Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43851 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"pemberdayaan wilayah dengan segala potensi yang dimilikinya merupakan suatu langkah untuk meningkatkan peran dan kontribusi daerah tersebut menuju kemanidirian bangsa,kegiatan pariwisata adalah salah satu usaha untuk mengnangkat potensi daerah itu....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Geowisata merupakan suatu jenis komoditas pariwisata yang memanfaatkan keindahan,keunikan fenomena,daya tarik dan keindahan alam yang dinilai dapat memberikan kontribusi perkembangan pariwisata bagi suatu daerah....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1994
302.34 POL
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Puspita Arraziyati
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S34177
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Wisata bahari merupakan suatu bentuk wisata potensial termasuk di dalam kegiatan"Clean industry"....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2006
S33948
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lukman
"Pembangunan desa adalah pembangunan yang dilaksanakan diwilayah pemorintahan terendah, yaitu desa atau kelurahan dengan ciri utama keikutsertaan masyarakatnya yang dilaksanakan secera langsung dalam bentuk swadaya gotong-royong (PEPRES 21, 1984). Adapun sasarannya 'menjadikan desa-desa yang maju den berkembang, sehingga masyarakat' desa memiliki taraf bidup dan tingkat kesejahteraan yang akan terus meningkat. Dikemukakan oleh Bintarto (1983), bahwa maju mundurnya desa dapat tergantung pada beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah potensi nonfisik desa. Potensi nonfisik desa tentu tidak sama untuk tiap desa, karena liagkungan geografi dan keadaan penduduknya berbeda. Kenyataan ini akan mengakibatkan adanya perbedaan bagi desa yang bersangkutan, khususnya dalam hal kondisi desanya yakni: kaya, sedang dan miskin. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui penyebaran desa-desa kaya di kabupaten Subang, serta hubungan potensi nonfisik desa terhadap status desa (desa kaya). Sesuai dengan tujuan tersebut make pembahasan tulisan ini terbatas pada masalah: Dimana saja desa kayĆ  di kabupaten Subang, serta, faktor apakah yang paling berpengaruh terhadap status desa (desa kaya). Atas dasar masalah tersebut pada hipotesa dikemukakan: Faktor yang paling berpengaruh terbadap status desa adalah pamong desa. Untuk menjawab permasalahan diatas didkn analisa sebagai berikut: untuk mendapatkan status desa (kaya, sedang dan 'miskin) dipergunakan indikator, pendapatan per kapita, persentase rumah permanen, persentase jalan yang baik, persentase penduduk tamat sekolah dasar. Sedangkan untuk potensi non-fisik desa (baik, sedang dan buruk) diperoleh dari swadaya gotong-royong, kelembagaan desa, adat Istiadat, katagori lkmd den pamong desa. Metode pendekatan yang digunakan adalah analisa model matrik penilaian, korelasi pets dan analisa korelasi Karl Pearson. Setelah dihitung, diklasifikasi dan dianalisa diperoleh: desa yang termasuk dalam status desa kaya adalah: Sukamelang Pagaden, asuk dalain status desa keys adalab: Sukamelang
Pagaden, Lengkong, Marluk, Rancasari, Gempol, Blanka,
Ciberes, Parapatan, Sagalaherang, Kawungluwuk dan
Tambakan. Hubungan antare potensi desa terhadap
status desa erat, dengan besar r/kp. = 0 1 89. Pamong
desa merupakan faktor yang paling bepengaruh terhadap
status desa. Dengan demikian atas dasar kesimpulan
tersebut make hipotesa menunjukan kecenderungannya atau terbukti."
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1988
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2000
S33767
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
S. Poedjoprajitno
"Penafsiran potret udara hitam putih (phanchromatic) tahun 1971 daerah lembah Kerinci dimaksudkan untuk mengidentifikasi elemen morfotektonik, tujuannya untuk mengkaji genesa (tektonika) pembentukan lembah Kerinci dan mendeliniasi zonasi potensi bencana alam. Hasil penafsiran potret udara menunjukkan adanya jejak elemen morfotektonik makro yang berkaitan dengan gerak-gerak tektonik masa lalu, antara lain sejumlah gawir sesar tua, gawir sesar muda, gawir sesar kecil, pergeseran alur sungai, kelurusan lembah dan beberapa bentuk kelurusan lainnya. Bentang alam lembah Kerinci merupakan hasil kegiatan struktur yang didominasi oleh gerakan vertical. Di samping itu diamati beberapa bentuklahan penyerta gerakan tektonik, berupa tumpukan kipas alluvial gunungapi dan endapan undak. Pola gawir sesaran tersebut membentang sejajar arah Pulau Sumatera dan akhirnya menyempit di bagian utara. Di wilayah ini sangat berpotensi menjadi gempa bumi. "
Bandung: Pusat Survai geologi Bandung, 2012
551 JSDG 22:2 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Iriani Syarief
"Penulisan Tesis berjudul "Memperkuat Manajemen Museum: Studi Tentang Upaya Memaksimalkan Fungsi Museum Sri Baduga Jawa Barat" ini bertolak dari memprihatinkannya kondisi permuseuman di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Padahal potensi-potensi yang ada sebenamya akan mampu di eksploitasi apabila dikelola menggunakan manajemen yang baik dan kuat. Paradigma lama tentang museum baik dari pihak pengelola maupun masyarakat semestinya dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Hal ini tentunya harus dimulai dari pihak pengelola yang memang bertanggungjawab dalam hal mengemban dan melaksanakan fungsi museum sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan rekreasi.
Penelitian ini disusun melalui riset kepustakaan (library research), mempelajari makalah-makalah seminar, hasil-hasil studi yang relevan termasuk beberapa artikel ilmiah dari workshop tentang permuseuman dan pertemuan kepala museum se Indonesia, serta wawancara informal dengan beberapa pihak yang berkompeten di bidang permuseuman. Opini publik tentang museum diperoleh dari surat kabar serta buku pesan dan kesan pengunjung, kritik dan saran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se Bandung Raya (ITB, UNPAD, LAIN, IKIP, dart lain-lain), data dari beberapa museum lain, serta pengalaman pribadi (personal experiences) untuk tujuan perbandingan.
Dari tahapan di atas diperoleh landasan teori, upaya yang telah dilakukan dan kondisi museum dalam setiap aspek manajemen saat ini, meliputi kondisi internal, yakni: visi,misi, dan tupoksi, administrasi museum (struktur organisasi, sumber pendanaan, SDM, serta sarana dan prasarana), manajemen koleksi (From the field to the showcase), program publik dan pemasaran musem. Juga kondisi Internal museum, yakni: lingkungan kebijakan dan lingkungan fisik, pengunjung dan pesaing museum, serta instansi lain terkait. Kondisi tersebut dianalisis menggunakan salah satu metoda manajemen strategis, yaitu analisis Strength Weaknesses Oportunities Treats (SWOT) . Dari hasil analisis SWOT, beberapa strategi dapat dijadikan solusi kebijakan. Strategi-strategi tersebut kiranya dapat mewujudkan kondisi ideal yang diharapkan dalam memnaksimalkan fungsi-fungsi museum.
Secara makro, kajian tulisan ini akan difokuskan pada pendekatan manajemen strategis .menggunakan analisa perbandingan, analisa kebijakan dengan pembahasan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sedangkan secara mikro, metode pendekatan yang digunakan dalam pembahasan menggunakan aspek-aspek manajemen permuseuman.
Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisa kondisi permuseuman saat ini dengan adanya kemajuan jaman dan kekuatan-kekuatan baru dari pesaing-pesaing museum yang lain. Manajemen yang kuat akan membantu museum untuk dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Efektif dalam arti dapat menghasilkan kemasan produk dan informasi melalui penataan pameran (display) dan kegiatan bimbingan edukasi yang berkualitas sesuai dengan keinginan pengelola dan pengunjungnya. Efisien dalam arti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat, tanpa pemborosan man penyimpangan. Seeara garis besar, tujuan penulisan ini dimaksudkan untuk meninjau strategi permuseuman yang ada, mengamati lingkungan internal dan eksternal, meruinuskan langkah-langkah strategis yang diperlukan dalam menghadapi dunia kompetisi yang semakin berat dan kompleks agar museum dapat tetap bertahan (eksis) pada posisinya, atau bahkan dapat melakukan perlawanan dalam persaingan tersebut, mengenalkan suatu konsep dan metode manajemen bagi level pengambil/pembuat keputusan (decision maker) dalam membuat suatu keputusanl kebijakan tentang permuseuman. Kemudian memberikan saran-saran pada museum pihak manajemen museum bagi penyempurnaan serta peningkatan fungsi dan pelayanan pengunjung, daya saing, serta langkah antisipasi ke depan dan memberikan beberapa usulan strategi bagaimana merencanakan pengembangan museum agar lebih prospektif dan pemanfaatannya lebih maksimal dari kondisi yang ada sekarang.
Dalam tulisan ini diberikan usulan solusi atas masalah manajemen dan direkomendasikan suatu metode pengambilan kebijakan bagi tingkat pembuat keputusan museum bersangkutan. Terutama dalam masalah Sumber Daya Manusia (SDM), karena sangat penting bagi pengembangan institusi. Bukan berarti unsur lain dalam manajemen (Money, method, material, machine, dan market) tidak perlu, namun karena kemampuan manusialah, maka unsur-unsur lain tersebut dapat berdaya guna. SDM dimaksud adalah masalah kemampuan (competency) yang meliputi: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) atau IQ, EQ, dan SQ. Kemudian masalah kaderisasi, penempatan yang tidak "right man on the right place", pendelegasian wewenang, pengembangan, dan lain sebagainya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T13372
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>