Bersama Mas Pram, mengajak pembaca mengintip kehidupan Pramoedya Ananta Toer yang jarang diketahui khalayak, seperti keuletan, pandangan terhadap perempuan dan lembaga pernikahan, kegiatan menjelang kudeta 1965, sikap terhadap Tuhan dan doa, cara mendidik adik-adik, sampai percakapan-percakapan ketika ditangkap tentara pada 1945. Memoar ini adlah buku kedua Koesalah Soebagyo Toer yang memaparkan kehidupan Pramoedya setelah Pramoedya ananta Toer dari Dekat Sekali. Ditambah catatan Soesilo Toer, buku ini menyuguhkan inside story kehidupan Sang Novelis yang lebih lengkap masa kecil di Blora hingga meninggal tahun 2006 di Jakarta.