Ditemukan 77773 dokumen yang sesuai dengan query
Putri Istika Wardani
"Skripsi ini membahas mengenai morfometri ornamen gua (speleothem) dilihat dari kondisi fisik lorong gua di Kawasan Kars Buniayu, Sukabumi, Jawa Barat. Gua yang dijadikan sampel di kawasan tersebut, yaitu Gua Cipicung, Gua Landak dan Gua Caringin dengan ornamen gua (speleothem), yaitu stalactite, stalagmite, coloumn, draperies dan flowstone.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pada kawasan tersebut memiliki 6 tipe kondisi fisik lorong dan pada setiap kondisi fisik lorong gua tersebut memiliki morfometri ornamen gua (speleothem) yang berbeda-beda."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S34123
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Ira Megawati Gunawan Putri
"Penelitian ini mengkaji mengenai persebaran gua dan morfometri endokarst, dilihat dari geologi dan bentuk medan serta kondisi fisik lorong gua, di Kawasan Karst Tajur-Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran gua dan morfometri endokarst di kawasan tersebut.
Gua yang dijadikan sampel di kawasan tersebut, yaitu Gua Cikenceng dan Gua Cikarae dengan ornamen gua (speleothem), yaitu stalactite, stalagmite, column, draperies dan flowstone. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa sebaran gua lebih banyak terdapat di formasi Klapanunggal dan bentuk medan dataran bergelombang. Pada kawasan tersebut memiliki 5 (lima) tipe kondisi fisik lorong dan pada setiap kondisi fisik lorong gua tersebut memiliki morfometri ornamen gua (speleothem) yang berbeda-beda. Gua Cikarae memiliki jenis dan volume ornamen yang lebih bervariasi dibandingkan Gua Cikarae."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S34204
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Doni Sulistyono
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
S31296
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Yety Intarti
"Pengembangan Sistem informasi Penanggulangan Malaria dimaksudkan untuk mendukung pengambilan keputusan yang terkait dengan penanggulangan malaria di Kabupaten Sukabumi. Beberapa tahun terakhir sampai bulan Juni 2004, terjadi peningkatan kasus malaria yang sangat signifikan sehingga terjadi KLB di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan hal tersebut, perlu kiranya dikembangkan sistem yang dapat mencegah terjadinya peningkatan kasus dan kematian akibat malaria dengan pengembangan system surveilans dan penanggulangan penyakit malaria, serta sistem pengambilan keputusan yang sesuai. Prinsip dasar pengembangan sistem informasi ini adalah pemanfaatan mapping untuk mengkonversi data populasi dan kasus malaria serta data-data lain (fasilitas kesehatan) menjadi bentuk informasi visual seperti peta dan grafik untuk memfasilitasi interpretasi data surveilans serta mendukung pengambilan keputusan yang terkait dengan program penanggulangan malaria. Keluaran sistem informasi yang dihasilkan dengan berbasis pada analisis eksploratif di wilayah risiko tinggi, pengelompokan kasus, tren waktu, dan memantau kegiatan penanggulangan malaria.
The Development of Malaria Control Information System in Sukabumi District (West Java)The Development of Malaria Control Information System is intended to support the related decision makers to control malaria in Sukabumi District Up to June 2004, malaria cases increased significantly so outbreak occurred in some area in Sukabumi District. Based on that situation, it is necessary to develop information systems that could prevented the occurrence of the increasing cases and case fatality rate by the development of surveillance and malaria control system, and the decision making system appropriately. Basic principle of the information system development is mapping exploiting to convert population and malaria cases data and other (health facility) to be visual information form look like graph and map to facilitate surveillance interpretation which used as reference for supporting the related decision makers. The outputs of this information system are based on the explorative analysis method at the high risk area identification, subdividing of cases, time trend, and monitoring malaria control activities."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2004
T12537
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Norbertus Venantius Sulistyawan
"
ABSTRAKTelah dilakukan penelitian distribusi temporal Cyanophyta di Danau Lido Cigombong, Sukabumi, Jawa Barat pada bulan April--Mei 1994. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan tujuan mengetahui genusgenus, kepadatan, frekuensi kehadiran, serta pola distribusi temporal Cyanophyta di Danau Lido. Pengambilan sainpel djlakukan secara horizontal sepanjang 5 m dengan interval waktu 6 jam, yaitu pukul 06.00, 12.00, 18.00, dan 24.00 masing-masing pada arah utara, selatan, barat, dan timur yang saling tegak lurus pada satu stasiun penelitian dan diukur pula parameter lingkungan. Dari hasil penelitian diperoleh 3 genus Cyanophyta, yaitu 2 genus dari ordo Osoillatoriales dan 1 genus dan ordo Chroocoecales. Kepadatan genus tertinggi yaitu pada pukul 24.00 (Lyngbya 64 koloni/l; Microcystis 66 koloni/l; Oscillatoria 90 koloni/l), sedangkan kepadatan terendah pada pukul 12.00 (Lyngbya 15 koloni/l; Microcystis tidak ada; Oscillatoria 33 koloni/l). Frekuensi kehadiran Cyanophyta tinggi pada pukul 06.00, 18.00, dan 24.00 sedangkan frekuensi kehadiran rendah pada pukul 12.00. Distribusi Cyanophyta di Danau Lido menunjukkan pola acak dan merumpun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Danau Lido kurang baik untuk pertumbuhan Cyanophyta secara optimal."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1995
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Hona Dedi
"
ABSTRAK Penelitian distribusi temporal Chlorophyta telah dilakukan di Danau Lido, Cigombong, Sukabumi, Jawa Barat pada bulan April--Mei 1994. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui berbagai genus, kepadatan, frekuensi kehadiran, dan pola distribusi temporal Chlorophyta di Danau Lido. Pengambilan sampel dilakukan secara horizontal sepanjang 5 m dengan interval waktu 6 jam, yaitu pukul 06.00, 12.00, 18.00, dan 24.00, masing-masing dilakukan pada lokasi arah Utara, Selatan, Barat, dan Timur yang saling tegak lurus satu sama lainnya. Selain itu diukur pula berbagai parameter lingkungan. Dari hasil penelitian diperoleh 5 genus Chlorophyta, yaitu genus dari ordo Volvocales, 1 genus dari ordo Chlorellales, dan 1 genus dan ordo Zygnematales. Kepadatan Chlorophyta tertinggi terdapat pada pukul 06.00 dan terendah pada pukul 24.00. Frekuensi kehadiran Chlorophyta tertinggi terdapat pada pukul 06.00 dan terendah pada pukul 24.00. Distribusi Chlorophyta di Danau Lido menunjukan pola acak dan merumpun."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1996
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Utut Rara Putra
"Skripsi ini membahas tentang morfometri DAS di bagian barat pulau jawa dengan unit analisis pada DAS dengan anak sungai pada tingkat ke tiga atau lebih. Unit analisis tersebut didapatkan dari hasil deliniasi DAS dengan menggunakan citra ASTER GDEM sebagai data acuan ketinggian. Variabel morfometri yang diteliti mencakup sepuluh variabel yaitu luas, panjang sungai utama, keliling, kerapatan jaringan sungai, tingkat percabangan sungai, tekstur jaringan, nisbah membulat, nisbah memanjang, relief rasio dan gradien tingkat kemiringan DAS. Hasil perhitungan nilai masing - masing morfomteri DAS di Jawa Bagian Barat didapatkan karakteristik pada masing - masing variabel morfometri tersebut berdasarkan topografi dan lithologi batuannya.
Dari hasil analisis klustering dengan menggunakan metode kluster K-Means didapatkan hasil bahwa DAS - DAS mengelompok berdasarkan persamaan dari nilai rata - rata morfometri tersebut. Kelompok pertama merupakan DAS - DAS dengan nilai tekstur dan kerapatan jaringan paling rendah. Kelompok kedua dan ketiga dengan nilai gradien kemiringan dan tingkat percabangan sungai di atas nilai rata - rata. Kelompok keempat merupakan DAS - DAS dengan nilai rata - rata tekstur jaringan paling tinggi dan kluster kelima merupakan kelompok dengan nilai nisbah memanjang paling tinggi. Dari hasil uji nilai rata - rata, tidak terdapat perbedaan nilai morfometri yang signifikan antar batuan. Kemudian dari uji asosiasi didapatkan hasil bahwa kerapatan jaringan sungai yang tinggi berasosiasi dengan batuan vulkanik muda.
This thesis discusses the morphometry of sub-catchment area in the western part of Java island with unit analisis in order to sub-catchment area three or more. The sub-catchment area are result from catchment deliniation using ASTER GDEM as elevation reference. There are 10 variables morphometry studied, basin wide, the length of the main rivers, basin perimeter, drainage density, biffuraction ratio, drainage texture, circulation ratio, elongated ratio, relief ratio and the basin slope. From the calculation for each morphometric in the western part of Java Island, each morphometric have characteristic based of topography and rocks lithology. From clustering method using K-Means Cluster, each basin grouping by their same morphometric. First cluster are catchment area with lowest drainage tekstur and drainage density. Second and third group are catchment area with high basin slope and biffuraction ratio. Fourth cluster is basins with highest mean drainage textur and fifth cluster are basins with highest elongated ratio. From the test results mean - average, there are no significant differences between variables and rock lihology. Then be obtained from the association test brought a high density of river network associated with young volcanic rocks."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42121
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Muhammad Faqihuddin
"Pantai Selatan Kabupaten Sukabumi merupakan daerah dimana tempat bermuaranya berbagai sungai. Muara sungai merupakan daerah asuhan bagikehidupan larva ikan. Larva Ikan merupakan benih ikan yang dapat dikonsumsi danjuga bernilai ekonomis. Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap kehidupanlarva ikan impun adalah kondisi salinitas pada suatu perairan. Nilai salinitas dapatdiketahui dari hasil pengolahan citra satelit Landsat 8 OLI dengan menggunakanalgoritma Cimandiri Supriatna et al., 2016. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui dan menganalisis persebaran larva ikan di Pantai Selatan KabupatenSukabumi dan menganalisis hubungan nilai salinitas dengan curah hujan dankondisi oseanografis. Persebaran Larva Ikan berdasarkan nilai salinitas pada habitatlarva ikan di Pantai Selatan Kabupaten Sukabumi berkisar antara 14,10/0 - 25,860/00. Nilai salinitas semakin tinggi bila curah hujan rendah dan tingginya tinggi mukaair laut. Nilai salinitas rendah bila curah hujan tinggi dan rendahnya tinggi mukaair laut. Terpaparnya muara oleh arus permukaan laut maka nilai salinitas muaratersebut memiliki variasi yang rendah, muara tidak terpapar oleh arus pemukaanlaut maka nilai salinitas muara tersebut memilki variasi yang tinggi.
Pantai Selatan Kabupaten Sukabumi is the river rsquo s outlet area. It is an area of carefor the life of fish larvae. Larvae Fish can be consumed and also has a higheconomic value. One of the factors that affect the lives of fish larvae is the salinityconditions on waters. Salinity can be analyzing from the landsat 8 OLI satelliteimagery processing using Cimandiri algorithms Supriatna et al., 2016 . This study aims to determine and analyse the distribution of fish larvae at Pantai SelatanKabupaten Sukabumi and analyse the relationship between the value of salinitywith rainfall and the oceanographic conditions. Salinity values on larvae fish habitatin Pantai Selatan Kabupaten Sukabumi ranged from 14,10 00 ndash 25,860 00. The higher currents move, low rainfall, and sea in a state of low tide make salinity value increase. The lower of salinity value when high rainfall, sea state and low velocitytidal currents move."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67660
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
"Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam menerapkan program/instrumen dari Kemenrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal di daerah miskin yang belum bisa berjalan adalah belum terbentuknya dan belum berperannya kelembagaan masyarakat dalam hal ini KPP-SB yang dibentuk dari Organusasu Masyarakat Stemepat yang mana kelembagaan ini sangat mendukung pembangunan daerah baik di bidang ekonomi, infrastruktur, untuk itu perlu adanya partisipasi masyarakat pada proses perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi."
360 JHMTS 1:2 (2009)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
"Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam menerapkan program / instrument dari kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) di daerah miskin yang belum bisa berjalan adalah belum terbentuknya dan belum berperannya kelembagaan masyarakat dalam hal ini KPP-SB (Kader Pengerak Pembangunan Satu Bangsa) yang di bentuk dari Organisasi Masyuarakat Setempat (OMS) yg mana kelembagaan ini sangat mendukung pembangunan daerah baik di bidang ekonomi, infrastruktur, untuk itu perlu adanya partisipasi masyarakat pada proses perencanaan , pealaksanaan maupun evaluasi..."
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library