Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 39974 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Ruteng , capital of Kabupaten manggarai, is situated in the river sediment basin between Poco Ranakan in the southeast and Poco Kuwus in the southwest, at an elevation of 1000 m above mean sea level (msl)...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mill Sartika Indah
"

Cekungan Ardjuna merupakan cekungan hidrokarbon busur belakang yang sudah matang. Cekungan tersebut mampu berproduksi dan menyimpan resources migas yang belum dapat terpetakan dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian dari integrasi metode sikuen stratigrafi, inversi seismik, dan evaluasi petrofisika untuk memprediksi potensi hidrokarbon secara lebih rinci dan lebih akurat. Integrasi ini mampu menghasilkan informasi pada struktur contingent mulai dari Play konsep, sistem petroleum, dan property dari karakteristik reservoir, hingga pemetaan kawasan prospect serta evaluasi resiko temuan eksplorasi. Pemahaman karakteristik internal seismik membantu penarikan marker sikuen seismik stratigrafi dalam penampang seismik. Inversi seismik dapat membantu dalam determinasi penyebaran lithofasies, porositas, fluida di penampang seismik. Peta distribusi inversi seismik overlay dengan peta struktur kedalaman reservoir memberikan parameter luasan perangkap untuk reservoir target yang berada pada sistem pengendapan pasang surut. Evaluasi petrofisika dapat membantu memberikan property porositas, netpay thickness, saturasi fluida air, minyak dan gas. Sumberdaya contingent resources ditemukan pada zona target sebesar 5,92 MMBOE (P10 OOIP) dan 10,56 BCF (P10 OGIP). Sumberdaya Prospective Resources sebesar 12,25 MMBOE (P10 OOIP) dan 22.12 BCF (P10 OGIP).

 


The Ardjuna Basin is a mature back arc hydrocarbon basin. The basin is capable of producing and storing oil and gas resources that cannot be properly mapped. Therefore it is necessary to do a study of the integration of the stratigraphic sequence method, seismic inversion, and petrophysical evaluation to predict hydrocarbon potential in more detail and more accurately. This integration is able to produce information on contingent structures ranging from Play concepts, petroleum systems, and properties from reservoir characteristics, to prospect area mapping and evaluation of risk of exploration findings. Understanding of seismic internal characteristics helps draw stratigraphic sequential seismic markers in seismic cross sections. Seismic inversions can help in the determination of the spread of lithofasies, porosity, fluid in seismic sections. The overlay seismic inversion distribution map with a map of reservoir depth structure provides trapping area parameters for the target reservoir located in the tidal deposition system. Petrophysical evaluation can help provide porosity properties, netpay thickness, water, oil and gas fluid saturation. Contingent resources were found in the target zone of 5,92 MMBOE (P10 OOIP) and 10,56 BCF (P10 OGIP). Prospective Resources are 12,25 MMBOE (P10 OOIP) and 22,12 BCF (P10 OGIP).

"
2019
T52672
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Safitri Nurida
"ABSTRAK
Studi menggunakan metoda seismik telah diterapkan dalam penelitian ini untuk menginterpretasi dan mendelineasi penyebaran reservoar Gita sand di Lapangan S. Dengan menggunakan inversi seismik, kita bisa mendapatkan model geologi penyebaran reservoar melalui penampang dan slicing P-impedance. Lapangan S terletak di sebelah utara Cekungan Asri dan merupakan lapangan eksplorasi yang belum pernah ditemukan potensi hidrokarbon. Hipotesis awal dari analisa sensifitas menunjukkan bahwa data sumur memiliki sensifitas terhadap P-impedance untuk memisahkan litologi. Analisa hasil inversi membantu interpretasi model geologi menjadi lebih akurat dan juga menunjukkan bahwa reservoar tersebar di sekitar prospek eksplorasi Undip B-1. Hasil penelitian membuktikan bahwa prospek Undip B-1 dapat menjadi prospek hidrokarbon baru di lapangan S.

Abstract
Seismic inversion method has been applied to interpret and delineate reservoir distribution of Gita sand in S field. Using seismic inversion, it can get reservoir distribution model through P-impedance section and slicing. S field is exploration field located in the northern part of Asri Basin and there was no found hydrocarbon potential previously in this field. Initial review from sensitivity analysis shows that well data has sensitivity to p=impedance to classify lithology. The inversion result helps geological model interpretation to be more accurate and also shows resevoir distribution around exploration prospect Updip B-1. The result of this study prove that exploration prospect Updip B-1 can be new hydrocarbon prospect in S field"
2010
T29721
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Chrisnadi Susanto
"ABSTRAK
Studi inversi AVO melalui pendekatan simultaneous inversion di lapangan Alpha
didesain untuk mendapatkan model geologi dan geofisika di lapangan tersebut,
termasuk didalamnya distribusi dan geometri reservoar serta identifikasi fluida
hidrokarbon. Simultaneous inversion dilakukan pada data seismik angle stack dan
ditujukan untuk menghitung parameter elastis seperti densitas, Vp, Vs, impedansi
akustik (Zp) dan impedansi shear (Zs). Parameter tersebut selanjutnya digunakan
untuk karakterisasi reservoar deltaik dan mendelineasi hidrokarbon melalui
pendekatan lambda mu rho. Sebagai komparasi, dilakukan pula analisis atribut
berbasis amplitude pada data post stack dan angle-stack
Lapangan Alpha merupakan bagian dari Sanga-Sanga PSC dan terletak dibagian
selatan cekungan Kutai. Tebal reservoar batupasir umumnya kurang dari 10 meter
dan interbedded dengan coal. Seismically, batupasir dibawah resolusi tuning
thickness serta refleksi coal yang kuat berinterferensi dengan data seismik post-stack
konvensional.
Penampang impedansi akustik (Zp) turunan dari metoda ini telah memberikan
pemahaman yang lebih baik mengenai konektivitas, kontinyuitas, dan kompleksitas
reservoar deltaik secara vertikal, terutama pada area-area disekitar kontrol sumur.
Namun demikian, hasil simultaneous inversion secara umum menunjukkan bahwa
metoda LMR tidak memberikan separasi litologi dan identifikasi kandungan fluida
sesuai yang diharapkan. Sebaliknya, analisis atribut berbasis amplitude pada data
post-stack dan far-angle stack memberikan hasil interpretasi yang lebih memuaskan.

Abstract
The Alpha field simultaneous AVO inversion study was designed to provide
geological and geophysical model in the field including reservoir distribution and
geometry, and fluid potential identification. Simultaneous inversion was performed in
seismic angle stack volumes to obtain elastic parameters such as density, Vp, Vs,
acoustic impedance (Zp) and shear impedance (Zs). Those parameters are used to
characterize reservoir and delineate hydrocarbon throughout lambda mu rho
approaches. Moreover, amplitude-based attribute analysis also done to compare and
complete the analysis.
The study area is located in the sanga-sanga PSC to the south of Kutai basin. The
reservoir sands, statistically are less than 10 meters and inter-bedded with coals.
Seismically, the reservoir sands are below seismic tuning thickness resolution and
strong coal reflections interfere with the conventional post-stack seimic data.
The acoustic impedance section derived from this study has been giving better
understanding relates to reservoir connectivity, continuity, and complexity of the
deltaic reservoir, mainly in the area which closes to the well control. However, results
of inversion in general cannot meet the expectation of giving good lithology
separation and fluid content identification. On the other hand, amplitude-based
attribute analysis on post-stack and far-angle stack volume gives more specific result
in terms of reservoir geometry and fluid identification. "
Universitas Indonesia, 2012
T30158
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yodi Gautama
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39792
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joko Suharso
"Pengisian air melalui waduk resapan di Universitas Indonesia, Depok telah menimbulkan pencemaran. Dari hasil pengujian melalui laboratorium, parameter DO, COD, Nitrogen dan Phosfat melebihi nilai yang disyaratkan menurut Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001 (Kelas I) Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Untuk mengetahui sebaran pencemaran maka diperlukan pemodelan. Pemodelan didasarkan pada hukum kekekalan massa dengan mempertimbangkan proses adveksi dan dispersi. Pemodelan komputer dalam Visual Basic Application for Excel dibuat dengan pendekatan metode beda hingga dan menghasilkan visualisasi berupa grafik konsentrasi dan jarak. Dari berbagai variasi didapat jarak pencemaran terjauh 3500 m dengan konsentrasi tertinggi 370,30 mg/l.

Water recharge through artificial pond at university of indonesia, Depok caused water pollution. From the laboratory test, DO, COD, Nitrogen and phosphat parameter exceed the value that admitted by Goverment Regulation No. 82 year 2001 (class I) about Water quality management and water pollution control. For that, to understand the pollution distribution, it is necessary a numerical simulation. Numerical simulation based on the conservation of mass law by considering the advection and dispersion process. Numerical simulation by computer in visual basic application for excel made with finite-difference method approach and produce concentration and distance graphic visualitation. from many variation result that the longest pollution distance 3500 m with the highest concentration 370,30 mg/l."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1143
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Agung Rahmat Alfarisi
"ABSTRAK
Penelitian yang dilakukan di cekungan Sumatera Utara bertujuan untuk mengetahhui bagaimana kondisi batuan sedimen pra-tersier di bawah permukaan. Hal ini dilakukan karena adanya isu dimana batuan sedimen yang telah berumur pra-tersier diisukan belum semua nya termertamorfkan. Hal ini menjadi menarik karena ada kemungkinan cadangan minyak dan gas bumi yang tersimpan pada batuan sedimen pra-tersier. Metode gravitasi merupakan metode geofisika yang digunakan untuk memetakan struktur bawah permukaan. Karena nilai yang terukur oleh metode ini adalah nilai anomali gravitasi dari batuan yang ada di bawah permukaan. Metode inversi menggunakan persamaan Fast Fourier Transform pada aplikasi Matlab yang mana bertujuan untuk dapat membuat pemodelan dari bawah permukaan. Data masukan yang digunakan pada pemograman Matlab berupa nilai data anomali graitasi, jumlah kolom dan baris atau koordinat titik pengambilan data, nilai kedalaman rata-rata batuan atau lapisan targer, nilai kontras densitas batuan dan nilai kriteria konvergensi. Hasil pemograman menampilkan horizon bawah permukaan pada nilai kedalaman dan horizon hasil perhitungan nilai kedalaman dengan nilai anomali gravitasi. Proses inversi dilakukan pada saat melakukan proses iterasi dan akan berhenti jika nilai kesalahan RMS yang didapat dari proses iterasi telah mendekati nilai yang ditentukan sebagai kriteria konvergensi atau sampai iterasi maksimum tercapai. Hasil iterasi berhenti saat nilai RMS error sekitar 0.00016879 % pada iterasi kedua. Horizon yang terbentuk sesuai dengan keadaan geologi yang terbentuk di bawah permukaan dimana batuan sedimen pra-tersier berada di kedalaman rata-rata 5.8 km di bawah permukaan dengan ketebalan dari 5 km hingga 6 km.

ABSTRACT
The research conducted in the North Sumatra basin aims to find out how the conditions of pre-tertiary sedimentary rocks below the surface. This is done because there are issues where sedimentary rocks that have been pre-tertiary are not yet included. This is interesting because it is possible that oil and gas reserves are stored in pre-tertiary sedimentary rocks. The gravity method is a geophysical method used to map the subsurface structure. Because the value measured by this method is the value of the gravitational anomaly of the rock below the surface. The inversion method uses the Fast Fourier Transform equation in the Matlab application, which aims to be able to make modeling from the subsurface. Input data used in Matlab programming is in the form of gravity anomalous data values, column number and row or coordinates of data retrieval points, average rock depth or targer layer values, rock density contrast values and convergence criterion values. The programming results show the subsurface horizon at the depth and horizon values resulting from the calculation of the depth value with the value of gravity anomalies. The inversion process is carried out when carrying out the iteration process and will stop if the RMS error value obtained from the iteration process has approached the value specified as the convergence criterion or until the maximum iteration is reached. The iteration results stop when the RMS error value is around 0.00016879% in the second iteration. Horizon is formed in accordance with the geological conditions formed below the surface where pre-tertiary sedimentary rocks are at an average depth of 5.8 km below the surface with a thickness of 5 km to 6 km.
"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rochmah
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Gunawan Wibisono
"ABSTRAK
Dalam bidang geologi dan geofisika, pendeteksian, identifikasi serta
pengkualifikasian batuan reservoir berdasarkan parameter berupa ketebalan, porositas dan kandungan fluida menggunakan data seismic refleksi merupakan hal yang sangat krusial. AVO dan inversion merupakan metoda yang berguna dalam membedakan batuan reservoir dengan kandungan hidrokarbon dari batuan lain disekitarnya. Batupasir yang memiliki kandungan gas, umumnya dicirikan oleh
kontras impedance yang relatif besar dibandingkan batuan di sekitarnya. Kombinasi antara data seismik, pemodelan langsung baik sebelum atau sesudah stack ditambah dengan informasi yang diperoleh dari sumur pemboran akan mempermudah proses penarikan kesimpulan berkaitan dengan distribusi penyebaran reservoir disertai perubahan yang terjadi pada parameter - parameter reservoir itu sendiri ; misalnya variasi tebal bersih kolom gas, tebal bersih reservoir/tebal bersih porositas.Pada daerah studi lapangan Blackfoot, dilakukan perhitungan rasio AI, EI dan ?Mu-Rho? dengan tujuan menentukan jenis unit litologi. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan hasil perhitungan even P-P dan P-S yang diperoleh dari data sonic. Korelasi yang diperoleh antara data log sumur dengan even seismik, didukung oleh rasio AI, EI dan ?Mu-Rho? memperlihatkan bahwa perubahan nilai Impedansi akustik, EI dan ?Mu-Rho?dapat dikaitkan secara
langsung dengan rasio sand/shale dan tingkat konsolodasi batuan sedimen baik secara lateral maupun vertikal. Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan reservoir yang berkembang di
lapangan Blackfoot adalah batupasir glaukonit yang diendapkan pada lingkungan incised valley. Dalam seismic dapat dikenali melalui kedalamannya yang relatif dangkal (1500-1600 m), nilai porositas yang tinggi (15-26%), ketebalan batupasir dibawah tuning ( kurang dari 20 m) serta adanya anomali amplitudo yang tinggi (bright spot). Secara umum, glauconitic channel sand produk dari incised valley
pada lapangan Blackfoot memiliki karakter berupa nilai rasio Vp/Vs yang rendah, nilai P ? Impedance dan S ? Impedance yang rendah, Elastik Impedance yang rendah, nilai Mu ? Rho yang tinggi dan nilai Lambda ? Rho yang rendah.

ABSTRACT
The detection, identification, and qualification of thickness, porosity, and fluid content in reservoirs rocks, using seismic reflection data, is a very important topic in the area of geology and geophysics. AVO and Inversion method is gained to identify the reservoirs that contain hydrocarbon. For the gas sands has relatively strong contrast between the elastic properties of these and those of the
surrounding rocks is expected, the detection and qualification depends upon many other factors: degree of consolidation, ratio depth/thickness, lithologies involve, clay content, etc. The integration of seismic data with direct modeling, both before and after
stack, and with well information, allowed us to draw important conclusions regarding reservoirs extensions, as well as changes in other properties (net gas thickness in one case, and net sand thickness/net porosity thickness for the other) which are important for advanced development of these fields. Using the interpreted correlations the interval times of P-P and P-S events were used to calculate AI, EI, ?Mu-Rho? ratio for the principal lithologic units in
Blackfoot area. Well log correlations to seismic events and AI, EI, ?Mu-Rho? ratio data indicate that changes in AI, EI, ?Mu-Rho? can be directly related to changes in the sand/shale ratio and the consolidation state of the sediments both laterally and vertically in the section. The AI ratio as the function of P-Impedance and S-Impedance correlatewith Elastic Impedance of the reservoirs properties and ?Lambda-Mu-Rho?are giving the best result to determine the lithology and fluid contents. In this seismic perspective, I considered with glauconitic incised valley sands. At Blackfoot filed, which is characterized by shallow depth (1500-1600 m), high porosities (15-26 %), sand thickness below tuning (less than 20 m), and where the reservoirs show as high amplitude anomalies (bright spot).
In the Blackfoot area, the productive glauconitic incised valley sands can be identified by Vp/Vs ratio at the low value, P-Impedance and S-Impedance at low value, Elastic Impedance at the low value, Mu-Rho at the high value and Lambda-Rho at the low value."
2009
T26240
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ewin Rahman Dzuhri
"Magnetotelurik (MT) adalah metode geofisika yang umumnya digunakan dalam eksplorasi potensi sumber daya alam panas bumi. Metode MT dapat menggambarkan penampang resistivitas bawah permukaan bumi mulai dari ratusan meter hingga ratusan kilometer tergantung dari periode pengukuran. Dengan menggabungkan tiga studi yaitu geologi, geokimia dan geofisika, maka dapat mendileneasi sistem geotermal yang terdiri dari clay cap, reservoir, dan sumber panasnya. Bagaimanapun juga, dalam akuisisi data MT, kita juga harus melihat kondisi sekitar daerah penelitian karena pasti terdapat gangguan yang mempengaruhi data MT. Salah satu gangguan dari sekitar daerah penelitian adalah gangguan yang berasal dari laut atau biasa disebut dengan sea effect. Untuk mengurangi gangguan dari sea effect, maka kita harus memahami pengaruh apa saja yang dihasilkan dari sea effect terhadap data MT untuk menghindari mis interptretasi data MT setelah diolah maupun setelah inversi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan simulasi dan inversi 3D menggunakan data sintetik dan data real. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menyimpulkan apa yang disebabkan oleh sea effect dalam mempengaruhi data MT. Sea effect ini dapat menyebabkan mis interpretasi pada data MT. Jadi, dengan memahami pengaruh sea effect pada data MT dan mengurangi efeknya dapat meningkatkan kualitas data MT dalam menggambarkan bawah permukaan dan mengurangi resiko eksplorasi geotermal. Berdasarkan studi yang sudah dilakukan diketahui bahwa sea effect mempengaruhi data magnetotelurik dalam kurva apparent resistivity dan fasenya pada semua rentang frekuensi yang berkorelasi dengan jarak antara titik stasiun dengan lautnya. Untuk hasil inversi 3-Dimensi, pengaruh dari laut cukup signifikan dengan adanya nilai-nilai resisitivitas yang kurang sesuai dengan model awal dan dapat diatasi dengan menggunakan oceanic model pada proses inversi.

Magnetotelluric (MT) is a geophysical method commonly used in the geothermal survey. MT method can image the resistivity of earth from a few tens of meters to several hundred kilometers depending on the measurements periods. With geology and geochemistry as supporting data (so-called 3G), integrated 3G data can be very powerful to delineate geothermal system which is clay cap, reservoir, and heat source.  However, in MT data acquisition we have to pay attention to the surroundings of the survey area because there are noises that will affect MT data. One of the noises from the surrounding area is noise from the sea or it is also called coast effect. In order to reduce the noise from MT data acquisition, especially noise from the sea, and miss interpretation of MT data after processing, we have to study the impact of coast effect on MT data during the acquisition and even when inversion. The method of this study is using forward modeling and 3-D inversion using synthetic MT data. The aim of this study is to conclude what causes showed up from MT data affected by the coast effect noise. This sea effect could lead to magnetotelluric data miss interpretation. Thus, by understanding the sea effect on magnetotelluric data and correct it, could improve the quality of subsurface image and lower the geothermal exploration risks. Based on this study, the effect of sea to magnetotelluric data shown in apparent resistivity and phase where this effect correlated to the distance of MT station and the sea. For 3-D inversion, the effect of sea is making inappropriate result in resistivity value. This effect can be overcome by using oceanic model in 3-D inversion process."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>