Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 70270 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Parinduri, Vivi Kairany
"Trust terjadi saat seseorang memutuskan untuk yakin pada kejujuran dan reliabilitas dari pihak lain. Permasalahannya adalah apakah trust dapat terjadi diantara pihak-pihak yang tidak saling mengenal. Terdapat perbedaan pendapat antara para sosiolog dan para ekonom mengenai hal ini. Menurut teori ekonomi, trust tidak mungkin terjadi diantara pihak-pihak yang tidak saling mengenal, karena pada dasarnya manusia mempunyai sifat oportunistik. Para sosiolog mempunyai pendapat yang berbeda. Menurut pandangan sosiologi trust bisa saja terjadi diantara pihak¬-pihak yang tidak saling mengenal. Generalized morality atau aturan-aturan dan norma-norma berperilaku yang bersifat fundamental di dalam suatu masyarakat sangat mempengaruhi keputusan seseorang untuk pereaya (trust), walau dengan orang yang tidak dikenal sekalipun.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembangunan kepercayaan antara dua pihak yang tidak saling mengenal, dengan menggunakan permainan pembangunan kepercayaan. Permainan ini dapat memperlihatkan perilaku percaya dan perilaku dapat dipercaya diantara pemain. Dalam permainan pembangunan kepercayaan tidak ada paksaan ataupun sanksi untuk segala keputusan yang dibuat pemain dan masing-masing pemain tidak saling mengetahui identitas lawan mainnya. Dalam permainan ini, pemain diasumsikan sebagai individu yang rasional, dimana pemain tidak dapat percaya ataupun dipercaya oleh pemain yang tidak dikenalnya.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa manusia tidak dapat percaya pada orang yang tidak dikenalnya. Penelitian juga rnemperlihatkan bahwa manusia tidak dapat dipercaya (oportunis). Permainan pembangunan kepercayaan mengindikasikan terjadinya penurunan kepercayan seiring dengan berlanjutnya permainan ke tahap-¬tahap berikutnya, sebaliknya terjadi peningkatan perilaku dapat dipercaya seiring dengan berlanjutnya permainan. Peningkatan perilaku dapat dipercaya terjadi bila pemain merasa pasti (certain) dengan keputusan yang dibuat lawan mainnya. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan strategi pemasaran modem yang mulai marak di Indonesia saat ini, misalnya e-commerce ataupun telephone shopping."
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T20096
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stephen Hanjaya
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2006
T37047
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Djaka Soehendera
"Karya tulis ini menguraikan pengaruh program pembangunan terhadap aspek kehidupan penduduk desa Tabbeyan, khususnya akses mereka terhadap sumber daya, terutama sagu. Sebagai responnya, media 'sistem' kekerabatan yang ada kemudian diaktifkan oleh banyak penduduk dalam rangka mempermudah perolehan sumber daya (ekonomi). Perolehan sumber daya itu dianggap bertambah sulit (atau bertambah dibutuhkan), antara lain, karena adanya proses pembangunan yang dilaksanakan di desa Tabbeyan.
Tesis ini seolah-olah berfokus pada kaitan antara tiga aspek yang nampaknya otomatis berhubungan sebab-akibat; yaitu aspek program pembangunan, aspek 'sistem' kekerabatan dan aspek perolehan sumber daya (ekonomi, terutama sagu). Padahal bila diamati dengan seksama, uraian tesis ini berusaha menghindari anggapan terjadinya hubungan sebab akibat secara otomatis di antara ketiga aspek tersebut.
Fokus perhatian untuk analisa dan uraian tesis ini berlingkup pada aspek kekerabatan. Gejala proses kekerabatan itu sendiri pada sisi tertentu berkaitan dengan beberapa hal yang patut diberi perhatian, antara lain, apakah 'sistem' penggunaan nama fam (suku bosena) di belakang nama seseorang memang baru digunakan atau sudah dari sejak dulu. Hal lain misalnya, terjadi pula berbagai 'aturan' kekerabatan yang bila dilihat dari sudut disiplin hukum adat harusnya ditaati dan dilaksanakan, namun seringkali dilanggar.
Namun demikian, metode kajian terhadap 'sistem' kekerabatan ini bukan semata-mata dilaksanakan demi 'sistem' itu sendiri, tetapi akan disusuri kaitannya-langsung maupun tidak-dengan proses sosial lainnya. Jadi, kajian pada aspek kekerabatan itu dikaitkan dengan kegiatan ekonomi, upaya pelaksanaan pengamanan di desa, maupun dengan hak dan kewajiban yang berkaitan dengan pemilik lang bina (hak milik atas tanah) serta hubungan-hubungan lainnya. Contohnya, ketika penduduk Tabbeyan mulai merasakan kelangkaan sagu (akhir 1988), maka sebagian dari mereka kemudian sengaja 'mengaktifkan' ikatan kekerabatan yang sudah ada, dan sebagian lagi mulai mengikutinya. Dengan memiliki hubungan kerabat pada pemilik lang bina (hak milik atas tanah), maka orang yang bersangkutan merasa ikut berwewenang untuk memperoleh sagu dari para kerabatnya. Dan, pada beberapa kesempatan upaya 'pengaktifan' ikatan kekerabatan ini juga dilakukan berkenaan dengan perolehan sumber daya (ekonomi) lain, seperti pinang, sirih, bahkan juga rokok, supermie dan sardines.
Namun demikian, pengaktifan ikatan kekerabatan yang ada pun, pada kenyataannya, tidak selalu menjadi media yang ampuh dalam mendapatkan berbagai sumber daya tersebut. Kadangkala, ikatan kekerabatan nampak tidak diperdulikan oleh beberapa orang pemilik lang bina (hak milik atas tanah).
Pengertian sistem dalam konteks 'sistem kekerabatan' pada tesis ini, lebih dilihat sebagai sesuatu yang dinamis, kadangkala (mungkin) 'bulat' namun seringkali bisa pula 'lonjong' maupun tidak selalu membentuk keteraturan. Karena pada kenyataannya, paling tidak seperti yang terurai pada karya tulis ini, terdapat berbagai variasi pada 'sistem' kekerabatan yang ada.
Analisa yang diterapkan pada karya tulis ini adalah lebih berlandaskan pada hasil-hasil kerja lapangan (field work) yang kemudian dapat disebut sebagai analisa terhadap data primer, dan tidak terlalu bertumpu pada analisa terhadap data tersier (yakni berupa teori general tertentu). Namun demikian, pada bagian-bagian tertentu, kajian ini dilengkapi pula dengan analisa terhadap data sekunder, misalnya mengenai asumsi-asumsi tertentu yang dimunculkan dari suatu kajian etnografis."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1991
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hamzah Hamdani
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1987
899.308 HAM a
Koleksi Publik  Universitas Indonesia Library
cover
Prima Farret
"ABSTRAK
Pejalan kaki merupakan salah satu cara berlalu lintas dalam sistem transportasi, dan sangat dominan di daerah perkotaan atau lokasi yang memiliki permintaan tinggi dengan periode pendek. Karakteristik Pejalan Kaki adalah salah satu faktor utama dalam perancangan, perencanaan maupun pengoperasian dari fasilitas-fasilitas transportasi. Karakteristik dari aliran lalu lintas dapat dibagi dalam 2 (dua) kategori yaitu makroskopik (macroskopic level) dan mikroskopik (microskopic level).
Pada penelitian ini untuk menganalisis perilaku pejalan kaki yang akan menyeberang akan digunakan analisis mikroskopik. Peninjauan secara mikroskopik diambil dikarenakan untuk melihat perilaku perjalanan yang terjadi pada setiap individu. Dengan melakukan penelitian secara mikroskopik maka dapat diketahui karakteristik, perilaku, dan pola pergerakan pejalan kaki secara individu. Penelitian secara mikroskopik ini juga dapat melihat perjalanan pejalan kaki secara individu dalam posisi dan waktu, dimana variabel yang digunakan adalah N (nomor pejalan kaki), T (waktu), X dan Y (Koordinat lokasi). Lokasi pengamatan penelitian ini berada pada Jalan Raya Margonda Depok, tepatnya berada diantara Depok Town Square dan Margo City, pemilihan lokasi tersebut dikarenakan terdapat 2 mall besar yang saling berhadapan, dan area sekitar adalah area commercial sehingga arus perjalanan akan besar pada lokasi tersebut.
Berdasarkan analisa yang telah dilaksanakan, maka diperoleh bahwa kecepatan rata-rata pada lokasi tersebut untuk waktu tidak puncak adalah 0.84 meter/detik dan untuk waktu puncak adalah 0.92 meter/detik. Jenis fasilitas penyeberangan yang seharusnya tersedia pada koridor tersebut adalah jembatan penyeberangan. Dari analisa juga diperoleh jarak aman yang diperlukan pejalan kaki dalam menyeberang yaitu untuk waktu tidak puncak adalah 33.11 meter dan untuk waktu puncak adalah 13.12 meter.

ABSTRACT
Pedestrian is one way of elapsing to pass by quickly in transportation system, and very dominant in urban area or location owning high request with short period. Characteristic Pedestrian is one of the primary factor in scheme, operation and also planning from transportation facility. Characteristic from traffic stream can be divided into 2 (two) categorize that is macroscopic (macroskopic level) and is microscopic (microskopic level)
In this research to analyse pedestrian behavior will be used by microscopic analysis. Microscopic is taken because of to see journey behavior that happened in each individual. By using microscopic can know by characteristic, behavioral, and pattern movement of pedestrian individually. Research microscopicly this also can see pedestrian journey individually in time and position, where used variable is N (pedestrian number), T (time), Y and X ( Coordinate Location). Location of this research reside at Margonda Raya Street, Depok, precisely reside in among Depok Town Square and Margo City, that location selected because of there are 2 big mall which each other looking out on, and the area is commercial area so that journey current will be big at that location.
Pursuant to analysis which have been executed, hence obtainend that average speed at that location for off peak hour is 0.84 metre / second and for peak hour is 0.92 metre / second. Facility crossing type which ought to be available at that corridor brigde. From analysis also obtained save distance which needed by pedestrian in defecting for off peak hour is 33.11 metre and for peak houris 13.12 metre."
2006
S35763
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Ago Dirhamsyah
"ABSTRAK
Dalam menjawab era tantangan globalisasi, permasalahan yang menyangkut
tentang dunia perekonomian di Indonesia menjadi aspek penting yang perlu
diperhatikan. Sumber daya manusia, 'sebagai asset yang paling penting dalam
perusahaan harus selalu dijaga, diperhatikan dan dipertahankan. Apalagi dalam era
globalisasi seperti sekarang ini, dimana kompetisi semakin kuat maka perubahan
berupa perbaikan metode dan strategi manajemen merupakan suatu keharusan agar
perusahaan tetap survive seperti perbaikan pola manajemen dan merger dari bankbank
swasta Perubahan berupa perbaikan dalam metode dan strategi manajemen
dari perusahaan tidak terjadi begitu saja, melainkan suatu proses yang kontinyu
dan dinamis dimana dalam proses ini akan terjadi pula perubahan persepsi dari
karyawan terhadap perusahaan dalam hal ini pihak manejemen Ketika seseorang
memutuskan untuk bergabung didalam suatu perusahaan, secara tidak langsung ia
menaruh kepercayaan bahwa pihak manajemen dalam perusahaan mempunyai
pengetahuan dan keahlian dalam menyelesaikan semua masalah dan membimbing
mereka agar mereka dapat menampilkan performa terbaik yang mereka miliki,
serta kepercayaan bahwa pihak manajemen mampu berlaku adil dan tidak
mungkin melakukan perbuatan yang akan merugikan karyawannya. Namun
fenomena belakangan ini justru terlihat bertolak belakang. Dalam salah satu
artikelnya harian Kompas (2003) menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir ini
di Indonesia angka keluar masuknya karyawan kedalam suatu perusahaan semakin
meningkat. Salah satu alasan yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah karena
tidak adanya lagi kepercayaan dari para karyawan akan kemampuan perusahaan
dalam hal ini pihak manajemen dalam mengelola perusahaan atau dalam
memenuhi segala tuntutan dan kebutuhan para karyawannya baik secara emosional
maupun material. Oleh karena itu pihak manajemen dituntut untuk tampil piawai
dalam mendemonstrasikan kemampuan serta keahlian dalam menjalankan tugastugasnya,
bersikap bijak, jujur dan adil dalam memperlakukan karyawankaryawannya
serta konsisten dengan ucapan dan nilai-nilai yang telah ditetapkan
oleh perusahaan sebelumnya, agar kepercayaan karyawan terhadap pihak
manajemen dapat terinternalisasi didalam diri setiap karyawan
Dari sudut pandang perusahaan, memiliki karyawan yang sepenuhnya
menaruh kepercayaan terhadap pihak manajemen serta yang mampu memberikan
kontribusi yang maksimal berupa performa terbaik mereka merupakan suatu
harapan yang kadang kala sulit untuk dipenuhi. Dari sudut pandang karyawan,
mereka juga mengharapkan kualitas tertentu dari perlakuan yang mereka dapatkan
ditempai kerjanya. Harapan-harapan tersebut kemudian berkembang menjadi suatu tuntutan-tuntutan yang diajukan karyawan terhadap perusahaan yang merupakan
sesuatu yang harus dipenuhi. Dan tuntutan yang semakin tinggi terhadap
organisasi maka semakin penting juga peran komitmen karyawan terhadap
organisasi karena mempengaruhi keputusannya untuk tetap bergabung dan
memajukan perusahaan atau memilih tempat kerja lain yang lebih menjanjikan.
Komitmen organisasi adalah keterikatan karyawan pada organisasi ditempat
mereka bekerja, dimana organisasi mengharapkan karyawannya dapat memberikan
performa yang terbaik demi tercapainya tujuan organisasi. Pekeija yang memiliki
komitmen organisasi yang tinggi akan memilki kepercayaan yang tinggi terhadap
organisasi baik terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, rela bekerja keras demi
tercapainya tujuan organisasi serta selalu berusaha menjaga keanggotaannya dalam
organsasi. Oleh karena itu komitmen organisasi merupakan suatu dimensi yang
dapat digunakan untuk mengevaluasi kekuatan para pekeija untuk terus bertahan
didalam organisasi. Pekeija yang merasa puas dengan pekeijaannya diasumsikan
lebih memiliki komitmen terhadap perusahaan tempatnya bekerja, sehingga
mereka kurang tertarik untuk meninggalkan perusahan tersebut
Untuk melihat lebih jauh hubungan kepercayaan karyawan terhadap pihak
manajemen dengan komitmen organisasi pada karyawan bank-bank swasta, maka
dilakukan penelitian ini. Definisi kepercayaan yang menjadi dasar teoritis dari
penelitian ini berasal dari Mayer, Davis & Schoorman yang membagi kepercayaan
kedalam tiga faktor yaitu ability, benevolence dan integrity. Sedangkan definisi
komitmen yang digunakan dalam penelitian ini adalah komitmen yang
dikemukakan oleh Allen & Meyer (1990) yang membagi komitmen kedalam tiga
komponen yaitu afektif, kontinuans dan normatif. Responden dalam penelitian ini
adalah karyawan bank-bank swasta yang berjumlah 100 orang, yang berdomisili di
daerah DKI Jakarta dan sekitarnya Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik
purposive sampling. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan
kuesioner dengan skala 1-6. Untuk mengukur kepercayaan karyawan terhadap
pihak manajemen digunakan kuesioner yang telah disusun oleh Roger C. Mayer
dari Baylor University & James H. Davis dari University of Notre Dame.
Kuesioner ini telah dilakukan adaptasi berupa peneijemahan atau alih bahasa dari
bahasa inggris ke bahasa Indonesia yang terdiri dari 17 item Sedangkan untuk
mengukur komitmen organisasi, alat ukur yang digunakan adalah skala komitmen
organisasi yang dikembangkan oleh Allen & Meyer (1990). Modifikasi dilakukan
oleh Ali Nina (2002) dengan menyesuaikan pernyataan-pernyataan dengan
pekeijaan dan situasi keija di perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum responden memiliki
persepsi tingkat kepercayaan yang sedang, demikian juga halnya dengan
komitmen organisasi. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada
hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan karyawan terhadap
pihak manajemen dengan komitmen organisasi.
Penelitian ini masih jauh dari sempurna, karena itu penggalian aspek yang
lebih dalam dan lebih disesuaikan dengan keadaan di Indonesia, sehingga dapat
mengukur dengan lebih tepat. Selain itu, sebaiknya jumlah responden ditambah
dan proporsinya diseimbangkan sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih
representatif mengenai keadaan yang sesungguhnya."
2004
S3443
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riska Elvriza
"ABSTRAK
Masa cohabitation pertama pada Republik V Prancis dimulai dengan diangkatnya Jacques Chirac sebagai perdana menteri. Presiden Prancis Francois Mitterrand memilih Jacques Chirac sebagai perdana menteri setelah koalisi partai kanan berhasil memenangkan pemilihan legislatif tahun 1986.
Francois Mitterrand yang berasal dari Partai Sosialis dan beraliran kiri harus bekerja sama dengan Jacques Chirac dari RPR (Rassemblement pour la Republique) yang beraliran kanan untuk menjalankan pemerintahan. Banyak konflik yang timbul karena perbedaan politik di antara keduanya.
Saling akomodasi antara Francois Mitterrand dan Jacques Chirac terjadi pada saat pembentukan kabinet. Jacques Chirac menyetujui untuk melibatkan Francois Mitterrand dalam pembentukan kabinet. Sebagai gantinya, Jacques Chirac meminta dilibatkan dalam pengambilan keputusan masalah luar negeri. Namun, pada saat penetapan kebijakan, tidak ada akomodasi di antara keduanya. Francois Mitterrand menolak kebijakan yang diambil oleh cabinet Jacques Chirac dengan cara menolak menandatanganinya atau melalui wakil-wakilnya di parlemen.

"
2001
S13453
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>