Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 197334 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Micky Mintarsyah
"Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk melakukan observasi tentang struktur kepemilikan dan hubungannya dengan tingkat profitabilitas perusahaan di sektor primer dan sekunder. Terdapat 5 (lima) faktor yang dipertimbangkan untuk menjelaskan tingkat profitabilitas yaitu siruktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajemen, struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saharn terbesar, tingkat pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan tingkat leverage. Data yang digunakan sebagai sampel penelitian ini adalah sebanyak 78 (tujuhpuluh delapan) perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 - 2006 untuk seluruh sektor kecuali sektor keuangan. Sampel data penelitian, yang sebelurnnya ditentukan dengan mengguuakan metode purposive sampling, terbagi menjadi 2 (dua) sektor industri yaitu (1) sektor primer yang terdiri dari pertanian, peternakan, dan pertambangan, dan (1) sektor sekunder yang terdiri dari industri dasar dan kimia, aneka industri, industri barang konsurnsi, property dan real estate, infrastruktur, utilitas dan transpartasi, dan perdagangan jasa dan investasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Regresi Berganda (multiple regression method) dengan software SPSS dan eviews untuk pengolahan data.
Hasil penelitian atas struktur kepemilikan terhadap profitabilitas perusahaan di sektor primer dan sekunder adalah sebagai berikut :
a) Pada sektor primer, struktur kepemilikan saham memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat profitabilitas perusahaan dimana kepemilikan saham oleh manajemen perusahaan berpengaruh negatif sedangkan kepemilikan saham oleh lima pemegang saham terbesar memiliki pengaruh yang positif, b) Pada sektor sekunder, lebih khusus lagi perusahaan sekunder dengan skala kecil, struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saham terbesar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tingkat profitabilitas perusahaan. Sedangkan struktur kepemilikan saham oleh manajemen pada sektor sekunder baik pada skala besar maupun kecil, memiliki pengaruh yang negatif terhadap profitabilitas perusahaan akan tetapi tidak signifikan.
Hasil penelitian di atas mengindikasikan bahwa pada perusahaan-perusahaan di sektor primer dan perusahaan sekunder dalam skala kecil, para pemegang saham yang non¬manajemen memiliki kemampuan untuk mengontrol manajemen perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Selain itu, dari hasil penelitian di atas juga dapat diketahui bahwa kepemilikan saham oleh manajemen perusahaan baik pada sektor primer maupun sekunder kemungkinan tidak-lah efektif dalam hal peningkatan profitabilitas perusahaan.
Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perusahaan-perusahaan sekunder dengan skala besar, struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saham terbesar memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Dengan dernikian, masalah keagenan (agency problems) kemungkinan bisa terjadi pada jenis perusahaan tersebut. Sebaliknya, pada perusahaan-perusahaan di sektor primer dan sekunder yang dalam skala kecil, masalah keagenan (agency problems) kemungkinan tidak terjadi. Disamping itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pada sektor primer dapat lebih profitable jika mampu rneningkatkan pertumbuhan penjualannya, akan tetapi hal ini belum tentu terjadi pada perusahaan-perusahaan di sektor sekunder. Sedangkan pada perusahaan-perusahaan di sektor sekunder, tingginya tingkat leverage dapat menurunkan profitabilitas perusahaan dan sebaliknya, besarnya ukuran perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Dari hasil penelitian, di bawah ini adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan oleh para (talon) investor dalam hat pengambilan keputusan investasi atau bagi perusahaan sebagai ukuran peningkatan/ penurunan profitabilitas, sebagai berikut:
a) Pada perusahaan-perusahaan di sektor primer: rasio struktur kepemilikan saham (baik yang dimiliki oleh manajemen perusahaan maupun oleh lima pemegang saham terbesar) dan tingkat pertumbuhan penjualan. b) Pada perusahaan-perusahaan di sektor sekunder, lebih khusus lagi perusahaan sekunder dengan skala kecil : rasio struktur kepemilikan saham yang dimiliki oleh lima pemegang saham terbesar dan tingkat leverage.

The main objective of this research is to conduct an observation of ownership structure and its correlation with profitability of firms in the sectors of primary and secondary. There are 5 (five) factors taken into consideration to examine level of profitability, which are percentage of shares owned by the management, percentage of shares owned by the five biggest shareholders, sales growth, the company's size, and level of leverage. Data used as samples for the purpose of this research are pooling data for 78 (seventy-eight) firms listed at the Indonesian Stock Exchange from 2005 to 2006 for all sectors, excluding financial sectors. The samples of data for research, which was previously determined by using the purposive sampling method, has been divided into 2 (two) industrial sectors which are (1) primary sector consisting of agriculture, farmer and mining industries, and (2) secondary sector consisting of basic and chemical substance industry, other various industries, consumer products industry, property and real estate, infrastructure, utility and transportation, and trading services and investment. The method used for this research is Multiple Regression Method with application of software SPSS and reviews for analysis of data.
The result from research on the impact of the ownership structure to level of profitability of firms in sectors primary and secondary is summarized as follows: a) On primary sectors, the shares ownership structure has significant impact to profitability level of firms, in which shares ownership by management of the firm has negative impact and shares ownership by top five biggest shareholders has positive impact. b) On secondary sectors, especially to firms on secondary sector categorized under small scale firm, the structure of ownership by the top five biggest shareholders have positive and significant impact to level of profitability of the firm. On the other hand, structure of shares ownership by management on secondary sectors, either on big or small scale firm, have negative impact to profitability level of firms, however, this impact is not significant.
The above result of research indicates that for small scale furs in the primary and secondary sectors, their non-management shareholders have more capability in controlling management of the firms in running operational activities. In addition, from the result of the research it can be identified that shares ownership by management of firms in primary or secondary sectors may not be effective in increasing level of profitability of firms.
Further, the result of research indicates that for big scale firms in secondary sectors, the structure of shares owership by top five biggest shareholders have insignificant impact on profitability level of firms. Therefore, agency problems may occur on such type of firms. On the other hand, for small scale firms in primary and secondary sectors, the agency problems may not occur.
Furthermore, the result of research also indicates that companies in the primary sectors can have more profitability if it can increase its sales growth, however, this may not have impact on firms in secondary sectors. For firms in the secondary sectors, the high level of leverage may reduce profitability of firms and, on the other hand, the size of a firm may increase profitability of a firm.
Resulting from the research indicates that the following factors will need to be considered by (potential) investors in making investment decision or company's decision as measurement in determining the increase/decrease of profitability: a) On firms in the primary sectors : shares ownership structure (either owned by management of firms or by top five biggest shareholders) and level of sales growth. b) On firms in the secondary sectors, especially small scale secondary firms: structures of shares ownership by top five biggest shareholders and level of leverage."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T 24354
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
I Made Dodi Narindra
"Sebagai bagian terpenting dari penilaian perusahaan, profitabilitas telah menjadi ukuran standar untuk dipakai sebagai proksi dari kinerja perusahaan. Banyak penelitian berusaha mengungkapkan faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas perusahaan dari waktu ke waktu seiring dengan dinamisnya dunia usaha.
Tugas dari manajemen adalah memaksimalkan profitabilitas perusahaan. Konsistensi dari manajemen untuk tetap menjalankan perusahaan sesuai dengan kepentingan pemilik adalah wujud dari good corporate governance. Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana pengaruh dari konsentrasi kepemilikan saham dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan publik di Indonesia dan seberapa besar pengaruh pemegang saham terhadap tingkat efisiensi perusahaan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pemegang saham pada perusahaan publik di Indonesia terhadap kinerja perusahaan. Dengan menggunakan data panel dari konsentrasi kepemilikan saham dan rasio keuangan perusahaan untuk 190 perusahaan publik di Indonesia dalam periode tahun 1999-2004 , dilakukan analisa untuk mengetahui apakah konsentrasi kepemilikan saham dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan di Indonesia. Dalam menganalisa data, digunakan metode rerata set untuk mendapatkan rata-rata profitabilitas pada masing-masing kelompok perusahaan berdasarkan klasifikasi struktur kepemilikan dan ukuran perusahaan yang telah dibuat.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingginya konsentrasi kepemilikan saham dan ukuran perusahaan di Indonesia tidak menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan untuk profitabilitas RDA. Namun terdapat perbedaan yang signifikan dari rata-rata profitabilitas NPM menurut klasifikasi konsentrasi kepemilikan sahamnya dan ukuran perusahaan, dengan kepemilikan dominan terbukti memiliki peran besar dalam memberikan pengaruh yang lebih bail( terhadap profitabilitas perusahaan. Dari semua variabel yang terpilih sebagai variabel penjelas, leverage merupakan faktor terpenting dalam memengaruhi profitabilitas pada perusahaan publik di Indonesia

Profitability is a very important aspect of business. The task of management is maximization of profit. The management consistency to run firm on behalf of owner's interests is the implication of good corporate governance. This paper is, focused to the influence of ownership concentration and size of the firm on firm profitability in Indonesia public firms.
Management objective is to maximize firm's profitability. Conducting good corporate governance on behalf pf owner's interest would drive firm to be consistent to pursue firm's objective. This study focus on how ownership concentration and scale of the firm influence on firm's profitability. For some extend, ownership concentration would influence the efficiency of the firm.
This study investigates the effect of large block shareholders on publicly listed firms in Indonesia by examining the impact of different patterns of ownership structure on performance. Using a panel data of ownership concentration and accounting ratio of 190 public firms in Indonesia for 1999-2004 period, I analyze weather large block holder and size of the firm are related to firm profitability. Cell mean model is used to analyze the collected data in order to obtain profitability mean of each group of firm in terms of ownership and size of the firm.
The result evidence that highly concentrated of ownership in Indonesia and size of the firm are not significantly affect firm's return on assets (ROA). On the contrary, other performance measurement, ?VP Ad, is found significantly different for each of classified firms in terms of ownership and size of the firm. From all chosen explanatory variables, leverage is the most influencing variable on firm profitability.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T20274
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marvin Charlie Chan
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris akan pengaruh kepemilikan pemerintah terhadap kualitas laba perusahaan selama periode krisis keuangan global 2008. Pada dasarnya, kepemilikan pemerintah terhadap perusahaan dipercaya dapat mempengaruhi insentif pelaporan keuangan, sehingga kualitas laba dari kedua jenis perusahaan, BUMN dan perusahaan non-BUMN, dapat berbeda. Proksi yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui kualitas laba adalah discretionary accruals. Penelitian ini menemukan bahwa perusahaan milik pemerintah memiliki kualitas laba yang lebih buruk dibandingkan dengan perusahaan non-BUMN. Penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya karena menggunakan kualitas laba sebagai proksi untuk mengetahui pengaruh dari kepemilikan pemerintah, bukan performa perusahaan

ABSTRACT
This research aims to examine the effect of government ownership on earnings quality during global financial crisis 2008 In Indonesia. In particular, state-ownership of companies is believed to influence reporting incentives, which may differ the earnings quality between state-owned enterprises and non-state-owned enterprises. This research uses discretionary accruals as the proxy of earnings quality. This research finds that the earnings quality of state-owned enterprises in Indonesia is lower than their counterparts?non-state-owned enterprises?even during global financial crisis 2008. While many studies test the effect of government ownership during global financial crisis by using performance as a proxy, this research uses earnings quality of companies as the main proxy.;"
2016
S64873
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reza Putra Aryanto
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan EBITDA terhadap intensitas investasi di perusahaan-perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan bagaimana tingkat growth opportunity perusahaan mempengaruhi hubungan EBITDA terhadap intensitas investasi. Penelitian menggunakan sampel perusahaan-perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2007-2011. Hasil penelitian menunjukkan nilai EBITDA perusahaan berubungan positif signifikan terhadap intensitas investasi perusahaan di periode berikutnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat growth opportunity yang tinggi memiliki pengaruh EBITDA yang lebih besar terhadap intensitas investasi perusahaan.
This research is aimed to identify the relationship between EBITDA and investment intensity on companies listed in Indonesia Stock Exchange and how the growth opportunity level affects the relationship between EBITDA and investment intensity. This research uses non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange from 2007 to 2011 as research samples. The result shows the value of EBITDA has significant positive association with the investment intensity in the next period. This result also shows that companies with high level of growth opportunity have greater EBITDA influence on the investment intensity of the companies."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S47082
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dela Priba Rani
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas tingkat pengungkapan terhadap manajemen laba. Pengungkapan merupakan langkah akhir dalam penyajian informasi yang berguna untuk mengambil keputusan bisnis. Pengukurannya berdasar index of disclosure themes. Penelitian menggunakan perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI tahun 2013 ndash; 2015 yang mana diolah melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tingkat pengungkapan berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba.

This study aimed to analyze the influence of the quality level of disclosure on earnings management. Disclosure is the final step in the presentation of useful information for making business decisions. The measurement is based on the index of disclosure themes. The study used a manufacturing company listed on the Stock Exchange in 2013 2015 which is processed by multiple linear regression. The results showed that the quality level of disclosure of significant negative effect on earnings management."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S65911
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yanivi S. Bachtiar
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara manajemen laba dengan tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan. Manajemen laba dalam laporan keuangan dapat dilakukan melalui dasar akrual dan fleksibilitas yang dimiliki oleh pihak manajemen sebagai pembuat laporan keuangan. Pihak manajemen juga menentukan kelengkapan dari tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan. Karena pihak manajemen menentukan sejauh mana manajemen laba yang dilakukan maka keputusan ini juga akan mempengaruhi kelengkapan dari informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan persamaan simultan untuk meneliti hipotesa awal yaitu apakah manajemen laba berkorelasi negatif dengan tingkat pengungkapan laporan keuangan. Tingkat pengungkapan yang digunakan berasal dari indeks tingkat pengungkapan sukarela dari penelitian sebelumnya, sementara manajemen laba diukur melalui discretionary accruals yang dihitung dari model Jones yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hipotesa awal dapat dibuktikan yaitu bahwa rnanajemen laba berkorelasi negatif dengan tingkat pengungkapan laporan keuangan. Meskipun begitu perlu diperhatikan kelemahan dari pengukuran indeks pengukuran yang hanya mengukur kelengkapan item yang diungkapkan. Perusahaan yang mengungkapkan lebih sedikit item diberikan skor yang lebih kecil tanpa mernperhatikan relevansi dari item yang diungkapkan. Korelasi negatif ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang mengungkapkan lebih banyak informasi cenderung tidak banyak melakukan rnanajemen laba dan sebaliknya. Adanya hubungan negatif antara tingkat pengungkapan sukarela dan manajemen laba mencerminkan bahwa manajemen menggunakan fleksibilitas dalam menentukan tingkat pengungkapan untuk melakukan manajemen laba dalam bentuk discretionary accruals. Karenanya impplikasi penelitian ini adalah mendukung badan pengatur pasar modal, dalam hal ini Bursa Efek Jakarta dan Bapepem, untuk mewajibkan perusahaan yang tercatat di Bursa mengungkapkan lebih banyak Iagi informasi untuk mengurangi kemungkinan dilakukannya manajemen laba dalam pengukuran laba bersih perusahaan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T20557
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anies Ajeng Garahita
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi terhadap profitabilitas sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Jumlah observasi dalam penelitian ini berjumlah 162 data observasi. Desain penelitian ini adalah desain explanatory research. Data penelitian ini diolah dengan perangkat lunak Eviews 9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage memiliki hasil postif signifikan terhadap profitabilitas perusahaan dan leverage dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi memiliki hasil yang negatif signifikan pada perusahaan kecil, serta pengaruh positif tidak signifikan pada perusahaan besar dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi terhadap profitabilitas perusahaan di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

This study aims to determine the effect of leverage and firm size as a moderating variable to the profitability of the consumer goods industry sector listed on the Indonesian stock exchange. The number of observations in this study is 162 observational data. The design of this research is explanatory research design. This research data is processed by software Eviews 9.
The result of research indicate that leverage have significant positive result to company profitability and leverage with firm size as moderation variable have negative significant result in small company, and positive insignificant result at large company with firm size as a moderating variable to the profitability of firms in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S67661
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmat Basuki
"Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam bisnis di Indonesia telah ada sejak zaman revolusi kemerdekaan hingga saat ini, pada awalnya hal tersebut dimaksudkan hanya untuk menutupi kekurangan anggaran dari pemerintah serta kesejahteraan prajurit TNI yang tidak dapat dipenuhi dari anggaran saja. Permasalahan timbul ketika lahirnya Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI yang mengatur tentang penertiban bisnis militer tersebut. Selanjutnya, titik berat masalah terletak pada penggunaan fasilitas negara oleh badan hukum milik TNI, sehingga tidak jelas aturan, status hukum serta kepemilikan unit usaha tersebut. Pokok permasalahan adalah mengapa Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendirikan badan usaha yang menghasilkan keuntungan? dan badan hukum apakah yang sesuai dengan kriteria Undang-undang nomor 34 Tahun 2004? Serta bagaimana status hukum keuangan dalam perseroan yang didirikan oleh TNI? dalam penulisan ini, digunakan penelitian kepustakaan yang bersifat yuridis normatif, memakai studi dokumen atau studi kepustakaan dan wawancara sebagai alat pengumpulan data, sedangkan studi dokumen tersebut menggunakan bahan hukum primer dan sekunder, lalu setelah dilakukan analisa.
Simpulan dalam penulisan ini adalah TNI mendirikan mendirikan unit-unit usaha untuk menutupi kekurangan anggaran yang tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah, sedangkan badan hukum yang sesuai adalah badan hukum yang masih dapat menggunakan fasilitas negara sebagai asetnya, tetapi tetap memberikan keuntungan bagi TNI untuk menutupi kekurangan anggaran yang ada. Bentuk badan hukum yang cocok adalah Persero. Mengenai status hukum keuangannya, Persero merupakan ruang lingkup keuangan negara, sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, yangmenyatakan kekayaan pihak lain yang menggunakan fasilitas negara merupakan ruang lingkup kekayaan negara. Saran dalam penulisan ini, pembentukan persero hendaknya dilandasi peraturan perundang-undangan seperti peraturan pemerintah agar dapat menjadi dasar serta memperkuat keputusan pemisahan kekayaan negara yang akan dijadikan aset persero. Terakhir, Solusi penertiban bisnis TNI hendaknya bersifat menguntungkan semua pihak, baik pemerintah maupun TNI sendiri."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2006
T16577
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mahdiah Aulia
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan kualitas laba perusahaan shariah compliant dan non shariah compliant di Indonesia. Penelitian ini juga menguji peran periode krisis sebagai variabel moderasi yang mempengaruhi hubungan kategorisasi perusahaan tersebut dengan kualitas labanya. Dengan menggunakan 970 observasi yang terdiri atas 194 perusahaan dengan periode 2008-
2012, ditemukan bukti bahwa kualitas laba perusahaan shariah compliant lebih tinggi secara signifikan dibandingkan perusahaan non shariah compliant. Periode krisis terbukti mempengaruhi hubungan kategorisasi perusahaan dengan kualitas labanya, dimana periode krisis memperkecil perbedaan kualitas laba perusahaan shariah compliant dan non shariah compliant di Indonesia.

ABSTRACT
This study is aimed to investigate the difference between quality of earnings in shariah compliant and non shariah compliant firms in Indonesia. This study is also aimed to examine the role of crisis period as the moderating variable that influence the relationship between each firms categorization and their quality of earnings. Using 970 observations consisted of 194 firms in 2008-2012, it is found that the quality of earnings in shariah compliant firms are significantly higher than in non shariah compliant firms. Furthermore, crisis period is proven significantly influence the relationship between firms categorization and the quality of earnings; the difference between quality of earnings in shariah compliant and non shariah compliant firms become smaller in crisis period."
2017
S66107
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salangka, Max Karel
"The result of this study show that the owner managers tend to view the accounting information as an absolute truth seen from its function as a means of score keeping, attention directing and problem solving.
Another findings indicate that the owner managers have a fairly positive perception on the capability of the professional managers (non-owner managers) in increasing the welfare of their principal. However, they are still concerned about the negative side of professional managers performance, that is, selfishness.
In spite of this negative perception mentioned above, the owner managers still believe that there are some control devices that can be used as a set of tools for overcoming this potential negative behavior.
Another interesting findings indicates that although the sub-ordinates (non-owner managers) are often involved in financial decision making process, the final decisions still to be made by the owner managers.
Further analysis, employing regression technique, proves that the degree of participation in financial decision making process is influenced by the owner managers' perception on accounting information and the role of professional managers (non-owner managers). It implies that the more positive the owner managers' perception on the accounting information and the role of professional managers, the higher the degree of possibility of professional managers' involvement in financial decision making process is.
Business and personal characteristics were also analyzed in connection with the owner managers' responses on financial control problem.
By using ANOVA technique, the result of this study can be summarized as follows:
- The more complex the organization is , the more positive the owner managers; perceptions on the accounting information and the professional managers (non-owner-managers) capability and also the reliability of control devices in overcoming the negative behavior of professional managers are.
- The more complex the organization is, the more intensive the owner managers asking for advices from subordinate (non-owner managers) about financial problem is.
- The higher of initiation (in starting up the business) is, the more intensive the owner managers asking for advices from subordinates (non-owner managers) about financial problem is.
- The more intensive the owner managers in taking general management courses, the more intensive the owner managers involve the subordinates (non-owner managers) in financial decision making process and in asking for advice about financial problem are.
Concerning the results mentioned above, it is clear that the degree of open management practices in family- owned firms is influenced by several factors, such as organizational complexity (especially its structure), the degree of initiation, and the intensity in taking general management courses. In addition to the factors aforementioned, the owner-managers' perception on the accounting information and the role of professional managers (non-owner managers) also influence the degree of open management practices.
Implications
With regard to the results of the study described in previous pages, the implications of this study are as follows :
- The managerial style in family-owned firms in connection with financial decision making process tends to be centralisticanticipative.
- Centralization practices in making financial decision (i.e. final decision made by the owner managers, although the subordinate, non-owner managers, have been involved in decision making process) might reflects the precautionary motive in order to maintain their properties. This phenomenon might not be conclusive for supporting the organizational growth requirements when the family owned firms become bigger and more complex.
- The findings of this study also support the tentative statement given by the practitioners and management scientists in many seminar occasions (especially, Seminar on "Konsep Manajemen Indonesia" conducted at LPPM Jakarta in 1981) who stated that the managerial decision style in family-owned firms tend to be centralistic, more particularly in financial aspects. The owner-manager is a center power who play the role as "one-man show".
- Since the owner-managers tend to view the accounting information as an absolute truth, the functional fixation in making financial decisions might happen. As we know that every accounting system and procedures applied by accountant has implication on producing accounting information itself. Changes in accounting system and procedures will influence the content of accounting information. Without any adjustment, the information, will be misleading. It is clear that "functional fixation" refers to the human behavior that is unable to see to see alternatives meaning or uses and its implications.
- Since the owner managers tend to believe that there are some control devices that can beused effectively in order to overcome the negative behavior of professional managers (non-owner managers), the control devices such as internal audit, personal observation, budgetary control, etc. can be introduced.
- Management courses offered by management training institutions need to be incited. This effort hopefully can increase the professionalism of owner-managers, particularly in practicing the open management style in line with the organizational growth.
For further research, it is interesting to investigate the problem as follow :
in what ways the large scale family-owned firms, such as Astra Group, Salim Group, Mercu Buana Group, etc, are managing their business, especially regarding financial control ? Are their financial control practices comparable to the small scale one which has been studied in this thesis ?"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1989
T6616
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>