Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 19378 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rosen, Larry D.
New York : John Wiley & Son, 1997
004ROSM001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Rosen, Larry D.
New York : John Wiley & Sons, 1997
004.16 ROS m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nurriasih Fatimah
"Di Indonesia, gangguan mental merupakan kontributor beban penyakit terendah, tetapi menjadi penyebab kecacatan utama jika dibandingkan dengan penyakit kardiovaskuler, neoplasma, maternal dan neonatal, juga infeksi pernafasan dan TB. Di media sosial, banyak pengguna melakukan diskusi dan membagikan konten edukatif mengenai kesehatan mental. Pengguna yang merupakan penderita gangguan mental juga banyak yang melakukan self reported diagnoses. Penelitian ini menggunakan data yang berasal dari Twitter yang akan digunakan untuk membangun model klasifikasi, analisis faktor apa yang menyebabkan sebuah tweet dapat diklasifikasikan sebagai tweet yang merefleksikan gangguan mental, dan menganalisis tweet yang merefleksikan gangguan mental. Model klasifikasi yang dibangun adalah model relevansi untuk menentukan relevansi dari suatu tweet dan model kategori untuk mengkategorikan tweet yang relevan ke dalam empat kategori, yaitu selfdiagnosed, terindikasi, penderita, dan penyintas. Model relevansi terbaik adalah model yang dibangun menggunakan Random Forest dan CountVectorizer unigram dengan hasil evaluasi yang didapatkan, yaitu akurasi 89,93%, precission 90,56%, recall 89,92%, dan f1-score 90%, sedangkan model kategori terbaik adalah model yang dibangun menggunakan Logistic Regression, TfidfVectorizer bigram, dan SMOTE dengan hasil evaluasi yang didapatkan adalah akurasi 83,62%, precission 83,22%, recall 83,61%, dan f1-score 81,98%. Faktor yang membuat sebuah tweet dapat diklasifikasikan sebagai tweet yang merefleksikan gangguan mental adalah fitur yang dimiliki oleh tweet karena setiap tweet memiliki karakteristik fiturnya masing-masing. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian yang terkait analitika media sosial, terutama penelitian yang memiliki tema tentang kesehatan mental, sedangkan implikasi praktikal adalah hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai data sekunder pada sistem informasi mengenai kesehatan mental yang dikembangkan oleh organisasi terkait dan dapat dimanfaatkan sebagai referensi tambahan dalam menangani masalah kesehatan mental di Indonesia.

In Indonesia, mental disorders are the lowest contributor to the burden of disease but are the main cause of disability when compared to cardiovascular, neoplasm, maternal and neonatal, also respiratory infections, and TB. On social media, many users have a lot of discussions and share educational content about mental health. Users with mental disorders also doing self-reported diagnoses. This study uses data from Twitter which will be used to build a classification model, analyze factors cause a tweet classified as a tweet that reflects mental disorders, and analyze tweets that reflect mental disorders. The classification models are relevance models to determine the relevance of a tweet and category models to categorize relevant tweets into four categories, there are self-diagnosed, indicated, sufferers, and survivors. The best relevance model is the model built using Random Forest and CountVectorizer unigram with the evaluation results are 89.93% accuracy, 90.56% precision, 89.92% recall, and 90% f1-score. While the best category model is the model built using Logistic Regression, TfidfVectorizer bigram, and SMOTE with the evaluation results are 83.62% accuracy, 83.22% precision, 83.61% recall, and 81.98% f1-score. The factor that makes a tweet can be classified as a tweet that reflects mental disorders is the feature of the tweet because each tweet has its characteristics feature. The theoretical implication is this research can be used as a reference for conducting research related to social media analytics, especially research with theme on mental health, while the practical implication is the results of this study can be used as a secondary data for developed mental health information system and can be used as an additional reference in dealing with mental health problems in Indonesia by related organizations."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Devi Nurmalasari
"COVID-19 berdampak pada peningkatan kasus kesehatan mental secara global. Kota Depok adalah salah satu wilayah di Indonesia yang mengalami peningkatan tersebut dengan rata-rata sebesar 11,22% per tahun. Sementara itu, jumlah kasus yang mampu ditangani hanya 82 kasus per bulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasien terus bertambah, namun terdapat keterbatasan jumlah layanan. Transformasi intervensi psikologis ke metode online dengan memberdayakan anggota keluarga dalam dukungan psikologis dini dapat mengatasi keterbatasan yang ada. Metode online yang paling populer dan memiliki kapabilitas lebih banyak dalam hal ini adalah aplikasi mobile. Walaupun aplikasi kesehatan mental telah banyak dikembangkan, terdapat beberapa isu yang menghalangi intensi adopsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, objektif penelitian ini adalah merealisasikan pengembangan aplikasi mobile kesehatan mental dengan perspektif keluarga untuk warga Kota Depok dengan memperhatikan kebutuhan fungsional dan nonfungsional. Penelitian ini memanfaatkan metode pengembangan prototyping sebanyak tiga iterasi. Masing-masing iterasi terdiri dari tahap analysis, design, dan implementation. Analysis iterasi pertama dilaksanakan dengan studi literatur penelitian terdahulu, observasi aplikasi serupa, dan wawancara awal dengan stakeholders untuk merumuskan solusi terhadap temuan kebutuhan dan masalah. Analysis iterasi kedua dan ketiga dilakukan pada hasil pengujian prototype yang dikembangkan pada tahap implementation di iterasi sebelumnya dengan pemetaan terhadap Xcertia m-Health App Guidelines. Setelah dilakukan design terhadap hasil analysis, prototype dikembangkan dan dievaluasi menggunakan Usability Testing, kuesioner System Usability Scale (SUS), dan User Acceptance Test pada tahap implementation. Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa aplikasi pada role Klien, Psikolog, dan Admin secara berturut-turut memperoleh skor 87, 74, dan 77 atau tergolong acceptable pada SUS dan memiliki proses bisnis yang tergolong baik.

COVID-19 has impacted the increase of mental health cases globally. Depok City is one of the regions in Indonesia experiencing such an increase, with an average of 11,22% per year. However, the number of cases that can be handled is only 82 cases per month. This indicates that the number of patients continues to grow, but there is a limitation in the availability of services. Transforming psychological interventions into online methods by empowering family members in early psychological support can help address these limitations. The most popular online method with greater capabilities in this regard is mobile applications. Although mental health apps have been developed extensively, there are several issues that hinder their widespread adoption by the public. Therefore, the objective of this research is to realize the development of a mental health mobile application with a family perspective for the residents of Depok City, while considering functional and non-functional requirements. This research utilizes the prototyping development method with three iterations. Each iteration consists of the analysis, design, and implementation phases. The first iteration's analysis is conducted through a review of previous literature research, observation of similar applications, and interviews with stakeholders to formulate solutions for identified issues. The second and third iterations' analysis is performed on the testing results of the prototype developed in the previous implementation phase, aligning with the Xcertia m-Health App Guidelines. After designing based on the analysis results, the prototype is developed and evaluated using Usability Testing, System Usability Scale (SUS) questionnaire, and User Acceptance Test in the implementation phase. The final evaluation results show that the application, in terms of the Client, Psychologist, and Admin roles, respectively achieved an 87, 74, and 77 score, or is considered acceptable according to the SUS, and it has a well-classified business process."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novi Handayani
"COVID-19 berdampak pada peningkatan kasus kesehatan mental secara global. Kota Depok adalah salah satu wilayah di Indonesia yang mengalami peningkatan tersebut dengan rata-rata sebesar 11,22% per tahun. Sementara itu, jumlah kasus yang mampu ditangani hanya 82 kasus per bulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasien terus bertambah, namun terdapat keterbatasan jumlah layanan. Transformasi intervensi psikologis ke metode online dengan memberdayakan anggota keluarga dalam dukungan psikologis dini dapat mengatasi keterbatasan yang ada. Metode online yang paling populer dan memiliki kapabilitas lebih banyak dalam hal ini adalah aplikasi mobile. Walaupun aplikasi kesehatan mental telah banyak dikembangkan, terdapat beberapa isu yang menghalangi intensi adopsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, objektif penelitian ini adalah merealisasikan pengembangan aplikasi mobile kesehatan mental dengan perspektif keluarga untuk warga Kota Depok dengan memperhatikan kebutuhan fungsional dan nonfungsional. Penelitian ini memanfaatkan metode pengembangan prototyping sebanyak tiga iterasi. Masing-masing iterasi terdiri dari tahap analysis, design, dan implementation. Analysis iterasi pertama dilaksanakan dengan studi literatur penelitian terdahulu, observasi aplikasi serupa, dan wawancara awal dengan stakeholders untuk merumuskan solusi terhadap temuan kebutuhan dan masalah. Analysis iterasi kedua dan ketiga dilakukan pada hasil pengujian prototype yang dikembangkan pada tahap implementation di iterasi sebelumnya dengan pemetaan terhadap Xcertia m-Health App Guidelines. Setelah dilakukan design terhadap hasil analysis, prototype dikembangkan dan dievaluasi menggunakan Usability Testing, kuesioner System Usability Scale (SUS), dan User Acceptance Test pada tahap implementation. Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa aplikasi pada role Klien, Psikolog, dan Admin secara berturut-turut memperoleh skor 87, 74, dan 77 atau tergolong acceptable pada SUS dan memiliki proses bisnis yang tergolong baik.

COVID-19 has impacted the increase of mental health cases globally. Depok City is one of the regions in Indonesia experiencing such an increase, with an average of 11,22% per year. However, the number of cases that can be handled is only 82 cases per month. This indicates that the number of patients continues to grow, but there is a limitation in the availability of services. Transforming psychological interventions into online methods by empowering family members in early psychological support can help address these limitations. The most popular online method with greater capabilities in this regard is mobile applications. Although mental health apps have been developed extensively, there are several issues that hinder their widespread adoption by the public. Therefore, the objective of this research is to realize the development of a mental health mobile application with a family perspective for the residents of Depok City, while considering functional and non-functional requirements. This research utilizes the prototyping development method with three iterations. Each iteration consists of the analysis, design, and implementation phases. The first iteration's analysis is conducted through a review of previous literature research, observation of similar applications, and interviews with stakeholders to formulate solutions for identified issues. The second and third iterations' analysis is performed on the testing results of the prototype developed in the previous implementation phase, aligning with the Xcertia m-Health App Guidelines. After designing based on the analysis results, the prototype is developed and evaluated using Usability Testing, System Usability Scale (SUS) questionnaire, and User Acceptance Test in the implementation phase. The final evaluation results show that the application, in terms of the Client, Psychologist, and Admin roles, respectively achieved an 87, 74, and 77 score, or is considered acceptable according to the SUS, and it has a well-classified business process."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfina Megasiwi
"COVID-19 berdampak pada peningkatan kasus kesehatan mental secara global. Kota Depok adalah salah satu wilayah di Indonesia yang mengalami peningkatan tersebut dengan rata-rata sebesar 11,22% per tahun. Sementara itu, jumlah kasus yang mampu ditangani hanya 82 kasus per bulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasien terus bertambah, namun terdapat keterbatasan jumlah layanan. Transformasi intervensi psikologis ke metode online dengan memberdayakan anggota keluarga dalam dukungan psikologis dini dapat mengatasi keterbatasan yang ada. Metode online yang paling populer dan memiliki kapabilitas lebih banyak dalam hal ini adalah aplikasi mobile. Walaupun aplikasi kesehatan mental telah banyak dikembangkan, terdapat beberapa isu yang menghalangi intensi adopsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, objektif penelitian ini adalah merealisasikan pengembangan aplikasi mobile kesehatan mental dengan perspektif keluarga untuk warga Kota Depok dengan memperhatikan kebutuhan fungsional dan nonfungsional. Penelitian ini memanfaatkan metode pengembangan prototyping sebanyak tiga iterasi. Masing-masing iterasi terdiri dari tahap analysis, design, dan implementation. Analysis iterasi pertama dilaksanakan dengan studi literatur penelitian terdahulu, observasi aplikasi serupa, dan wawancara awal dengan stakeholders untuk merumuskan solusi terhadap temuan kebutuhan dan masalah. Analysis iterasi kedua dan ketiga dilakukan pada hasil pengujian prototype yang dikembangkan pada tahap implementation di iterasi sebelumnya dengan pemetaan terhadap Xcertia m-Health App Guidelines. Setelah dilakukan design terhadap hasil analysis, prototype dikembangkan dan dievaluasi menggunakan Usability Testing, kuesioner System Usability Scale (SUS), dan User Acceptance Test pada tahap implementation. Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa aplikasi pada role Klien, Psikolog, dan Admin secara berturut-turut memperoleh skor 87, 74, dan 77 atau tergolong acceptable pada SUS dan memiliki proses bisnis yang tergolong baik.

COVID-19 has impacted the increase of mental health cases globally. Depok City is one of the regions in Indonesia experiencing such an increase, with an average of 11,22% per year. However, the number of cases that can be handled is only 82 cases per month. This indicates that the number of patients continues to grow, but there is a limitation in the availability of services. Transforming psychological interventions into online methods by empowering family members in early psychological support can help address these limitations. The most popular online method with greater capabilities in this regard is mobile applications. Although mental health apps have been developed extensively, there are several issues that hinder their widespread adoption by the public. Therefore, the objective of this research is to realize the development of a mental health mobile application with a family perspective for the residents of Depok City, while considering functional and non-functional requirements. This research utilizes the prototyping development method with three iterations. Each iteration consists of the analysis, design, and implementation phases. The first iteration's analysis is conducted through a review of previous literature research, observation of similar applications, and interviews with stakeholders to formulate solutions for identified issues. The second and third iterations' analysis is performed on the testing results of the prototype developed in the previous implementation phase, aligning with the Xcertia m-Health App Guidelines. After designing based on the analysis results, the prototype is developed and evaluated using Usability Testing, System Usability Scale (SUS) questionnaire, and User Acceptance Test in the implementation phase. The final evaluation results show that the application, in terms of the Client, Psychologist, and Admin roles, respectively achieved an 87, 74, and 77 score, or is considered acceptable according to the SUS, and it has a well-classified business process."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Barry, Patricia D.
Philadelphia: Lippincott , 1998
616.890 231 BAR m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Reynolds, Amanda
Philadelphia: Open universtity press , 2000
658.382 REY m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Illinois : Charles C. Thomas, 1980
658.91 ADM
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Geneva: World Health Organization, 1981
362.3 WOR s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>