determined using portable Nipro Cocoro Meter device. The Wong Baker Faces Pain Scale was measured at the same time. The correlation between Wong Baker Faces Pain Scale and salivary alpha amylase level was analyzed with Spearman Correlation test. There was a significant correlation between Wong Baker Faces Pain Scale and Salivary Alpha Amylase level p le 0,05 with correlation coefficient r 0.445 . This study showed that salivary alpha amylase was correlated with pain during procedure of anesthesia local injection. Our data suggest that salivary alpha amylase level might be a good index for objective pain intensity assessment."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2017
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fathan Nuha Octovan
"Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh saliva buatan dengan pH 4,5 terhadap kekerasan dari material restoratif bioaktif. Metode penelitian: Dalam penelitian ini dilakukan penelitian menggunakan material restorative bioaktif, Activa Bioactive (RMGI), Cention-N (RK Alkasit), Fuji II LC (RMGIC), Zirconomer (Zirconia reinforced Glass Ionomer) , dan Beautifill II LS (Giomer). Masing-masing specimen material tersebut dengan ukuran diameter 15 mm dengan tinggi 1 mm direndam dalam saliva buatan pH 4,5 selama 7 hari. Setelah 7 hari, specimen dilakukan uji kekerasan menggunakan Knoop Hardness test dengan 5 jejas per spesimen. Kemudian hasil pengujian dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan One-Way Anova. Lalu dilakukan uji homogenitas Levene dan dilanjutkan uji Post-hoc Tamhane. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada nilai kekerasan di antara material restoratif bioaktif yang diuji (One way anova, p<0,05). Dengan nilai tertinggi pada material Cention-N dan terendah material Activa Bioactive. Pada uji Post-hoc Tamhane didapati perbedaan bermakna, kecuali antara Beautifill II LS dengan Zirconomer. Kesimpulan: Setelah dilakukan perendaman pada saliva dengan pH 4,5, material Cention N memiliki nilai kekerasan tertinggi dan Material Activa yang terendah.

Objective: This study aims to compare the effect of artificial saliva with pH 4.5 on the microhardness of bioactive restorative materials. Method: In this study, research was carried out using restorative bioactive materials, Activa Bioactive (RMGI), Cention N (RK Alkasit), Fuji II LC (RMGIC), Zirconomer (Zirconia reinforced Glass Ionomer), and Beautifill II LS (Giomer). Each specimen of the materials are made with a diameter of 15 mm and a height of 1 mm, and were immersed in artificial saliva pH 4.5 for 7 days. After 7 days the material was subjected to a microhardness tester using the Knoop Hardness test with 5 per specimen of materials. Statistic analysis were performed using Shapiro-Wilk normality test, followed by One-Way Anova. Then the Levene homogeneity test was carried out and continued with the Post-hoc Tamhane test. Result: There was a significant difference in the hardness value between bioactive restorative materials (One way ANOVA, p <0.05). With the highest value for the Cention-N material and the lowest for Activa Bioactive material. In the Post-hoc Tamhane test, there was a significant difference, except between Beautifill II LS and Zirconomer. Conclusion: After soaking in saliva with a pH of 4.5, the Cention N material had the highest hardness value and the lowest Activa Material."
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vinkan Priscilla Aguilera
"Latar Belakang: Karies yang menyerang anak-anak dibawah 71 bulan dikenal dengan Early childhood caries ECC . Salah satu bakteri yang mendominasi penyebab ECC adalah Streptococcus mutans dan sistem imun yang berperan dalam pencegahan karies adalah IgA.
Tujuan: Menganalisis hubungan level IgA anti Streptococcus mutans serotype f dengan viskositas dan dmft pada stimulated saliva dan unstimulated saliva pasien ECC.
Metode: Level IgA anti-S. mutans serotype f di ukur menggunakan metode ELISA.
Hasil: Analisis stastistik dengan uji Spearman didapatkan korelasi negatif antara level IgA anti-S. mutans serotype f dan indeks dmft, pada stimulated saliva r= -0.471; p=0.286 dan pada unstimulated saliva r= -0.529; p=0.408 , hasil korelasi antara level IgA anti-S. mutans serotype f dan viskositas stimulated saliva adalah korelasi positif r=0,417; p=0.352 . Level IgA anti-S. mutans stimulated saliva lebih rendah daripada unstimulated saliva P=0.127.
Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif antara level IgA anti-S.mutans serotype f dengan indeks dmft pada stimulated saliva dan unstimulated saliva pasien ECC, serta terdapat korelasi positif antara level IgA anti-S.mutans serotype f dengan viskositas saliva pada stimulated saliva, tetap secara statisik tidak bermakna. Level IgA anti-S. mutans stimulated saliva lebih rendah daripada unstimulated saliva tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna antara level IgA anti-S. mutans serotype f stimulated saliva dan unstimulated saliva.

Background: Early childhood caries ECC is caries which affects in children aged 71 months or younger. One of the bacteria that dominates the formation of ECC is Streptococcus mutans. The immune system that plays a role in the formation of caries is IgA.
Objective: To analyze the correlation between level of IgA anti Streptococcus mutans serotype f with viscosity and dmft in stimulated saliva and unstimulated saliva of ECC patients.
Methods: Level of IgA anti S. mutans serotype f was measured using ELISA method. Results based on Spearman test, there was a negative correlation between level of IgA anti S. mutans serotype f and dmft index in stimulated saliva r 0.471 p 0.286 and unstimulated saliva r 0.529 p 0.408.
Results: The result correlation levels of IgA anti S. mutans serotype f and viscosity of saliva was positive r 0.417 p 0.352 . Level of IgA anti S. mutans serotype f in stimulated saliva was lower than unstimulated saliva p 0.127.
Conclusion: There was a negative correlation between the levels of IgA anti S. mutans serotype f and dmft index in saliva stimulated and unstimulated saliva of ECC patients and positive correlation between the levels of IgA anti S. mutans serotype f and viscosity of stimulated saliva. However, there were no significantly difference. The levels of IgA anti S. mutans serotype f stimulated was lower than unstimulated saliva, but not significantly difference.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yogi Pamungkas
"Latar Belakang : Resin komposit menjadi salah satu jenis material restorasi yang banyak digunakan karena memiliki keunggulan dalam sifat fisik, mekanik, dan estetika. Salah satu resin komposit yang beredar di Indonesia adalah Resin Komposit Palfique Supra-Nano Universal Flow yang dikembangkan partikel filler-nya dan diklaim memiliki sifat fisik yang baik antara lain water sorption dan solubility. Penggunaan resin komposit seiring waktu akan terpapar oleh lingkungan rongga mulut akibat adanya saliva yang pH-nya bisa berubah seiring konsumsi makanan dan minuman sehingga mempengaruhi water sorption dan solubility-nya. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian mengenai pengaruh perendaman pada berbagai pH saliva buatan terhadap water sorption dan solubility Resin Komposit Palfique Supra-nano Universal Flow. Tujuan : Menganalisis pengaruh perendaman Resin Komposit Supra-Nano Palfique Universal Flow tipe Super Low dan Medium pada berbagai pH saliva buatan terhadap water sorption dan solubility. Metode : Empat puluh delapan spesimen Resin Komposit Supra-Nano Palfique Universal Flow tipe Super Low dan Medium dengan dimensi 15 x 1 mm dibagi menjadi delapan kelompok uji berdasarkan tipe dan perendaman, yaitu pada perendaman di dalam akuades, saliva buatan pH 3, 5,5, dan 7 masing-masing selama 7 hari. Perhitungan dari nilai water sorption dan solubility dilakukan sesuai ISO 4049 : 2019. Analisis data menggunakan uji One way ANOVA dan Kruskall Wallis. Hasil : Nilai water sorption dan solubility pada kedua tipe Resin Komposit Palfique Supra-nano Universal Flow semakin tinggi pada perendaman pH yang semakin rendah. Perendaman di dalam akuades dan saliva buatan pH 3 mengalami kenaikan secara signifikan (p<0,05), dan tidak signifikan pada perendaman di dalam saliva buatan pH 3 dengan pH 5,5 dan pH 7 (p<0,05). Nilai solubility pada perendaman di dalam saliva buatan pH 3 dengan pH 5,5 mengalami kenaikan secara signifikan (p<0,05), sedangkan pada saliva buatan pH 5,5 dengan 7 tidak signifikan (p>0,05). Tipe Super Low memiliki nilai water sorption dan solubility yang lebih tinggi dibandingkan tipe Medium pada semua perendaman namun tidak signifikan (p>0,05). Kesimpulan : Terjadi peningkatan nilai water sorption dan solubility Resin Komposit Palfique Supra-nano Universal Flow setelah perendaman di dalam saliva buatan pH 3 dibandingkan pH 5,5, 7, dan akuades.

Background : Composite resin is one type of restoration material that is widely used because it has advantages in physical, mechanical, and aesthetic properties. One of the composite resins distributed in Indonesia is Palfique Supra-nano Universal Flow Composite Resin which developed its filler particles and claimed to have good physical and mechanical properties, one of which is the physical properties of water sorption and solubility. The use of composite resins over time will be exposed to the oral environment due to the presence of saliva which pH of saliva can change with the consumption of food and drinks, that affecting the water sorption and solubility of the Composite Resin. Until now, there’s not yet research the effect of immersion at various pH artificial saliva on water sorption and solubility of Palfique Supra-nano Universal Flow Composite Resin. Objective : To analyze the effect of immersion type Super Low and Medium Palfique Supra-Nano Universal Flow Composite Resin at various pH artificial saliva on water sorption and solubilty. Methods : Forty-eight type Super Low and Medium Palfique Supra-Nano Universal Flow Composite Resin specimens with dimensions of 15 x 1 mm were divided into eight test groups based on type and immersion ; distilled water, artificial saliva pH 3, 5,5, and 7 for 7 days. Calculations of water sorption and solubility values will be made according to ISO 4049: 2019. Data analysis used One way ANOVA and Kruskall Wallis test. Results : The value of water sorption and solubility for both types (Super Low and Medium) is higher in immersion at lower pH. Immersion in distilled water and artificial saliva pH 3 in both types increased significantly (p<0.05), and in artificial saliva pH 3 with pH 5.5 and pH 7 was not significant (p<0.05). The solubility value in pH 3 immersion with pH 5.5 increased significantly (p<0.05), while at pH 5.5 and 7 it was not significant (p>0.05). The Super Low type has higher water sorption and solubility values than the Medium type in all immersions but not significant (p>0.05). Conclusion : There is an increase on water sorption and solubility of Palfique Supra-nano Universal Flow Composite Resin after immersion at artificial pH 3 compared to pH 5,5, 7, and distilled water."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tara Aprilia Widianti
"ABSTRAK
Silver Diamine Fluoride memiliki kandungan ion fluor yang dapat menaikkan konsenstrasi ion fluor, meningkatkan potensi remineralisasi lesi enamel dan menghasilkan kenaikan bioavailibitas konsentrasi ion fluor pada saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kandungan ion fluor dalam saliva sebelum dan setelah aplikasi Silver Diamine Flouride. Metode yang dilakukan adalah stimulated saliva dikumpulkan untuk kemudian diukur kandungan ion fluor nya dengan menggunakan alat ion selective electrode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kandungan ion fluor pada saliva yang bermakna p < 0,05 antara kelompok waktu sebelum, sesaat setelah, dan 1 jam setelah aplikasi SDF. Terdapat hubungan antara konsentrasi kelompok waktu sebelum, sesaat setelah, dan 1 jam setelah aplikasi SDF dengan berat badan subjek. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ion fluor saliva mengalami peningkatan sesaat setelah aplikasi SDF, dan kemudian akan turun kembali ke konsentrasi awal 1 jam setelah aplikasi.

ABSTRAK
Silver Diamine Fluoride is consist fluoride that can increase fluoride concetration in saliva, remineralization process, and bioavailability of fluoride in saliva. The purpose of this study was t o analyze the difference of fluoride concentration in saliva between before and after Silver Diamine Fluoride application on enamel. The methods is to collect Stimulated saliva of 4 subjects and then measure the concentration of fluoride using ion selective electrode. The results showed that there were significant differences in the phosphate concentration."
2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayuna Ajeng Ratna
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam saliva buatan terhadap perubahan pH-nya dan kekasaran permukaan resin komposit Giomer Bulk-Fill. Jumlah spesimen 63 buah dibagi dalam sembilan kelompok perlakuan yaitu perendaman dalam saliva buatan pH 7; 5,5; dan 4,5 selama masing-masing 1 jam, 24 jam, dan 72 jam pada suhu 370C. Perubahan pH saliva buatan diukur menggunakan pH meter dan pengujian kekasaran permukaan spesimen menggunakan surface roughness tester. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan.

This study aimed to determine the effect of immersion time on artificial saliva pH changes and surface roughness of Giomer Bulk Fill composite resin. Sixty three specimens were divided into nine groups with immersion in artificial saliva pH 7, 5.5, and 4.5 for 1 hour, 24 hours, and 72 hours at 370C respectively. The changes in artificial saliva pH were measured using a pH meter and the surface roughness measured using surface roughness tester. The results showed that there were significant differences between each groups."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>