Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 200228 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Iis Haryono
"Java Remote Method Invocation (RMI) dan Java CORBA adalah salah satu cara alternatif untuk membangun aplikasi terdistribusi. Java RMI dan Java CORBA memungkinkan programmer untuk membuat aplikasi terdistribusi dimana dari remote objects dapat diminta (invoked) dari adapter yang berada pada host yang berbeda dalam suatu jaringan. Dalam tugas akhir ini penulis mendemonstrasikan Java RMI dan Java CORBA yang digunakan untuk mengimplementasi algoritma Integral Monte Carlo dan perkalian matrik (Matrix Multiplication) terdistribusi yang berjalan pada jaringan internet (menggunakan protocol TCP/IP). Hasil eksperimen menunjukkan akselerasi waktu eksekusi yang cukup signifikan untuk masing masing prosesor. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi para pengguna dalam mengembangkan aplikasi berbasiskan komputasi terdistribusi."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"DCOM, CORBA, dan Java RMI adalah middleware yang memungkinkan komputasi jarak jauh atau komputasi tersebar. Meskipun telah terdapat konsep layanan web dan implementasi yang diterapkan dalam berbagai kasus saat ini, ketiga middleware di atas masih sering digunakan untuk lingkungan yang application-specific, yang membutuhkan performa lebih baik. Paper ini diharapkan akan memberikan gambaran mengenai DCOM, CORBA, dan Java RMI dari konsep hingga perbedaan yang paling mendasar terkait teknik pemrograman.

Abstract
DCOM, CORBA, and Java RMI are middleware that enable remote computing (distributed computing). Although we have Web Service concept and implementation that applied in many cases right now, all three still often used for applications-specific nature, which need the better performance. This paper is intended to give an overview of DCOM, CORBA, and Java RMI, from concept to most fundamental differences related to programming techniques."
Universitas Kristen Satya Wacana. Fakultas Teknologi Informasi, 2011
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Theresia Budiyanti
"Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat komputer semakin banyak digunakan sebagai alat bantu dalam menjalankan kegiatan industri dan bisnis. Piranti lunak yang digunakan oleh komputer memegang peranan yang sangat penting. Jika penggunaan piranti lunak tersebut menghasilkan galat (error), maka dunia industri atau bisnis tersebut dapat mengalami kerugian. Untuk menjamin bahwa piranti lunak tersebut bebas dari galat, maka pengembangan piranti lunak tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode B. Metode B adalah suatu metodologi formal yang digunakan dalam pengembangan piranti lunak, mulai dari spesifikasi sampai dengan implementasi piranti lunak. Dari suatu spesifikasi awal yang bersifat abstrak dan modular, akan dilakukan beberapa tahap refinement sampai mencapai suatu model yang lebih konkrit, yang merupakan kode programnya. Spesifikasi awal tersebut dikembangkan secara matematik sesuai dengan spesifikasi awalnya, sehingga kebenaran piranti lunak tersebut dapat dijamin. Fokus pada tugas akhir ini adalah menelaah refinement dengan metode B dan menerapkannya terhadap suatu studi kasus aplikasi perbankan yang diajukan oleh Martin B¨uchi. Penerapan metode B ini menggunakan alat bantu Atelier B. Hasil penerapan refinement dengan metode B pada studi kasus aplikasi perbankan itu menguatkan bahwa penerapan metodologi formal pada suatu aplikasi dapat menjamin kebenaran aplikasi tersebut. Walaupun penerapan refinement dengan metode B membutuhkan lebih banyak biaya, aplikasi yang dihasilkan dapat dijamin bebas dari galat yang dapat mengakibatkan kerugian besar."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Chandra Irawan
"Teknologi SMS sebagai media komunikasi dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat IoT seperti SCADA Supervisory Control and Data Acquisition untuk pengontrolan suatu proses dalam sistem kendali industri berbasis computer . Serta sebagai alternatif yang handal pengganti media Internet untuk kendali jarak jauh. Namun, teknologi SMS masih memiliki kekurangan terhadap aksi penyadapan. Oleh karena itu pada penelitian ini dirancang pengendalian jarak jauh melalui SMS berbasis algoritma enkripsi NTRU dan kompresi GZIP yang di implementasikan pada Raspberry Pi dan perangkat Android.
Dari hasil uji coba penerapan algoritma NTRU dan GZIP pada Raspberry pi menghasilkan parameter bilangan prima 5 sampai 23 untuk membangun public key dan dalam proses enkripsi dekripsinya. Dengan rentang parameter tersebut membuat perintah dapat dikirim dalam 1 kali SMS tidak lebih dari 160-byte . Dengan menggunakan parameter optimal yaitu 23, implementasi enkrispi dan kompresi dilanjutkan pada hasil performa untuk menggerakan 3 aktuator relay, servo, dan LED PWM dengan 100 perintah yang dikirim berhasil diterjemahkan untuk dieksekusi pada aktuator.

SMS Technology as a communication medium can be used to control the IoT device for example, SCADA Supervisory Control And Data Acquisition . However, SMS technology still has a disadvantage of wiretapping. Therefore, in this study designed remote control system via SMS based NTRU Encryption and GZIP compression algorithm that is implemented on Raspberry Pi and Android devices to control the actuator.
Based on the result, the best parameter size of NTRU encryption and GZIP compression algorithm is 5 until 23 to build public key and encryption decryption process that can be sent in one time SMS not more than 160 bytes. Using the optimum parameter of 23, the encryption and compression implementation are continued on the performance result to drive three actuators relay, servo and LED PWM with 100 of the commands sent successfully decrypted for control the actuator.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68743
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ety Parwati
"Segara Anakan dan sekitarnya, berada di Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah merupakan daerah kajian yang dipilih. Wilayah tersebut memiliki ekosistem payau yang unik, yakni berupa estuari yang terlindung dan dikelilingi oleh hutan payau yang perkembangannya sangat dinamis. Wilayah ini terlindung dari Samudera Hindia karena adanya Pulau Nusakambangan. Meskipun demikian di daerah ini proses sedimentasi berlangsung sangat intensif pada dasawarsa terakhir ini. Pendangkalan Segara Anakan dipengaruhi erosi yang terjadi pada daerah aliran sungai di sebelah utara kawasan ini.
Perairan Segara Anakan berfungsi sebagai daerah asuhan (nursery ground) dan habitat berbagai spesies ikan dan udang. Bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah ini, Segara Anakan merupakan tempat mencari ikan (fishing ground). Selain bermatapencaharian sebagai nelayan, sebagian masyarakat juga mengembangkan kegiatan pertanian (sawah, tegalan) dan pertambakan pada lahan-lahan yang memungkinkan.
Wilayah atas Segara Anakan merupakan lahan yang subur untuk pertanian. Banyak penduduk yang mengandalkan hidupnya dari bertani. Dalam rangka meningkatkan hasil pertanian, penduduk menggunakan pestisida yang sering kali tanpa perhitungan yang tepat. Akibatnya sisa pestisida sering terbuang ke sungai. Aliran sungai Citanduy yang cukup deras serta kondisi lahan atas yang berbukit-bukit akan membawa pesitisida dari lahan pertanian di bagian atas bermuara ke sekitar estuari di bagian bawah. Kondisi iklim dan curah hujan dapat mengakibatkan berkurangnya sifat pestisida yang dikandungnya, akan tetapi sisa pestisida dalam jumlah sekecil apapun akan menumpuk di sekitar estuari.
Perubahan yang terjadi pada dasawarsa terakhir, terutama laju sedimentasi yang cepat telah menimbulkan penurunan fungsi ekologi yang secara tidak langsung mengurangi hasil tangkapan nelayan setempat. Sedimentasi juga telah mengakibatkan terbentuknya tanah timbul yang menutupi sebagian perairan, sehingga semakin lama luas perairan Segara Anakan semakin berkurang.
Penerapan teknologi penginderaan jauh (inderaja) untuk pemantauan kondisi lingkungan memberikan hasil guna yang optimal, karena penginderaan jauh memberikan kemudahan dalam analisis spasial, berulang, kontinu, serta meliputi wilayah relatif luas dengan biaya yang relatif murah dan cepat bila dibandingkan dengan survei terestris. Artinya, data inderaja mampu menyediakan informasi obyektif, andal dan ekonomis dalam usaha inventarisasi, pemantauan maupun evaluasi sumberdaya.
Dari uraian latar belakang di atas, maka diperlukan penelitian untuk memecahkan permasalahan di Segara Anakan, yaitu: 1) Apakah telah terjadi penurunan kualitas lingkungan di kawasan perairan Segara Anakan ?, 2) Bagaimana caranya mengevaluasi kondisi kualitas lingkungan dengan biaya dan tenaga seminimal mungkin?, dan 3). Apakah data penginderaan jauh (inderaja) dapat digunakan untuk melakukan evaluasi kualitas lingkungan ?
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengkaji kondisi kualitas lingkungan kawasan perairan Segara Anakan dengan melihat apakah telah terjadi penurunan kualitas lingkungan dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2000, 2) Mengkaji cara melakukan evaluasi kualitas lingkungan dengan biaya dan tenaga seminimal mungkin dan 3) Mengkaji kemampuan data inderaja dalam mengevaluasi kondisi lingkungan di kawasan perairan Segara Anakan.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan dalam menentukan cara yang efisien untuk mengevaluasi kondisi lingkungan. Cara dan metoda yang sama diharapkan dapat dimodifikasi dan diaplikasikan untuk kawasan perairan wilayah Indonesia lainnya.
Analisis inderaja yang dilakukan mencakup analisis mangrove, analisis perubahan penutup lahan dan analisis kualitas perairan. Penutup lahan di kawasan ini dibagi menjadi 9 (sembilan) kelas, yaitu : 1) Perairan, mencakup sungai, danau dan laut, 2) Rawa, 3) Tambak, 4) Hutan mangrove, 5) Sawah, 6) Tegalan, yang meliputi kebun dan lahan pekarangan, 7) Hutan, 8) Lahan kosong dan 9) Permukiman. Parameter kualitas perairan yang akan dideteksi menggunakan data inderaja adalah beberapa parameter yang merupakan parameter yang dapat digunakan dalam evaluasi kualitas lingkungan, yaitu Kekeruhan, TSS (Total Suspended Solid), Kandungan Pb , Kandungan minyak dan BOD (Biochemycal Oxygen Demand).
Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian laboratorium untuk analisis data inderaja dan survey lapangan untuk memperoleh kelengkapan data mengenai posisi dan lokasi obyek pengamatan, pengukuran parameter kualitas perairan, dan pengumpulan data sosial ekonomi. Kelengkapan data lapangan juga di peroleh dengan memanfaatkan data sekunder, baik berupa hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan maupun data hasil olahan dari Biro Pusat Statistik.
Analisis inderaja dilakukan dengan melalui beberapa tahap, yaitu; 1) Tahap pra pengolahan yang mencakup proses-proses koreksi data citra inderaja, meliputi koreksi geometri presisi dan koreksi atmosfer, 2) Proses pengolahan data citra itu sendiri yang dilakukan dengan menggabungkan data-data hasil pengukuran di lapangan sebagai acuan uji ketelitian.
Hasil analisis data citra inderaja menunjukkan tiga hal, yaitu: 1) Hutan mangrove di kawasan ini terus menerus mengalami penurunan luasan dan perubahan tingkat kerapatan selama enam tahun pengamatan, yaitu dari tahun 1994 sampai tahun 2000, 2) Konversi penggunaan lahan dari penutup lahan yang satu menjadi penutup lahan lainnya banyak terjadi di kawasan ini, akan tetapi konversi yang terjadi seringkali dilakukan tanpa perhitungan yang matang, dan 3)Kualitas perairan di kawasan ini menunjukkan kondisinya terus mengalami penurunan.
Dari hasil pengamatan dan analisis yang mendalam mengenai kondisi perairan Segara Anakan dan sekitarnya dapat disimpulkan dua hal, yaitu :
1) Telah terjadi penurunan kualitas lingkungan kawasan perairan Segara Anakan dan sekitarnya dari tahun 1994 sampai tahun 2000.
2) Data inderaja dengan cakupannya yang luas dan resolusi temporalnya yang tinggi serta karakteristik spektralnya yang baik mampu mengevaluasi kualitas lingkungan dengan melakukan analisis beberapa parameter, yaitu : 1) Analisisi perubahan luasan dan kerapatan mangrove, 2) Analisis perubahan penutup/penggunaan lahan dan 3) Analisis beberapa parameter kualitas perairan.
3) Jika dibandingkan dengan penelitian yang semata-mata mengandalkan hasil uji lapangan, biaya dari tenaga yang diperlukan dengan menggunakan data inderaja tidak terlalu besar.
Daftar kepustakaan : 43 (1982 - 2000)

Segara Anakan and its surrounding, located in Cilacap, Central Java, has been selected as study area. The area has a unique brackish ecosystem: an estuary which is protected and surrounded by brackish forest with very dynamic growth. The area is isolated from Indian Ocean as it covered by Nusakambangan island. However, sedimentation process in this estuary has been going very intensively during the last decade. The sedimentation of Segara Anakan is influenced by erosion that occurs in the watershed area in the north.
The function of Segara Anakan is nursery ground and habitat of various fish and shrimp species. Segara Anakan is also as fishing ground for local fishermen. Besides fishermen, people are also developing agriculture (rice field, mixed plants) and fish farming in possible areas.
Upper Segara Anakan area is fertile for agriculture. Many inhabitants rely their lives on farming. In improving agricultural production, people use pesticides. However, pesticides is often used excessively. As a result, the residue is often dumped into the rivers. The fast flow of Citanduy River and the hilly upland are bring the pesticides from farming area in the upper area down to lower area in the estuary. The condition of climate and rainfall may result in the decrease of pesticides concentration; however, any little amount will deposit around the estuary.
The changes in the last decade, especially the rapid sedimentation rate has resulted in the decrease of ecological function, which is indirectly reduce fish catch for local fishermen. Sedimentation has also resulted in the new land that covers some parts; consequently, Segara Anakan water area is reduced.
Application of Remote sensing technology to monitor the condition of the environment produces an optimal result, as remote sensing provides' capability in spatial analysis, repetitiveness, and covers relatively wide areas with relatively inexpensive and fast compared to terrestrial survey. This means that remote sensing is able to provide objective, reliable, and economical information in inventory, monitoring or assessment of resources.
The objectives of the study are : 1) to analyze the environmental condition of Segara Anakan waters by evaluating the condition of environmental quality from 1994 to 2000, 2) to analyze how to evaluate environment quality with minimum cost and effort, and 3)to assess the capability of remote sensing data in evaluation of environmental condition in Segara Anakan waters.
The result of the study is expected to be beneficial as inputs in determining the efficient method to evaluate environmental condition. Similar method is expected to be able to be modified and applied for other water areas in Indonesia.
Remote sensing analysis carried out consists of mangrove analysis, land cover changes analysis, and water quality analysis. Land cover in this area divided into nine classes, that is : 1) water, including river, lake and sea, 2) swamp, 3) ponds, 4) mangrove forest, 5) rice field, 6) mixed plant, 7) forest, 8) bare land, and 9) settlement. Parameters of water quality detected from remote sensing data are turbidity, Total Suspended Solid (TSS), Plumbum (Pb), oil and Biochemical Oxygen Demand (BOD).
The study is a laboratory research for analysis of remote sensing data and field survey to gain and locate observation, measurement of water quality, and collecting social and economy data. Field data is also obtained from secondary data, that is the result of previous research and from Statistical Central Agency.
Remote sensing analysis is carried out in several steps, that is : 1) pre processing, including precision geometric correction and atmospheric correction, and 2) image processing by using field data as references of accuracy.
The result of remote sensing data analysis shows three points: 1) mangrove forest in this area has been continuously experiencing a decreasing acreage and change in density level during 6 years of observations, from 1994 to 2000, and 2) conversion of land use from one land cover into another has been continuously happened in this area, hence quality of the environment in the area shows a continuous decrease.
From the result of observations and analysis of condition of Segara Anakan and surrounding waters, two points can be concluded, that is :
1. Environmental quality in Segara Anakan and surrounding waters have declined from 1994 to 2000
2. Remote sensing data with wide coverage, high temporal resolution, and its good spectral characteristic is capable of evaluating environmental condition by using analysis of several parameters, that is: 1) Analysis of mangrove acreage and density changes, 2) Analysis of land use/cover changes, and 3) Analysis of water quality parameters.
3. Compared to research that relies only on terrestrial observation, cost and effort using remote sensing data are relatively small.
Number References : 43 (1982 - 2000)
"
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T14628
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisrina Alifah Sauda
"Beras merupakan bahan pangan pokok dengan tingkat kebutuhan tinggi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang menjadi produsen padi terbesar di kawasan ini. Sektor pertanian, khususnya produksi padi, berperan penting dalam mendukung misi Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mencapai ketahanan pangan. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan dan perubahan iklim mengancam keberlanjutan produksi padi, termasuk di Kabupaten Indramayu, salah satu lumbung padi utama di Jawa Barat. Untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan, pemetaan padi berbasis pengindraan jauh menjadi solusi yang efisien, memanfaatkan teknologi satelit seperti Sentinel-2 dan Landsat-8. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi padi di Kabupaten Indramayu dengan mengintegrasikan metode Convolutional Neural Network (CNN) untuk ekstraksi fitur spektral-temporal dan algoritma Extreme Gradient Boosting (XGBoost) untuk klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema fitur terbaik, yaitu kombinasi data Raw Spectral Bands dengan NDVI, menghasilkan tingkat Overall Accuracy tertinggi sebesar 98,90%. Selain itu, metrik evaluasi lainnya seperti Recall, Precision, dan F1-Score juga menunjukkan hasil tertinggi, masing-masing sebesar 98,90%, yang mencerminkan kemampuan model yang konsisten dalam membedakan area padi dan non-padi. Model CNN-XGBoost menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan model CNN murni, dengan akurasi yang lebih tinggi dan hasil evaluasi yang lebih optimal. Dengan memanfaatkan data multispektral dan multitemporal dari kedua satelit, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk pengelolaan pertanian yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya ketahanan pangan nasional.

Rice is a staple food with high demand in Southeast Asia, including Indonesia, which is the largest rice producer in the region. The agricultural sector, particularly rice production, plays a crucial role in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs) for achieving food security. However, challenges such as land conversion and climate change threaten the sustainability of rice production, including in Indramayu Regency, one of the main rice granaries in West Java. To support sustainable agricultural land management, rice mapping based on remote sensing provides an efficient solution, utilizing satellite technologies such as Sentinel-2 and Landsat-8. This study aims to map the distribution of rice in Indramayu Regency by integrating the Convolutional Neural Network (CNN) method for spectral-temporal feature extraction and the Extreme Gradient Boosting (XGBoost) algorithm for classification. The results show that the best feature scheme, a combination of Raw Spectral Bands and NDVI, achieves the highest Overall Accuracy of 98.90%. Additionally, other evaluation metrics such as Recall, Precision, and F1-Score also show the highest values, each at 98.90%, reflecting the model's consistent ability to distinguish between rice and non-rice areas. The CNN-XGBoost model outperforms the pure CNN model, with higher accuracy and better evaluation results. By utilizing multispectral and multitemporal data from both satellites, this study significantly contributes to data-driven decision-making for sustainable agricultural management, while strengthening national food security efforts."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Kumar
"Pengendali konvensional dengan parameter yang tetap tidak dapat mengatasi sistem yang mengalami perubahan parameter seiring berjalannya waktu, sehingga unjuk kerja lingkar tertutup akan mengalami penurunan bahkan dapat mengakibatkan ketidakstabilan. Sedangkan pada kenyataannya, sistem nyata sangat dinamis sehingga memungkinkan perubahan-perubahan karakteristik sistem yang harus diantisipasi oleh pengendali. Dalam skripsi ini dilakukan perancangan dan implementasi sistem kendali adaptif dengan menggunakan bantuan perangkat komputer secara waktu-nyata (real-time) pada Pressure Process Rig (38-714, Feedback Instruments Limited) dengan menggunakan Metode Kuadrat Terkecil Rekursif sebagai estimator dan Metode Penempatan Kutub sebagai aturan sintesa parameter pengendali. Pengendalian dilakukan dengan membandingkan dua struktur, yaitu pengendali dengan Dua-derajat-kebebasan (Two-degree-of-freedom Controller) dan Kendali Kenaikan (Incremental Control). Keberhasilan pengendalian swatala ditunjukkan oleh penggunaan struktur pengendali dengan Kendali Kenaikan, yang ditandai dengan hilangnya galat tunak dalam waktu antara 10 hingga 20 detik setelah titik kerja baru diaplikasikan. Pengendalian ini dilakukan dengan menentukan letak kutub-kutub lingkar tertutup pada titik 71,2,3 = +0,92, +0,92, dan +1,0 dan lambda RLS sebesar 0,9999. Struktur pengendali dengan Dua-derajat-kebebasan tidak dapat diterapkan dengan baik karena ketidakidealan dan ketidaklinearan yang dimiliki oleh Pressure Process Rig."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S40032
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harykin Muliono
"Telah dilakukan penentuan karakteristik sumber beta 90Sr/90Y dengan menggunakan simulasi Monte Carlo BEAMnrc yang berbasiskan metode Monte Carlo serta penghitungan BEAMDP dan FLURZnrc terutama fluks dan energi-fluks sebagai fungsi posisi, distribusi energi-fluks, distribusi energi spektral, serta distribusi energi rata-rata. Energi rata-rata radiasi elektron yang dihasilkan berkisar 0,75 MeV dan foton pada 0,15 MeV. Partikel radiasi elektron masih dominan dengan jumlah partikel lebih dari 54% jumlah total partikel radiasi (berdasarkan fluks vs posisi, dan distribusi energi spektral), dan energi-fluks maksimumnya sekitar 1,9x10-5 partikel.MeV (87%). Distribusi energi-fluks menunjukkan nilai maksimum di sekitar 7x10-6 partikel.MeV pada energi 0,96 MeV untuk elektron, dan 3,9x10-6 partikel.MeV pada energi 0,10 MeV untuk foton. Juga diperoleh kepastian ketidakhadiran positron. Besar dosis keluaran (menggunakan DOSXYZ) sumber radiasi di sekitar permukaan sumber adalah 3,6x10-13 Gy dan menurun secara eksponensial ketika menjauhi sumber.

A Monte Carlo study has been done on 90Sr/90Y beta source using BEAMnrc protocol including BEAMDP and FLURZnrc calculation to determine flux and energy-flux as a function of positions, energy-flux and energy spectral distribution, and also average energy. Average electron energy was found to be 0.75 MeV and average photon energy at 0.15 MeV. The domination of electron were shown by more than 54% in number (based on flux vs. position, and energy spectral distribution), and the maximum of energy-flux was about 1.9x10-5 particle.MeV (87%). Energy-flux distribution showed that the maximum value was about 7x10-6 particle.MeV at 0.96 MeV for electron, and 3.9x10-6 particle.MeV at 0.10 MeV for photon. There is a definite absence of positron. Dose around the surface were found using DOSXYZ source to be 3.6x10-13 Gy and it is exponentially decayed at distance."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T21081
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Soegeng
Yokyakarta: Andi,
005.26 SOE k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>